
Baru saja mereka keluar dari rumah sakit,mereka hemdak masuk kemobil masing-masing, mereka sudah di hadang oleh ayah Yoga dan anak buahnya
mereka masuk kedalam mobil mereka tanpa mempedulikan Ayah Yoga yang marah melihat Aza kabur,dan mereka mengalami kejar-kejaran si jalan meski membuat pengendar lain terganggu tapi mau gimana lagi yang penting selamat
Di rumah besar Aditama semua cemas dengan keadaan ke 4 anak mereka, mereka semua khawatir akan terjadi sesuatu kepada ke empat anak mereka, ya Brian,Bayu dan Nataza sudah di anggap anak oleh keluarga besar Aditama.
Disaat semuanya tengah duduk dan bunda Ayu datang membawa 5 cangkir minuman, dan mau meletakkan gelas terakhir di meja ruang santai tiba-tiba gelas itu jatuh dan perasaan bunda Ayu tak tenang, beliau merasa ada sesuatu terjadi pada anak-anaknya
Azam menambah laju mobilnya, tapi dia di pepet oleh mobil Ayah yoga sehingga beehenti di pinggir jalan dari pada menabrak pohon besar,dan mereka semua turun 4 anak buah ayah Yoga mengeroyok Brian dan Bayu, dan Ayah Yoga melawan Azam, namun Azam belum mau turun lalu mengedor kaca mobil Azam dengan kencang
"Za. Aku minta sama kamu, jangan keluar dari mobil apapun itu keadaanya dan kunci pintunya ok"ucap Azam
"Tapi zam, kamu... "ucapan Nataza terpotong saat Azam mengusap pipinya
"Percaya sama aku, aku akan baik-baik aja hmm"balas Azam meyakinkan Nataza dijawsb anggukan oleh Nataza lalu keluar dari mobil
perkelahian mereka terlihat sangat sengit,Nataza tau jika ayah Yoga memiliki ilmu bela diri seperti Azam namun masih di bawah Azam kemampuannya,terlihat ayah Yoga dengan curang memukul Azam dan membuat Azam memutahkan darah, membuat Nataza tak bisa tinggal diam dengan semua itu, Brian dan Bayu mereka mendapat bantuan dari anak buahnya
__ADS_1
Azam pun mendapat bantuan dari anak buahnya namun sayang anak buahnya kalah oleh ayah Yoga, membuat Azam marah dsn frustasi, dia mendekati ayah Yoga lalu menyerangnya kembali, Nataza yang melihat ayah Yoga mengeluarkan pistol dia turun dari mobil lalu berlari ke arah Azam, pistol tersebut mengarah tepat ke dada kanan azam
"Dorr...."bunyi pistol saat pelatuk di lepaskan
sebelum pistol itu mengenai Azam, Nataza sudah lebih dulu memeluk azam dan membuatnya tertembak bagian bahu kanannya,membuat Azam membelalakan matanya menyadari pelatuk pistol itu bukan mengenai dirinya tapi mengenai orang yang telah membuka hatinya kembali setelah bertahun-tahun
ayah Yoga dia tertawa melihat Aza dan Azam yang dia pikir tertembak, dan dia meninggalkan Azam dan Nataza masuk ke dalam mobil dengan tawanya, namun tawanya pudar saat polisi menangkap nya.
"Angkat tangan"
lalu mengangkat tangannya namun dia mencoba kabur lewat pintu samping,namun kakinya sudah di tembak oleh polisi dan anak buah dan istrinya sudah di tangkap dengan percobaan pembunuhan dan operasi ilegal dan mereka di gelandang ke kantor polisi di bantu anak buah Azam
"K... Kok.N...Nangis? "tanya Nataza memegang pipi Azam yang basah karna air matanya
"Kamu bertahan Za, jangan tinggalin aku, aku mohon bertahan.Kita kerumah sakit sekarang"ucap Azam yang melihat Nataza menarik nafas panjangnya
Nataza hanya tersenyum dengan mengelengkan kepalanya."A.. aku gak pa... papa kok, jangan.. Na.. ngis ya.Ganteng-nya ilang"ucap Nataza dengan menarik nafas panjangnya.Azam hanya menggeleng lalu menghapus air matanya
__ADS_1
"Aku gak nangis kok.Tapi aku mohon bertahan, Brian ayok"ucap Azam lalu menggendong Nataza ke mobil
"Aku mohon Za, kamu bertahan, kamu kuat kamu gak boleh tinggalin aku"ucap Azam lalu mengecup punggung tangan Nataza
"Ma.. Maaf udah.Re.. Repotin.Ka...Kamu,Ak...Aku.Ngantuk Z... Zam"ucap Nataza lalu memejamkan matanya
"Za...Bangun Za.Gak za kamu gak boleh tinggalin aku" ucap Azam menepuk pipi Nataza
"NATAZAAAAA"teriak Azam dengan memeluk Nataza
"Aza aku mohon jangan tinggalin aku Za, aku mohon bangun"ucap Azam memohon untuk bertahan
"Brian Cepet... "perintah Azam
"Aku mohon kamu bisa bertahan"
"Brian Cepettt.... "teriak Azam
__ADS_1
"Sabar Zam, ini gue udah cepet, sebentar lagi sampe"
"Kita mohon Za, lo harus bertahan demi Azam, dia butuh lo, dia butuh cinta lo Za, dia cuma mau lo dan hanya lo yang bisa ubah Azam seperti yang kita kenal dulu sebelum kenal cinta.Hanya lo harapan kita Za, karna hadirnya lo, Azam mulai berubah seperti Azam yang dalu. Kita mohon lo bertahan demi Azam.Kita gk tau gimana Azam nantinya tanpa lo di sisi dia"ucap Brian dan Bayu dalam hati mereka dengan mengamati Azam yang tengah menangis dari spion dalam mobil