
Dibawah alam sadarnya, Nataza saat ini berada disebuah taman begitu indah disana. Bunga-bunga bermekaran dengan berbagai warna dan harum yang begitu menyengat, air terjun mengalir deras ditemani pelangi yang melingkar ditengahnya, burung-burung berterbangan, langit yang begitu cerah, dan ada kelinci serta kupu-kupu dimana-mana
Nataza merasa nyaman disana, dia tak ingin rasanya keluar dari tempat itu, begitu indah dan menenangkan. Nataza menatap tepat dimana ada rumah-rumahan dengan satu meja dan bangku melingkari meja. Nataza yang penasaranpun mendekat dan duduk dibangku itu, dia menghela nafas lega dan begitu nyaman disana
"Waahh...nyaman banget sih disini, bikin betah aja. Andai aja ada mas Azam sama anak-anak disini, pasti mereka betah bengat dan gak mau pulang dari sini"ucap Nataza menatap sekelilingnya
"Apaan itu yah?, kok kaya ada yang lambai-lambai gitu sih di balik kabut?. Ihh kok aku jadi takut, mana sendirian lagi disini"gumam Nataza menatap kearah kabut tebal di taman bunga, dan disana ada seseorang yang melambaikan tangan kearahnya
"Samperin...Enggak...samperin...Enggak..., Ihh kok aku gak jelas gini sih?, samperin aja kali yah?. Ihh... tapi takut.."ucap Nataza dengan memegangi kepalanya
"Samperin aja deh, dari pada penasaran kan?. Ayo Aza!!!. Kamu berani!!"gumamnya menyemangati dirinya sendiri
Nataza melangkah kearah orang dibalik kabut tebal tersebut dengan perlahan, tangannya sambil mengibas-ngibaskan kabut yang menghalangi penglihatannya. Semakin dekat dan semakin dekat, Nataza menjulurkan tangannya dan meraih tangan orang itu lalu menariknya, betapa terkejutnya jika itu adalah Abangnya. Adam
"Abang...Abang kok bisa disini?, Abang ngapain kesini?"tanya Nataza dengan memeluk Adam erat dan dibalas pelukkan oleh Adam
"Abang mau jemput kamu pulang sayang, Kita pulang ya?, kamu harus kembali kesana. Rumah kamu ada disana sayang, masih ada suami dan anak-anak kamu yang butuh kamu disamping mereka. Pulang yuk?"ajak Adam kepada Nataza yang menggelengkan kepalanya
"Gak mau bang, Zaza udah betah disini. Disini indah dan nyaman banget. Zaza suka disini. Zaza gak mau kemana-mana, maunya tetap disini"balas Nataza dengan melangkah menjauh dari Adam
"Za...pulang ya sayang, sama Abang. Kamu harus kembali Za, belum saatnya kamu disini. Ayok sayang. Azam membutuhkan dirimu saat ini"ucap Adam dengan mencekal tangan Nataza
Nataza langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar nama Azam, lalu berbalik badan menatap Adam didepannya dengan wajah berubah khawatir
"Mas Azam kenapa?, ada apa sama Mas Azam Bang?" tanya Nataza dengan menggoyangkan tangan Adam
"Azam sakit Za, dia nolongin kamu saat kamu kembali depresi. Pulang Za, demi Azam. Hanya kamu yang bisa kembalian dia"ucap Adam lalu memundurkan langkahnya dan menghilang dibalik cahaya terang diujung taman
__ADS_1
"Abang!!!....abang dimana?.....Abang!!!... Zaza ikut Abang!!...."teriaknya dengan mengibaskan tangannya menghilangkan kabut tebal itu
"Mas...kamu harus bertahan. Aku akan kembali sama kamu saat ini juga"gumam Nataza lalu melangkah kearah sebuah pintu besar dan menyentuhnya, pintu itu terbuka dengan sendirinya. Sebuah cahaya begitu terang muncul dari sana, segera Nataza masuk dan hilang dibalik cahaya tersebut
Dirumah sakit, kondisi Nataza kritis dan kembali kejang,detak jantungnya melemah kembali.Tim dokter membantu dengan alat kejut jantung dan do'a dari semua yang ada disana, termasuk Azam yang sudah sadarkan diri memaksa untuk melihat kondisi istrinya, Adam bersama istrinya Kirana dan ada juga Opa Aditya yang sudah tahu semuanya dari bi Ani karna takut dengan ancamannya
"Ayah?...Aza gak papakan?, Aza akan selamat kan Yah?, dia akan kembali lagi sama aku kan?, dia gak akan ninggalin aku kan Yah?, Bang?, Bunda?"tanya Azam dengan air mata yang mengalir diwajah pucatnya
"Zaza akan selamat Zam, dia pasti selamat. Pasti Zaza kuat melewati masa kritisnya, Zaza gak akan ninggalin kamu kok, dia akan selalu ada untuk kamu. Kita berdo'a bersama ya sama Allah, supaya Zaza cepat sembuh"ucap Adam dengan memegang tangan Azam lalu memeluknya
"Aku gak mau kehilangan dia Bang, aku gak mau dia ninggalin aku, aku gak mau dia pergi, aku gak mau Bang, aku gak bisa hidup tanpa dia, aku gak akan sanggup hidup tanpa dia. Aku gak mau aku gak bisa"ucap Azam dalam pelukkan Adam dengan terisak
"Sssttt...gak boleh ngomong gitu. Zaza gak akan ninggalin kamu, dia gak akan pergi dari kamu, dia gak akan bisa hidup juga tanpa kamu. Jangan berpikir yang tidak-tidak ok. Abang gak suka adik Abang berpikir seperti itu"ucap Adam dengan melepas pelukkannya dan menatap Azam yang menatapnya dengan air mata masih menggenang
Tak lama, dokter keluar dari ruang ICU. Dokter tersebut tampak tersenyum membuat yang lain merasakan tegang, apa Nataza baik-baik saja?, kenapa dokter malah tersenyum saat kondisi seperti ini?, ucap mereka dalam hati
"Duduk saja Zam, kondisimu belum pulih total, kau masih lemah"ucap Ayah Tama dengan mendudukan Azam kembali ke kursi roda
"Alhamdulillah Tuan Muda, istri anda berhasil melewati masa kritisnya,dan Alhamdulillahnya lagi. Nona sudah terlepas dari masa komanya dan sekarang Nona sudah sadarkan diri. Namun kondisi Nona masih sangatlah lemah, sehingga Nona sulit untuk berbicara"jelas dokter tersebut menatap Azam yang tersenyum
"Dok?..., apa menantu saya benar hilang ingatan dok?"tanya Bunda Ayu yang mengingat ucapan dokter tadi pagi tentang Nataza
"Alhamdulillah Nyonya, yang saya lihat saat ini, dari perkembangan dan kinerja otak Nona. Nona tidak mengalami hilang ingatan, bahkan dia mencari suaminya setelah sadar tadi"jawab dokter tersebut
"Alhamdulillah, terimakasih banyak dok"ucap Azam
"Sama-sama Tuan Muda, jika anda ingin masuk silahkan, tapi hanya 1 orang saja yang bisa masuk, karna kondisi Nona masih terlalu rentan terkena virus atau bakteri dari luar. Didalam sudah ada suster yang menyiapkan baju khusus untuk keluarga jika ingin melihatnya, dan yang lain bisa lihat dari kaca jendela itu ya Tuan, Nyonya. Saya pamit undur diri"jelas dokter lalu pergi
__ADS_1
"Kamu saja dulu Zam, yang masuk. Biar kami nanti saja, Aza sangat ingin bertemu denganmu. Kami mau mencari makan dulu ya?"ucap Adam dan diangguki oleh Azam
Azam di dorong kedalam ruangan Nataza oleh seorang suster, lalu suster tersebut memakaikan pakaian khusus untuk Azam. Setelah selesai, Azam didorong kembali dimana Nataza berbaring dengan memejamkan matanya,tapi bibirnya bergerak membaca sesuatu
"Sayang?"panggil Azam lirih disamping Nataza yang langsung membuka matanya dan tersenyum melihat Azam ada disampingnya
"Mas?...Kamu?.."ucap Nataza menggantung memperhatikan Azam yang duduk di kursi roda dan wajah yang pucat tengah tersenyum kepadanya
"Kamu kenapa mas?"tanya Nataza lalu kejadian dikamar mandi, dimana dia histeris karna ucapan bi Ani membuat Azam ikut sakit karna suhu air yang dingin
"Ini karna aku kan mas?, kamu sakit karna aku kan?, aku salah mas?. Maafin aku mas!, maaf aku salah, karna aku udah buat kamu kaya gini"ucap Nataza dengan memegang tangan Azam yang dingin
"Sssttt... ini bukan salah kamu, ini semua udah takdir dari Allah. Allah sedang mengangkat dosa-dosa kita sayang, sehingga dia membuat kita sakit. Ini bukan salah kamu kok, kamu gak perlu nangis ya?"balas Azam dengan menghapus air mata Nataza
"Aku minta maaf mas, aku bodoh, aku gak bisa mengendalikan emosi aku, aku bodoh mas.."ucap Nataza
"Gak sayang gak, kamu gak bodoh, kamu gak salah. Ini semua bukan salah kamu. Kamu gak boleh salahkan diri kamu sendiri, aku gak suka"balas Azam dengan mencium punggung tangan Nataza lembut
"Jangan salahkan diri kamu sendiri sayang, ini bukan salah kamu. Kamu hanya korban dari kejahatan orang dimasalalu kamu,tolong jangan salahkan diri kamu kaya gini. Hati aku sakit mendengarnya, jangan buat aku kehilangan kamu Za, aku gak mau kamu pergi tinggalkan aku. Aku cinta sama kamu, aku sayang banget sama kamu. tolong jangan katakan maaf itu lagi, karna kamu gak salah, kamu akan menghancurkan hati aku jika kamu mengucapkan kata maaf lagi, hancur hati aku Za, Aku mohon jangan katakan itu"lanjutnya dengan meneteskan air mata dan jatuh diatas punggung tangan Nataza
"Janji sama aku, kamu gak akan pernah ulangin semua ini. Aku gak mau kamu sakit apalagi terluka"ucap Azam
"Aku janji mas, bantu aku untuk melewati semua ini dan melupakan semua kenangan buruk itu"balas Nataza dan di angguki oleh Azam
"Pasti sayang, pasti"jawab Azam
diluar ruang ICU, seorang pria bersama istrinya terharu mendengar ucapan Azam yang begitu mencintai adiknya, Ya dia Adam. Adam meneteskan air matanya melihat bagaimana cintanya Azam kepada adiknya, bagaimana Azam menyayangi adiknya, bahkan tak ingin kehilangan adiknya. Cinta Azam tulus dan murni untuk adiknya. Azam begitu mencintai dan menyayangi adiknya
__ADS_1
"Abang bangga padamu Zam.Terimakasih banyak. Terimakasih karna sudah memberikan cinta dan kasih sayang yang besar untuk adik Abang. Abang bersyukur Zaza memiliki kamu dihidupnya. Abang janji akan selalu mendukung kalian untuk tetap bersama disaat susah maupun senang. Abang janji"gumam Adam dengan memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya