
Malam hari yang sunyi senyap, karna jam menunjukan pukul 1.30,ya semua orang tengah tertidur dengan ditemani mimpi indahnya, tapi tidak dengan Nataza yang sedari tadi berguling ke kanan dan ke kiri ,Azam yang sudah tertidur dia terganggu dengan pergerakan di ranjang karna Nataza tak bisa diam, dia membuka matanya dan melihat Nataza yang tengah memejamkan matanya tapi raut wajahnya gelisah dengan tangan mengelus-elus perut buncitnya
"Hai, kenapa sayang?,bangun dulu yuk?"ucap Azam membantu Nataza duduk di sandaran ranjang
"Kenapa hmm?,gak bisa tidur?"tanya Azam dengan wajah khawatir
"Huffh, anak kamu gak mau diem mas, dia nendnag terus,mana kadang kenceng banget lagi,ngilu rasanya"jawab Nataza dengan wajah cemberutnya
"Emangnya kamu kenapa, bukannya dari tadi diam aja, tenang-tenang aja gak nendang kok. Kamu mimpi sesuatu yang buat kamu sama anak kita kaget?"tanya Azam dengan lembut sambil tangannya mengelus perut buncit istrinya
"Ehmm... aku mimpi tentang Bang Adam Mas"jawab Nataza yang mulai sedih
"Memangnya kamu mimpi apa tentang Bang Adam?"tanya Azam dengan wajah mulai serius tapi tangannya tetap bekerja di perut istrinya
"Aku mimpi di tempat gelap dan ada suara tembakan di mana-mana, dan aku lihat Bang Adam yang sedang menembak seseorang,Aku gak tau dia siapa tapi dia berhasil menembak Bang Adam di dada kanannya dan Bang Adam jatuh pingsan disana, Aku berteriak kencang karna itu, lalu orang itu menembakkan pelurunya ke perut aku mas,karna dia tau aku adiknya.Aku takut"ucap Nataza yang kini dalam pelukan Azam
"Trus aku bangun karna semua itu terlihat begitu nyata, dan aku membuat anak-anak kita kaget. Aku takut semua itu nyata, aku takut kalo aku akan dipisahkan oleh maut saat itu juga, aku belum melahirkan anak-anak kita, aku gak mau mas..., Aku takut!!"ucap Nataza yang mulai menangis dalam pelukkan Azam
"Ssssttt... udah kamu tenang ya sayang ya, jangan ya, nanti dedeknya ikut nangis"ucap Azam mencoba menghibur Nataza
"Tapi mimpi itu seakan nyata mas, aku takut kalo itu beneran terjadi, aku gak mau kehilangan anak-anak kita, aku gak mau kehilangan kamu"jawab Nataza dengan lirih dalam pelukkan Azam untuk meredam suara tangisnya
"Udah ya sayang ya, kita besok kerumah Bang Adam untuk lihat keadaannya, kita berdoa ya semoga mimpi kamu gak jadi nyata, dan mimpi kamu hanya bunga tidur aja ok. Sekarang kita sholat tahajut kalo kamu ngantuk kamu boleh tidur lagi"ucap Azam di angguki oleh Nataza
__ADS_1
Mereka pergi ke kamar mandi, untuk mengambil wudhu, setelah wudhu mereka malaksanakan sholat tahajut berjaam dengan doa semoga mimpi Nataza hanya bunga tidur, dan semoga mimpi buruk itu tak akan pernah menjadi nyata. Sejujurnya setelah mendengar ucapan Nataza tentang mimpinya, Azam takut, khawatir, dan sedih, dia takut mimpi itu menjadi nyata, mimpi yang sama 1 bulan yang lalu,dia juga bermimpi jika melihat istri dan Adam tertembak oleh orang yang tak dikenal, Istrinya meninggal bersama kedua calon anaknya dan Adam koma
Mimpi yang membuat dia terus berpikir dan berdoa sepanjang hari agar istri,calon anak-anaknya dan juga Abang iparnya baik-baik saja,mimpinya hanya mimpi biasa bukan oertanda buruk yang membuat dia kehilangan semaunya
"Sekarang tidur lagi ya, nanti kalo matahari udah keluar kita ke rumah Bang Adam"ucap Azam dan di angguki oleh Nataza
"Kenapa hmm?,tidur kok masih buka mata?"tanya Azam yang melihat istrinya masih membuka matanya dan menatapnya
"Ehmm... dongegin ya?"pinta Nataza membuat Azam kikuk
"Ya... ya udah boleh deh, tapi janji tidur ya?"ucap Azam dan di angguki Nataza sebagai jawaban
"Suatu hari hidup seorang Ratu yang begitu di segani, dia adalah Ratu yang paling bijaksana dan juga arif dalam memimpin istana megahnya.Dia memiliki 2 orang putra dan 1 orang putri yang begitu tampan dan cantik, namun kecantikannya yang di miliki putrinya di manfaatkan untuk menghina orang lain dan membuatnya sombong dengan kecantikan yang dimilikinya. Berbeda dengan kedua kakak lelakinya yang memiliki watak seperti ibundanya, mereka baik dan juga bijaksana......."ucap Azam membacakan dongeng di buku yang dia pegang, lalu melirik istrinya yang sudah tidur dalam pelukannya
Pagi harinya, kamar mereka sudah di ketok oleh bibi Ani yang ingin memberitahu jika sarapan sudah jadi. Azam yang mendengar ketokan pintu dari luar kamar,dia mengerjapkan matanya lalu turun ranjang menghampiri keluar kamar dan melihat Bi Ani yang sudah menunduk di depan pintu
"Ada apa bi?"tanya Azam dengan sedikit menguap
"Maaf Tuan Muda, saya mengganggu waktu istirahat anda dan Nona Muda, saya kesini ingin memberi tahu, sarapan sudah siap dan sekarang sudah hampir jam 7 Tuan Muda"ucap Bibi Ani
"Ah iya makasih sudah membangunkan aku, aku minta maaf telah merepotkanmu bi, aku hari ini libur karna aku akan ke rumah Bang Adam"jawab Azam dengan senyum tipisnya
"Baik Tuan Muda, dan maaf tadi Tuan Brian kemari memberikan sebuah kotak untuk anda, dan saya masih simpan di lemari dapur Tuan Muda"ucap Bi Ani
__ADS_1
"Kotak apa?, aku tidak memesan apapun pada Brian?"gumam Azam dengan menggaruk pelipisnya
"Kalau Tuan dan Nona membutuhkan sesuatu,panggil saja saya tuan, saya Permisi Tuan Muda"ucap Bi Ani lalu pergi
Azam masuk ke kamarnya, dan melihat Nataza sudah keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah rapi,terlihat pas dengan perut buncitnya.Azam menghampiri istrinya lalu memeluk pinggang Nataza dari belakang dan mencium ceruk leher Nataza karna merasakan harum yang mengguar dari tubuh istrinya
"Jadi kerumah Bang Adam kan?"tanya Nataza dalam pelukan Azam
"Hmm, aku mandi dulu ya"jawab Azam lalu pergi ke kamar mandi setelah mencium leher istriny membuat kissmark
"Mass... "kesal Nataza melihat karya suaminya tercetak jelas di lehernya
"Cantik poll sayang"teriak Azam dari kamar mandi
Setalah mereka selesai melaksanakan paginya, mereka pergi ke rumah Adam, rumah terlihat sangat sepi tak ada orang sama sekali sepertinya, mereka pikir apa semuanya ada di markas?.Mereka masuk ke halaman rumah Adam karna pintu gerbang terbuka dan penjagapun tak ada
Mereka masuk ke dalam rumah Adam, tercium bau anyir dari pintu masuk, dan membuat mereka terkejut adalah Fiko yang sudah bersimbah darah di lengannya namun masih sadarkan diri
"Fiko kenapa?,ada apa?, apa yang terjadi?, dimana Abang Adam?"tanya Nataza bertubi-tubi
"Maaf Nona,kami di serang oleh Baron, dia membawa Tuan Muda Adam ke markasnya setelah di bius oleh anak buahnya, kami sudah berusaha melawannya, tapi mereka licik dengan menembak kami dari arah belakang dan dari samping hingga membuat kami kehilangan Tuan Muda Nona,Tuan"jawab Fiko lalu pingsan
"Telfon ambulans mas, sekarang dan polisi juga"ucap Nataza panik dengan mimpi yang mungkin jadi nyata secara perlahan sekarang
__ADS_1