
"Zam..., Om minta sama kamu,bertahan nak. Bertahan kita akan bawa kamu ke rumah sakit sekarang" ucap Om Ramos dengan memapah Azam ke mobil di bantu Bayu
"Bayu cepat jalan sekarang!!"teriak Om Ramos dari bangku belakang mobil
"Iya Om, pengangan Yan!"jawab Bayu dan meminta Brian pegangan karna memgang komputernya
mereka melaju dengan kecepatan tinggi dan diikuti oleh mobil anak buah mereka di belakangnya,setelah 40 menit di jalan akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Karna jalanan yang keluar dari hutan membuat mereka harus berhati-hati karna jalan yang berdampingan dengan jurang.
Saat meletakkan Azam di bankar rumah sakit, Nataza datang bersama kedua sahabatnya yang terkejut melihat Azam terluka dengan darah menetes dari tangannya yang berbalut jaket. Nataza menjatuhkan makanan yang di pegangnya dan seketika meneteskan air matanya melihat suaminya berbaring di atas bankar dengan darah mengalir dan mata terpejam. Dia teringat ucapan Azam sebelum pergi
"Mas janji sayang, mas janji akan pulang demi kamu"
"aku akan hati-hati kok"
"Aku pasti pulang buat kamu"
ucapan itu berputar di otaknya saat ini ucapan janji suaminya akan pulang untuknya, memang benar suaminya pulang, tapi bukan dengan keadaan terbaring lemah dan darah di tangannya, dia menginginkan suaminya pulang dengan selamat bukan terluka
"Mas Azammm... "pekik Nataza berlari menghampiri suaminya yang tak sadarkan diri di atas bankar dengan wajah yang memucat, bibir merah berubah menjadi putih kebiruan dan tubuh yang lemah
"Kenapa mas Azam jadi kaya gini hah?"teriak Nataza pada Brian dan Bayu yang berjanji untuk menjaga Azam tapi yang di jaga tetap terluka.Brian dan Bayu hanya menunduk mereka merasa salah karna ini
"Jawab aku!!!,Mas Azam kenapa kaya gini?"teriak Nataza yang mulai histeris membuat para penjung rumah sakit menatapnya dan Bunda Ayu menatap menantunya yang histeris melihat anak lelakinya terluka
"Kenapa?..hiks.. kenapa mas Azam kaya gini?"tanya Nataza dalam tangisnya dengan nada yang mulai melemah
__ADS_1
"Maaf Za, kita udah berusaha untuk menghindarkan Azam dari peluru Kiara,dan itu berhasil untuk yang pertama, tapi Kiara cerdik dia menembak dua kali dan tembakan kedua mengenai lengan Azam hingga Azam seperti ini"jelas Bayu tak berani menatap wajah marah Nataza yang mulai memerah di dalam pelukan Bunda Ayu
"K-Kiara yang melakukan ini?"tanya Nataza dengan pelan tapi bisa di dengar oleh Brian dan Bayu menganggukan kepalanya sebagai jawaban
Nataza bangun dari pelukan Bunda Ayu dan mengambil pistol di tangan anak buah Azam di sampingnya dan melangkah menghampiri Azam di depannya membuata yang lain panik karna Nataza memegang pistol yang tak seharusnya dia pegang
"Mas?,aku pergi dulu ya untuk menyelesaikan tugas kamu yang belum tuntas. Aku minta sama kamu janji saat aku kembali nanti kamu sudah sadar mas"bisik Nataza di telinga Azam lalu mengecupnya perlakuan itu membuat Azam meneteskan air matanya
"Bund, Yah, dan kalian semua jaga suami aku,aku titip mas Azam sama kalian.Kak Brian dan Kak Bayu boleh ikut aku"ucap Nataza memberi perintah pada semuanya
"Za kamu yakin nak, akan melakukan ini?, Bunda takut kamu kenapa-kenapa sayang"ucap Bunda Ayu khawatir dan di balas senyuman oleh Nataza
"Bunda percaya sama aku, aku akan kembali lagi kok.Aku titip mas Azam sama kalian yah?, Bund titip mas Azam ya?, jaga dia"ucap Nataza lalu menyalami mertuanya
Nataza keluar dari rumah sakit di ikuti oleh Brian dan Bayu serta beberapa anak buah mereka di belakang mereka, mereka pergi ke rumah Om Ramos untuk menemui Kiara yang di kurung di markas besar keluarga Alexander, Mereka sampai di depan rumah megah keluarga Alexander dan masuk melalui pintu samping, karna Om Ramos sudah mengijinkan mereka masuk saat dirumah sakit tadi
bagaimana tidak, badan yang hanya mengenakan ****** *****, kissmark dimana-mana, dan payudara yang bengkak dengan tubuh di gantung di dua tiang untuk mengikat kedua kaki dan tanganya, melihat itu Nataza tersenyum Smirk memikirkan idenya
"Hmm Galih?"panggil Nataza menatap Galih yang sedang menatap seksama adiknya
"Ah hai Aza, kau disini?"tanya Galih dengan terkejut melihat Nataza ada di sana
"Hmm, kau tau aku kesini untuk apa bukan?"tanya Nataza balik
"Ya tentu aku tau tujuanmu kemari, kau ingin membalas adikku atas apa yang terjadi pada Azam bukan?"tebak Galih yang melihat Smirk di wajah Nataza
__ADS_1
"Ya tentu saja, aku akan membalasnya lebih parah dari apa yang masku alami saat ini, apa aku boleh melakukan semauku padanya?"tanya Nataza dan di balas anggukan oleh Galih membuat Nataza tersenyum puas
"Baiklah, kalian berdua berdiri di depannya, dan kalian berdua di belakangnya. Ya dan kau ambil alat didalam lemari"ucap Nataza memerintahkan anak buah Galih dan anak buahnya
"Dan sisanya boleh keluar kecuali kak Brian, Kak Bayu dan Galih. Maaf jika aku menyakiti adikmu"ucap Nataza dengan senyum smirknya dan di balas sama oleh Galih
"Buka baju kalian semua setelah itu nikmati tubuhnya semau kalian, sepuas kalian. Untuk kau yang di belakang dan kau gunakan ini untuk menyiksanya
" Kak Brian ambilkan gelas dan air untukku"perintah Nataza yang di lakukan langsung oleh Brian
"Masukkan ini,aduk dan minumkan pada wanita itu"perintahnya lagi pada Brian dan meminumkannya pada Kiara
"Makasih Kak atas bantuanmu"ucap Nataza
"Sama-sama Za, setelah ini apa yang akan kita lakukan?"tanya Brian
"Kita tunggu nanti Kak, akan ada yang lebih menarik setelah ini"jawab Nataza
setelah memberikan obat perangsang di minuman Kiara, Kiaraa mulai mendesah sendiri melihat kejantanan anak buah Azam, setelah mendapat kode izin dari Nataza anak buah Azam mulai menyetubuhi Kiara hingga ruangan itu penuh dengan ******* dan erangan
"Kak Bayu, kau ambil cambuk cambuk di atas lemari itu"perintah Nataza
"Cambuk wanita itu setelah dia orgasme,dan kalian terus lakukan tugas kalian sampai dia tak sadarkan diri, setelah itu akan menjadi urusanku"ucap Nataza menjadi perintah untuk semuanya
"Galih apa kau kuat untuk mendokumentasikan ini?"tanya Nataza membuat mata Galik membola dan akhirnya mengangguk
__ADS_1
"Bagus lakukan sekarang dan kirimkan padaku"ucap Nataza lalu pergi keluar markas