Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Kecemas Azam


__ADS_3

Saat ini keduanya tengah berlari dilorong rumah sakit Permata menuju ruangan Alika dan Irfan, sampainya di depan ruangan mereka melihat Opa Aditya dan juga Ayah Tama disana,tak melihat ada Bunda Ayu disana. 'Apa Bunda dirumah ya, ngurus anak-anak, kalo sampai iya. Kasihan dong Bunda sendirian di rumah ngurus 3 bayi sekaligus,batin Nataza


"Gimana Alika sama Irfan Yah, Opa?"tanya Azam tanpa melepas genggaman tangannya dari Nataza


"Mereka kritis Zam, sampai sekarang keadaannya masih belum bisa dipastikan"jawab Opa Aditya yang duduk di kursi tunggu, membuat keduanya terkejut


"Astaghfirullah, gimana bisa mereka kecelakaan Yah, Opa?"tanya Azam kembali dan tanpa sadar semakin mengencangkan genggamannya membuat Nataza meringis sakit


"Ayah, Devina gimana?, anak mereka gimana?"tanya Nataza yang sedari menyimak percakapan ketiganya


"Devina gak ikut dalam kecelakaan ini nak, dia di rumah sama kami, seharian dia rewel tak mau diam menangis. Mungkin Devina tau apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya"jawab Ayah Tama dengan mengingat bagaimana cucunya menangis keras tak ingin digendong oleh siapapun


"Mas, aku pulang mau pulang ya, aku kasihan sama Bunda sedirian ngurus anak-anak, apalagi saat ini kondisi Alika belum tau gimana,Bunda pasti cemas. Aku izin pamit ya"ucap Nataza yang berniat pergi tapi tangannya di cekal oleh Azam


"Gak sayang, sama aku ya!. Aku cuma gak mau kamu kenapa-napa"jawab Azam dengan menggandeng tangan Nataza


"Tapi mas, Ayah sama Opa lagi butuh kamu disini, aku gak bisa biarin kamu ikut aku pulang juga. Aku janji akan baik-baik aja kok"ucap Nataza meyakinkan Azam


"Gak sayang, aku gak akan ijinin kamu pergi sendiri kemanapun, hanya boleh kalo sama aku"jawab Azam, membuat Nataza menghmbuskan nafasnya pelan


"Mas...,boleh ya aku pergi. Aku kasihan sama Bunda ngurus anak-anak sendiri dirumah, Bibi Ani kan masih belum kerja, dan maid yang lain beberes rumah. Kasihan Bunda mas, boleh ya?"bujuk Nataza. 'Maafin Aza Bund, harus jadikan Bunda alasan', batin Nataza


"Tapi dijemput pak Irman ya?"ucap Azam lalu mengambil hpnya menghubungi supir pribadi Opa Aditya


"Iya mas, makasih"jawab Nataza dengan tersenyum senang


"Ayah, Opa. Aku pamit duluan ya?, aku mau temenin Bunda di rumah, kasihan Bunda sendirian jaga anak-anak. Assalamualaikum"pamit Nataza dengan menyalami ketiganya


"Iya Za, waalaikumsalam. Hati-hati Za"jawab Opa Aditya

__ADS_1


"Waalaikumsalam, hati-hati sayang. Hubungi aku kalo udah sampai"pinta Azam dan di angguki oleh Nataza


Nataza kembali kerumah utama dan benar saya, baru akan membuka pintu utama, suara tangis anaknya dan juga Devina memenuhi rumah. Nataza melihat Bunda Ayu dan juga Bi Imah yang sedang menghibur Al dan El, Nataza segera menghampiri anak-anaknya dan menenangkannya


"Loh Za, kamu udah pulang!. Azam mana?"tanya Bunda Ayu yang memberikan susu fomula kepada Devina


"Mas Azam ada dirumah sakit Bund, aku yang minta dia disana temenin Ayah sama Opa yang terlihat benar-benar hancur saat ini. Aku juga tau Bunda pasti ingin ke rumah sakit, kalo Bunda mau kesana juga gak papa sekarang"ucap Nataza membuat Bunda Ayu tersenyum


"Nanti saja nak, Cucu Bunda dari tadi tidak mau lepas dari Omanya"jawab Bunda Ayu dengan menatap ketiga cucunya


"Bunda?, Aku tau perasaan Bunda saat ini, aku tau apa yang Bunda rasain setelah tau kondisi Alika yang terbaring lemah di rumah sakit. Maaf Bunda bukannya aku mengusir Bunda, maaf kalo ucapan aku menyinggung Bunda. Tapi Alika sedang butuh semangat Bunda, dia butuh kehadiran Bunda disana, Bunda kerumah sakit ya, hibur juga Ayah,Opa, dan Mas Azam disana, mereka butuh semangat Bunda,kehadiran Bunda disana sangat penting Bund, mau ya?. Biar pak Irman yang antar Bunda ke sana"jelas Nataza membuat Bunda Ayu menangis lalu memeluk menantunya


"Tapi kamu gimana sayang, kamu baru aja pulang dan kamu pasti capek, Bunda gak bisa ninggalin kamu sayang"balas Bunda Ayu menatap Nataza yang menatapnya dengan senyum


"Aku gak papa kok Bund, Aku akan baik-baik aja, lagian anak-anak gak mungkin dibawa kerumah sakit apalagi ditinggal dirumah hanya sama Bi Imah dan Bi Nur, mereka akan kesulitan. Disini kan ada Bi Imah dan Bi Nur yang bisa bantu aku jaga Devina, Al dan El juga, Bunda gak perlu khawatir sama aku sama anak-anak juga"jawab Nataza dengan menggenggam tangan Bunda Ayu meyakinkan


"Ya sudah kalo itu mau kamu, kalo ada apa-apa kabarin Bunda ya sayang, Bunda gak mau kamu kenapa-napa sama cucu Bunda juga. Kalo tidak, bisa hubungi Azam ya biar dia gak khawatir sama kamu"ucap Bunda Ayu membuat Nataza teringat jika dia belum mengabari Azam jika dia sudah sampai rumah


"Loh..kok hp, dompet sama kartu penting yang lain gak ada sih!, ini kemana coba"gumam Nataza panik karna barang ditasnta hilang hanya ada tisu dan minyak angin


"Kenapa belum kabarin Azam?, kok muka kamu panik gitu, ada apa Za?"tanya Bunda Ayu yang sudah siap pergi kerumah sakit


"Gak papa kok Bund, nanti aja aku kabarin mas Azam, aku mau nidurin Al sama El dulu ke kamar"jawab Nataza yang tak ingin membuat Bunda Ayu khawatir


"Ya sudah, kalo ada apa-apa kabarin Bunda ya?, Bunda berangkat dulu. Oma pergi dulu ya cucu Oma. Assalamualaikum"pamitnya lalu memeluk Nataza dan mencium kedua pipinya


"Waalaikumsalam Oma"jawab Nataza lalu membawa Al dan El kekamarnya, dia akan menanyakan ini kepada pak Irman nanti


Azam yang sedari tadi mondar-mandir tak jelas didepan ruang rawat Alika dan Irfan yang memang sengaja dipesan satu ruangan yang sama. Azam jelas khawatir dan cemas sekarang, Nataza yang selalu mengaktivkan hpnya tapi sekarang sama sekali tidak aktiv dan tak bisa di hubungi sama sekali

__ADS_1


"Kamu kemana sih sayang?, jangan bikin aku khawatir. Angkat Za.."gumam Azam yang terus menelfon Nataza tapi selalu pihak operator yang menjawabnya


"Kamu ini kenapa?, jangan buat kuta berdua pusing Zam dengan melihatmu seperti setrikaan bolak-balik terus sedari tadi"ucap Ayah Tama yang sudah pusing melihat Azam


"Maaf Yah, Opa. Aku lagi hubungin Aza dari tadi gak aktiv nomernya, telfon rumah juga gak diangkat. Aku khawatir sekarang sama keadaannya"jawab Azam dengan terus menghubungi Nataza


"Sudah kau hubungi Bunda?"tanya Ayah Tama


"Bunda lagi kesini Yah, dan diantar pak Irman. Itu Bunda"jawab Azam dan menunjuk Bunda Ayu yang baru saja sampai


"Bunda sendirian?"tanya Azam yang mencari keberadaan Nataza mungkin ikut dengan Bundanya


"Iya Bunda sendiri kesini, Aza dirumah sama Bi Imah ngurus anak-anak.Tadi Bunda udah minta dia kesini, tapi Aza menolak karna jaga anak-anak yang gak mungkin di bawa apalagi ditinggal di rumah"jawab Bunda Ayu


"Bund, Aza gak papakan dirumah?"tanya Azam kembali dengan wajah berharap


"Dia gak papa, dan Alhamdulillah dia sampai dengan selamat"jawab Bunda Ayu


"Terus kenapa nomernya sama sekali gak bisa di hubungin?"tanya Azam


"Mungkin hpnya habis batrai Zam"ucap Ayah Tama mencoba tenang


"Lebih baik kamu pulang saja Zam, cek keadaan Aza. Kamu juga bisa istirahat"ucap Opa Aditya


"Tapi kalian?"tanyanya


"Kita gak masalah untuk jaga Alika dan Irfan. Lebih baik kamu pulang istirahat, kamu habis pergi kan belum istirahat, jadi lebih baik istirahatkan diri kamu, jangan sampe lupa makan Zam. Ayah tau kamu belum makan, Nanti akan Ayah hubungi tentang perkembangan Alika dan Irfan"jelas Ayah Tama dan di angguki oleh Azam


"Titip Devina dulu ya selama Alika masih disini, Bunda akan jarang pulang Zam"pinta Bunda Ayu

__ADS_1


"Pasti Bund, Devina kan keponakan aku. Dia udah aku anggap anak aku sendiri jangan khawatir tentang dia"jawab Azam lalu pamit untuk pulang, pikirannya masih memikirkan tentang Nataza yang sekarang tengah menidurkan Alvano yang masih membuka matanya lebar


__ADS_2