
Sesuai ucapan Azam tadi, mereka melaksanakan sholat maghrib berjamaah, setelah selesai Azam merebahkan kepalanya di paha Nataza yang melipat kakinya sebagai bantal. Azam menatap istrinya yang sedang berdzikir membuat Azam tersenyum bahagia sekarang
"Gimana bisa Allah menciptakan wanita secantik dan sesholehah ini sih?"gumam Azam dengan menatap Nataza, Nataza yang mendengar itu menetap suaminya dengan mulut tetap berdzikir sambil tersenyum manis
"Kenapa harus secantik,sebaik dan sesholehah ini?"gumamnya kembali lalu memainkan mukena milik Nataza
"Karna Allah tau cuma aku yang bisa milikkin kamu, cuma aku yang bisa mendapatkan perempuan sehebat dan sebaik kamu. Cuma aku Za"ucap Azam lirih di depan perut Nataza dengan menciuminya
"Kamu ngomong apa mas?"tanya Nataza yang tak mendengar ucapan Azam barusan, dan Azam hanya menggeleng
"Kita pulang sekarang yuk mas, aku kasihan sama Bunda dan yang lainnya karna ngurusin Al dan El, pasti mereka kerepotan apalagi Al yang susah banget tidur kalo gak minum ASI dulu"ucap Nataza pada Azam yang masih asik dengan mukena istrinya
"Biarin ajalah yang, mereka gak akan pernah kerepotan kok ngurus Al sama El, lagian kan kamu juga udah siapin ASI di kulkas kan, jadi ya tinggal di panasin aja. Aku lagi pengin berduaan sama kamu kaya gini, kita udah lama gak berduaan setelah ada Al sama El"ucap Azam menatap Nataza dengan senyum liciknya
"Ouh, jadi kamu nyesel Al sama El lahir?, kamu nyesel kalo mereka sering gangguin kita berduaan gitu?"tanya Nataza dengan nada galaknya
"Enggak gitu sayang, Astaghfirullah!!"jawab Azam gelagapan karna takut istrinya akan mendiamkannya lama, ya boleh dibilang jika Azam suami takut istri sekarang
"Kamu jahat ya sama anak sendiri, salah siapa kamu nikahin aku,salah siapa kamu hamilin aku, salah siapa yang udah bikin aku lahirin anak?. Itu semua salah kamu, salah kamu karna udah buat aku hamil,kamu nyesel sekarang karna udah punya anak?"tanya Nataza bertubi-tubi membuat Azam semakin menyembunyikan wajahnya di perut Nataza dengan telinga dia tutup dengan mukena
"Ihh apaan sih mas ,awas!!. Aku lagi kesel sama kamu"ucap Nataza menjauhkan Azam dari perutnya
"Sayang...jangan gitu dong, kan aku cuma pengin berduaan sama kamu bukan berarti aku nyesel karna udah buat kamu hamil anak aku, aku gak nyesel sama sekali, aku palah bahagia banget saat tau kamu hamil dan melahirkan mereka. Tapi maksud aku, aku cuma butuh berdua aja sama kamu, cuma menghabiskan waktu berdua sama kamu, biarin aja dulu anak-anak sama Oma dan Opanya dulu. Aku cuma pengin kita menghabiskan waktu berdua kaya dulu sebelum ada Al dan El, sebelum kita pulang dari sini, kita proses buat adik untuk Al dan El"jelas Azam sebelum akhirnya dia membawa Nataza ke atas ranjang masih mengenakan mukena dan baju kokonya
Azam melepas mukena Nataza dan Azam melepas sarung dan baju kokonya lalu meleparnya sembarang arah. Azam mulai ******* bibir Nataza dalam dengan tangan aktiv bergerak menyentuh tubuh Nataza yang sudah sama nekad dengan dirinya, lalu Azam mulai melancarkan aksinya
hp mereka berdering sedari tadi, tapi mereka tak menghiraukan hp mereka yang tetap berdering, Azam yang merasa aktivitasnya terganggu, menghentikan permainannya dan mengangkat tekfon dari Bayu tentang kantor
"Kena-pah?"tanya Azam dengan nafas yang terengah-engah
^^^"....."jawab Bayu disebrang sana^^^
"Ya lo urus, semuanya. Besok, gue, kekantor"jawab Azam dengan menahan desahannya karna Nataza sudah tak tahan dengan milik Azam
^^^"....."^^^
"Ya pokoknya ,lo urus itu dulu, Ahh...besok gue urus"ucap Azam sedikit mendesah karna Nataza menggerakkan tubuhnya
__ADS_1
^^^"Lo kenapa?,lo gak papa kan Zam?"tanya Bayu di seberang sana yang khawatir dengan sahabatnya^^^
"Gue.. Ahh...gak papa..Emmhh...Ahhh. Stop it babe"desah Azam tak tertahan saat Nataza mulai mempercepat gerakkannya
^^^"Zam lo lagi?"ucapan Bayu terputus karna Azam langsung mematikan telfonnya^^^
"Gila si Azam, malah lagi ***** sama bininya, dia gak tau apa,suaranya bikin jino gue bangkit mencari liangnya. Sayang aku juga mau!!!"pekik Bayu langsung masuk ke kamarnya
"Kamu nakal sayang. Hukuman buat kamu besok gak bisa jalan"ucap Azam lalu memulai permainannya kembali
hingga pukul 11 malam, Azam baru menyelesaikan permainannya, dia tau istrinya kelelahan karna ulahnya. Azam menatap wajah Nataza yang merah karna lelah, sementara Azam masih menetralkan nafasnya
"Mimpi indah sayang, terimakasih untuk malam ini babe"bisik Azam lalu mencium kening dan beralih pada bibir pink Nataza dengan menciumnya pelan. Azam ikut memejamkan matanya karna lelah, dia memeluk tubuh Nataza dan memutarnya untuk menghadapnya lalu mencium pucuk kepala Nataza
Pagi harinya, mereka sudah siap untuk pulang ke rumah utama, Nataza sudah rapi menggunakan gaun yang Azam pesankan dari luar hotal yang mereka tempati,terlihat pas dan cantik untuk ukuran tubuh langsingnya. Azam yang baru keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan kemeja yang dia pesan dengan warna sama seperti milik Nataza
Azam langsung melingkarkan tangannya di pinggang Nataza dan mencium leher jenjangnya sambil mengendus-endus bau harum yang mengguar dari tubuh istrinya, lalu dia tersenyum saat tau istrinya menerima aksinya tadi dengan memejamkan matanya menikmati, Azam kembali mencium leher Nataza lalu turun kepundaknya yang tertutup kain dan meninggalkan jejak disana
tangannya tak tinggal diam disana, tangannya mulai merambat naik memainkan mainannya setelah puas dia turun menyingkap gaun milik Nataza dan memasukkan tangannya kedalam. Nataza yang kesadarannya mulai kembali menahan tangan Azam yang bergerak didalam gaunnya
"Cukup mas, kita pulang sekarang. Aku masih capek tau gak karna kamu"ucap Nataza membuat Azam berhenti dengan terkekeh karna wajah istrinya yang sebenarnya malu-malu mau
"Gak, aku gak mau"tolak Nataza dengan memalingkan wajahnya yang merah, tapi kenapa tiba-tiba perasaannya tak enak sekarang ya, semoga semuanya baik-baik aja. Batin Nataza
"Ouh gak mau ya?. Hmm, baiklah jika itu mau kamu"ucap Azam dengan kembali duduk di tepi ranjang
"Berarti kita gak akan pulang hari ini, kita lanjutin yang semalam"sambungnya membuat Nataza membulatkan matanya
"Ihh, kamu nyebelin. Ya udah aku mau pulang sendiri aja kalo kamu gak mau pulang"jawab Nataza dengan menenteng tasnya keluar kamar
"Etss...gak bisa pergi begitu saja tuan putri, kamu kan nolak buat cium aku, jadi kita gak akan pulang"ucap Azam membuat Nataza mendengus kesal
"Ihh aku gak mau mass... kamu kok jadi nyebelin banget sih"ucap Nataza kesal
"Biarin, salah siapa gak mau cium aku. Ya udah kita akan tetap disini satu malam lagi"jawab Azam dengan mengangkat Nataza dan merebahkannya di atas ranjang
"Mass... aku mau pulang ihh, aku kangen sama Al dan El"ucap Nataza mencoba mencari cara untuk kabur
__ADS_1
"Hohoho, kamu kangen kan bisa video call Bunda, bilang sama Bunda kalo kita akan nginep disini satu malam lagi"jawab Azam dengan santainya lalu melepas satu persatu kancing kemejanya
"Mas.. kamu mulai kumat ya mesumnya"ucap Nataza kesal dengan mencoba duduk dihadapan Azam
"Ya karna kita jarang main sayang, aku selalu fokus kerja, kamu selalu fokus anak-anak. Cuma saat kamu sakit waktu itu kita berduaan, tapi mana mungkin aku minta sama kamu kalo kamu sakit"jawab Azam dengan wajah memelasnya
"Maafin aku ya mas, karna jarang ada waktu buat kamu. Tapi setiap malem aku nunggu kamu, ehh kamunya langsung tidur, aku bangunin kaya kebo gak mau bangun"ucap Nataza melakukan pembelaan
"Ya karna aku cape, aku juga tau kamu cape sama anak-anak,maka dari itu aku milih tidur dari pada bikin kamu tambah cape"jawab Azam lalu menindih Nataza
"Kamu mau ngapain mas?"tanya Nataza waspada
"Aku mau ulang yang semalam, kita akan main sampe nanti maghrib. Aku akan bikin kamu beneran gak bisa jalan sayangku"jawab Azam lalu mencium bibir Nataza
baru beberapa menit berciuman, dan Azam akan lanjut dengan yang lainnya. Hpnya Nataza berdering membuat Azam mendengus kesal dan menghentikan permainannya
"Angkat yang"ucap Azam mulai kesal karna menganggu aktivitasnya
"Bunda mas"ucap Nataza dengan menatap Azam yang sedang menatapnya dari atas
"Angkat yang"pinta Azam dan di angguki oleh Nataza
"Hallo Bund?"
^^^"...."^^^
"Iya ini mau pulang kenapa Bund?, Kok kaya panik gitu suaranya?, anak-anak kenapa kok nangis Bund?"tanya Nataza ikut panik
^^^"...."^^^
"Apaa..?"pekik Nataza membuat Azam terkejut
^^^"...."^^^
"I-iya Bund, kita pulang lewat jalan belakang"ucap Nataza laku memutuskan telfonnya
"Kenapa yang?"tanya Azam dengan wajah khawatir
__ADS_1
"Irfan dan Alika kecelakaan mas, kita pulang sekarang"jawab Nataza dengan mengambil tasnya dan sweternya
"Ayo"ucap Azam menarik tangan Nataza