Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Hampir saja


__ADS_3

Hari-hari berlalu, akhirnya kondisi mental dan fisik Nataza mulai membaik dan di perbolehkan pulang oleh dokter, dan saat ini mereka sudah dalam perjalanan pulang, dan Nataza dia tertidur di bangku depan bersama Azam di sampingnya sambil mengemudikan mobilnya


sudah berkali-kali kepalanya hampir membentur kaca mobil di sebelahnya, membuat Azam memiringkan. kepala Nataza ke bahunya, dan tangan Azam memegang kepala Nataza di bahunya agar tak jatuh, ya itu membuat Azam sedikit sulit dalam berkendara,hingga dia sampai di depan rumah megahnya, dan dia masuk dengan menggendong Nataza masuk ke dalam


di sambut cemas oleh yang lain, dan Azam meyakinkan baik-baik saja, dan Alika membawa baju Abangnya dan Nataza ke kamarnya masing-masing.setelah menidurkan Nataza di ranjangnya, Azam kembali kepada keluarganya yang berkumpul di bawah


"Gimana zam?,Nataza udah sembuh dan sekarang tinggal menunggu dia sembuh total lagi, kau inginkan memanjakan rossy mu itu? "pertanyaan sang Opa Aditnya membuat yang lain melotot dan membuat Azam blussing, lalu yang lain tertawa menyadari Azam blussing


"Apa sih Opa, kenapa jadi bawa-bawa rossy coba?"tanya balik Azam malu dengan menyembunyikan mukanya di balik punggung Bunda Ayu membuat yang lain tertawa terbahak


"Opa sudah tentukan pernikahan kalian akan di laksanakan bulan depan, kau tinggal tanya saja pada Aza, dia pasti setuju menikah denganmu, Opa tak sabar ingin punya cicit Zam, Opa sudah bau tanah, sebentar lagi Opa akan kembali pada sang khalik, kau tak mau memberikan permintaan terakhir Opa? "ucapan sang Opa membuat Azam memeluk sang Opa dan mencium tangan Opanya


"Opa....Kenapa Opa berbicara seperti itu.Azam gak suka Opa berbicara seperti itu, Azam akan lalukan keinginan Opa dan Azam juga ingin menikah dengan Aza karna Azam cinta sama dia, tapi Azam minta sama Opa tolong jangan berbicara seperti itu Opa, aku merasa gagal menjadi cucu Opa"ucap Azam lirih karna dia sudah menangis di pelukan Opanya

__ADS_1


Yang lain ikut tersenyum dan Bunda Ayu menyeka air matanya,tak menyangka didikannya dan suaminya berhasil menjadikan seorang Azam yang baik dan penyayang, meskipun terkadang karna emosi Azam lepas kendali dia bisa berubah menjadi iblis jika berhapan dengan musuhnya dan menghabisinya.


Nataza bangun dari tidurnya, dia merasakan dia ada diruangan yang dia kenali, dan itu dikamarnya sebelum dia di rumah sakit.Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan saat dia selesai mandi dia keliar kamar mandi, di kejutkan oleh Azam yang ada di kamarnya hanya menggunakan kaos,celana kolor di atas lutut, dan sedal jepit, tapi itu tetap membuat dia terlihat tampan dan gagah. Azam yang menyadari Nataza tergoda olehnya mendekat


dan Nataza yang hanya menggunakan jubah mandinya dan pakaian dalamnya, karna lupa membawa baju gantinya karna tak ada orang di kamarnya. Sekarang dia di buat tegang oleh Azam yang semakin mendekat kearahnya dan dia gelagapan mencari cara untuk kabur.Sial dia terpentok di ujung dinding,sekarang apa yang harus aku lalukan.batin Nataza


"K.. kenapa? "tanya Nataza gugup karna Azam memajukan wajahnya


"Cantik! "ucap Azam tak sadar setelah memperhatikan wajah Nataza


Azam semakin memajukan wajahnya dan mencium aroma lemon dari tubuh Nataza membuat Rossynya menegang,dan dia mencium leher Nataza lalu naik ke telinga kemberikan gigitan kecil di daun telinganya membuat Nataza melenguh "Eghh.. " dengan meremas erat kaos Azam


Azam yang merasa dia kelewat batas akhirnya dia menghentikan ciumaanya,lalu menatap lekat mata Abu-abu milik gadisnya,membuat Azam merasa bersalah karna telah mencium lehernya tanpa izin

__ADS_1


"Ma.. Maaf"ucap Azam dengan menundukan kepala lalu melirik Nataza yang tengah menunduk juga


"Gak papa.Ada apa kemari? "tanya Nataza mengalihkan pembicaraan mereka


"Ahh ini...aku... di suruh bunda kasih salep ini kekamu buat oles luka kamu biar cepet kering,dan tadi bibi Ani juga bawa sup ikan Gabus buat mempercepat keringnya luka jahitan kamu"jelas Azam


"ouh iya, makasih karna udah bikin kamu harus ke sini, maaf merepotkan Zam"ucap Nataza tak enak


"Ah iya tak apa"balas Azam


Nataza mengambil salep itu lalu mengambil baju di lemari dan memakainya, saat dia sudah lengkap,dia ingin mengoleskan salep itu, tapi tak sampai tanganya bahkan sudah menghadap kaca sekalipun rasa sangat susah. Lalu Azam mendekat pada Nataza mengambil salep di tanganya dan menatap Nataza yang tengah menatapnya


"Maaf aku lancang, jika boleh,izinkan aku membantumu mengoleskan salep ini? "ucap Azam dan di balas anggukan oleh Nataza

__ADS_1


saat tangan Azam menyentuh bahu tengahnya, dia merasakan seperti tersengat listrik di sekujut tubuhnya, darahnya bersedir, dan jantungnya berdetak sangat cepat.Nataza menahan nafas karna tangan Azam mengolesnya dengan lembut dan hampir saja dia melenguh jika tidak menggigit bibir bawahnya


"sudah"ucap Azam membuat Nataza membuka matanya, Azam sebenarnya sedari tadi sudah menahan sesak di bawah sana karna sudah menegang dan keras saat melihat Nataza dari pantulan kaca di depan mereka tengah menggigit bibir bawahnya dan memejamkan mata menahan nikmat, dia mencoba menghormati Nataza dengan tak melakukan apapun sebelum hari H


__ADS_2