
Dua pemuda tampan yang saat ini berjalan bergandengan bersama kekasihnya masing-masing, iya dia adalah Bayu dengan Fitri dan Brian dengan Nuril,mereka masuk ke ruang rawat Alika dengan sok gaya coolnya Brian menyugarkan rambutnya dan mengecup pipi Nuril di depan semua orang di ruang rawat Alika membuat Nuril Blussing dan hantaman bantal sofa dari Azam mengenai kepalanya berhasil membuat Brian meringis
"Sok banget lo, main cium pacar lo aja. Dia itu baru pacar lo bukan istri lo, jadi lo gak perhak buat cium apa lagi sampe sampe peluk pinggang kaya gitu"ejek Azam dengan meletakkan tangannya di pinggang istrinya
"Iye.. iya gue tau, tapi lo kan ju.."ucapan Brian terpotong saat Ayah Tama berucap
"Mereka sudah menikah kan Brian, jadi wajar mereka pelukan,kamu kan belum ada ikatan apapun hanya pacaran saja"sindir Ayah Tama membuat yang lain tertawa kecil dan geleng kepela,sementara Alika dia tergelak melihat wajah Brian yang merah menahan malu
"Tunangan aja katanya belum siap modal dan mental apa lagi Nikahan udah jelas belum semuanya"ucap Bayu membuat Brian membulatkan matanya apa dia bilang, belum siap modal,sembarangan orang tuanya saja sudah menyiapkan semuanya tinggal Nuril saja
"Wahh lo ngehina gue, awas lo ya Bay!!!"cecar Brian langsung berlari mengejar Bayu mengitari rungan Alika untuk saja ruangan Alika luas jadi aman untuk berlari-lari seperti anak kecil
"Sudah-sudah kalian berhenti, kalian katanya mau bantu cari buktinya kan, jadi duduk.Ayah ingin tau apa cara kalian mendapat bukti itu?"tanya Ayah Tama
"Ayah kemarin setelah kecelakaan Alika, aku di beri kabar langsung oleh Irfan minta bantuan orang-orang kita untuk mencari pelakunya,dan.."ucapan Bayu di potong oleh Ayah tama
"Tunggu dulu. Orang-orang kalian, maksudmu apa?"tanya Ayah yang tau tentang markas mereka bertiga
__ADS_1
"Maaf Ayah, kita tidak memberi tahukan kepada siapapun tentang ini, karna kita tak ingin orang yang menyerang markas kita menyakiti kalian semua.kita bertiga saat berusia 10 tahun kita membuat Markas yang sedikit jauh dari rumah Ayah dan kita membantu beberapa orang jalanan dan yang tinggal di bawah kolong jembatan untuk menjadi orang-orang kami dan menjaga orang yang di tindas,kita melakukan itu juga untuk menjaga kalian dari orang jahat seperti paman Roberts teman bisnis Ayah.Kita melatih mereka dengan kemampuan kami dan dibantu Om Iqbal kok yah"jelas Azam mendekat pada Ayahnya yang diam sedari tadi
"Yah, maaf kar.."ucapan Azam terpotong kala Ayah Tama memeluknya secara tiba-tiba membuatnya terkejut
"Maaf Ayah tak pernah tau akan keinginanmu dahulu sewaktu kecil membantu orang lain dengan caramu sendiri, dan setelah kau dewasa Ayah baru tau kau melakukan hal yang luar biasa nak.Ayah bangga padamu, Ayah juga bangga pada kalian, kemari lah"ucap Ayah Tama dan memeluk ketiga putranya itu dengan sayang membuat yang lain tersenyum dan meneteskan air mata karna terharu
"Jadi bagaimana sekarang?"tanya Ayah Tama pada ketiga putranya dan Irfan calon mantunya
"Begini,jadi kita akan pancing Kiara keluar dari persembuyianya, Zam kita butuh bantuan dan persetujuan lo,boleh?"tanya Bayu membuat Azam mengangkat sebelah alisnya
"Gak, gue gak setuju untuk jadiin istri gue buat mancing Kiara, gak boleh"tolak Azam dengan mengencangkan pelukannya pada Nataza
"Zam, hanya Nataza terakhir incaran Kiara saat ini, dia sampai kapanpun akan tetap berusaha nyakitin Nataza karna Alika saat ini udah masuk rumah sakit aja udah buat dia bahagia, sasaran terakhir dia adalah Nataza. Lo mau kalo dia tiba-tiba culik Nataza saat dia lagi hamil nanti, atau saat kalian udah punya anak, lalu anak kalian jadi incarannya, lo mau itu"jelas Bayu dan di balas gelengan oleh Azam
"Ayo lah Zam, sekali aja yah, lepasin Nataza buat mancing Kiara untuk keluar kok, kita jamin Nataza bakal Aman, karna kita akan kecoh mereka dengan beberapa pengawal kita mengaku sebagai orang yang berhasil bawa Nataza. Dia di jaga ketat kok sama pengawal kita"ucap Bayu lagi
"Okh, tapi gue minta sama kalian jangan sampai istri gue terluka atau bahkan masuk rumah sakit lagi, udah cukup terakhir dia celaka dan berakhir di rumah sakit karna Tantri"jelas Azam
__ADS_1
"Ok kita janji sama lo. Makasih Zam"ucap Bayu dan Brian bersamaan
"Irfan lo bisa bantu kita gak?"tanya Brian
"Siap Bang, apa pun gue lakuin untuk balas mereka yang udah sakiti Alika. Gue harus gimana?"tanya Irfan
"Lo bisa retas semua alat apapun kan?"tanya Bayu dan di balas anggukan oleh Irfan
"Ok gini, lo nanti mulai retas semua yang berhubungan dengan yang di pakai Kiara untuk menghubungi orang suruhannya,buang semua data, Non aktifkan semua yang bisa aja di gunakan oleh Kiara. Lo bisa kendaliin bom atau granat kan?"tanya Brian lagi dan di angguki oleh Irfan
" ok bagus, lo harus cari semua alat berbahaya di markas Kiara, ini markasnya gue udah berhasil lacak tanpa mereka tau, lo cari tau titik lemah dari mereka, kita akan menyerang mereka dan menangkap Kiara sesuai kelemahan mereka. Kita gak punya banyak waktu, karna 2 hari lagi mereka akan melanjutkan rencana kedua yaitu menyakiti Opa Aditya"mendengar perkataan bayu yang terakhir membuat yang lain membelalakan matanya
"Oke,untuk itu akan beres besok pagi, dan Bang Azam, Ayah Tama, Bunda Ayu, Kak Aza, aku titip Alika dan Opa Aditya sama kalian. Bang lo bisa ikut gue ke depan gak?"tanya Irfan pada Azam dan kedua sahabatnya di balas anggukan oleh mereka
Mereka keluar ruangan Alika untuk membicarakan sesuatu, entah apa itu yang pasti mereka merencanakan untuk menangkap Kiara. Nataza yang sedari tadi diam dia mulai mencemaskan suaminya saat berada di luar,tak lama mereka kembali masuk ke ruangan Alika,Azam mendekati istrinya dan duduk di dekat istrinya
"Sayang kamu disini aja sama Alika,Ayah,Bunda dan juga Opa yah, aku akan berusaha mendapatkan Kiara dan menghukumnya"jelas Azam menatap mata cantik istrinya
__ADS_1