Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Penangkapan Kiara


__ADS_3

"Kamu tetap di sini aja yah, sama yang lain, biar kami berempat dengan anak buah kami yang akan menangkap Kiara"ucap Azam meyakinkan istrinya


"Mas aku takut kamu kenapa-kenapa, aku gak mau liat kamu terluka"jawab Nataza


"Hei sayang, aku akan hati-hati kok, kan banyak anak buah kita yang akan menjaga kita. Kita akan saling menjaga dan melindungi kok, jadi kamu tenang aja ya"jelas Azam


"Aku ikut ya mas?"Ucap Nataza


"Enggak sayang, kamu tetap disini aja yah, di runangan ini, jangan kemana-mana akan ada pengawal yang ikutin kamu pergi untuk jaga kamu"ucap Azam


"Tapi mas, aku takut kamu kenapa-kenapa"jawab Nataza kekeh ingin ikut,Lagi-lagi hanya gelengan dari Azam


"Sayang dengerin aku ya. Di luar bahaya untuk kamu, mereka mengincar kamu,mereka ingin nyakitin kamu dan memisahkan kita. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa, aku juga gak mau kita pisah sayang. Please aku mohon sama kamu, tetap disini sama yang lain ya, di sini udah aman buat kamu ok. Please sayang ya, percaya sama aku. Aku pasti pulang buat kamu"jelas Azam meyakinkan istrinya


"Mas.. aku.. "ucapan Nataza terpotong karna Azam memeluknya


"Udah ya jangan nangis, jelek kamu nangis gini. Percaya sama aku,aku pasti akan pulang kerumah dengan selamat kok"ucap Azam mengecup dahi istrinya dan memeluknya erat


"Janji mas, kamu akan pulang dengan selamat yah, janji ya mas?"ucap Natazan bibirnya berkata yakin melepaskam suaminya, tapi tidak dengan hatinya dia ketakutan saat ini


"Mas janji sayang, nanti Bi Ani akan bawa baju kamu kesini, kamu akan menginap di sini ok"ucap Azam di angguki oleh Nataza


"Bund, Yah, aku titip Aza ya?"ucap Azam pada orang tuanya

__ADS_1


"Pasti Zam, hati-hati nak"ucap Ayah Tama dan di angguki oleh Azam


Azam beralih menatap istrinya yang tengah membuang mukanya, dia tau istrinya takut kehilangan dia dengan menyembuyikan tangisnya membuat hati Azam sakit melihat istrinya menangis,baru akan keluar Nataza memanggilnya


"Mas,,?"panggil Nataza langsung memeluk Azam


"Janji kamu harus pulang dengan keadaan baik-baik aja mas,Ak..aku takut kamu.. "ucap Nataza berkenti saat Azam mengecup dahinya dan langsung memeluknya


"Mas janji sayang, mas janji akan pulang demi kamu"jawab Azam lalu pergi dengan berat hati


"Udah ya Za, Azam pasti kembali untuk kamu dengan selamat dia akan baik-baik saja sayang"ucap Bunda Ayu memeluk menantunya


"Perasaan Aza gak tenang Bund, semalem Aza mimpi mas Azam ninggalin Aza dan masuk ketengah cahaya terang, Bund Aza takut akan terjadi sesuatu sama mas Azam"ucap Nataza


"Ssssttt, udah ya sayang ya, kita berdo'a sama Allah semoga Azam baik-baik aja dan berkumpul sama kita"ucap Bunda Ayu menenangkan menantunya


"Semua udah siap dan semua udah beres kan?,kalo udah Max kamu masuk menyamar sebagai anggota mereka, bilang markas mereka di serang dan apapun sebagai tanda jika Kiara sendirian"jelas Azam dan di angguki oleh semuanya


Max masuk ke gedung tua itu, di sana tampak banyak orang yang tengah mabuk dan bercinta bersama wanita bayaran mereka, mereka secara bergilir melakukan itu di depan bos mereka Kiara yang sudah sangat mabuk karna Wine dan sedang bercumbu dengan seorang pengawalnya


"Queen markas di serang!!!"teriak Max lalu keluar membawa senjata membuat yang lain percaya begitu saja dan ikut keluar


Max sengaja membuyikan pistol ke langit untuk mengecoh Kiara untuk keluar, dan benar saja Kiara keluar dengan kondisi menjijikan, dia hanya menggunakan ****** ***** saja tanpa Bra menutupi gunung kembarnya, dengan beberapa kissmark di tubuhnya, Ayah Kiara dan Galih yang melihat itu merasa jijik dengan anak serta adiknya itu

__ADS_1


"Zam kita maju sekarang?"tanya Galih yang sudah jijik dengan adiknya


"Tidak, Kita akan keluarkan beberapa anak buah kita saja untuk. menyerangnya"ucap Azam dan diangguki oleh Galih


"Bersiaplah, ouh ya Galih kau bawa obat yang harus kau suntikan pada adikmu bukan?"tanya Azam


"Aku bawa tenang saja. Tapi kau jangan sebut dia adikku bang, dia bukan adikku menjijikan sekali"jawab Galih membuat Azam terkekeh


Dorr...


Dorr..


suara tembakan mengenai lengan kanan Azam dintempat persembuyiannya dan yang satunya meleset, ternyata Kiara sudah mengetahui tempat persembuyian mereka. Akhirnya mereka keluar dari persembunyianya


"Wah...wah adikku yang manis, kau seperti wanita sampah dengan penampilanmu seperti ini"ucap Galih membuat Kiara emosi dan terjadi baku tembak antara mereka


Galih mulai mendekat dengan keahliannya melumpuhkan lawannya, dan berhasil meringkus adiknya dan menyuntikkan cairan yang dia bawa tadi atas saran Azam hingga adiknya tak sadarkan diri.Azam membawa selimut untuk menutupi tubuh Kiara yang seakan menggoda untuk di cicipi para pengawal mereka sepertinya


Setelah di menutipi tubuh Kiara,dia di bawa ke mobil dan mereka membawa semua anak buah Kiara ke kantor polisi dan Kiara ke markas Azam. Azam yang tertembak mukanya mulai memucat dan berjalan dengan sempoyongan,untung saja ada Bayu di sampingnya sehingga Azam tak jatuh ketanah


"Zam,Lo gak papa kan?,Lo masih kuat kan Zam?"tanya Bayu dengan panik melihat wajah pucat Azam


"Gue gak papa, ayok pergia dari sini"jawab Azam lemah,lalu detik berikutnya dia terjatuh di pelukan Bayu membuat yang lain terkejut

__ADS_1


"Azammm..."teriak mereka terutama Om Ramos yang dekat sejak dulu saat Azam masih bayi, dia takut Azam kenapa-kenapa saat ini, kakaknya sudah menitipkan Azam padanya untuk dia jaga, tapi Azam terluka bahkan tak sadarkan diri


"Zam..., Om minta sama kamu,bertahan nak. Bertahan kita akan bawa kamu ke rumah sakit sekarang


__ADS_2