Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Penyiksaan Lagi


__ADS_3

"Kamu bohong kan hah? ,kamu mau kabur kan?"ucap ibu dengan menjambak ramput Aza dengan kencang membuat Aza merintih ke sakitan dengan muka yang merah menahan sakit dan tangis. "Ampun bu...,sakit....,maaf..., tapi A.. aza gak bohong..., aku cuma cek suara... da.. dari luar"dengan sisa tenaganya menahan sakit di kepala dan karna belum makan sejak siang tadi.


"Dasar anak gak tau diri, gak tau di untung kamu.udah di jaga,di besarin tapi gak da gunanya kamu hah. Mati aja kamu sanah.!!ucap keras ibunya dengan membenturkan kepala Aza pada sandaran ranjang dengan keras, membuat kepalanya mengeluarkan darah segar dan hilang kesadarannya saat itu juga.


anak kandung dari ibu angkat Aza datang dengan muka kesal,tapi detik berikutnya dia terkejut mendapati Aza sudah bersimbah darah dengan sudah tergeletak di lantai kamar, dan ibunya yang berdiri dengan muka takutnya. "Bu,a...ap... apa yang ibu... lak... lakukan?, ke... kenapa Aza...?. Hmmm... ",ucapanya terpotong karna di bekap oleh ibunya


"Sudah diam, jangan banyak bicara. Bantu ibu bawa buat buang Aza sekarang dan jangan ada jejak sama sekali di kamar ini tentang kejadian Aza,dan sembunyikan dari ayahmu", sambil mengangkat tangan Aza dan menyeretnya di bantu oleh anaknya"I...iya bu, ayok.."

__ADS_1


Mereka pergi ke mobil dan memasukan Aza ke mobil dan meletakkan di bangku belakang dengan sembarang. Setelah semuanya selesai kakak tiri Aza (Danur Anta Prayoga) melajukan mobilnya ke arah jurang, 10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah jurang dan mereka turun dari mobil.


setelah keluar mereka membuka bangku belakang yang terdapat Aza yang tak sadarkan diri, mereka mengangkat Aza dan membawanya ke tepi jurang. "Ibu yakin?, mau buang Aza ke jurang, ini tuh dalem banget, sementara Aza cuma pingsan,nanti dia mati gimana?,kalo ke tahuan polisi kita bisa di penjara ibu, aku gak may ikutan. ak... "


"Ssssstttt, sudah diam, brisik banget kamu dari tadi. Ibu juga gak mau di penjara, ibu gak mau ketempat busuk itu, tapi ibu gak punya pilihan lain, sekarang bantu ibu atau kamu mau rumah ayah di jual kamu gak dapet warisan hah? "dengan nada marahnya mencoba meyakinkan Danur membuang Aza ke jurang.


"Ya udah ayok sekarang kita pergi dari sini sebelum ada orang yang liat kita buang orang"ajak sang ibu pada Danur setelah Aza jatuh ke jurang

__ADS_1


"Les't goo"jawab danur sambil melempar kuncinya keatas dan menangkapnya kembali


Di bawah jurang yang gelap, Aza masih belum sadarkan diri, dia masih tergeletak dengan darah yang mengalir Sedikit demi sedikit dan wajahnya mulai memucat,dia mendarat di pinggir semak-semak setelah menggelinding dari atas jurang yang lumayan tinggi,jika di lihat dari atas tak dapat dilihat,mungkin mereka berfikir orang yang jatuh ke situ langsung ke sungai karna ujung jurang tersebut adalah sungai.


Esok paginya, Seorang laki-laki tampan nan gagah pergi kesebuah hutan dengan beberapa pengawal untuk mengefaluasi hutan tersebut untuk membangun sebuah tempat wisata alam.


dia melangkah semakin menepi ke arah jurang, dia tidak menyadari sebelahnya adalah jurang yang terjal,dalam dua langkah di tergelincir dan jatuh menggelinding ke dasar jurang, beberapa pengawal turun membantu tuannya untuk kembali keatas dan berdoa semoga sang tuan tak apa-apa dan tetap selamat

__ADS_1


__ADS_2