Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Pembalasan Tuan Besar


__ADS_3

"Maaf kan saya Tuan Aditya, Tuan Tama, maafkan saya karna saya tak mengetahui kisah hidup Nona Nataza, saya hanya menginginkan anak anda, saya hanya menginginkan putra anda,saya hanya ingin menantu anda mundur dan berpisah dengan putra anda.SAYA MENCINTAI PUTRA ANDA TUANNNN!!!!"ucap dokter Tita dengan di akhiri teriakan membuat Opa Aditya dan Ayah Tama menatapnya marah, dan Tita yang mungkin mulai gila karna dia terobsesi oleh Azam dia hanya tersenyum smirk


"Kau memang benar-benar menjijikan sebagai perempuan,kau sudah menikah tapi kau mau merebut suami orang lain?.Apa kau pernah berfikif,jika suami yang kau cintai di rebut dan di cintai wanita lain dan kau sedang hamil besar,apa hatimu akan tetap kebal dan kau tetap diam menatap suamimu bersenang-senang dengan wanita lain Hah?.Apa kau tak memikirkan bagimana menantuku sekarang?,bagaimana hati menantuku kau katakan jika dia pembawa sial,dia hanya beban, dia gila. Apa kau berpikir seperti itu?"amarah Opa Aditya membludak sekarang, dia tak peduli lagi jika itu perempuan atau lelaki yang jelas sudah melukai cucu menantunya


"Kalian semua, nikmati tubuhnya, dan kau ambil ini, jika dia berhenti untuk mendesah atau bahkan dia tak bersuara cambuk saja dia. Tak pantas wanita sepertinya yang bahkan sudah menikah masih ingin mendapatkan suami orang lain, bahkan lelaki itu adalah cucuku, aku akan membuat dia sengsara dan menderita disini. Lakukan sepuas kalian, aku hanya menunggu hasil kerja kalian"ucap Opa Aditya lalu pergi bersama Ayah Tama


"Baik Tuan Besar"ucap para pengawal dengan lantang, dan mereka mulai melakukan tugas mereka dan mereka menikmati itu, tapi tidak dengan Tita yang ternyata masih perawan


"Hubungin tuan besar, jika tahanan kita kali ini masih perawan dan kita tak bisa melakukan ini, aku takut kita akan merenggut kesuciannya"ucap salah satu pengawal


"Beri tahu Tuan Alex, biarkan dia saja yang memberi tahu pada Tuan besar"jawab pengawal lain dan di angguki oleh lainnya


Salah satu pengawal berlari menghampiri dimana Alex berada sekarang, dia masuk dan menjumpai ketuanya tengah berbicara dengan kedua Tuan Besarnya, dan ini adalah kesempatan untuknya memberitahukan yang sebenarnya


"Permisi Tuan besar, Permisi Tuan Ketua?"ucap pengawal tersebut dengan membungkukan badannya


"Ada apa kau kemari?"tanya Alex kepada anak buahnya

__ADS_1


"Maaf menganggu waktu Tuan bertiga saya hanya ingin melaporkan jika tahanan kita dia masih virgin, kami tidak mungkin merusaknya"jawab pengawal dengan menatap ketiga tuannya


"Baiklah jangan lakukan apapun padanya,jika dia berontak cukup cambuk dia sampai dia menyerah untuk berontak apa lagi kabur, setelah itu biarkan saja dia, tapi kau ingat beru makan dan minum untuknya, jangan sampai dia kelaparan apa lagi dehidrasi dan satu lagi, jika ada yang datang atau berusaha membebaskan dia beri tau Maxim untuk menghubungi putraku,karna markas ini ada di bawah kuasanya"ucap Ayah Tama kepada pengawal


"Baik Tuan Besar,Permisi!!"jawab pengawal lalu pergi undur diri


setelah pengawal itu pergi, kini giliran Wiraraja dan juga Pramesti dokter pribadi di markas Azam, mereka sengaja membawa Tita kesana, supaya Azam nanti datang tak perlalu kesulitan untuk mencari mereka. Pramesti sebagai dokter wanita di markas itu yang memeriksa apakah Tita masih gadis ataukah tidak. Dugaan mereka ternyata benar jika Tita masih gadis bahkan sudah menikah, pantas saja ambisinya mendapatkan Azam untuk menjadi suaminya begitu tinggi


"Bagaimana Esti, apa benar jika dia masih gadis?"tanya Opa Aditya yang sudah begitu jengke dengan sikap Tita


"Benar Tuan Besar, tahanan 100% masih gadis, dia tidak pernah berhubungan lelaki manapun, bahkan suaminya sendiri dia menolak untuk di setubuhi, karna dia ingin di setubuhi oleh Tuan Muda Azam, Tuan besar"jawab Pramesti yang sudah mengetahui jawabannya dari Tita setelah di perintahkannya pengawal untuk menyetubuhinya


"Semua data yang anda minta sudah terkumpul Tuan besar dan semuanya akurat, akan saya kirimkan filenya kepada anda"ucap Seno lalu kembali mengotak-atik laptopnya


"Bagus Seno, kau memang bisa di andalkan"jawab Ayah Tama


di tempat lain, Azam yang sedang menunggu istrinya di dalam kamar mandi dengan berdiri di depan pintu kamar mandi, ya begitulah Azam sedari dulu sejak istrinya hamil, dia selalu menunggu Nataza di depan pintu kamar mandi, entah itu mandi ataupun yang lain yang di lakukan. Azam harus selalu menunggu di depan pintu, ya bahkan saat dia di kantor,dia meminta Bundanya datang ke rumah untuk menemani Nataza yang sedang mandi atau bahkan berwudhu. Alasannya hanya 1,yaitu dia takut jika calon anak-anak dan istrinya akan kenapa-kenapa

__ADS_1


Nataza keluar dari kamar mandi, dia terkejut melihat Azam ada di depan pintu kamar mandi dengan mondar mandir seperti setrikaan kesana kemari, yang membuat Nataza terkejut kembali bahwa suaminya hanya memakai boxer tanpa atasan dan memperlihatkan roti sobeknya yang benar-benar tercetak jelas, bahkan memakai bajupun dapat terlihat dengan jelas


"Ng-ngapain mas?"tanya Nataza membuat Azam menoleh menatap Nataza yang sudah lengkap dengan baju dan rambut yang di gulung handuk, membuat Azam menelan ludahnya menatap leher jenjang istrinya begitu menggoda


"Aku nungguin kamu sayang"jawab Azam dengan merengkuh pinggang istrinya dan tangan satunya mengelus perut buncit istrinya itu


"Ngapain nungguin aku?, kamu kan udah mandi tadi. Trus ini kenapa hanya pake boxer doang, kenapa gak pake baju kantor?, emangnya gak kerja?, kamu libur?"tanya Nataza bertubi-tubi membuat Azam menghela nafasnya


"tanyanya satu-satu ya?"jawab Azam dengan extra sabar sekarang dan di angguki oleh Nataza


"Ok, aku akan jawab pertanyaan kamu tadi yang kaya kereta gak ada ujungnya"ucap Azam membuat Nataza membulatkan matanya


"Enak aja gak ada ujungnya, emang aku gak bisa berhenti ngomong apa, aku ngomong kan harus ambil nafas, aku juga harus....bla...bla.. bla"ucap Nataza panjang lebar, benarkan dugaan Azam jika istrinya akan terus berbicara panjang lebar kali luas kali tinggi. tak akan ada ujungnya jika dia lelah sendiri


"Ssstttt...., udah ya ngomongnya,emang kamu gak cape ngomong terus gitu hmm?"tanya Azam dengan menangkup kedua pipi cubby istrinya ,dan Nataza hanya menggeleng sebagai jawaban membuat Azam menghembuskan nafas kasarnya


"Ya baiklah, aku akan jawab semua pertanyaan kamu ok. Jadi hari ini aku libur,aku mau istirahat di rumah karna kerjaan aku beres di kantor, aku pake ini karna hawa disini panas,gitu sayang"ucap Azam menejelaskan dengan perlahan

__ADS_1


"Ouh gitu. Ok"jawab Nataza lalu pergi ke meja riasnya membuat Azam melongo


"Dasar emang bumil, super ajaib"gumam Azam lalu menuju ke lemari mengambil bajunya,untung saja Nataza tak mendengar gumaman Azam, jika dengar habis riwayat Azam saat itu juga


__ADS_2