
Waktu terus berjalan, tak terasa kini sudah 17 tahun berlalu, anak kembar Azam dan Nataza sudah beranjak dewesa dan berusia 24 tahun. Mereka meneruskan cita-cita dan membangun beberapa bisnis besar sendiri dengan kecerdasan mereka dan menjadikan bisnis tersebut menjadi kebanggaan mereka. Alvano dan Elvina membangun bisnis dibidang seni dan olahraga bersama dengan tema berbeda, yang satu konsep dari seorang seniman lukis dan yang satu dari seorang Atlet Badminton memadukan keahlian mereka untuk membangun sebuah usaha yang memuaskan
Azam dan Nataza tak pernah memaksakan keinginan mereka kepada anak-anaknya,mereka hanya mengikuti arus kehidupan yang entah mengalir kemana, mereka hanya mau anak-anaknya bahagia dengan pilihan mereka sendiri sesuai dengan takdir Allah yang sudah pasti terjadi
Setelah 1 tahun Nataza dikaruniai anak laki-laki yang tampan dan lucu, Aiden William Syahreza, nama anak ketiga Azam dan Nataza dan menjadi kesayangan Alvano. Aiden selalu menjadi rebutan Alvano, Azam, Ayah Tama,Opa Aditya, dan Irfan. Jatah Alvano hanya pagi dan sore, setiap mau pergi bertanding badminton, Alvano selalu mencari adik keduanya terlebih dahulu dan menggendongnya meski Azam melarangnya karna takut jatuh
setelah berjarak 1 tahun Nataza hamil kembali anak ke empatnya, seorang anak perempuan yang begitu lucu dan menggemaskan. Nasyla Fariska Khoirunnisa menjadi incaran Elvina dan selalu rebutan antara Elvina, Bunda Ayu, dan Alika, sementara Nataza dia hanya menjadi penengah diantara mereka yang selalu merebutkan anak-anaknya
Kini kedua anaknya sudah masuk SMA. Semenjak masuk sekolah menengah pertama, Aiden dan Nasyla menjadi prince dan Princess disekolah mereka, mereka tak tau mengapa dipanggil begitu ketika disekolah, yang jelas kata orang karna kecantikan dan ketampanan mereka yang menjadikan mereka dikagumi disekolah dan mendapat panggilan itu
Astaga, hanya karna kecantikan dan ketampanan yang hanya sementara didunia ini, tapi mereka begitu memuja dan menghormati sebuah paras yang bakal lenyap dan tak selamanya ada dalam diri manusia. Sementara untuk orang yang kucel, hitam, pendek, dan berkaca mata, mereka dihina dan bully habis-habissan, mereka direndahkan hanya karna miskin tak bisa merawat diri dibilang cupu dan orang kampungan. Memandang fisik dan kasta adalah jurus utama mereka menghina dan merendahkan orang lain
"Kak?"panggil Nasyla kepada ketiga kakaknya yang langsung menolehkan kepalanya, saat ini mereka ada dimeja makan untuk sarapan
"Kenapa dek?"balas Alvano yang melihat wajah adik bungsunya yang resah
"Emang didunia ini semua orang harus mandang fisik, harta dan kasta ya?, kadang teman aku menyombongkan harta mereka dan mengajak aku untuk membeli ini itu, dan maksa Mami untuk kasih uang banyak untuk aku. Aku gak mau temenan lagi sama mereka karna itu sejak 1 tahun lalu"tanya Nasyla kepada ketiga kakaknya
"Ya enggak dong sayang, hanya orang yang dibutakan oleh kemewahan duniawi, sehingga mereka mampu dan berani merendahkan orang yang lebih lemah akan kekuasaan,kekuatan dan kekayaan tentunya. Mereka bahkan lupa, Allah melarang kita menyakiti orang fakir miskin, anak yatim dan sebegainya yang tak memiliki apapun, hukuman mereka adalah neraka. Dosa karna menyakiti dan mengambil hak orang tak mampu adalah Neraka, dan orang yang sombong akan semua yang dia miliki adalah orang paling dibenci sama Allah. Jadi lebih bagus menghindar,boleh berteman dengannya asal jangan terlalu percaya apalagi dekat,dan lebih pintar lagi mencari teman yang sudah jelas baik dan membimbing kamu dikebaikan"jelas Alvano dengan menyuapkan nasi goreng buatan Maminya, kesukaannya
"Pintar sekali anak Papi, sudah pandai menasehati boy?"goda Azam dengan menyeruput kopinya
"Tuntu saja, kan Al udah dewasa masa iya gak bisa menasehati adik Al sendiri"balas Alvano
"Yayaya...dewasa!.tapi belum laku, kata tampan, sukses, banyak duit, tapi pacar aja gak punya, apalagi pacar, cewek aja cuma adik sama Mami aja. Kapan bawa istri kerumah?"goda Azam kembali dengan melepas kaca matanya seakan berbicara serius
"Papi ini menyebalkan ya?, kan aku sudah katakan nanti juga bawa kerumah, tapi tunggu kalo udah nemu yang baik kaya ounty Kirana"balas Alvano membuat Azam menyunggingkan senyumnya
"Nanti aja terus, nunggu Papi umur 100 tahun baru bawa cewek"ucap Azam membuat yang lain tertawa sementara Alvano cemberut
"Mami...Papi sungguh menyebalkan Mami, hukum Mami..."ucap Alvano manja dengan memeluk Nataza yang hanya terkekeh dan geleng kepala
"Ya nanti Mami hukum, sekarang kau sudah dewasa jadi gak boleh manja dengan Mami, nanti wanitamu cemburu dengan Mami"goda Nataza dengan melepas pelukan putranya
"Biarkan saja, lagian siapa yang suruh cemburu pada Mami cantikku ini, kan Mami ibuku, Mami yang melahirkan aku, kenapa harus cemburu, ya memang aku akui Mami paling cantik didunia ini dan Mami wanita yang begitu aku cintai dan sayangi selama mengenal dunia, yang kedua adalah El dan Nasyla, dan yang terakhir adalah istriku kelak"balas Alvano dengan memeluk Nataza kembali sambil menduselkan wajahnya diperut Maminya
"Dasar kau ini, banyak memuji Mamimu. Pasti ada meminta sesuatu kan?"tanya Azam yang sudah paham akan kemana perginya pembicaraan putra sulungnya
"Kak Al minta dibelikan buku diary sama ****** ***** Papi"jawab Nasyla polos membuat Azam tersedak kopinya lalu tertawa bersama yang lain
__ADS_1
"Hahaha...kau curhat pada adik bungsumu soal meminta ****** ***** boy?. Hahaha...."tawa Azam sambil bertanya disela tawanya
"Ihh..tidak Papi. Nasyla saja yang sok tau"balas Alvano cemberut dengan menatap Nataza
"Kenapa?, kau malu sekarang?, apa perlu Papi balikan ****** ***** bergambar pikacu lengkap dengan petirnya atau bergambar Tayo?"goda Azam lalu kembali tertawa melihat wajah Alvano yang pasti siap menangis, karna digoda habis-habisan oleh Papi dan saudaranya
"Mami.....Huaaa....Papi menyebalkan..."tangis Alvano, meski usianya sudah 24 tahun. Manjanya tetap tak bisa hilang dari dirinya ketika bersama keluarganya
"Sudahlah. Papimu hanya menggoda dirimu saja, jangan dengarkan mereka oke?, Sekarang habiskan sarapanmu dan bersiap berangkat ke kantor dan sekolah"ucap Nataza dan diangguki oleh Alvano
"Siap Mami"balas ketiganya kecuali Alvano yang masih cemberut
"Sayang, aku berangkat dulu ya?, nanti pas aku pulang kamu harus udah siap dengan gaun yang aku beli oke"ucap Azam dan diangguki oleh Nataza
"Hati-hati ya mas"ucap Nataza
"Pasti sayang, aku berangkat dulu. Assalamualaikum"pamit Azam lalu mengecup dahi Nataza sebelum pergi ke mobilnya
"Waalaikumsalam"balas Nataza dengan melambaikan tangannya lalu masuk kerumahnya
"Mami, kami berangkat dulu"pamit keempat anaknya
"Siap Mami... Kami berangkat dulu. Assalamualaikum Mami"balas Aiden dengan menyalami Maminya diikuti oleh ketiga saudaranya
"Hmm..sepi deh gak ada anak-anak, masih 1 jam lagi untuk siap-siap ke kantor antar makan siang"ucap Nataza masuk ke kamarnya
sampainya dikamar. Nataza melihat adanya paperbag diatas ranjang, dia melangkah menghampiri paperbag tersebut dan membukanya. Nataza sungguh takjub melihat gaun berwarna biru cocktall
"Emm...aku coba kali yah?, terus aku foto dan kirim ke mas Azam. Astaga seperti pertama kali kencan saja, padahal sudah menikah. Tapi kenapa jantungku berdetak tak karuan begini sih?"tanya Nataza pada dirinya sendiri, wajah yang merah dan menepuk wajahnya yang terasa panas mengingat kencan romantisnya sebelum dilamar secara pribadi
...My Husband♡...
^^^"Gimana?, cantik gak?"^^^
"Ya Allah..kok dag dig dug gini sih?, kan dia suami sendiri, kenapa kaya anak sekolah baru jadian gini?.Akhhh..."gumam Nataza pada dirinya sendiri dengan memukul-mukul bantal dipangkuannya
Ting...
__ADS_1
"Cantik banget sayang, jadi gak sabar mau pulang aku, terus kurung kamu dikamar seharian😍😋😎"
"Aaaa...astaghfirullah, sungguh cinta membuatku gila"gumam Nataza dengan menepuk wajahnya yang panas
^^^"Makasih masku🤩"^^^
^^^"Mau dimasakin apa untuk makan siang"^^^
"Apa aja asal kamu yang masak😘"
"Jangan lupa, nanti sore honey😎"
^^^"Enggak kok mas"^^^
^^^"Aku akan selalu ingat itu. Memangnya ada apa?🤔"^^^
"*Kejutan dong sayangku😎"
"Jadi rahasia, kamu gak boleh tau"
"Bukan kejutan namanya kalo aku kasih tau*"
^^^"Aishh...ya udah lah, terserah kamu"^^^
^^^"Pulangnya beliin martabak keju ya?, aku lagi pengin"^^^
"*Siap sayang, beres itu mah😉"
"Tapi kalo gak lupa ya honey, soalnya banyak kerjaan pagi ini😅*"
^^^"Oke kalo sampe kamu lupa, kamu tidur diluar😡"^^^
"Jangan dong sayang, nanti gak bisa peluk kamu😭"
^^^"Bodo amat wle😝"^^^
sementara Azam dikantor sudah kelabakan mencari kertas kosong dimejanya dan menulis pesanan istrinya, lalu dia mengambil lem di laci mejanya dan kertas tadi dia beri lem lalu menempelkannya di laptop miliknya. Azam tersenyum melihat kertas tersebut dan dia menjamin dia tak akan lupa sampai nanti saatnya pulang
"Tunggu kejutan spesial untuk kamu hari ini sayang"gumam Azam dengan menatap foto keluarga kecilnya dimeja kerjanya dan mengusap foto Nataza dengan senyum tampannya yang tak pernah luntur meski usianya meski sudah 46 tahun, tapi fisiknya menolak untuk tua, bahkan terlihat seperti kakak beradik bersama dengan Alvano
__ADS_1