Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Niat Tersembunyi


__ADS_3

Malam harinya Irfan dan Alika berniat ingin pulang, tapi Alika mengubah pikirannya, dia menolak pulang dari rumah Abangnya, dia saat ini ngidam ingin tidur bersama bumil, siapa lagi kalo bukan Nataza dan meminta Irfan dan Azam tidur dalam 1 kamar yang sama dan ranjang yang sama, membuat Irfan dan Azam membulatkan matanya


Bagaimana bisa mereka tidur dalam kamar yang sama dan ini ditambah dalam 1 ranjang, Astaga sungguh menyebalkan sekali adiknya ini,apakah dia bisa tidur tanpa memeluk istrinya,dan malam ini adalah jadwalnya untuk menengok anaknya.Tapi kenapa harus seranjang dengan Irfan adik iparnya sendiri


"Gak Abang gak akan mau tidur sama Irfan, yang benar aja, Abang cuma mau tidur sama istri Abang, kamu aja sana yang tidur sama suami kamu"tolak Azam dengan menarik tangan Nataza pelan


"Ihhh... Abang gak boleh bobo sama Kak Aza, karna Kak Aza akan tidur sama aku, aku mau elus-elus perut Kak Aza, aku mau cerita dan main sama dedek bayi. Abang bobo aja sama mas Irfan,tapi harus 1 ranjang, kalo enggak aku akan bikin Abang Azam dan mas Irfan gak bisa liat kita lagi"ancam Alika membuat Nataza, Irfan dan Azam melongo


"Alika sayang, gak usah asal jeplak kalo ngomong ya, gak boleh begitu ngomongnya, Mas gak suka ya kamu ngomong begitu"ucap Irfan membuat Alika menundukan kepalanya


"Maaf mas, Alika gak sengaja ngomong gitu, Alika cuma pengin bobo sama Kak Aza, setelah Kak Aza menikah sama Bang Azam, Aku sama sekali belum pernah bobo sama Kak Aza. Aku bobo sama Kak Aza kan sebelum nikah sama Bang Azam.Aaaaa....pokoknya aku mau bobo sama Kak Aza"ucap Alika dengan menangis


"Iya sayang iya....,kamu bobo sama Kak Aza malam ini ya, aku sama Irfan bakal tidur bareng ok. Udah ya jangan nangis lagi. Nanti dedeknya nangis juga"jawab Azam dengan menghapus air mata adiknya


"Yeayy!!!,makasih bang"ucap Alika langsung menggandeng tangan Nataza ke kamar milik Azam


"Ya, jangan bikin susah istri aku ya"teriak Azam dan di balas acungan jempol oleh Alika


Azam masuk ke dalam kamar tamu yang sudah di bereskan oleh Bibi Susi dan Bi Ani,yang Awalnya untuk Irfan dan Alika, ehh ternyata untuknya dan Irfan. Azam kembali ke kamarnya saat teringat dia tak mengambil baju tidur miliknya, dia ingin mengetok pintu kamarnya tapi saat mendengar suara istrinya tengah tertawa dengan adiknya membuat Azam mengurungkan niatnya dan tersenyum manis mendengar celotehan Alika membuat Nataza tertawa bahagia


"Abang ngapain di sini?"tanya Irfan dari belakangnya membuat Azam terkejut


"Bikin kaget aja lo"jawab Azam


"Ya maaf bang, gue gak niat buat ngagetin lo. Gue cuma mau tanya aja, ngapain abang disini, senyam-senyum sendiri lagi"ucap Irfan membela dirinya ya memang benar adanya


"Gue tadi niatnya mau ambil baju tidur gue, trus saat gue mau ketok pintu gak jadi karna denger istri gue sama adik gue ketawa renyah banget,makanya gue gak jadi ketok pintu siapa tau ganggu mereka"jawab Azam dan di balas'oh'oleh Irfan

__ADS_1


"Ya udah gue ketok aja deh"ucap Irfan dan langsung mengetok pintu kamar membuat Azam menepuk jidatnya


"Mas Irfan sama Abang ngapain ke sini?"tanya Alika yang membukakan pintu kamarnya


"Ah ini sayang. Abang Azam mau ambil baju tidur katanya. Silahkan bang ambil"jawab Irfan dan mempersilahkan abang iparnya masuk


Azam masuk ke kamarnya, dan melihat istrinya yang bersiap akan tidur dengan mengelus perut buncitnya. Azam mengambil baju tidurnya dan dia ke bingungan dimana celananya?, kenapa hanya ada bajunya saja tapi celananya tak ada?,Azam menatap istrinya yang tengah menatap perutnya


"Sayang?"panggil Azam membuat Nataza menatapnya


"Kenapa mas?"jawab Nataza


"Kamu taro celana tidur aku satu set sama bajunya kan?"tanya Azam dengan melihat baju tidur yang lain


"Iya emangnya kenapa?,kan semuanya ada disitu bareng"jawab Nataza dengan berdiri di samping Azam


"Kenapa bang?,kok kaya bingung gitu?"tanya Alika dan Irfan


"Celana tidur aku gak ada semuanya, hanya ada baju tidurnya doang di lemari, trus aku harus pake underwer doang gitu tidurnya?"jawab Azam


"Hah?, kok bisa sih cuma bajunya doang. Kak Aza naroknya satu set sama bajunya kan?"tanya Alika


"I-iya lah, masa aku pisah sih, kan gak mungkin"jawab Nataza


"Trus kemana celana tidur aku dong?"tanya Azam pada semuanya dan di jawab gelengan kepala


"Ya udah, Alika sayang malam ini bobonya sama mas ya, biar Kak Aza sama Bang Azam selesai ini dulu. Kapan-kapan kamu bobo sama Kak Aza. Besokkan kita harus pulang karna Mamah aku akan pulang dari korea"ucap Irfan yang sudah mengerti dengan situasi ini. Mungkin Azam dan Alika tak menyadari itu

__ADS_1


"Huffhh..ya udah deh aku bobo sama mas aja. Bang semoga ketemu celana tidurnya ya. Kak aza selamat malam"ucap Alika lalu pergi ke luar kamar bersama Irfan


"Astaga ini celana kemana lagi, kenapa harus semuanya gini sih?"umpat Azam dengan mengobrak-abrik lemarinya


"Mas..?"panggil Nataza


"Kenapa sayang?"jawab Azam


Azam terkejut saat tiba-tiba istrinya memeluknya dari belakang dan meniupi tengkuk lehernya, dia merinding saat istrinya mencium lehernya dan membuat tanda mereah di leher Azam hingga sedikit melenguh


"Eghh...sayanghh"lenguh Azam lalu membalik tubuh istrinya menghadapnya


"Kamu nakal ya, mau apa hmm?"tanya Azam dengan berbisik di telinga istrinya dan menciumnya


"Emhh...mas..."lenguh Nataza mencengkeram kemeja Azam dengan erat


"Aku mau kamu malam ini mas"jawab Nataza membuat Azam tersenyum smirk,ternyata keinginannya untuk menengok anaknya terwujud


"Baiklah sayang, kau yang memulai maka kau yang harus bertanggung jawab"ucap Azam langsung ******* bibir tipis istrinya dalam dan semakin panas


Azam menuntun Nataza ke arah ranjang dengan pelan dan lembut,dia tak ingin membuat calon anaknya terkejut.Azam membuka semua yang di pakainya dan istrinya hingga sama-sama nekad, dan Azam memulai dari yang paling atas hingga bawah


1 jam lamanya mereka bermain dengan Nataza yang memimpin membuat Azam tersenyum puas, dan Nataza dia sudah kelelahan hingga langsung tertidur nyenyak dalam pelukkan suaminya


"Makasih malam ini sayang. Selamat istirahat dan mimpi indah"ucap Azam mengecup dahi istrinya dengan lembut,lalu kepalanya turun berhadapan langsung dengan perut besar istrinya


"Selamat bobo anak Papi"ucapnya lagi setelah mengecup perut besar istrinya

__ADS_1


Azam membenarkan kembali tidur istrinya dalam pelukkannya dan memberi jeda sedikit agar tidak menekan perut istrinya, Nataza hanya menggeliet pelan merasakan kepalanya di angkat oleh suaminya membuat Azam ternyum gemas melihat istrinya seperti itu


__ADS_2