
"Apakah kau tak bosan masih memejamkan mata seperti ini?,apa kau terlalu lelah dan terlalu sakit hati untuk melihat dunia kembali.Heh,kau benar dunia memang tak seindah khayalan, tapi kau harus bangun dan buka matamu itu, masih ada masa depanmu yang menanti dirimu untuk kembali tersenyum dan tertawa bahagia"ucap Azam dengan penuh harap pada Aza untuk bangun dari komanya,lalu Azam meletakkan kepalanya di atas tumpukan tangannya dan Aza untuk menyembunyikan sedihnya
"Ayo bangun Za, aku ingin melihat senyum dan tawamu itu, mari kita berkenalan dan mari berteman"ucap Azam tak sadar jik ucapannya dan tangan Azam yang memegang tangan Aza di dengar dan di lihat oleh Ayah,Bunda dan Sekertarisnya
Tok... tok.... tok....
suara ketukan pintu dari luar membuat Azam melepas genggaman tangannya dan menormalkan kembali duduknya dan menghapus sedikit air mata di pelupuk matanya, dan itu di lihat oleh mereka bertiga.
"Apa....Kau menangis boy? "goda ayah tama kepada anak lelakinya yang terlihat habis menangisi gadis itu
"Tidak..!,tadi mataku hanya kemasukan bulu mata yang lepas sehingga membuat mataku berair"bohong Azam untuk menutupi malunya
"Benarkah, Bunda tidak melihat ada bulu mata lentikmu itu di matamu, palah bunda melihat matamu,hidung dan pipimu memerah"goda Bunda Ayu pada Azam
pernyataan Bundanya membuat Azam blussing sampai ke telinganya ikut memerah karna ketahuan jika dia menangisi gadis itu untuk bangun, meski dia tidak mengenalnya, namun entahlah setelah mendengar cerita dari Brian ada rasa yang aneh di hatinya saat ini.Melihat sang putra dan bosnya blussing membuat mereka menahan tawa dan yakin ada sesuatu pada Azam
__ADS_1
"A... aku ke kamar mandi dulu" ucap Azam berjalan ke arah ke kamar mandi dengan langkah lebarnya
meraka yang berasda di ruangan Aza pun tertawa terbahak-bahak terutama Ayah Tama dan Brian, sementara Bunda Ayu dia hanya tertawa kecil dan menggeleng pelan. Bunda Ayu melangkah ke arah ranjang Aza lalu menggenggam tangan Aza dan mengusapnya sama seperti apa yang dilakukan oleh Azam.
"Hai anak cantik, bangun yuk sayang, sudah hampir 1 minggu kamu koma,apakah kau tak ingin bertemu Bunda hmm.Bunda ingin mengenalmu lebih dekat dan menjadikanmu menantu Bunda,mau kan sayang? "ucapan bunda Ayu yang terakhir membuat Azam menyemburkan bubur ayam yang sedang dia makan kearah Brian yang berada di depannya,membuat Ayah tama tertawa terbahak lagi melihat tingkah anaknya yang terkejut
"Bundaaa...."rengek Azam pada sang Bunda yang masih setia pada Aza
"Apa yang Bunda katakan....?"tanya Azam dengan nada manjanya
"Tapi Bund..."ucapan Azam terpotong kala melihat tatapan Bundanya seperti singa betina yang ingin menerkam mangsanya
Azam pasrah saja dengan keinginan Bundanya jika ingin tetap selamat hidup dari amukan singa betina itu
"Ayah aku dan Brian kembali kekantor dlu, ada sedikit laporan yang harus kami kerjakan"ucap Azam mencari alasan supaya lolos dari amukan sang Singa betina, dan di jawab anggukan dan tawa kecil ayahnya itu
__ADS_1
Baru saja Azam akan membuka hendel pintu namun tidak jadi membuat semuanya menatap kearah Azam heram"Ada apa boy"tanya ayah Tama, "Ada apa tuan"tanya Brian melihat tuannya tiba-tiba berhenti, lalu pandangan Azam teralih ke ranjang Aza dan dia mendekati Aza
Azam melihat jari Aza bergerak dan memencet tombol darurat di atas ranjang, membuat semua yang di sana panik, dokter pun datang lalu memeriksa Aza, setelah selesai memeriksa dokter mengatakan Aza sudah melewati komanya dan sebentar lagi akan sadar
Dokter itupun pergi dan benar, Aza membuka matanya perlahan mencoba mencari cahaya untuk masuk ke matanya, itu semua membuat semuanya senang dan beralih menatap Azam
"Ada apa? "tanya Azam bingung dengan keluarganya dan sekertarisnya
"Aku dimana?? "Tanya Aza dengan lirih dan pelan karna masih terlalu lemah
"Kau di rumah sakit nak"jawab bunda Ayu
"Kalian siapa?"Tanya Aza pada keluarga Azam
"Kami..."
__ADS_1