Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Penyesalan Fredi


__ADS_3

Azam bersama dengan kedua sahabatnya melangkah perlahan menuju ruang rahasia miliknya, tidak ada yang tau kecuali kedua sahabatnya, Alex dan Maxim saja


Disana Azam dapat melihat dengan jelas dilayar monitor, bagaimana Fredi menyiksa Jeff yang tadinya adalah anak buahnya, tapi sekarang justru disiksa didalam markas orang lain. Dapat Azam lihat, betapa marahnya Fredi kepada Jeff yang hanya bisa berteriak saat disiksa


"Dasar anak buah bodoh kau Jeff, tak berguna, tak becus. Aku membayar mahal untukmu, aku bahkan mengambilmu dari luar negeri, tapi kau membuat aku menyesal mengambilmu.Aku memintamu memata-matai keluarga Aditama bukan mencelakai anak kecil hingga masuk rumah sakit, kau pikir keluarga Aditama akan diam saja saat bocah kesayangan mereka terluka dan masuk rumah hah!!. Bodoh!. Kau memang pantas untuk mati Jeff dari pada terus disiksa disini, aku yang akan membunuhmu" ucap Fredi dengan mencambuk dan juga menyabetkan kayu kecil ditangannya ketubuh Jeff


"Kau bilang, kau yang paling handal dan bisa dipercaya dalam urusan mata-mata. Tapi kau sungguh tak becus, tak berguna. Mati saja kau" lanjutnya dengan menodongkan pistol ke kepala Jeff dan...


DORR...


suara Fredi yang tengah murka kepada Jeff dan suara tembakan tentunya diluncurkan tepat dikepala Jeff yang akhirnya mati ditangan bosnya sendiri, dan kini Fredi tiba-tiba tertawa, entah apa yang ditertawakan olehnya


"Tunggu giliranmu Tama, kau akan mati seperti dia ditanganku juga. Kau telah membunuh putriku hingga tewas dan kau Azam, kau akan membalas rasa sakit yang putriku rasakan saat kau menolak cintanya. Lihat saja nanti" ucap Fredi dengan memainkan pistol ditangannya


"Zam?, emangnya si Lila pernah ngomong kalo dia suka sama lo?"tanya Bayu penasaran


"Kayaknya enggak deh, gak pernah Lila ngomong suka sama gue. Ya waktu dulu emang dia pernah bilang pengin ngomong sesuatu sama gue waktu disekolah, tapi pas dia mau ngomong tiba-tiba lo berdua dateng dan bawa gue dari sana"jelas Azam dengan mata birunya fokus pada layar monitor yang menggambarkan pergerakan Fredi


"Dia belum ngomong apa-apa gitu?, atau mungkin lo yang penasaran tanya sama dia mau ngomong apa?, lo gak tanya atau dia gak ngomong gitu?"tanya Brian dengan mengecek sisi markas lainnya


"Gak, gak ada ngomong apapun sama gue, dan gue gak tanya sama sekali soal itu"balas Azam dengan santai


"Astaga Azam...lo kan bisa gitu tanya sama dia dulu, lo kemarin mau ngomong penting soal apa?, kalo ada masalah mungkin gue bisa bantu.Harusnya tuh gitu, Lol banget sih lo"ucap Brian lalu membekap mulutnya sendiri dengan mata membulat sempurna terkejut dengan ucapannya. 'Mampus lo Yan, ya allah ini mulut kenapa gak bisa direm sih' batin Brian dengan membalik tubuhnya menatap Azam yang sedang menatapnya tajam


"Lo ngatain gue Lol?"tanya Azam melangkah pelan menghampiri Brian


"Gak, maksud gue elo bukan Lol"balas Brian dengan wajah pucat takut


"Ouh ya?, kok gue dengarnya lo lagi ngatain gue ya?"tanya Azam

__ADS_1


"Gak kok, gue.."ucapan Brian terpotong saat Bayu mengejutkan mereka


"Zam, Yan. Gawat!!. Fredi sedang mengobrak-abrik markas kita didalam. Kita harus selesaikan ini sekarang juga"ajak Bayu dengan mengambil panah kesayangannya


"Kita keluar sekarang!!"seru Azam dan berlari ke luar dari ruang bawah tanah


Fredi yang kini sedang mengacak-acak ruang pengobatan,ruang penyiksaan dan lainnya, Kecuali ruang pribadi dan ruang senjata, ruangan tersebut hanya dapat dimasuki dengan menggunakan sidik jari milik Azam dan Ayah Tama


"Sial.kenapa mereka menggunakan sidik jari begini, dan kenapa juga susah merusaknya"kesal Fredi dengan menendang pintu ruang pribadi Azam


"Wah...wah...lihat lah disana?, ada seekor kelinci masuk kedalam kandang singa yang kelaparan. Apakah kita akan memaknnya sekarang?"ucap seseorang yang tak jauh di pojok ruangan membuat Fredi memutarkan tubuhnya dan melihat Azam berdiri di sudut ruangan dengan menggosok pedang samurainya


"Hohoho...Sang anak dari pembunuh telah keluar dari sarang induknya, dimana indukmu?, bukannya kau anak Ayah, bagaimana bisa kau meninggalkan indukmu yang sudah tua dan bau tanah itu dirumah sendirian?. Tega sekali kau sebagai anak meninggalkan indukmu yang telah mendidikmu untuk membunuh!, dan kali ini aku yang akan membunuhmu dan mendidikmu menjadi anak berguna,bukan hanya menjadi anak Ayah, sungguh tak berguna Ayahmu itu. Ckckck.. "ucap Fredi dengan berdecak membuat emosi Azam naik


"Heh!, Ayahku tak perlu repot-repot datang kemari hanya untuk menemui sahabat sialan sepertimu. Kau tak pantas disebut sahabat tapi seoranh pengecut dan pecundang. Kau bermain belakang dan percaya dengan ucapan seseorang yang pertama kali kau kenal, bahkan kau menuduh Ayahku membunuh putrimu yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Bodoh kau Fredi"ucap Azam membuat Fredi marah


"Memang Ayahmu yang membunuh putriku, dia mencekik putriku hingga mati setelah memperkosanya. Kau juga diam karna diancam, kau juga menolak cinta putriku hingga dia depresi. Kalian memang biadab"marah Fredi dengan melayangkan tembakan kesembarang Arah


"Lihat baik-baik Fredi, ini adalah bukti paling akurat, bahkan pihak polisipun sudah menangkap pelakunya dan membuat dia mengaku disana"ucap Azam dengan menutup telinganya saat adegan Lila menangis kesuciannya direnggut paksa oleh orang kepercayaan Papanya


Didalam video tersebut dimana Lila sedang menangis dan menjerit setelah direnggut paksa mahkotanya oleh seseorang lalu dicekek hingga meninggal ditempat, dan ditinggalkan begitun saja tanpa pelaku tau. Jika dia sedang direkam oleh anak buahnya Azam yang curiga ketiga melihat seorang anak gadis berusia 15 tahun dibawa kekamar pribadi milik pelaku dan benar dugaan anak buah Azam


"Kau mau tau. Aku meminta anak buahku untuk mengikutinya setelah dia pulang dari rumahku bersama supirnya. Ayahku khawatir pada Lila hingga dia tidak tidur semalaman. Ayahku bahkan marah-marah saat belum ada kabar dari anak buahku. Kau pikir Ayahku pelakunya dengan sebuah foto saja aku bisa bisa melakukannya, pelakunya adalah anak sahabatmu sendiri, dia adalah anak Baron , dia yang sudah mengambil mahkota anakmu dan membunuhnya ditempat lalu ditinggal begitu saja dengan kondisi tanpa busana


Lalu kau percaya dia memberikan foto tentang Ayahku yang menghabisi putrimu?. Dimana otakmu Fredi?.Dimana?. Kau pikir Ayahku seorang pedofil hah?, dia menyayangi putrimu seperti anaknya sendiri, bahkan saat putrimu di jemput orang yang mengaku sebagai supirnya, Ayahmu sempat tak percaya. Tapi karna putrimu yang menginginkan untuk pulang, Ayahku melepaskannya dengan berat hati. Ayahku tau jika Lila tertekan saat bersama dengan supirmu, tapi Ayahku merelakannya pergi" jelas Azam panjang lebar hingga membuat Fredi menangis melihat video putrinya dan penjelasan Azam


"Dimana Victor?, dimana?"tanya Fredi kepada Azam


"Dia sudah aku lempar ke penjara agar dia membuka mulutnya dan rekaman itu aku dapatkan dari anak buahku yang membawanya kesana"balas Azam santai

__ADS_1


"Bawa aku kesana, aku akan membebaskan dia dan aku akan menghabisinya"ucap Fredi dengan menatap Azam memohon


"Kau belum berperang denganku Fredi, kenapa kau harus pergi dan menjemput Victor dipenjara?, dia sudah disana ditempat aman, kenapa kau mau membebaskan dia?, kau mau bekerja sama dengan dia dan mencelakai keluargaku kembali dan membawanya pergi ke luar negeri bersamamu?"tanya Azam dan dibalas gelengan oleh Fredi


"Tidak ,aku akan menyiksanya di sini dan akan menghabisinya. Jika kau mengizinkan menggunakan markasmu untuk membunuh Victor"balas Fredi


"Ckckck...tak semudah itu Fredi. Aku kemari untuk berperang denganmu, bukan untuk membiarkanmu melakukan dan mengelurkan semua keputusan sesukamu!!"ucap Azam mulai kesal


tanpa menunggu lama Azam langsung mengangkat pedang samurainya dan mengarahkan keleher Fredi, dan Fredi hanya diam tak berkutik dengan memejamkan matanya


"Kenapa kau diam?, Ayo?, bukannya tadi kau mengajakku berperang dan kau mengobrak-abrik markasku hingga kau membunuh tawananku, berarti kau mengajakku berperang Fredi. AYO BANGUN!!"teriak Azam


"Tidak!, aku tidak akan menyerangmu putraku"ucap Fredi dengan menunduk


"Cih!, anakmu kau bilang?. Kau dulu menghajarku karna kau menuduhku menolak cinta putrimu, tanpa kau punya buktinya, kau menuduhku jika aku menolak cinta Lila"ucap Azam dengan pedang mengangkat wakah Fredi


"Dengar aku baik-baik. Putrimu tak pernah mengatakan cintanya padamu, dia hanya mengatakan jika dia tertekan dengan anak Baron, siapa namanya?, ah ya Victor. Kau bodoh!, kau membiarkan putrimu tersiksa, kau membiarkan putrimu terluka dan hidup dengan penderitaan juga tertekan bersama Victor, kau selama ini hanya tau uang dan uang, tanpa kau peduli anakmu depresi karna Victor, dan kau tau Fredi, anakmu bahkan mengadu pada Ayahku jika kau sering membentaknya hanya karna membela Victor yang jelas tak pernah Lila lalukan"jelas Azam membuat Fredi menangis


"Maafkan Papa putriku, maafkan papa, Papa menyesal telah membuatmu bersedih dan tertekan karna Papa. Maafkan Papa. Papa tak becus menjadi seorang Ayah"tangis Fredi


"Ayo bangun, lawan aku. Kau ingin membunuhku bukan?, ayo bunuh aku"tantang Azam, dan Fredi hanya menggeleng dengan tangis semakin pecah


"Maafkan Om Zam, Om minta maaf padamu, maafkan Om yang menyakitimu dan keluargamu. Maafkan Om. Om menyesal karna menuduhmu dan Ayahmu. Om menyesal Zam, menyesal"ucap Fredi dengan memeluk kaki Azam


"Lepaskan kakiku!!"ucap Azam dengan menatap tajam Fredi dibawahnya,lalu dia berlutut dihadapan Fredi dan meletakkan samurainya dilantai


"Bangun Om"pinta Azam


"Maafkan Om Zam, maaf!!"tangis Fredi dan Azam menatap matanya yang memang benar-benar tulus mengucapkan kata maaf kepadanya

__ADS_1


"Aku memafkan Om, aku juga minta maaf karna harus menantang Om.Om hanya dihasut, Om tidak bersalah. Ayo ikut aku bertemu Ayah"ajak Azam dan di anggguki oleh Fredi


Azam keluar bersama Fredi didepannya, dan di ikuti oleh anak buah mereka dibelakangnya dan ada sebagian yang membenarkan kondisi markas yang begitu berantakan dan dan hancur. Azam tau jika Fredi adalah orang yang baik, namun karna hasutan Victor juga Ayahnya, membuat Fredi membenci Ayah Tama dan dirinya. Sekarang semua masalah telah selesai


__ADS_2