
Azam yang mendengar ucapan pria bertopeng itu,dia mulai mengeratkan genggaman tangannya,rahangnya mengeras,wajahnya mulai memerah menahan marah. Dia bingung harus bagaimana sekarang,istri dan calon anaknya yang menjadi ancaman dan menjadi sasaran mereka.Bagaimana sekarang
"Jangan pernah kau sentuh istriku dan keluargaku,atau kau akan tanggung akibat kemarahku"ucap Azam dengan marah,karna dia mulai meninggikan nada bicaranya sambil menekan kata-katanya
"Hahaha,kau takut aku menyakiti dia,ah ya aku tau jika dia adalah istrimu dan ini adalah calon anakmu bukan.Wah...wah...anak kalian sungguh aktif ya,dalam keadaan begini saja anak kalian tetap saja menendang-nendang hebat. Kau lihat bagaimana menderitanya istrimu ketika anak kalian ini menendang. Aku beri penawaran untukmu?"ucap pria bertopeng itu dengan menekan kepala Nataza ke pundaknya hingga membuat Nataza meringis merasa sakit di lehernya
"Apa?"tanya Azam mencoba tenang
"Kau mau memilih anakmu yang matu duluan,atau istrimu yang mati bersama anakmu hnm?"tanya pria bertopeng itu dengan sedikit menggoreskan pisau di leher Nataza
"Akhh..."teriak Nataza menahan sakit di lehernya
"JANGAN PERNAH KAU SAKITI ISTRIKU. Kau dengar itu"teriak Azam marah dengan menekan kata-katanya
"Upsss....maaf Tuan Muda,saya tak sengaja. Hahahaha"ejek pria bertopeng itu lalu tertawa keras
Azam semakin marah sekarang,melihat darah mengucur di leher istrinya dengan cepat,dia berdiri melawan semua yang ada disana dengan brutal,Amarahnya tak terkendali sekarang melihat istrinya terluka
Datanglah Ayah Tama,Brian,Bayu dan Opa Aditya. Mereka terkejut melihat Azam yang menghajar mereka dengan membabi buta,dia tak peduli dia terluka dan lebam,dia tetap.menghajar semua penjahat dengan marah. Mereka langsung membantu Azam untuk melawan dan menenangkan Azam.Bisa saja Azam membunuh mereka sekarang dengan tangannya sendiri
__ADS_1
"Stopp Zam,kau akan membunuh mereka,mereka sudah tak berdaya sekarang,jangan kotori tanganmu dengan darah mereka Lepaskan Boy"ucap Ayah Tama menarik Azam kepelukkannya. Anaknya sama dengan dirinya tak bisa mengontrol amarah ketika melihat orang yang di cintainya terluka
"Sudah cukup Zam,bantu Istrimu sekarang,biar ini jadi urusan kita"ucap Opa Aditya yang melepaskan ikatan Bunda Ayu dan Alika
Azam yang baru sadar istrinya terluka,dia berlari menghampiri istrinya yang sudah memucat dengan darah mengalir di lehernya. Azam meletakkan kepala istrinya di pahanya sebagai bantal,Azam menangis seketika melihat istrinya terluka seperti ini
"A-aku mohon. B-bertahan sayang..!!"ucap Azam tergagap,dia tak sanggup berucap sekarang,dia begitu sakit mrlihat istrinya
"Ki-kita kerumah sakit ya. Kamu kuat ya. Untuk anak kita"ucapnya lagi lalu menggendong Nataza yang hampir memejamkan matanya
"Ja-jangan tidur.Gak...gak boleh tidur. Aza...."ucap Azam dengan menepuk pipi istrinya yang memejamkan matanya
Azam mengengarai mobil dengan kecepatan tinggi,Azam tak memperdulikan pengendara lainnya yang dia hampir tabrak,yang dia pikirkan dan pedulikan sekarang adalah Istrinya,keselamatannya dan kesehatannya.Sampainya di rumah sakit,Azam langsung menggendong Nataza yang sudah tak sadarkan diri sedari tadi di mobil
Semua pengunjung yang di tabrak olehnya hanya mengumpat,dan Azam tak pedulikan hal itu,yang dia pedulikan hanya Nataza dan anak-anaknya sekarang. Dokter Kiana yang melihat kedatangan Azam ke ruangannya terkejut melihat kodisi Nataza yang sudah tak sadarkan diri dengan darah di lehernya dan muka Azam yang babak belur dan berdarah di sudut bibirnya
"Dok tolong istri saya,tolong selematkan anak dan istri saya"ucap Azam dengan panik
"Apa yang terjadi,kenapa Anda dan Nona bisa seperti ini?"tanya dokter Kiana
__ADS_1
"Ceritanya panjang,nanti saya ceritakan,tapi tolong Istri dan anak saya dok?"pinta Azam dengan menggenggam tangan dokter Kiana
"Baiklah Tuan,kami akan melakukan yang terbaik untuk Anda,tapi lebih baik luka anda juga perlu di obati,takutnya infeksi dan akan menyebar ke pada istri anda"ucap dokter Kinan meyakinkan Azam
"Tapi dok,saya.."ucapan Azam terpotong saat Ayah Tama menepuk pundaknya sambil mengangguk mengatakan iya,dan akhirnya Azam setuju untuk di obati
"Dok tolong selamatkan anak dan Istri saya ya dok?"pinta Azam dengan perasaan benar-benar takut kehilangan
"Baik Tuan Muda,Kami akan mencoba semaksimal mungkin
saat Azam keluar,doa berpapasan dengen dokter Praja seorang dokter Umum yang akan membantu menjahit luka di leher Nataza,Azam yang di obati oleh seorang suster,dia tak sedikitpun peduli pada suster itu,dia masih saja melamun memikirkan kondisi Istri dan calon anak-anaknya,apakah mereka selamat sekarang?,batin Azam. Ayah Tama yang seakan tau perasaan dan pikiran Putranya,dia memeluk Azam memberikan ketenangan dan keyakinan,jika anak dan Istrinya pasti baik-baik saja
"Percayalah pada Allah nak,dia pasti akan menyelamatkan anak dan Istrimu,dia akan mengembalikan ketiga orang yang cintai. Percayakan semuanya pada Allah. Berdo'a lah kepadanya,meminta keselamatan untuk mereka,Allah akan mengabulkan do'amu nak"ucap Ayah Tama kepada Azam di pelukkannya
"Iya Yah,aku akan ke mushola dulu,beri tahu aku jika dokter sudah keluar nanti"jawab Azam lalu pergi
Azam pergi ke mushola rumah sakit,dia melaksanakan sholat malam disana. Dia berdo'a untuk keselamatan anak dan Istrinya yang sekarang ada di antara hidup dan mati. Jika Allah mengizinkannya,maka Azam rela menggantikan posisi istrinya yang terbaring di atas bankar,dia ingin orang yang dia cintai selamat dan bisa kembali padanya seperti dahulu
" *Ya Allah, Ya Tuhanku,jika aku boleh meminta padamu,sembuhkanlah Istri dan calon anak-anakku,biarkan mereka hidup lebih lama lagi ya Allah. Jika aku di izinkan untuk bertukar,maka aku akan bertukar dengan Istriku ya Allah,Biarkan aku saja yang terbaring di ranjang rumah sakit. Hatiku begitu sakit dan hancur melihat Istriku seperti ini ya Allah. Hanya dia orang yang bisa membuatku kembali tertawa dan seperti Azam yang dulu lagi,Hanya dia orang yang bisa mengerti kondisiku selain Bunda,dia wanita yang aku cintai dan aku sayangi ya Allah,dia wanita paling hebat setelah Bunda. Jangan kau ambil Ratu dalam hidupku,jangan kau ambil Permata cintaku Ya Allah, aku tak akan sanggup hidup tanpa dia,karna dia aku bisa mengenal cinta kembali,karna dia juga aku bisa mempercayai cinta untuk kedua kalinya
__ADS_1
A-Aku hanya ingin Istriku kembali padaku Ya Allah,aku ingin Istriku selalu bersamaku,menemaniku di hari tuaku nanti. Jangan kau ambil dia dan juga calon anak kami sekarang Ya Allah, dia harta paling berharga dalam hidupku,dia wanita terhebat kedua setelah Bunda didunia ini. Jika waktu bisa di putar kembali,maka aku ingin aku dan dia bersatu tanpa orang yang berniat jahat pada kami. Kabulkanlah do'a hambamu yang lemah ini ya Llah,hanya kepada engkau hamba meminta dan berserah diri,dan kau yang berkuasa atas segalanya. Amin*" ucap Azam dalam do'anya setelah melaksanakan Sholat malam.Tanpa sepengetahuannya,Ayah Tama dan juga Bunda Ayu ada di belakang pintu mushola yang berniat untuk sholat,tapi mendengar do'a putranya membuat mereka meneteskan air mata harunya