Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Extra Part 16


__ADS_3

2 minggu sudah berlalu, kini tiba hari dimana Alvano dan Elina akan melaksanakan ijab kobul dihotel Tamayu milik Ayah Tama dan Bunda Ayu sesuai nama hotelnya yang merupakan hadiah pernikahan dari mendiang Opa Aditya


Elina sudah selesai dimake up dengan pakaian adat sunda lengkap berwarna putih dengan siger dikepalanya menambah kecantikannya. Elina saat ini bersama dengan kedua sahabatnya dan ketiga adiknya yang menjadi bridesmaidnya yang mengenakan pakaian kompak berwarna biru laut pesanan Nataza tentunya



(para brisdesmaid Elina)


Alvano sedang mengatur nafasnya agar menghilangkan rasa gugupnya, bahkan Alvano mondar-mandir didalam kamarnya. Sahabatnya dan adiknya yang melihat Alvano yang terus mondar-mandir hanya memijit pelipisnya dan geleng kepala pusing melihat Alvano


"Al!, bisa duduk gak sih?, pusing kita lihat lo terus mondar-mandir dari tadi"ujar Reza yang sedari tadi memperhayikan Alvano


"Sorry gaes, tapi gue lagi bener-bener gugup sekarang"balas Alvano tanpa menatap sahabat-sahabatnya dengan terus mondar-mandir


"Ya gue tau lo gugup, tapi gak harus kaya setrikaan dong bolak-balik mulu heran gue, duduk sini lo, gak capek apa tuh kaki?"ucap Reza dengan menepuk sofa disebelahnya


"Gak bisa, gue gak bisa tenang sekarang gu.."ucapan Alvano terpotong saat pintu kamarnya terbuka dan munculnya Azam membuat mereka semua berdiri


"Ayo Al turun, udah siap semuanya"perintah membuat Alvano semakin gugup


"Udah santai aja. cukup tarik nafas lalu buang secara perlahan dan yang terpenting jangan lupa bismillah dulu, berdo'a sama Allah biar semuanya dilancarkan dan dimudahkan segalanya"jelas Azam dengan menuntun Alvano menuju tempat dimana pak penghulu sudah duduk dikiranya pas didepan Alvano


"Ananda Alvano!,apakah anda sudah siap?"tanya sang penghulu yang memperhatikan wajah Alvano yang terlihat jelas kegugupannya


"Bismillah. saya siap"balas Alvano dengan menjabat tangan penghulu


"Baiklah. mari kita mulai"ucap penghulu dan menerima mic yang diberikan oleh Reza


Suara lantang pak penghulu mengucapkan ijab kobul dengan tenang membuat semuanya yang menyaksikan ijab qobul terdiam. bahkan Nataza dan Azam menitikkan air mata melihat putra sulungnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang suami bagi menantunya. Dengan lantang juga jelas Alvano membalas ucapan penghulu


"Saya terima nikah dan kawinnya Elina Pamela Jordan binti Al. Jordan Halbert dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"balas Alvano lantang dengan satu tarikan dan menghembuskannya lega saat mengucapkan kata tunai


"Bagaimana para saksi?"tanya penghulu kepada semua yang menyaksikan ijab qobul tersebut


"Sah... "


"Sahh..."sorak mereka semua dengan ikut bahagia atas pernikahan tersebut


"Alhamdulillah.."lirih Alvano lega dan dilanjut membaca Al-fatihah


"Silahkan, mempelai perempuan bisa dipanggil kemari dan duduk disamping mempelai pria"ucap penghulu, dengan segera seorang anggota MUA berlari kecil menuju lantai atas memanggil Elina

__ADS_1


sementara Elina didalam kamar dia menitikkan air matanya terharu saat Alvano mengucapkan ijab qobul dan saksi berucap sah dengan sorak bahagia, dia tidak menyangka akan menikah dengan Alvano yang awalnya adalah bosnya sendiri, pria yang dingin, kaku, cuek dan sedikit keras kepala jika marah, kini pria itu telah menjadi suami sahnya


"Aaaa.. gue bahagia banget... akhirnya sahabat gue ini udah sah jadi istri pak bos. Selamat ya Lin"ucap Yolanda sambil memeluk Elina dan diikuti oleh Sarah


"Makasih Yol, Sar, kalian adalah sahabat terbaik aku dari awal ketemu sampai kapanpun kalian akan menjadi sahabat spesial aku"balas Elina dan membalas pelukan keduanya


Tok.. tok.. tok...


"Masuk"ucap Elina menatap pintu dan melihat seorang MUA berdiri diambang pintu dengan tersenyum cantik


"Kakak cantik, ayo turun sekarang. Kakak dipanggil untuk kebawah menemui suaminya"jelas MUA tersebut menatap mereka semua


"Baiklah, kami akan turun"balas Sarah dengan menggandeng Elina disebelah kanan, sebelah kiri Elvina, dibelakang Sarah ada Nasyla dan dibelakang Elvina ada Rania yang sedang menahan air matanya agar tidak jatuh


mereka turun secara perlahan menuju dimana Alvano sedang duduk menghadap kebelakang menatap Elina yang kini telah sah menjadi istrinya melangkah menghampirinya, dia sungguh terpukau dan takjub akan kecantikan istrinya, bahkan ada beberapa tamu yang bersiul dan bersorak melihat sang mempelai wanita yang telah duduk disamping Alvano


"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, monggo mba Elina untuk mencium tangan suaminya"perintah penghulu


Elina segera meraih tangan Alvano dan menciumnya, terasa dengan jelas jantungnya berdetak dengan kencang dan air matanya menetes saat mencium tangan Alvano, Alvano melepas tangan Elina dan menarik kepala Elina dengan menyentuh ubun-ubun Elina, Alvano membacakan sebuah do'a dan meniupnya, lalu bibir Alvano berpindah pada dahi Elina dan menciumnya lembut


"Silahkan mas Alvano cium dahi mba Elina sebagai tanda jika kalian sudah


jatuh kembali air mata bahagia Elina dengan memejamkan matanya erat saat merasakan bibir Alvano mendarat hangat di dahinya lama, bahkan Alvano sendiri menangis bahagia saat mengecup dahi Elina,namun dengsn segera dia menghaous air matanya dan menatap Elina dengan tersenyum


"Kamu juga tampan banget masyaallah"balas Elina membuat Alvano terkekeh lalu menggandeng tangan istrinya


Pemandangan itu tak luput dari semua sahabat Alvano yang sedang tersenyum jahil dengan menatap satu sama lain diantara mereka, lalu dengan kompaknya mereka mengangguk setelah menyadari isi pikiran mereka sama, lalu dengan bersamaan mereka bangkit menuju Alvano dan Elina yang masih berfoto berdua dengan segera mereka menggendong Alvano dengan Reza dan Dion mengangkat lengan Alvano dipudaknya, Riza dan Aiden mengangkat badan Alvano sementara kaki oleh Dimas dan Gilang. Alcano yang terkejut bahkan berteriak keras untuk diturunkan sekarang juga, sementara yang lain tertawa terbahak-bahak menyaksikan itu semua.


"Woy... turunan gue anjir, gila lo pada ya?!!, bini gue ketinggalan bangsat!!"teriak Alvano dengan memukul punggung Reza dan Dion, yang dipukul tetap tertawa bahagia


"Sorry Al, tapi kita gak bisa biarin lo bermesraan sama Elina didepan kita yang belum menikah. Kita akan lakukan apapun buat mudahan kalian sekarang juga dengan cara apapun biar lo gak bisa berduaan sama bini lo terus.. hahaha"tawa Reza dengan terus berjalan cepat menuju markas mereka demi memisahkan Alvano dan Elina karna masih siang juga.


Disela kebahagiaan antara Alvano dan sahabat-sahabatnya, Rania menghampiri Elina dan menggenggam tangan kakaknya dan memandang wajah Elina yang terlihat bahagia, Rania ikut bahagia ketika melihat kakaknya bahagia seperti sekarang


"Kamu kenapa"tanya Elina menatap adiknya yang tersenyum padanya


"Gak papa, aku cuma lagi bahagia aja karna kakak bahagia, aku seneng akhirnya kakak menikah dengan pilihan kakak dan yang pasti itu terbaik untuk kakak. Kakak akan selalu menjadi kakak terbaik untuk aku dan kakak akan selamanya menjadi ratu dihati aku, kakak segalanya buat aku, dan kebahagiaan kakak adalah kebahagiaan aku juga. Kakak harus janji ya sama Rania"ucap Rania dengan air mata yang mulai jatuh mengalir dipipinya


"J-janji?, janji apa?"tanya Elina bahkan dia tidak bisa lagi menahan air matanya dan sedak didadanya saat Rania menangis


"Kakak harus janji sama Nia, kalo kakak akan selalu bahagia dengan pilihan hati kakak sendiri, kakak gak boleh jargon air mata kakak yang berharga ini hanya menghadapi sebuah masalah. Kakak janji sama Nia, kalo kakak akan selalu menjadi wanita terhebat yang Nia kenal, makasih ya karna udah menjadi kakak terbaik untuk Nia, makasih karna udah menjadi sosok pengganti Ayah dan Ibu bagi Nia. Nia akan selalu sayang kakak. Love you kak"jelas Rania dan memeluk Elina, pemandangan itu tak luput dari Nataza dan Bunda Ayu

__ADS_1


"Kakak kan kakaknya Nia, kakak akan selalu menjadi yang terbaik buat Nia, meskipun Nia nanti menikah terus ninggalin kakak. kasih sayang kakak akan tetep sama buat Nia. Nia adalah hidup kakak. keluarga satu-satunya yang kakak punya, Nia akan selalu menjadi adik kesayangan kak El. Selamanya sampai nanti kita berkumpul sama Ayah dan Ibu disurga Nia akan selalu menjadi adik kakak. Kakak juga pasti akan bahagia dengan pilihan kakak dan Nia juga harus bahagia dengan pilihan Nia nanti, Nia akan selalu bersama kakak jangan tinggalin kakak ya sayang"balas Elina dan memeluk Rania yang menangis


"Tapi kakak kan udah menikah, Nia gak mungkin ikut kakak, Nia gak mau mengganggu kehidupan kakak. Nia gak mau harus terus repotin kakak, Nia.. "ucapan Rania terputus saat jari telunjuk Elina tepat dibibirnya


"Kamu bukan pengangguran hidup kakak, kamu gak pernah sama sekali repotin kakak, meskipun kakak udah menikah kamu harus ikut sama kakak. Kakak gak mau kamu sendirian, cuma kamu keluarga kakak, kamu adalah harta kakak satu-satunya, kamu akan selalu bersama kakak sampai kamu menemukan pangeran berkuda putih seperti impian kamu sejak kecil hingga sekarang. Tetap sama kakak dan kamu akan tinggal sama kakak mulai besok ya, kakak mohon Nia jangan tinggalin kakak"sambar Elina dengan memeluk Rania lebih erat lagi


"Aku gak akan pernah meninggalkan kakak, aku akan selalu bersama kakak, akan selalu ada untuk kakak. Tapi aku mohon sama kakak jangan beri tahu tante Wina ya kalo aku tinggal bersama kakak nanti"ucap Rania dan diangguki oleh Elina


"Kak El, Kak Rania kenapa dari tadi nangis sih?, kan kita jadi ikutan sedih nih"celetuk Nasyla dengan menghapus air matanya yang jatuh karna makan pedas level tinggi pada mie cup


"Halah. kamu nangis bukan karna mereka nangis lihat kak El sama Rania nangis, tapi kamu nangis karna makan mie ini Lala"balas Elvina dengan menunjuk mie cup ditangan Nasyla


"Mami... Papi... Lala makan mie cup super pedas Mi, Pi"adu Elvina dan berjalan kearah Nataza dan Azam yang sedang menatap Nasyla horor, sementara Nasyla hanya cengengesan dan kembali memakan mie cupnya


"Ihh... Papi!!, itu kan tinggal sedikit, kenapa harus dibuang?,kan mubazir Papi. Kata Mami kita gak boleh membuang makanan yang tersisa, nanti makanannya nangis terus Allah marah dan nanti Allah hukum Papi tau"jelas Nasyla membuat Azam mendelik dan memberikan mie cup tersebut pada Candra anak buahnya


"Nih. kamu habisin mie nya, kalo kepedasan kamu langsung minum tuh air anget biar pedesnya hilang"perintah Azam dengan menyodorkan mie cup tersebut pada Candra, dan Candra segera menerima mie cup tersebut


"Baik tuan muda. Saya permisi"balas Candra lalu pergi meninggalkan tuannya


"Papiii... mie cup akuuu..."rengek Nasyla kepada Azam, untung saja para tamu sudah pulang setelah sesi foto bersama selesai


"Kita pulang sekarang, dan hukuman buat kamu hari ini sampai 1 bulan kedepan. Kamu dilarang makan mie dalam bentuk apapun, kamu cukup makan nasi, sayur-sayuran, buah-buahan, dan daging yang sehat. Kalo sampai Papi tau kamu masih makan mie dalam 1 bulan kedepan, akan Papi kirim kamu ke rumah Paman Adam, biar sekalian kamu dilatih bela diri dan naklukin Dago singanya Paman Adam itu dan kamu gak boleh pulang selama 2 tahun sampai kamu bisa naklukin Dago"jelas Azam tegas, sementara Nasyla menunduk takut.


Azam tau jika putri bungsunya ini memang sedikit nakal, dia bahkan sering membuat Nataza pusing dengan tingkatnya yang akan susah diatur jika menginginkan sesuatu, hanya Azam dan Alvano yang dia takuti karna dalam setiap u, namun saat Azam tau kelemahan putri bungsunya, dia menggunakannya untuk menggertak saja agar tak mengulangi yang sudah terjadi sebelumnya, seperti kejadian sebelum Alvano sakit, Nasyla juga masuk rumah sakit karna terlalu banyak makan mie instan bahkan dengan level tertinggi hingga membuatnya terus menangis karna sakit perut yang teramat, dan dokter mengatakan jika Nasyla mengalami gangguan pencernaan selama 2 minggu dia mengalami diare membuat Azam semakin hati-hati pada makanan yang dikonsumsi oleh anak-anaknya


"M-maaf Papi, Lala gak akan lagi makan mie instan lagi. Lala janji Papi, tapi.. tapi Lala gak mau latihan bela diri dan naklukin Dago. Lala gak mau Lala takut Papi"balas Nasyla dengan tangan menggenggam tangan Azam


"Baiklah, asal kamu mau mematuhi Papi maka Papi gak akan kirim kamu ke rumah paman Adam"ucap Azam dan mengelus pipi Nasyla


"Lala janji akan patuhi setiap ucapan Papi"balas Nasyla lalu memeluk Azam erat, sementara yang lain hanya tersenyum menyaksikan itu semua


"Good girl"ucap Azam dan mencium pucuk kepala Nasyla


****


Dimarkas khusus milik Alvano. Alvano kini terikat diatas kursi dengan mata yang ditutup oleh kain hitam, sementara sahabat-sahabatnya hanya diam dengan menahan tawa, mereka sengaja ingin mengerjai Alvano karna sudah jelas setelah mereka menikah, mereka akan sangat sulit untuk sekedar bertemu


"Woy... lepasin gue Za. Gila ya ko mudahan gue sama bini guez, ini hari pernikahan gue kenapa kalian malah culik gue?!!"teriak Alvano dengan mengguncangkan tubuhnya, namun tidak berhasil sama sekali


"Mohon maaf ya Al, bukan maksud kita mau kurang ajar nih. Tapi ini kan masih siang dan lo mau berduaan sama bini lo dikamar, hohoho... tidak bisa Al. Lo harus gue kurung disini sampai nanti malem, tenang aja kita kasih lo makanan kok biar nanti malam tetap kuat dan semangat jebol gawangnya. Hahaha...."ucap Reza dengan tawa jahilnya disambut tawa yang lainnya juga

__ADS_1


"Sial lo semua. Awas aja nanti balasan gue"teriak Alvano. dengan nafas yang naik turun karna kesal


__ADS_2