Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Sadar


__ADS_3

Nataza POV


Disebuah tempat yang sangat indah, tersebar banyak sekali bunga-bunga bermekaran,kupu-kupu beterbangan, dan air terjun yang tinggi dan juga jernih airnya. Aku berfikir sungguh bingung ini dimana dan ini tempat apa?, aku berjalan melewati jalanan kecil di tengah kebun bunga itu, aku berhenti di sebuah bangku kecil tapi bisa untuk 3 orang.


Aku duduk di sana, pandanganku beralih pada dua orang yang tengah bermain di tengah kebun bunga itu, aku mendekati mereka.Mereka langsung memelukku erat setelah dekat denganku membuatku terkejut karna memelukku secara tiba-tiba


"Nataza sayang, ini Bundamu nak. Kau tak ingin memelukku, Bunda sungguh merindukanmu putriku"ucap Bunda Tania(Bunda kandung Nataza)


"Bu.. Bunda"Beo ku gugup sekaligus bahagia melihat bundaku dan di balas anggukan Bunda dan aku langsung memeluknya erat


"Ini Ayahmu nak, Ayah kandungmu.Ayah Adhi"ucap seorang lelaki di sebelah bundaku, dia gagah dan sangat tampan, kulit yang putih, tinggi, kumis tipis, alis tebal,bibir tipis, dan rambut yang begitu tebal. Ouh tuhan kenapa mirip sekali denganku. Aku langsung memeluknya dan menumpahkan rasa rinduku pada mereka


tiba saat sudah waktunya bagi mereka pergi, aku ingin ikut dengan mereka tapi mereka melarangku untuk ikut dengan mereka, dengan alasan belum saatnya sayang


"Bund, Yah.Aza mau iku kalian"teriakku saat ada dinding penghalang langkahku saat ingin mengejar mereka


"Kembalilah nak, belum saatnya kau kemari, belum saatnya kau bertemu dengan kami di sini, kita akan bertemu nanti jika sudah waktunya. Kembalilah Azam membutuhkan dirimu nak, dia yang akan menjaga kamu dan keluarga kamu kelak. Lihat ke belakangmu nak, pergilah padanya jangan hadap ke belakang jika sudah bersama denganya"ucap Ayah Adhi di tengah sebuah cahaya


Aku melangkah mendekati seorang lelaki tinggi di tengah cahaya yang begitu terang, dia mengulurkan tangannya saat aku semakin dekat dengannya, aku ingin melihat kebelakang namun ucapan lekaki itu mengundurkan niatku untuk melihat belakang

__ADS_1


"Jangan lihat kebelakang sayang, lihatlah ke depan, di sana sudah ada masa depan kita yang selalu menanti kita. Ikut denganku kau akan menemukan kebahagiaan itu denganku"ucapnya sambil menggenggam tanganku


Semuanya tampak begitu terang dan sangat hangat rasanya, tiba-tiba pandanganku beralih sebuah ruangan,entah di mana tapi di situ sangat bau obat-obatan, aku beralih pada tanganku yang di genggam seorang lelaki.Aku tau lelaki ini, ini Azam menggenggam tanganku


Author POV


"Z ... Zam"ucap Nataza lirih dan lemas karna baru saja sadar


Azam yang merasa dirinya di panggil pun mulai mengerjapkan matanya melihat ke arah ranjang, dan benar saja Nataza tersenyum manis ke arahnya dengan tangan yang ingin memegang pipi Azam, lalu Azam membantunya memegang pipinya


"Kamu beneran udah sadar kan?, aku gak mimpi kan?, jangan bilang ini cuma mimpi"ucap Azam di jawab gelengan oleh Nataza, lalu detik berikutnya Azam menampar pipinya sendiri untuk memastikan ini mimpi atau bukan


Auw...


"Aku gak mimpi, ini beneran sakit, ini nyata Za, akhhh...akhirnya kamu sadar"ucap Azam berjingkrakan mengetahui ini nyata langsung saja dia memeluk Nataza dengan erat


"Z.. Zam. Ud.. Dah. A... Aku gak bi...Bisa Nafas"ucap Nataza merasa sesak karna Azam memeluknya begitu erat


"Maaf... "ucap Azam dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal dan menampilkan deratan gigi ratanya,Nataza hanya menganggung sebagai jawaban

__ADS_1


"Sebentar aku panggil dokter"lanjut Azam lalu keluar ruangan, mungkin otaknya eror, tinggal tekan saja sudah terhubung dengan dokter tak perlu lari dan berteriak menganggu pasien lain saja


"Bagaimana dok kondisi Aza? "tanya Azam


"Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik,dan hanya untuk penyembuhan luka tembaknya saja memang perlu waktu yang lama untuk mengering"ucap dokter


"Lukannya kering berapa lama lagi dok?"tanya Nataza dengan lirih


"Mungkin sekitar 2 minggu lagi sudah kering, tapi harus tetap sering di oleskan salep dan obatnya di minum dengan ritin. minggu depan anda sudah bisa pulang karna kondisinya semakin membaik.Kalau begitu saya permisi"ucap dokter lalu pergi dari ruangan


"Yang lain mana?"tanya Nataza


"Mereka ada di rumah lagi ada kumpul keluarga, aku ke sini karna di sana ada ulet bulu, aku gak betah di sana"jawab Azam membuat Nataza mengangkat sebelah alisnya, menyadari kebingungan Nataza membuat Azam membuang nafasnya kesar


"Dia anak kedua dari Om ku,dia itu suka sama aku dan selalu mencari cara buat dekat dan mencuri perhatian aku. Dia selalu saja kalau ke rumahku mencariku ke kamarku dan menungguku sampai pulang kerja, saat aku sengaja lama di kantor, dia sudah berada di kamarku dan tidur di atas kasurku tanpa sepengetahuan orang tua ku.


bahkan om ku yang Ayahnya tak tau dia mengendap-endap ke kamarku hanya untuk dekat denganku,Pernah tanpa aku tau saat aku mandi, dia masuk ke kamarku dengan pakaian seksinya,dia sudah rebahan di atas ranjangku mengan memainkan dadanya sendiri,aku yang jijik melihatnya aku menariknya keluar kamar dan melemparnya tepat pada Ayahnya dan kakak lelakinya"jelas Azam dengan muka jijiknya menceritakan wanita itu


"Memang semuanya sempat maraha karna dia mengatakan yang sebaliknya dari kenyataannya, tapi setelah aku beri kan CCTV, semua percaya padaku,hingga saat ini jika wanita itu datang kamarku selalu di pantau oleh keluargaku" jelas Azam dan Nataza dia tertidur mendengarkan Azam cerita,membuat Azam memberengut kesal karna di tinggal tidur

__ADS_1


"Dasar kebo, di ceritain masalah aku, ehh dianya enak tidur, emang dia pikir aku dongengin dia apa? "gumam Azam mengomel dengan tangan terangkat ingin mencakar Nataza


__ADS_2