Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 101


__ADS_3

" Buktinya udah jelas. Aku akan melaporkannya ke polisi. " geram Al.


Keluarganya hanya terdiam. Begitupun dengan Mark dan Naya yang selaku tuan rumah. Mereka sudah tidak enak hati karena ada kejadian seperti itu dirumah mereka. Apalagi pelakunya seseorang yang sangat mereka kenal.


" Mas, sabar dulu. Kamu gak boleh emosi. "


" Gimana mau sabar Bi. Dia semakin keterlaluan. "


" Iya tapi gak harus pakai lapor polisi juga kan. " protes Bia.


" Ini kriminal Bia. Gimana kalo tadi Wimpi gak sesigap itu. Apa yang akan terjadi pada kandungan kamu. " jawab Azalea tidak terima.


" Tapi, kan Alhamdulillah aku gak kenapa-kenapa Ma."


" Kak Bia itu,, jangan terlalu baik dong Kak. " omel Zaskia kesal.


Leon dan Tian mengangguk setuju. Bibir Bia mengerucut kesal.


" Setidaknya, kita bisa menghormati apapun keputusan Papa Mark dan Mama Naya. Gimanapun Leny memjadi tanggung jawab mereka. Dia melakukan semua ini hanya karena salah faham. "


" Bi,, kita sudah menjelaskannya berkali-kali. Dia aja yang masih gak mau terima penjelasan kita. " geruttu Al kesal. Bahkan sampai menepis tangan Bia yang tengah menggenggam tangannya.


" Lalu kamu maunya gimana Bia ? " tanya Mark mencoba bersabar.


" Ya gak usah lapor polisi. Kasihan orang tuanya nanti Mas, Pa, Ma. Apalagi ini diluar negeri. "


" Kita bisa melaporkannya ke kepolisian Indonesia. " sahut Al cepat.


" Hanya karena mencampurkan obat peluruh kandungan di minuman ? Melibatkan dua negara Mas ? Apalagi minuman itu gak sampai terminum."


Al mendengus kesal. Sepeti biasanya tidak mau menerima protes Bia.


" Lalu hukuman apa yang mau kamu berikan ke dia Bia ? Gimana pun dia memang harus diberikan hukuman supaya jera. Keluargamu benar, dia memang sudah keterlaluan. " kata Naya.


" Kita kan bisa pulang ke Indonesia. Leny juga ada disini. Papa dan Mmaa bisa membuatnya tetap stay disini, biar tidak mengganggu kehidupan kami. Papa dan Mama juga bisa memberikan penjelasan pada Leny tentang kesalah pahamannya. " kata Bia.


" Begitu lebih baik. Setidaknya, tidak merusak masa depannya kalo berurusan dengan polisi. " sahut Gita.


" Gimana Al ? " tanya Azalea. Dia tahu anaknya itu keras kepala, pasti tidak akan menerima begitu saja.


" Terserahlah. Kita pulang malam ini juga. " tegas Al smebari berdiri dan beranjak ke kamarnya.


" Anak Mama,,, " gurau Bia sambil menggamit lengan Azalea.


" Dia mengkhawatirkanmu Bia. " celetuk Azalea sambil menarik hidung Bia.


" Maafkan atas ketidaknyamanan kalian dirumahku. " kata Naya tidak enak hati.


" Aku benar-benar gak tahu harus mengatakan apa. "


Ujar Mark.


Keluarga itu masih ngobrol, tidak terasa sudah setengah jam berlalu. Semuanya berdiri saat melihat Al turun dari lantai atas dengan menyeret dua koper. Koper miliknya dan juga anak-anak.


" Al,, kamu mau kemana ? " tanya Azalea heran.


" Aku sudah bilang. Kita pulang malam ini juga. " tegas Al.


" Permisi Bos. " kata Reiga yang baru datang.


" Apa yang kamu temukan ? " tanya Al.


" Pengirim paketnya seorang wanita Bos. Dan beralamatkan di apartemen. "


Reiga menyebutkan alamat apartemen yang dimana pelakunya tinggal.


" Itu,,, alamat apartemen Clara. " seru Mark ikut berdiri marah.


Al mengepalkan tnagannya marah.


" Bereskan barnag-barangmu. Siapkan pesawatnya. Kita pulang malam ini juga. " seru Al pada Reiga pun dengan menatap keluarganya satu per satu.


" Baik Bos. " jawab Reiga sembari pergi.


" Biar aku aja yang packing Ki. Kamu tunggu disini. " kata Tian sembari beranjak ke kamarnya dengan Leon yang melakukan hal yang sama.


" Aku bantu Mama packing. " kata Bia menawarkan diri.


Sebenarnya lebih ingin menghindar dari situasi dingin saat ini. Al bahkan tidak mau melihat ke arahnya. Dia sibuk telpon dengan kliennya di pintu utama.


" Gak usah Bia. Mama udah packing kok. Tinggal bawa kopernya saja. " jawab Azalea sambil memdudukkan Bia.


" Duduklah bersama Kia dan Gita disini. " kata Azalea.


" Aku sudah mengambil kopermu Lea. " kata Leon saat turun dari lantai atas.


" Terima kasih Leon. " ujar Azalea senang.


Azalea mnedekat ke arah Mark dan Naya. Kemudian berpamitan diikuti yang lainnya.


" Maafkan Mas Al, Ma. Pa. " ucap Bia tidak enak hati


" Kami mengerti Bia. Aku juga akan melakukan hal yang sama kalo itu terjadi pada istriku. " jawab Mark.

__ADS_1


" Kami akan menegur Leny. "


" Aku harap Leny bisa mengerti. Suruh saja dia tinggal disini Pa. Ma. Ehhmm,, setidaknya kalian bisa mengawasinya. Juga sedikit demi sedikit menjelaskan tentnag hubungan antara aku, Kak Clara dan juga Mas Al. Marah hanya akan membuat sikonnya semakin rumit. "


" Yah,, akan kami lakukan. Asalkan kamu bisa tennag dan gak stres disana Bia. Kami juga mengkhawatirkan kandunganmu. " jelas Naya.


" Aku tahu Ma. "


" Kami akan mengunjungimu nanti. " kata Mark.


" Setelah Papa bisa menjadi Imam sholat dirumah kami nanti Pa. Aku menunggu Papa. Semoga gak lelah belajar Pa. "


" Thank you Bia. " ucap Mark sambil memeluk Bia.


" Hati-hati dijalan. Telpon kami kalo sudah sampai. " ucap Naya saat memeluk Bia.


" Iya. Assalamualaikum. "


" Waalaaikumsalam. "


---------------------------------------------------


Dua bulan berlalu dari peristiwa itu. Tapi Al terlihat masih marah dengan Bia. Bahkan dia tidur di ruang kerjanya, tidak lagi dikamarnya. Terkadang tidur di kamar anak-anak saat mereka sedang rewel.


Bukannya Bia tidak tersiksa dengan keadaan itu. Apalagi memang di trimester pertama ini dia ingin selalu melihat Al. Tapi Bia sadar, Al sedang marah dan tidak ingin menjadikannya sebagai pelampiasannya. ?


Bahkan setiap malam Bia selalu menyempatkan untuk ke ruang kerja. Tapi sejak kepulangannya dari Singapura, Al tidak pernah lagi bangun untuk sholat malam seperti kebiasaannya dulu.


Masuk di trimester kedua ini, Bia malah tidak suka mencium aroma parfum Al. Dia pasti akan mual berada di sekitar Al. Karena itu dia menyiapkan pakaian kerja Al sebelum dia terbangun. Dan tidur lebih dulu, sebelum Al datang.


" Kak Al masih dingin Kak Bia ? " tanya Zaskia saat melihat Bia tengah bermain game di ponselnya di ruang tamu.


Bia mendongak lalu meletakkan ponselnya diatas meja. Tersenyum saat putri yang ada di perut Zaskia menendang tangannya ketika mengusap perut Zaskia.


" Mungkin ada baiknya. "


" Kok bisa ? "


" Masuk trimester kedua. Aku malah selalu mual mencium aroma parfum Mas Al. Mungkin dinginnya sikap Mas Al juga pengaruh bawaan bayi. " gurau Bia sambil terkekeh.


" Mana ada seperti itu. Rupanya anak Kak Bia ingin menghukum Papanya. Lihat aja kalo bucimnya datang saat Kak Bia lagi mual didekat Kka Al. Pasti dia akan sewot gak bisa dekat Kak Bia. "


" Mungkin aja. " jawab Bia.


* Tapi, aku merindukan Mas Al yang seperti itu Ki. * batin Bia.


" Kak, ponsel Kak Bia bunyi. "


" Ahh Mama Naya telpon. "


" Assalamualaikum Ma. "


" Waalaikumsalam Bia. Apa kabar ? "


" Alhamdulillah baik Ma. "


" Eehhmm,, apa Al masih marah Bia ? "


Bia terdiam,


" Kenapa Mama Naya menanyakan hal itu ? "


Kini giliran Naya yang terdiam lama. Seolah bingung entah harus mengatakan apa.


" Mama,, halo ,, ? "


" Ehh,, iya Halo Bi. "


" Kok gak dijawab Ma ? Apa terjadi sesuatu ? "


* Apa Mas Al menelpon Mama dan memarahi Leny tanpa sepengetahuanku ? * batin Bia.


" Ehhmm,, begini Bia. Dua hari yang lalu, aku dan Papamu. Menemukan foto Al didalam botol kaca, saat kami membuka isinya aromanya wangi sekali Bia. Akhirnya kami menanyakannya pada Ustadz Yahya. "


" Lalu apa kata Ustadz Yahya Ma ? " tanya Bia dengan suara tercekat.


* Apa Mas Al terkena teluh ? dijaman semodern ini ? *


" Kata Ustadz Yahya,, itu semacan sihir untuk mengunci pikiran dan hati Al. Agar dia lebih fokus pada si pembawa botol itu. Dimanapun dan dalam kondisi apapun dia pasti akan teringat si pembawa botol itu. Meskipun dalam keadaan marah. Di pikirannya hanya ada kemarahan pada si pembawa botol. Yang akhirnya membuat Al terpaku pada dia dan mengacuhkan semua ornag disekitarnya. " jelas Naya.


" Astaghfirullahaladhiim. " keluh Bia sembari menyandarkan tubuhnya ke sofa dan memejamkan matanya.


* Mas Al,,, *


" Papamu mengirim sesuatu atas nama Azalea, itu dari Ustadz Yahya. Beliau bilang, Bia tahu apa yang harus dia lakukan di sepertiga malamnya. " kata Naya lagi.


Bia langsung membuka matanya. Bagaimana Ustadz Yahya tahu kalo dia sering melakukan sholat tahajud ? Pikir Bia.


" Di dalam paket itu ada istruksi dari Ustadz Yahya. Aku harap Bu Lea sudah menerima paket itu. Lebih cepat lebih baik. "


" Lalu,, bagaimana dengan Leny ? " tanya Bia.


Zaskia mengernyitkan alisnya saat duduk disamping Bia yang menyebutkan nama Leny.

__ADS_1


" Dia sudah mengakui, kalo dia mencintai Al sejak Al masih bersahabat dengan Clara dulu. Karena itu dia langsung mau saat Clara menawarinya kerja meskipun sebagai pembantu dirumahnya. Asalkan bisa melihat Al setiap hari. Karena itu dia sangat membencimu, Bia. Dia berharap dia yang bisa menggantikan posisi Clara setelah Clara meninggal. Leny sudah sangat terobsesi untuk memiliki Al Bia. Karena itu dia sampai menghalalkan segala cara, termasuk menghubungi temannya di Surabaya untuk membantunya membuat sihir itu. "


" Astaghfirullah,, astaghfirullah,,, Lalu sekarang ? "


" Ustad Yahya mengusulkan untuk memasukkan Leny ke rumah rukyah yang di kelola anaknya. Masih di Singapura juga Bia. Jangan kahwatir. Mama dan Papa akan selalu mengawasinya. Kami gak mau dia mengganggu ketenangan kalian. "


" Alhamdulillah. Terima kasih Ma. Sampaikan salam terima kasihku pada Papa dan Ustadz Yahya. " jawab Bia terharu.


" Pasti. Pasti akan Mama sampaikan. Mama merindukan kamu Bia. "


" Aku juga Ma. "


" Baiklah kalo gitu. Mama tutup telponnya. Semoga Al segera sadar. "


" Aamiinn,,, aammmin ya robbal alamin. "


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


Bia menghela nafas lalu meletakkan ponselnya disofa disampingnya.


" Ada apa Kak ? Kenapa menyebut nama Leny ? " tanya Zaskia penasaran.


" Mama mana Ki ? " tanya Bia balik.


" Keluar sebentar katanya. Ada apa sih ditanyain malah balik tanya. " omel Zaskia.


" Kita tunggu Mama saja ya. " jawab Bia.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. " jawab keduanya sembari menoleh.


" Mama. "


Keduanya bergantian menyalami Azalea. Zaskia semakin penasaran saat melihat Azalea yang memeluk Bia dan bertangisan dengan Bia.


" Kenapa sih. Jangan buat aku oenasaran dong Ma. Kak Bia. " geram Zaskia kesal.


Azalea dan Bia menghapus air matanya.


" Leny , Ki. " jawab Azalea.


" Iya aku tahu ini ada hubungannya dnegan Leny Ma. Tapi, kenapa ? " gerutu Zaskia kesal.


" Leny mengirim teluh pada Kakakmu. " jawab Azalea.


Bia membuka paket dari Mark yang dibawa Azalea.


" Teluh ? Santet maksud Mama ? Di jaman modern seperti sekarang ini Ma ? Gila !! " geram Zaskia sembari mengusap perutnya.


" Ini paket dari Ustadz Yahya, Bia. Mama baru mengambilnya dirumah Clara. Karena Mama takut Al yang akan menerimanya. "


" Ustadz Yahya ? Apa hubungannya ? "


" Ustadz Yahya yang akan membantu Bia membersihkan pengaruh teluh itu pada Al. " jelas Azalea.


" Kenapa Leny sampai melakukan hal ini ? Apa karena dia marah pada Kak Al ? "


" Dia mencintai Al. "


Zaskia menutup mulutnya dengan tangan.


" Karena itu dia sangat membenci Kak Bia ? "


Azalea menagguk pasti. Zaskia mendekap Bia yang nampak membaca pesan Ustadz Yahya.


" Lalu kenapa mengirm teluhnya pada Kak Al bukannya Kak Bia ? " tanya Zaskia heran.


" Teluh itu membuat Al fokus pada kemarahannya pada Leny. Seperti mengunci pikiran dan hati Al supaya hanya berfikir tentnag Leny dan mengacuhkan semua ornag disekitarnya. Terutama Bia. "


" Jadi, sikap Kak Al sejak pulang dari Singapura itu,, karena pengaruh teluh itu ? Bukannya bawaan bayi Kak Bia ? "


" Bukan Ki. Om Mark dan tante Naya menemukan foto Al didalam botol kaca yang berisi minyak kasturi yang sudah di jampi-jampi. Mereka menanyakannya pada Ustadz Yahya. Dan itulah penjelasan dari Ustadz Yahya. Pak Mark hanya bilang, Bia tahu apa yang harus dilakukannya disepertiga malam. "


" Maksudnya apa Kak Bia ? " tanay Zaskia.


" Itu, artinya aku disuruh sholat malam Ki. Minta tolong pada Allah lewat sholat tahajud. " jawab Bia mencoba tersenyum.


" Bia. Apa kamu bisa melakukannha ? "tanya Azalea.


" Inshaallah Ma. Kalo dirumah aku bisa melakukannya. Tapi untuk mencampurkan air dari UStadz Yahya saat Mas Al dikantornya. Aku gak bisa Ma. "


" Itu biar jadi urusan Mama. "


" Makasi Ma. "


" Sabar Bia. Aku yakin Al segera sadar. "


" Aminn. "


" Pantesan aja. Kak Al yang sebucin itu bisa bersikap dingin pada Kak Bia. " ujar Zaskia sedih.

__ADS_1


" Alhamdulillah. Ada yang banyak ornag yang membantu dan memsupportku Ki. Terima kasih Ma. "


" Kami menyayangimu Bia. Kami pasti akan melakukan yang terbaik untukmu. " jawab Azalea semabri mendekap Bia.


__ADS_2