Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 69


__ADS_3

" Papa,, " panggil Faiz.


Al menoleh dan berjongkok didepan Faiz.


" Iya Mas. Ada apa ? "


" Bunda,, masih nangis Pa ? "


Al tersenyum dan mengusap rambut Faiz.


" Bunda sudah tidur Mas. Jangan ganggu Bunda dulu ya. Biar Bunda bisa istirahat. "


" Iya Pa. "


" Mas Faiz, kenapa mukanya ditekuk gitu ? "


" Mas gak bisa ketemu Ayah lagi. Mas gak punya Ayah lagi. Mas dan Adek cuman punya Bunda sekarang. "


" Siapa bilang ? "


" Orang-orang yang datang selalu bilang begitu. Kasihan Mas dan Adek, udah gak punya Ayah lagi. "


" Mas,, Ayah itu, sayang sama Mas Faiz dan Adek Fawwaz. Tentu saja gak akan membiarkan Mas dan Adek sendirian. Lihat saja sekarnag, ada Bunda,, Papa,, Mama Ara,, Oma,, Opa Leon,, Tante Kia,, Om Tian,, dan sekarang nambah satu lagi. Ada Oma Gita. Coba Mas lihat orang-orang itu. Apa mereka punya keluarga yang lengkap seperti kita ? "


Faiz terdiam, tampak tengah berfikir.


" Gak Pa. "


" Jadi, Mas dan Adek harus gimana dong. "


" Bersyukur Pa. Terima kasih pada Allah udah kasi keluarga lengkap pada Mas dan Adek. "


" Alhamdulillah,,, " ucap Al yang diikuti Faiz.


" Mau main dnegan Papa ? ".


" Mau Pa. Adek juga ada di kolam renang. "


" Ngapain ? "


" Belajar berenang sama Om Tian. "


" Mas kok gak ikut ? "


" Dulu belajar sama Ayah. Adek sama Om Tian. "


" Mau belajar sama Papa ? " tawar Al.


" Mau,, mau,,, !! "


" Kalo gitu,, ayo kita ke kolam renang. "


" Papa gak ganti baju dulu ? "


" Oh iya. Mau ikut ? "


" Iya Pa. "


Al berdiri dan menggandeng Faiz menuju kamarnya.


Bia menutup kembali pintu kamarnya dengan pelan. Dia mengusap air matanya. Terharu dengan penjelasan Al pada Faiz.


 


Clara masuk ke rumah Al dengan langkah gontai. Masih lelah karena perjalann dari Singaoura dan sekarnag harus kembali terbang emnuju Surabaya. Membayangkan kesedihan Bia saat ini, membuatnya tak sampai hati untuk tidak datang ke Surabaya.


" Clara,, sudah datang ? " sapa Azalea saat melihat Clara memasuki ruang tamu.


Clara mengangguk dan mengusap air matanya.


" Bagaimana keadaan Bia Ma ? Belum bertemu dengannya saja aku sudah gak bisa berhenti menagis seperi ini. Bagaimana nanti. Maafkan aku Ma. "


Azalea menatap Zaskia. Seolah tengah bertanya bagaimna menjelaskan tentang pernikahan siri Al dan Bia sebagai permintaan terakhir Gahzzy ?


" Kak,, bisa kita ke taman belakang sebentar ? Ada yang mau kami bicarakan. "


" Ada apa Ma ? Ki ? "


" Kita kesana dulu. " jawab Azalea sembari mendekap Clara untuk berjalan bersama ke taman.


" Maafkan kami Kak Clara. " ucap Zaskia sedih.


" Ada apa Ki ? Apa maksudnya ? " tanya Clara bingung.


" Ghazzy meminta Al untuk menikahi Bia sebelum dia meninggal Clara. "

__ADS_1


Clara tersentak, terpaku ditempatnya duduk. Tidak bisa berucap aappun. Lidahnya kelu, otaknya kembali terasa kosong. Hanya air matanya yang mengalir semakin deras. Hatinya terasa sangat perih saat ini.


" Maafkan kami,, maafkan kami. " pinta Azalea sambil memeluk Clara.


Zaskia mendekap Clara, tidak bisa membayangkan rasa sakitnya saat ini. Pun tidak bisa berkata apapun meski hanya sekedar memanggil nama Clara.


" Ini semua demi memenuhi permintaan terakhir Ghazzy Ma. Aku mengerti. Apa aku boleh bertemu Bia Ma ? " kata Clara mencoba tegar.


" Aku akan mengantar Kak Clara kesana. Mungkin Kak Bia masih mengaji. Biasanya setelah acara tahlilan selesai. Kak Bia mengaji lagi sendiri. " jelas Zaskia.


" Terima kasih Ki. "


" Biar aku yang bawa kopernya Kak. " kata Zaskia sambil membawa koper Clara.


" Terima kasih. "


Azalea berjalan menuju kamar Bia dengan masih mendekap Clara. Lalu Zaskia teringat Al yang sudah pasti berada dikamar Bia. Sperti malam-malam yang lalu. Menemani Bia sampai dia tertidur baru dia kembali ke kamarnya. Meski saat itu sudah tengah malam.


Zaskia berjalan mendului Azalea dan Clara. Lalu mengetuk pintu kamar Bia. Si kembar sudah tertidur saat masih ada tahlilan. Zaskia masuk meski belum dipersilahkan.


Al dan Bia menoleh ke arah pintu kamarnya yang terbuka. Zaskia tersenyum keki, ada bahagia melihat Al dan Bia sedang mengaji bersama.


* Terima kasih Kak Ghazzy, telah memberikan kesempatan pada Kak Al untuk berbahagia. Terima kasih, bahkan Kak Al semakin rajin beribadah. * batin Zaskia senang.


" Ada apa Ki ? " tanya Al heran karena Zaskia belum juga bicara keperluannya.


Zaskia mendorong koper Clara masuk. Dan Al sudha bisa menebak pemiliknya. Apalagi saat Zaskia hanya mengangguk saja. Al melihat Bia yang masih terlihat bingung.


" Koper siapa Ki ? " tanya Bia bingung.


" Assalamualaikum Bia. " sapa Clara sembari masuk ke kamar Bia.


Hatinya kembali terasa sakit melihat Al dan Bia mengaji bersama. Hal yang sangat di impikannya selama ini.


" Waalaikumslaam. Kak Clara. " jawab Bia sembari berdiri. Menyambut Clara.


Keduanya berpelukan erat dan saling bertangisan. Sama-sama menumpahkan kegalauan hati masing-masing yang belum sempat terucapkan.


Zaskia menarik lengan kanan Al agar keluar. Sebenarnya Al berat meninggalkan Bia tapi Azalea memaksanya.


" Biarkan mereka bicara dari hati ke hati. " hibur Azalea.


" Aku akan menemani anak-anak di kamar. " kata Al sembari beranjak ke kamar anak-anaknya.


" Ma,, apa hanya aku yang merasa,, sepertinya Kak Al menghindari kita. " keluh Zaskia sedih.


" Yah,, tanpa kita sadari, kita memang terlalu banyak salah pada Kak Al ya Ma. "


" Iya Ki. Istirahatlah. Apa Tian belum pulang ? "


" Ehmm,, mungkin sebentar lagi. "


" Istirahatlah. "


" Mama yang harus istirahat. Aku akan menunggu Kak Tian di ruang tamu. "


" Baiklah. Yah,, kamu benar. Mama memang snagat butuh istirhat. "


" Selamat beristiraht Mama. Selalu sehat Mamaku sayang. " ujar Zaskia lalu mencium pipi Azalea.


 


" Duduklah Kak. " kata Bia mempersilahkan.


" Lanjutkan saja mengajinya Bi. Aku ikut ganti baju disini ya. "


" Iya Kak. Tidur disini sekalian Kak. Temani aku. "


" Tapi,, "


" Kak. Aku butuh teman bicara. "


" Baiklah. Aku ke toilet dulu. "


Bia mengangguk. Ponsel Bia berdering. Ada pesan dari Al. Bia hanya tersenyum geli. Padahal mereka tengah berada di satu rumah. Dan di dalam kamar ini, ada dua orang istrinya.


Teringat tentnag pernikahannya dengan Al. Bia menunduk sedih. Dia membuka pesan Al.


' Aku berada di kamar anak-anak. Katakan padaku kalo kalian sudah selesai bicara. '


' Kak Clara akan tidur bersamaku selama berada di rumah ini. '


' Bi,, !!!!! '


' Keputusanku gak bisa diganggu gugat, Mas !! '

__ADS_1


Bia kembali tersenyum lucu. Membayangkan bagaimana reaksi Al sekarang ini. Pasti dia langsung emosi.


Bia melipat mukenanya dna meletakkannya di atas nakas. Kemudian duduk di atas ranjang menunggu Clara selesai mandi dan ganti baju.


Clara tersenyum saat melihat Bia. Dia duduk disamping Bia.


" Maafkan aku Bia. Baru sempat datang sekarang. "


" Aku yang harusnya minta maaf Kak. Aku gak bisa jenguk Kak Clara pasca operasi. "


" Jujur Bi. Saat kamu bilang Ghazzy sedang sakit. Apakah sakitnya sudah separah ini ? "


Bia mengangguk.


" Ya Allah, Biaaa. Kenapa kamu gak mengatakannya padaku ? Kita bisa membawa Gahzzy pengobatan di Singapura juga. "


Bia menggeleng pelan.


" Mas Ghazzy gak mau melakukan pengobatan atau terapi apapun Kak. Karena Mas Ghazzy tahu, sisa waktunya gak lama. Mas Gahzzy ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga dan anak-anaknya. "


" Aku gak bisa membayangkannya Bi. "


Bia terdiam. Sedikit takut untuk menceritakan tentang pernikahan sirinya dengan Al.


" Kak. Aku ingin minta maaf. "


" Minta maaf ? Untuk apa Bia ? "


" Aku,, dan Mas Al,, untuk memenuhi permintaan terakhir Mas Ghazzy. Aku dan Mas Al,, kami,,, "


Clara tersenyum melihat Bia yang terlihat snagat merasa bersalah.


" Bia,, Bia,, stop. "


Bia menatap Clara heran.


" Aku mnegerti Bia. Mama dan Kia sudah menceritakannya padaku. "


" Boleh aku minta sesuatu Kak ? "


" Apa itu Bia ? "


" Aku mohon,,, jujurlah padaku tentnag perasaan Kak Clara. Supaya aku tahu bagaimana nanti aku harus bersikap. "


" Bagaimana apanya Bia. Kamu istri dan ibu yang baik Bia. Aku yakin kamu bisa menjadi istri yang sempurna untuk Al. "


" Bukan,, bukan tentang itu Kak. Aku tahu dan aku snagat yakin, kalo Kak Clara pasti kecewa padaku. Setelah aku memberikan semangat untuk meraih cinta Mas Al. Aku malah menikam Kak Clara. "


" Aku gak pernah berfikir sejauh itu Bia. "


" Tapi,, aku sangat merasa bersalah pada Kak Clara. Aku sudah mengatakan pada Mas Al, untuk menceraikanku saja. Karena pernikahan kemarin untuk menuruti Mas Gahzzy saja. "


" Bia,, lalu apa bedanya dengan pernikahan kalian dulu ? Apa sekali lagi kamu mau mempermainkan pernikahan ? Kamu lebih faham agama daripada aku Bia. Gak seharusnya kamu mengatakan hal seperti ini." protes Clara.


* Karena keputusan kalian yang mempermainkan pernikaha, akhirnya banyak yang tersakiti dengan hubungan complicated ini. * batin Clara.


" Aku gak tahu Kak. Aku bingung. Aku benar-benar merasa bersalah pada Kak Clara. "


Clara menggenggam tangan Bia.


" Itu sudah terlukis jelas dimata kamu Bia. "


" Lalu aku harus bagaimana Kak ? "


" Bagaimana maksud kamu apa ? Tentu saja menjalaninya Bia. Ghazzy meminta Al untuk menikahimu karena dia tahu, sampai detik ini Al masih mencintai kamu. Kekhawatiran Gahzzy tentang masa depan anak-anaknya yang masih membutuhkan sosok Ayah. Tanggung jawab itu hanya bisa dilakukan Al. Dan aku sangat yakin kalo Al pasti gak mau menceraikan kamu lagi. "


Bia menunduk menghindari tatapan penuh selidik Clara. Dan itu sudah menjadi jawaban untuk Clara.


* Ternyata memang benar, sampai detik ini Al masih mencintai Bia. Aku benar-benar hanya sahabat dimatanya. *


" Aku semakin menyakiti Kak Clara. " keluh Bia.


" Jujur, Bia. "


Bia mendongak dan menatap Clara.


" Aku akui hatiku sakit setiap melihat sikap Al yang begitu perduli padamu sedangkan cuek padaku. Tapi, semakin lama aku sadar, karena kehadiranku memang salah diantara kalian. Aku yang egois, aku yang dulu gak mau menjadi wanita yang dicampakkan oleh tuanngannya. karena itu aku ingin mengikat Al dengan pernikahan. "


Clara menghela nafas panjang.


" Pengakuan sebagai istri seorang pengusaha sukses dimata orang-ornag akhirnya membuatku tersiksa. Allah menghukumku, Allah menegurku. Kehidupanku yang sempurna gak bisa membuatku tetap menjadi wanita sempurna Bia. Aku gak sempurna tanpa rahimku Bia. Lalu, apa yang mau aku tawarkan pada Al untuk tetap mengikatnya dengan pernikahanku ? Aku takut,, aku takut Al akan meninggalkanku. Aku takut Al akan menceraikanku Bia. Ketakutanku ini lebih menyiksaku daripada saat melihat kalian bersama selama ini. Aku takut Bia. "


Bia memeluk Clara yang sesenggukan mengungkapkan perasaannya.


" Aku ikhlas Al menikah denganmu Bia. Aku udah menganggapmu sebagai adikku sendiri. Sempurnakanlah kehidupan pernikahan kami Bia. "

__ADS_1


Bia menggeleng perlahan, tapi tidak bisa mengatakan apapun untuk menghibur Clara.


* Bagaimana aku bisa menyempurnakan pernikahan kalian. Kalo Kak Clara sendiri tersakiti. Bagaimana aku bisa berbahagia diatas penderitaan Kak Clara nantinya ? *


__ADS_2