Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 133


__ADS_3

Semuanya terdiam setelah melaksanakan sholat shubuh. Saat melihat Faiz mendekat ke arah Al dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Al. Padahal kemarin-kemarin dia menghindar tidak mau melakukannya.


" Papa,, maafin Faiz. " pinta Faiz dengan menahan air matanya.


" Papa juga minta maaaf ya Mas. Terima kasih sudah mengingatkan janji Papa utnuk gak menyakiti Bunda dan membuat Bunda menangis. " kata Al.


Spontan Faiz memeluk Al dan menangis disana.


" Jangan sakit lagi Papa. Mas gak mau kehilangan Papa. Maafin Mas Faiz Pa. " serunya dipelukan Al.


Fawwaz yang tidak tahu menahu hanya ikut menagis melihatnya. Lalu ikut memeluk Al. Membuat Al diserang keharuan yang luar biasa.


" Al sakit Bia ? " tahya Azalea.


" Semalam memang demam Ma. Kebetulan Faiz ke kamarku mau membangunkam untuk sholat malam. " jawab Bia.


" Lalu gimana keadaanya sekarang ? " tanya Adiba.


" Alhamdulillah sudah lebih baik Bu Adiba. " jawab Bia


" Alhamdulillah. " jawab Adiba dan Azalea bersamaan.


" Dimana Kia Bu Adiba ? "


" Bilqis sedang rewel. Tian sedang menemaninya. "


" Biar mereka berjamaah sendiri nanti. " sahut Azalea.


*****


" Kenapa gak berangkat sama-sama saja sih ?! " omel Al kesal.


" Kan Pak Al dijemput Reiga. Dan mampir ke sekolah anak-anak dulu. Kalo aku ikut Pak Al nanti aku bisa telat ke kantornya. Aku berangkat sama Kak Wimpi aja deh. " gurau Bia sembari mendorong tubuh Al agar segera keluar rumah. Karena anak-anaknya sudah menunggu di mobil.


" Cckkk,, lalu membiarkan para staf menggodamu ?!! "


" Apaan sih. Sudah sana berangkat. Anak-anak sudah menunggu. " sahut Bia.


" Aku cemburu Bi. " geram Al dengan tiba-tib berhenti dan membalikkan tuubuhnya hingga Bia terjatuh dalam pelukannya.


" Aku cemburu melihat semua staf menggodamu. " ulangnya.


" Kalian ini,, masih pagi sudah mesra-mesraan didepan umum. " tegur Azalea sembari menggendong Arra.


" Ma,, sampai kapan Bia bekerja di kantor. Berhentikan saja Ma. Aku gak mau staf di kantor menggoda Bia. " kata Al mengadu.


Bia tertawa melihat ekspresi Al yang seperti anak kecil. Apalagi saat melihat Azalea menggelengkan kepalanya.


" Gak. Sampai kamu bisa memperbaiki kinerjamu dan mengembalikan keadaan perusahan yang pailit. Itu hukuman buat kamu. Soal stafmu yang tertarik dengan Bia, itu bukan urusan Mama. Berharap saja Bia gak cinlok sama mereka. Mama lihat banyak yang masih muda dan lebih keren daripada kamu. Pasti mereka juga gak tahu kalo Bia sudah mempunyai lima orang anak. Semangat Bia. " gurau Azalea sembari berlalu ke dapur.


Bia hanya melongo, haduuuhh Mama ,, kenapa makin memperkeruh sikonnya. Mas Al bisa-bisa makin cemburu. Pikir Bia.


" Lebih keren apanya. Siapa,, yang mana yang Mama maksudkan tadi ?! " geruutu Al kesal hingga melepaskan pelukan Bia.


" Lhoo kok tanya aku ? Harusnya kan tnaya Mama. " jawab Bia


" Papaaaa,,, ayoo,,, nanti kita telat !! " seru Fawwaz dari dalam mobil.

__ADS_1


" Iya,, " seru Al.


Bia kembali tertawa melihat Al yang masih manyun.


" Ini apa sih manyun aja. Sudah sana berngkat. " usir Bia dnegan masih tertawa.


" Ckk,, tertawa aja sepuasmu Bi. Kalo aku temukan staf yang Mama maksudkan tadi. Aku pasti akan segera memecatnya. "


" Kan gantian,, biar Mas ngerasaain cemburu juga. " celetuk Bia.


Al langsung mencium Bia dan memegang tengkuknya. Bia memukul dada Al saat ciuman mereka terlepas.


" Apaan sih. Gak bisa lihat sikon,kalo ada yang lihat gimana tadi. " omel Bia.


" Aaahh iya. Harusnya tadi kita melakukannya saat di kamtor. Ide bagus. " goda Al.


" Harus profesional. " tegas Bia.


" Aku bernagkat. Tunggu aku di loby nanti. Kita masuk sama-sama. "


Bia hanya mencibir.


" Kalo gak lupa. " gurau Bia.


" Biii,,, "


Bia tertawa kemudian mencium punggung tangan Al.


" Iya. Udah jangan manyun aja. "


" Assalamualaikum. "


 


Bia dan Wimpi menunggu Al di loby perusahaan. Ribet juga kalo pekerjaan kantor harus di selingi omelan karena permintaannya tidak dipenuhi.


" Selamat pagi Bia. " sapa seseorang di samping Bia.


Bia dan Wimpi menoleh.


" Pak Alex ? Ehhmm,, apa ada appointemnt dengan Pak Al ? Seingat saya tidak ada janji apapun hari ini. " tanya Bia semabri mengingat-ingat.


" Benarkah ? Kalo begitu,, apa kita bisa pergi makan siang bersama ? "


Bia menjadi tercengang. Beneran casanova ini ? Pikirnya.


" Bisa,, tapi kamu harus aku pukuli terlebih dulu. " bentak suara dibelakang mereka.


Alex tertawa saat melihat suara itu berasal dari Al. Bia yang sedang tegang sendiri. Karena tatapan Al begitu menyiratkan kemarahan.


" Hai Al,, sayangnya hari ini aku sedang tidak mood meladenimu. Aku hanya kangen dnegan Bia. Syukurlah kita bisa bertemu disini Bia. Aku tidak perlu susah-susah membuat janji dengan Al. "


Al mendorong tubuh Alex dengan kasar agar menjauh dari samping Bia. Tentu saja seperti biasanya, Alex hanya meresponnya dengan tertawa.


" Bukannya kamu sedang mencari Ayden ? Ijinkan Bia makan siang denganku. Baru aku akan mengatakan padamu dimana dia sekarang. " gurau Alex.


" Pergilah Alex. Aku bisa menemukannya sendiri. " geram Al.

__ADS_1


" Baiklah aku akan pergi. Oh iya, Bia. Apa aku bisa meminta nomormu ? " goda Alex.


" Silahkan pergi Pak Alex. " tegas Wimpi.


" Baiklah aku pergi. Kita akan bertemu lagi Bia. " seru Alex smebari pergi.


Al dengan marah langsung menggandeng tangan Bia utnuk masuk lift yang sedang terbuka. Tidak perduli Bia yang mencoba berontak. Juga tidak perduli kalo ada berpuluh pasang mata tengah menatap dirinya dan Bia penuh selidik.


Sampai dikantornya pun Al masih menggenggam tangan Bia.


" Sudah Pak. Lepasin. " ujar Bia pelan.


" Sudah aku bilang, jangan terlihat cantik didepan Alex. " tegurnya kesal.


" Aku kan gak tahu kalo Pak Alex akan datang seperti tadi. " protes Bia.


" Kenapa kamu gak masuk aja tadi ? "


" Tadi katanya suruh tunggu di loby ? "


Al meremas udara didepan Bia dengan kesalnya. Tapi Bia malah tertawa melihtanya. Al memeluk Bia dan sedikit memdorongnya menuju sofa di kantornya.


" Pak,, Pak,, Maaaass,,, " seru Bia panik karena tiba-tiba terdorong mundur dan terduduk disofa.


" Aku snagat cemburu Bi. Aku gak mau hal ini sampai terulang lagi. " bisik Al tanpa melepaskan pelukannya lalu duduk di samping Bia.


" Pak Alex hanya menyapaku Mas. Ada Kak Wimpi juga tadi. Kami gak berduaan. " protes Bia.


" Kalo aku cemburu mau gimana lagi. " keluhnya sembari menyandarkan kepalanya di bahu Bia.


" Kamu terlalu posesif Mas. "


" Aku gak akan seperti ini kalo kamu gak bekerja lagi."


" isshhh,, kan asyik bisa bekerja sama dneganmu Mas."


" Biiii,,, mengertilah. " protes Al.


" Sepeerti apa yang dikatakan Bu Lea, Pak Al. Selesaikan pekerjaanmu dengan cepat. Biar aku bisa segera resign." celetuk Bia.


" Kenapa kamu gak ngerti sih Bi. Aku takut kamu akan jatuh cinta pada Alex atau pada slaah satu staf dikantor. " kata Al kesal dan duduk dengan tegap membelakangi Bia.


Bia tertawa pelan, takut Al semakin kesal. Tangannya melingkar di perut Al. Dan menyandarkan dagunya di bahu Al.


" Aku sudah punya seorang suami yang perfect. Kenapa aku harus tertarik pada laki-laki lain ? Aku sudah sangat bersyukur dicintai dnegan begitu besar oleh Imamku. Aku mencintai kamu Mas. "


Al tersenyum senang. Lalu merengkuh Bia kedalam pelukannnya.


" Sudah tenang kan sekarang. " gurau Bia.


" Aku terlalu mencintaimu Bi. Aku gak suka melihat ada laki-laki lain menggodamu. "


" Aku tahu itu. Sekarang kita kerja. " kata Bia.


" Aku mau minum vitaminku dulu. " ujar Al dan langsung mencium Bia.


" Isssh,, dasar modus aja. "

__ADS_1


Al hanya tertawa mendnegar celetukkan Bia. Lalu berdiri dan menggandeng Bia. Mendudukkannya di kursi tempatnya bekerja. Dia snediri juga ke tempatnya bekerja.


__ADS_2