
" Mamiii,,, Papiiii,,, " seru Clara saat membuka pintu rumahnya.
" Kakk,, Assalamualaikum. "
" Aahh iya. Lupa Biia. "
" Assalamualaikum Mii,, Piii,,, "
" Waaalaikumsalam. Clara ?!! " seru Naya sembari memeluk Clara.
" Clara. Benarkah ini dirimu ?! " seru Mark sembari mengusap kepala Clara yang terbungkus jilbab.
" Mami,, Papi,, i miss you so much. " kata Clara sembari menggenggam kedua tangan orang tuanya.
" Kami juga Clara. "
" Dia,, " kalimat Naya menggantung.
" Mami ingat, dulu aku pernah cerita kalo Zaskia adik Al mendapatkan pendonor sumsum tulang belkang ? "
" Iya. Lalu ?"
" Dia pendonor itu Mi. Pi. Dia dan suaminya tinggal dirumah Mama. Mama Lea sudah menganggap mereka baagian dari keluarga Mama. "
" Tentu saja. Sungguh keajaiban. Anemia aplastik mendapatkan pendonor yang bukan anggota keluarga mereka. " seru Mark.
" Bia,, ini Mamiku. Dan ini Papiku. " kenal Clara.
Bia mendekat dan mencium punggung tangaan Naya dan Mark. Membuat Naya terharu.
" Kamu cantik dengan perilakumu, Bia. " puji Mark.
Clara tersenyum simpul.
* Bahkan Papi yang baru pertama kalinya bertemu denganmu menyukaimu Bia. *
" Amin. Terima kasih Om,, "
" Mark. My name is Mark. And she's my wife, Naya. "
" Tante Naya. "
Keempat orang itu ngobrool lupa waaktu sampai terdengar adzan berkumandang.
" Ya Allah. Udah dhuhur. Kita harus pulang sekarnag Kak. Atau,, Kak Clara masih ingin tetap disini ? "
" Kita pulang sama-sama Bia. "
Clara duduk mensejajarkan tubuhnya dengan lutut kedua orang tuanya yang tengah bingung menatap Clara.
" Apa yang kamu lakukan Clara ? " tanya Naya heran.
" Papi,, Mami,, kalian tahu ? Baru hari ini, aku sadari kalo aku gak pernah berbakti pada Papi dan Mami. Selama ini aku selalu bertindak semauku dengan fasilitas yang Papi dan Mami sediakna untukku. Aku gak pernah satu kalipun mencium tangan Papi dan Mamii. Sampai aku di kasi tahu tentang makna dan doa dibalik mencium telapak tangan ornag tua. "
" So,, eehhmm,, hari ini,, detik ini,, aku mohon kerelaan Papi untuk memaafkan Clara yang belum bisa berbakti dan membahagiakan Papi sebagai anak. "
Clara mencium punggung telapak tangan Papinya dengan takzim. Air matanya menetes di tangan Papinya. hingga membuat suasana menjadi trenyuh seketika.
Mark mencium kening Clara dengan lembut saat tangannya mengusap air mata harunya.
" I love you Papi. "
" I love you more honey. "
Clara bergeser menyalami tangan Maminya. kemudian mundur sejenak dan mencium kaki Naya. Membuatnya tersentak. Diia menarik Clara untuk kembali bangkit.
" Mami,, aku mohon keridoan Mami untuk mendoakan setiap langkahku Mi. Aku mohon keridhoan Mami untuk mamaafkan aku yang belum bisa menjadi sesholehah Mami. Maafkan Clara Mi. Maafkan Clara. "
Clara menangis sesenggukan sembari mencium telapak tangan Naya. Kemudian Naya menariknya dan memeluknya. Menciumi kening dan kedua pipi Clara dengan haru.
" Mami ridho. Mami doakan keluargamu selalu menjadi keluarga sakinah mawadda warahmah. Kamu sudha menjadi bidadari Mami. "
Clara memeluk Naya erat. sangat mengamini semua doa yang terucapkannya. Begitupun dengan Bia. Mengamminkan doa yang terucap oleh Naya untuk Clara.
" Om Mark saya permisi. "
" Terima kasih sudah mampir Bia. senang bertemu denganmu. "
" Tante Naya, saya permisi. "
Naya memeluk Bia saat dia selesai mencium punggung tangannya.
" Kalo perubahan anakku Clara karena kamu Bia. Tolong,, ajarilah dia menjadi sesholehah dirimu. "
" Saya masih banyak kurangnya Tante. Inshallah kami akan belajar sama-sama. Doakan yang terbaik untuk Kak Clara Tante. "
" Untukmu juga Bia. Tante akan mendoakan kaalian berdua. "
" Alhamdulillah. Terima kasih Tante. "
" Kami pulang Mi. Pi. Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
Clara menyandarkan kepalanya dibahu Bia selama berada didalam mobil. Tidak tahu apa yang harus dikatakannya untuk mengungkapkan terima kasihnya pada Bia.
" Terima kasih Bia. Terima kasih. Aku bahagia. Kalopun nantinya Al lebih memilih kamu. Aku akan menerimanya dengan ikhlas Bia. "
" Kak Clara ini ngomong apa sih. Lalu Mas Ghazzy ? Aku mencintai Imamku Kak. "
" Aku akan berusaha memperbaiki rumah tanggaku Bia. Tapi, kalo Al masih tetap sama. Apa aku boleh menyerah ? "
" Tanyakan pada hati Kak Clara sendiri. Dia pasti akan menjawab pertanyaan Kak Clara. "
" Aku akan berusaha mengembalikan cinta Al. "
" Eeehhmm,, Kak. "
" Ya ? "
" Berusahalah memanggil suami kita dengan satu panggilan lain. Tidak dengan nama saja. Tidak sopan Kak. "
__ADS_1
" Lalu,, aku harus memanggil Al apa ? "
" Eeehhmmm,, Mas,, Kak,, Hubby,, atau sayang mungkin. "
" Baiklah. Hubby lebih keren. Aku akan bilang hubby kalo Bia yang menyuruhku memanggilnya seperti itu. "
" Kak. Jangan pernah membahas wanita atau pria lain saat kalian sedang berdua. Karena apa yang terdengar lebih cepat sampai pada hati. "
Clara langsung terdiam.
" Ya. Kamu benar. "
" Mama Ara,, kenapa gak panggil Papa Al saja. " goda Bia uuntuk menghibur Clara.
" Iiihhh,, Bia. Telingaku geli mendengarnya Bia. "
Bia tertawa.
" Sebenarnya ada efeknya juga sih sama si kembar Kak. "
" Misalnya ? "
" Si kembar jadi terbiasa memanggil Bunda. Tante dan juga Oma. Dulu, Kia masih sering memanggilku Kak didepan si kembar. Berakhirlah dengan adu mulut. Si kembar protes kalo aku , harus dipanggil Bunda. Bukannya Kakak. "
Clara terkekeh sejenak. Kemudian mengangguk mengerti.
*****
" Sudah,, tidak usah menunggu Kak Al lagi. Besok pagi Kak Ghazzy aja yang menjadi wali nikahku. " gerutu Zaskia kesal.
Hari pernikahan sudah besok pagi, tapi ponsel Al seharian tidak bisa dihubungi. Reiga juga sama. Bukan hanya Clara yang mencoba menghubunginya. Azalea, Leon, dan juga Ghazzy sudah berusaha menghubunginya tapi tak seorangpun yang bisa membuat Al mengangkat telponnya.
" Gak bisa dong Ki. " jawab Ghazzy.
" Kenapa sih semua orang gak mau jadi wali nikahku ?"
" Ki,, karena yang paling afdhol memang Al yang harus menjadi wali nikahmu. Kalo Al tidak ada baru Om Leon yang mewakilinya. Karena mereka mahrammu. " jelas Ghazzy.
" Kan Kak Ghazzy kakakku juga. "
" Beda Kia sayang. " goda Bia sambil mencubit pipinya.
" Apanya yang beda sih Kak. Karena nama Kak Bia dan Kak Ghazzy belum ada di KK Mama. "
" Iissshh,, apaan siih. Ngomongnya ngawur gitu. Tante Kia kalo sewot emang resek nih Mama Ara. " goda Bia lagi.
" Ini semua memang karena Kak Al yang egois. " hardiknya.
" Mungkin Al sedang sibuk Ki. " protes Clara.
" Ini pernikahanku lho Kak. Aku adik satu-satunya. Masa iyaa aku di cuekin gitu. "
" Besok pagi Om Leon yang akan menjadi wali nikahmu Kia. " tegas Azalea.
" Kali gitu Om Leon sekarang tidur. Besok kesiangan. "
" Kia,, yang mau jadi pengantin itu kamu. Bukannya Om. Kamu yaang harusnya istirahat sekarnag. " omel Leon.
" Kak Ghazzzy. Malam ini aku pinjam Kak Bianya ya. "
" Mau ngapain ? " celetuk Bia.
" Mau curhat. " jawab Zaskia asal. Lalu mendorong Bia ke kamarnya.
" Eeehh,, aku belum bilang boleh lho.. " gurua Ghazzy.
Spontaan Bia berhenti.
" KAK Ghazzy !!! " seru Zaskia sewot.
Ghazzy dan Leon tertawa mendengaarnya. Azalea dan Clara tersenyum.
" Iya,, iya,, boleh. " jawab Ghazzy.
" Gitu dong. Kak Ghazzy temenin sii kembar dulu ya. " kataa Zaaskia sembari kembali mendorong Bia kekamarnya.
" Apa masih tidak diangkat ? " tanya Azalea saat melihat Ghazzy kembali mencoba menelpon Al.
" Iya Ma. "
" Aku harap Al tidak bodoh membuat adiknya menyesal seumur hidupnya karena tidak diwalikan Al saat dia menikah. " harap Leon.
* Kamu dimana Al ? Keluargamu menunggumu. Aku mohon jangan kecewakan mereka. * batin Clara.
" Mau curhat apa sih ? " tanya Bia heran.
" Telpon Kak Al Kak Bia. "
" Aku ? Telpon Mas Al ? "
Zaskia mengangguk.
" Kiaa,, Mama dan Kak Claara saja gak diangkat. Apalagi aku ?? "
" Kak Bia tahu alasaannya Kak. Ayolahh,,, demi aku Kak Bia "
" Tapi ,,, "
" Kak Bia,,, Robiatul Adawiyah ,, aku mohon Kaak."
Bia terdiam sambil melihat Zaskia yang tampak mengatupkan kedua telapak tangannya. Pertanda tengah memohon.
" Aku gak punya nomor telpon Mas Al Ki. " jawab Bia.
Zaskia menepuk keningnya, dia langsung merebut ponsel Bia lalu menyimpan nomor Al disana.
" Ccckkk,,, meskipun udah pisah, apa gak bisa silaturrahminya dijaga. Masa nomor telponnya saja gak punya. "
Bia menarik bibir Zaskia gemas sambil terkekeh. Hingga dia melotot.
__ADS_1
" Iissshh,,, apaan sih Kak. " serunya sambil menepuk-nepuk bibiirnya.
" Salah sendiri dari tadi ngomel mulu. Jadi, dibantuin apa gak. "
" Hehehe iya jadi. " ujar Zaskia keki.
" Kan kamu tahu sendiri, sejak masih menikah pun aku gak punya nomor Mas Al kan. " omel Bia.
" Iya maaf. Maaf. " pintanya menyesal.
" Kamu kalo merajuk gitu suka resek emang Ki. Ngomel aja seharian. "
" Udah. Sekarang telpon. "
" Trus aku harus ngomong apa ? Yang berhak bicara denganya Kak Clara Kia. "
" Kak Bia !! Kita tahu alasannya. kalo Kak Bia yang telpon pasti Kak Al mengangkatnya. "
" Kemarin minta bantuin Kak Clara untuk merebut hati suaminya. Sekarang malah kayak tikung Kak Clara gini. Aku gak enak Ki. "
" Kak Bia !!!! " geram Zaskia.
Bia terkekeh sembari mennekan telinganya.
" Iisshh,, minta tolong tapi gak ada manis-manisnya. "
Zaskia mengguncangkan lengan Bia agar segera telpon Al. Takutnya seperti yang dibilang Clara. Keburu Al pergi ke Korsel. Bia mencubit pipi kanan Zaskia gemas.
" Siap-siap aja kecewa. Pasti Mas Al juga sama. Gak akan mengangkat telponku. " kata Bia sembari menelpon nomor Al yang disimpan Bia dalam ponselnya.
" Kita lihat aja nanti. " sahut Zaskia.
Bia terhenyak, dideringan pertama bahkan Al sudah mengangkat telponnya. Tatapannya beralih ke Zaskia yang seolah bertanya kenapa ?
" Halo,, halo,, Bi ??! "
" Ada apa Kak ? " tanya Zaskia tanpa bersuara saat Bia menatapnya bingung.
" Ha,, halo,, Assalamualaikum Mas. " jawab Bia gugup.
Zaskia menggenggam tangan Bia dan air matanya tumpah begitu saja.
* Kak Al masih mencintai Kak Bia, bahkan sampai detik ini. * batin Zaskia.
" Ada apa Bi ? Kamu membutuhkan sesuatu ? "
" Eehhmm,,,, iya Mas. "
" Apa itu ? Aku akan berusaha mencarinya. "
" Bisakah mencari dimana posisi wali nikah Zaskia sekarang berada ? Karena besok akad nikah adiknya. Takutnya dia lupa. "
Terdengar helaan nafas panjang diseberang sana.
" Aku pikir kamu sedang benar-benar membutuhkan sesuatu Bi. " keluhnya.
" Iya memang. Aku sedang benar-benar membutuhkannya. Karena semua orang gak bisa menghubunginya. "
" Aku sibuk Bi. Aku baru saja selesai meeting. Besok aku harus sudah berada di Korsel. "
" Kamu setega itu sama Kia Mas ? Kia membutuhkanmu Mas. Dia menunggumu. Tolong jangan buat dia sedih dihari terbahagia baginya. "
" Gimana dengan kebahagiaanku Bi ? Mereka bahkan tidak perduli dnegan kesedihan yang aku rasakan. "
Bia terdiam sejenak. Berusahaa mencari kata yang tepat agaar Al tidak salah faham dengan perhatiannya.
" Itu karena kamu merentaangkan jarak diantara kalian Mas. "
Al terdiaam.
" Aku mohon,, sempatkan daatang untuk menjadi wali nikah Kia Mas. "
" Aku ,,, "
" Mas,,, Kia menunggumu. Mama,, dan juga Kak Clara."
" Apa kamu juga menunggu kedataanganku juga ? "
" Untuk kebahagiaan Kia Maas. " sahut Bia cepat.
" Aku gak janji, tapi akan aku usahakan. " kata Al.
" Apa Mas,, bisa diulangi lagi ? kenapa suaraanya putus-putus ?? " kata Bia pura-pura sembari mengubah volumenya menjadi loudspeaker.
" Mungkin karena diluar hujan Bi. "
" Mungkin Mas. Tadi Mas ngomong apa ? "
" Aku gak janji, tapi akan aku usahakan daatang sebelum akad nikaah. "
Bia mellihat seeutas senyum di wajah cantik Zaskia.
" Apa masih putus-putus ? "
" Sedikit. " kata Bia.
" Aaku,, aku merindukanmu Bi. Aku kangen kamu. Sudah ku forsir waktuku untuk bekerja. Tapi aku semakin merindukanmu. Kenapa kalian semua tidak percaya kalo aku mencinntaimu Bi. Rasanya sangat mmenyiksaku Bi. "
Al meenutup telponnya sepihak saat terdengar isakkan dari seberang. Bia dan Zaskia masih terpaku menataap ponsel Bia.
Bia menghela nafas untuk menetralkan detak jantungnya. Tidak menyanngka Al akan mengatakan itu. Zaskia menutup wajahnya dengan kedua telapak taanganya. Tidak menunggu lama terdengar isakan dari sana. Bia hanya mengusap rambut Zaskia pelan. Hingga Zaskia memeluk Bia dan sesenggukaan disana.
" Dadaku sesak sekali Kak. Apa sesaakit ini hati Kak Al saat ini ? "
" Ki,, gak usah dibahas lagi. Istiraahatlah. Nanntii matamu sembab. Make upnya jelek besok. "
Zaskia mengangguk dan merebahkan tubuhnya diranjang. Tangannya masih menggenggam tangaan Bia yang ikut merebahkan tubuhnya disamping Zaskiia.
" Udah dong nangisnya. "
" Aku menyayangimu Kak Bia. Seperti aaku menyayngi Kak Al. "
__ADS_1
" Aku tahu.. Suudah,, tidurlah. "