Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 90


__ADS_3

Al segera menggendong Zaskia ke UGD. Dokter dan perawat disana langsung menangani Zaskia. Al mendekap Bia yang nampak masih tegang. Lalu mendudukkan Bia di ruang tunggu.


" Tenanglah Bi. Aku gak mau terjadi sesuatu padamu dan anak kita. " kata Al sembari mengusap perut Bia.


" Kamu mau aku tenang, tapi kamu juga setegang dan sekhawatir ini Mas. Kita sama-sama mengkhawatirkan Kia Mas. Aku menyayanginya. " kata Bia sambil menggenggam tangan Al.


" Aku tahu, Bi. Aku takut kehilangan Kia. "


" Ssssttt,, kamu itu ngomong apa sih Mas. Gak akan terjadi apapun pada Kia. " tegas Bia panik.


" Al,,dimana Kia ? " tanya Leon sambil menggandeng Gita.


" Didalam Om. " jawab Al sembari berdiri diikuti Bia.


" Ayo kita masuk. " ajak Leon.


Gita mendekat ke arah ranjang Zaskia. Dan ada kemarahan dihatinya karena tidak melihat satu pun dokter disana.


" Dimana dokternya !! " bentak Leon kesal.


" Aku disini. " kata seorang dokter yang muncul dibelakang Al.


" Kenapa banyak orang ? Pasien membutuhkan ketenangan. "


" Pasien membutuhkan penanganan. Bukan ketennagan. " hardik Gita marah.


Kedua mata dokter itu saling bertemu. Dan dokter UGD itu pun hanya menunduk merasa berslaah. Apalagi tengah berhadapan dengan Gita dan juga Leon. Yang diketahuinya satu-satunya dokter dengan memiliki sertifikasi ganda.


" Berikan stetoskopmu. Siapkan USGnya !! Cepat. " seru Gita kesal.


Dokter itu memanggil salah satu perawat dan menyuruhnya mengambilkan apapun yang dibututhkan Gita. Leon membantu Gita melakukan tindakan pada Zaskia.


" Kalian semua, tunggulah diluar. " seru Leon sambil menutup tirai pembatas pasien.


" Dokter Iren. Kenapa membiarkan orang luar melakukan tindakan ? Kita bisa kena masalah. " tegur salah seorang perawat.


Leon mengambil dompetnya dan dompet Gita. Yang berada di tas Gita. Mengambil satu kartu nama di masing-masing dompet. Lalu menaruhnya di tangan perawat itu.


" Silahkan panggil kepala UGD RS ini. Kami akan menyelesaikan perawatan kami. Dan kami akn bertanggung jawab penuh. " tegas Leon. Lalu kembali membantu Gita.


***


" Mama,, Kak Al,,, " panggil Tian sembari berlari menuju kearah mereka. Mencium tangan Azalea.


" Gimana dengan keadaan Kia ? " tanyanya panik.


" Tennaglah. Leon dan Gita sedang mengusahakan yang terbaik untuknya. "


" Aahh,, syukurlah. " ujar Tian. Karena Zaskia berada di tangan yang tepat. Dokter kepercayaan keluarganya.


" Tian,, dimana anak-anak ? " tanay Bia.


" Mereka baru saja tertidur dirumah Ibu. Aku gak tega membangunkannya. "


" Tidak apa-apa. Aku juga gak mau mereka berada di RS lagi. Biar nanti Wimpi yang menjemput mereka. " kata Al.


Tian mengangguk mengerti. Bia tersenyum karrna sikap Al pada Tian tidak sesentimen dulu.


" Itu,, Om Leon. " tunjuk Bia.


Keempatnya mendekat ke arah Leon.


" Pergilah ke ruang VIP. Aku sudah menyuruh perawat menempatkan Kia di ruang VIP. "


" Bagaimana keadaan Kia Om ? " tanya Tian.


" Sebaiknya kamu bertnaya pada Gita. Dia yang lebih tahu dan berhak menjelaskannhya. "


" Memangnya kamu mau kemana ? " tanay Azalea.


" Ini Kalimantan Lea. Bukan Surabaya. Kami sudah lancang melakukan tindakan pada Kia tanpa seijin pihak RS. Kami harus mempertanggung jawabkannya."


Azalea dan Bia tersenyum simpul. Bangga dengan Leon dan Gita yang begitu sigap membantu dan bertanggung jawab penuh.


" Aku ikut Om. Aku mengenal pemilik RS ini. " kata Al.


Leon tersenyum smirk.

__ADS_1


" Aku lupa,, kalo keponakanku seorang CEO. Oke. Ayo. "


" Bi,, jaga dirimu. Aku gak amu terjadi sesuatu padamu. " ujar Al cemas.


" Iya Mas. " jawab Bia kesal.


" Ma, aku titip istriku. "


" Mas,, isshhh.. " geram Bia karena Al bertindak posesif di tempat yang salah.


" Iya. Pergilah. Cepat selesaikan urusan Leon dan cepat kembali. "


" Iya Ma. "


" Ada apa Ma ? Bia ? Apa terjadi sesuatu saat aku pergi ? Gimana Kia bisa pendarahan ? " tanay Tian.


" Kia gak tahu kalo sednag hamil Tian. Kamu tahu sendiri. Dia gak bisa diam. Padahal Gita sudh mewanti-wanti untuk menjaga kandungannya. Setelah diperiksa Gita,, eeehh malah lompat dari ranjang. "


Tian tersenyum getir membayangkan Zaskia yang pasti sedang sedih di ruangannya.


" Lebih baik kamu memdenagrnya langsung dari Tante Gita, Tian. Jangan marahi Kia dulu. Kamu tahu perasaannya pasti lebih sensitif sekarang. "


" Iya, Bia benar. "


" Baik Ma. "


 


Azalea dan Bia menjadi bengong saat melihat Al dan Leon juga Gita sudab berada di ruangan Zaskia.


" Kalian bilang mau selesaikan masalah. Kenapa sudah ada disini ? " tanya Azalea bingung.


" Ada Al ,, urusan kami jadi lebih cepat selesai Kak Lea. " jawab Gita sambil tertawa.


" Bagaimana bisa ? " tanay Bia heran.


" Dewandaru memiliki setengah saham dari RS ini, Ma." jawab Al sambil terkekeh dan mendekap Bia dan menyentil hidungnya pelan.


" Benarkah ? Aahh,, syukurlah. " ucap Azalea.


Tian menciumi tangan Zaskia agar bangun. Kemudian duduk disampingnya.


" Bagaimana kondisi Kia Tnate Gita ? " tanay Tian.


" Alhamdulillah, janinnya masih bisa diselamatkan Tian. Usia kehamilannya sudah masuk tiga bulan. "


" Tiga bulan ? Kenapa Kia gak memberitahuku ? " protes Tian kesal.


" Kia sendiri baru tahu kalo dia sedang hamil Tian. " jawab Bia.


Al menggenggam tangan Bia lebih erat. Seolah mengisyaratkan Bia agar tidak ikut bicara. Bia memukul lengan Al karena memahami isyarat Al.


" Lalu,, gimana bisa tahu ? " tanya Tian heran.


" Tadi siang, Bia pingsan. Setelah aku periksa ternyata dia hamil. Saat Bia sudah sadar, aku menyuruh Bia tes urin. Dan Kia memaksa untuk ikut Bia melakukan tes urin juga. Eehh,, ternyata positif. "


" Aaahh,, Alhamdulillah. " ucap Tian senang.


" Seperti yang aku katakan pada Kia. Bumil dengan riwayat anemia aplastik snagat rentan mengalami pendarahan apalagi keguguran. Kandungannya sangat lemah Tian. Aku harap Kia benar-benar menjaga diri dan mengatur pola makannya. Hindarkan dari berfikir yang berat, agar tidak memicu steesnya. Mungkin lebih baik, dia gak naik turun tangga sementara waktu. Sedikit banyak pasti akan mempengaruhi kandungannya nanti. Aku sudha memberinya obat penguat kandungan. " jelas Gita.


" Ma,,, apa boleh aku membawa Kia menginap dirumah Ibu ? " tanya Tian.


" Mungkin untuk beberapa hari ini, jangan dulu Tian. Kia pasti lebih senssitif dari biasanya. Dia akn lebih manja. Kita gak tahu emosi apa lagi yang akan dialaminya. Takutnya,, nanti menyusahkan Bu Adiba. " kata Azalea.


Tian berfikir sejenak kemudian mengangguk. Karena memang ada benarnya. Zaskia pasti akan lebih sensitif nantinya.


" Suruh saja Bu Adiba tinggal bersmaa kalian dirumah Clara. " usul Al.


" Lalu kamu ? " tanya Azalea.


" Rumah Nenek, sudah aku renovasi sedikit Ma. Aku membuatkan kamar untuk Faiz dan Fawwaz. Renovasinya sudah selesai kok. Aku, Bia dan anak-anak akan pindah kesana. Rumah itu bisa kalian tempati. "


" Kamu yakin mau tinggal disnaa ? Bukannya kamu,,," kalimat Leon menggantung. Tak enak hati pada Al.


" Itu dulu Om. Aku baik-baik saja. " jawab Al.


Semuanya tersehyum senang. Tian mencium kening Zaskia saat melihat Zaskia membuka matanya.

__ADS_1


" Terima kasih Ki. "


" Kak Tian,,, kenapa ada disini ? Dan makasi utnuk apa ? " tanya Zaskia bingung.


" Telah mengandung anakku. " jawab Tian senang.


" Bukannya aku pendarhaan Kak ? " tanya Zaskia heran sambil mengusap perutnya.


" Kamu punya Tante hebat yang sudah menolongmu, Ki. Jadi, cepat sembuh. " kata Bia sambil mengusap wajah Zaskia.


" Kamu terlalu berlebihan Bia. " elak Gita.


" Terima kasih Tante Gita. " ucap Tian dan Zaskia bersamaan.


" Kak Bia,, nanti malam aku tidur dikamar Kka Bia ya." pinta Zaskia manja.


" Tidak boleh !! " seru Al sambil menepis tnagan Zaskia yang meneggenggam tangan Bia sampai terlepas.


" Kak Al,,, ayolah,,," rayu Zaskia.


" Gak. Kamu tidur dengan Tian saja. "


" Hanya malam ini. " pinta Zaskia.


" Pokoknya tidak boleh !! Hari ini sangat melelahkan bagi Bia. Biarkan dia istirahat. "


Bibir Zaskia mengerucut kesal.


" Yang penting. Malam ini, kamu masih tidur di RS Kia . Nanti malam Ibu juga akan datang menjengukmu." kata Tian menghibur Zaskia.


" Ibu datang ? Heeemmm,, udang goreng. " seru Zaskia senang.


" Kamu mau makan udang goreng ? "


Zaskia mengangguk cepat.


" Aku akan memberitahu Ibu. "


" Makasi Kak Tian. " Seru Zaskia senang.


" Ki,, ingat pesanku. Jaga dirimu. " kata Gita memperingatkan.


" Iya Tante. Sudah sana pulang. Bumil gak boleh capek." gurau Zaskia.


" Beneran ?? Ayo Mas kita pulang. " goda Bia smabil menggamit lengan Al.


Tapi Zaskia sedikit bangun dan menarik tangan Bia.


" Ki,, jangan banyak gerak dulu. " tegur Gita.


" Ki,,, ! " tegur Tian.


" Kak Bia, jangan pergi. Temani aku Kak. " pinta Zaskia tidak memperdulikan protes dari yang lainnya.


" Kamu itu aaneh, Ki. Di mana-mana bumil selalu lebih posesif pada suaminya. Lha kamu ini,, malah pada Bia." omel Azalea.


" Rasa simpati Kia pada Bia saat ini sepertinya lebih besar. Apa karena pertengkaran Bia dan Leny tadi siang ? " tanya Gita.


Zaskia kembali tiduran, dan hanya mengangkat bahu pertanda tidak mengerti.


" Jangan dong. Bisa-bisa nanti aku yang ngerasain ngidam lebih parah daripada kamu. " protes Bia.


" Gak apa-apa dong. Kan Kak Bia sayang sama aku. "


" Sayang sih sayang. Tapi ya gak gitu juga. Enak di Tian dong. " gurau Bia.


Al mendekap Bia,


" Aku gak suka melihatmu bicara dengan Tian. " bisik Al cemburu.


" Mas,, isssshh,,, " keluh Bia kesal sambil berusaha melepaskan dekapan Al.


" Bia,, kamu juga harus istirahat. Kalo perlu, periksakan kandunganmu juga. Jangan terlalu terbebani Bia. " tegur Gita.


" Dengarkan apa kata Tante Gita. Apa kamu mau opname juga. " geram Al.


" Tidak,, tidak,, " sahut Bia cepat.

__ADS_1


__ADS_2