Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 42


__ADS_3

" Tenanglah Kia. Kakakmu pasti datang. " hibur Bia saat melihat Zaskia tengah gugup saat di make up.


" Bunda,, mau ke Ayah. " rengek Fawwazz.


" Iyaa. Ayo kitaa temui Ayah. " jawab Bia.


" Tante Kia. Aku tinggal ya. Bentar lagi pasti ada Mama Ara yang temeni. "


" Assalamualaikum Tante Kia. " seru Fawwaz.


" Waalaikumsalam sayang. "


" Inget. Gak usah nervous. Kakakmu pasti datang. " tegas Bia sebelum keluar dari kamar Zaskia dengan menggandeng tangan Fawwaz.


" Tentu saja Kak Al akan datang, karena Kak Bia yang memintanya. " gumam Zaskia.


 


" Ada apa Mas ? " tanya Bia.


" Bunda. Disini kan gak ada Mas Faiz. Bunda bicara sama siapa ? " tanya Fawwaz bingung.


Bia menatap Ghazzy tidak enak hati. Karena sedari dulu sudah memintanya untuk mengganti panggilan itu didepan si kembar. Bia tersenyum keki.


" Maksud Bunda, Ayah Dek Fawwaz. " jawab Bia keki.


" Tuuhh kan, udah di tegur dari dulu. Masih bandel aja. " bisik Ghazzy pelan sembari menyentil hidung Bia yang terkekeh.


" Ayah. Bunda. Boleh ke Mas Faiz ? " tanya Fawwaz sambil menunjuk ke arah Randy dan Wimpi yang tengah bermain dengan Faiz.


" Iya. Gak boleh nakal ya. " kata Ghazzy mengingatkan.


" Siaapp ! "


" Eeeiitttsss,, salamnya mana dong. " tegur Bia.


" Oooo iya. Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


" Ghazzy,, apa kamu sudah melihat Al ? " tanay Leon gelisah.


" Mas Al belum datang ? " tanya Bia bingung.


" Belum sayang. Mama dan Clara juga sudah berkali-kali telpon. Tapi tak satupun yang diangkat. " jawab Ghazzy.


" Maaf, Tuan, Nona,,, rombongan pengantin prianya sudah datang. " kata Wimpi


" Apa kamu melihat Al diantara mereka Wimpi ? " tanay Leon kesal.


" Tidak ada Tuan Leon. "


" Biar aku coba telpon. " usul Bia.


" Tidak usah sayang. Dia sudah datang. " jawab Ghazzy sembari menunjuk ke arah pintu samping.


" Syukurlah. "


" Ayo kita temui Ghazzy. " ajak Leon sembari menepuk pundak Ghazzy.


" Aku tinggal sayang. " pamit Ghazzy yang dijawab anggukan oleh Bia.


*****


Satu per satu prosesi acara pernikahan sudah terlewati. Tian mengucapkan ikrar pernikahan dengan lantang dan lancar. Resepsi pernikahan rnecananya akan digelar sekalian setelah akad nikah.


Setelah berfoto keluarga, Bia permisi ke dalam rumah untuk menidurkan Faiz yang tertidur di gendongan Wimpi. Dan Fawwaz digendongan Amy.


" Maaf. Sudah merepotkan. " ujar Bia sembari hendak mengambil Faiz di gendongan Wimpi.


" Jangan Non. Mas Faiz barusan aja tidurnya. Takutnya nanti kebangun. " elak Wimpi


Bia beralih pada Amy dan menggendong Fawwaz.


" Non, saya siapin tempat tidurnya Mas Faiz dan Adek Fawwaz dulu. " pamit Amy.

__ADS_1


" Gak usah Bik. Biar mereka tidur di kamar Bik Amy aja. Biar kalo nangis kedengeran. Dia atas kan gak ada orang. "


" Baik Non. Saya beresin kamarnya dulu. "


" Terima kasih Bik. Maaf merepotkan. "


" Tidak apa-apa, Non. "


Wimpi masih berjalan mengitari ruang tamu sembari menimang Faiz agar cepat terlelap. Bia mengambil sebotol air mineral dan duduk di ruang makan. Sedikit kesusahan untuk membukanya karena ada Fawwaz digendongannya.


Tapi tiba-tiba botol itu direbut seseorang, dan mengembalikannya lagi setelah membuka segel tutupnya. Bia mendongak, ada Al yang tengah tersenyum padanya.


" Terima kasih Mas. " ujar Bia sambil tersenyum.


" Sama-sama. " jawab Al sembari menatap wajah Fawwaz.


* Hidungnya mirip Ghazzy dan bibirnya seperti Bia. Mungkin naluriku benar-benar salah kali ini. * batinnya.


" Sayang sekali Dek Fawwaz tidur. Jadi gak bisa kenalan sama Papa Al. " kata Bia memecahkan keheningan diantara mereka. Membuat situasinya nenjadi canggung.


" Papa ? " gumam Al kaget.


" Si kembar gak boleh panggil Mas dengan Papa ? "


" Bo,, boleh. " jawab Al gugup.


" Terima kasih sudah menepati janjinya Mas. "


" Kalo gitu aku pergi Bi. "


" Mas gak makan dulu ? Atau,, pamit sama Mama dan Kia ? Atau sama Kak Clar ? "


" Aku cuman mau melihatmu Bi. Aku pergi. " pamit Al.


" Tapi Mas,, acaranya kan belum selesai. "


" Pesawatku menunggu Bi. Aku harus segera pergi ke bandara. "


" Hati-hati di jalan. " ucap Bia.


Wimpi mendekat kearah Bia. Dan tersenyum saat melihat Bia menatap punggung Al hingga menghilang.


" Tuan Al sepertinya sangat mencintai Non Bia. Setelah apa yang dia lakukan dulu. " sindir Wimpi.


" Sssstttt, jangan keras-keras Kak. Aku gak mau ada kesalah fahamn antara aku dan Kak Clara. " jawab Bia.


" Baik Non. "


Azalea dan Clara memasuki dapur dari arah berbeda.


" Apa ketemu Clara ? " tanya Azalea.


" Gak Ma. Mama sendiri gimana ? "


" Sama. Diatas juga tidak ada. "


" Mama dan Kak Clara sedang mencari siapa ? " tanya Bia sambil melihat keduaanya heran.


" Kami sedang mencari Al, Bia. Tiba-tiba saja dia menghilang. " jawab Azalea.


" Memangnya Mas Al gak pamit ? " tanya Bia.


" Kalo pamit, tentu kami tidak harus mencarinya kan Bia. " gurau Clara.


" Tadi, Kak Wimpi melihat Mas Al keluar bersama asistennnya. Mungkin ke bandara. " jawab Bia asal.


Bia mengerling pada Wimpi sesaat setelah Wimpi hendak protes. Hingga Wimpi kembali pura-pura menimang Faiz dan menidurkannya di ranjang dikamar Amy.


" Mungkin Al langsung berangkat ke Korsel Ma. " jawab Clara.


" Pasti Kia akan kecewa nanti. " keluh Azalea.


" Yang penting Mas Al sudah melakukan kewajibannya menjadi wali nikah Kia, Ma. "


" Iya kamu benar Bia. "

__ADS_1


" Aku menidurkan Fawwaz dulu ya. " pamit Bia.


" Kenapa tidak ditidurkan dikamar kamu saja Bia ?"


" Nanti kalo nangis gak ada yang dengar, Ma. Kalo tidur disini kan ada Bik Amy. "


" Iya kamu benar. " Jawab Azaleaa.


 


" Kak Bia,, ada Kakak Kak Tian. " kata Zaskia saat Bia masih membantu Amy menyiapkan minuman untuk tamu-tamu.


Amy mengambil alih gelas yang ada di tangan Bia dan mengisinya bersama Wimpi.


" Mau kemana sayang ? " tanya Ghazzy saat melihat Bia tengah digandeng Zaskia.


" Tian mau mengenalkan Kakaknya By. " jawab Bia.


" By ?? " tanya Zaskia bingung.


" Hubby,, bisa sedikit terdengar Abi nantinya. " jawab Bia terkekeh.


" Pasti karena protes dari si kembar nih." celetuk Zaskia yang dujawab anggukan oleh Bia.


Ghazzy mengusap kepala Bia lembut sambil tertawa.


" Kak Ghazzy,, Bia,, kenalkan ini Kak Mayang dan suaminya. " kenal Tian.


" Mayang. Senang bisa bertemu dengan kalian. " kenal Mayang sembari menyalami Bia, Ghazzy dan Zaskia.


" Mas Bagas ?? "


Bagas menoleh dan kaget saat melihat Bia disana. Dia tersenyum keki.


" Mas Bagas kenal sama Bia ? " tahya Mayang penuh selidik.


" Teman laama Mayang. " jawab Bagas tanpa menoleh ataupun bersalaman dengan Gahzzy dan Bia.


" Mayang,, aku sudah lapar. Ayo kita makan. " ajak Bagas menghindari Bia yang sedari tadi menatapnya.


" Oke. Tian,, Kia,, aku tinggal kesana dulu ya. Mari semuanya. " pamit Mayang.


Wimpi menatap intens saudara Tian yang tadi dikenalkannya pada Bia dan Ghazzy tapi tidak diperdulikan Bagas. Dia ikut kesal karena Bagas tidak memperdulikan Bia.


Tian menatap Bia yang masih melihat ke arah Bagas.


" Kamu mengenalnya Bia ? " tanya Tian.


" Seingatku,, bukannya dia suami Lily sayang ? " tanya Ghazzy memastikan.


" Iya Mas. "


" Suami,,, siapa ? " tanya Tian kaget.


" Lily sahaabatku Tian. "


" Apa ? "


" Lily dan Mas Bagas memang sudah bercerai. Dan aku harap,, Kak Mayang bukan korban Mas Bagas yang lain. "


" Maksud kamu apa Bia ? "


" Mas Bagas punya selingkuhan di mana-mana Tian. Karena itu Lily bercerai dengan Mas Bagas. Aku gak punya buktinya. Tapi, aku harap Kak Mayang memang satu-satunya kali ini. " jelas Bia.


" Aku akan menyelidikinya. Aku gak akan memaafkan dia kalo sampai berani-beraninya mempermainkan Kakakku. " geram Tian.


" Sudah,, ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Lihatlah,, moodmu jadi rusak karena dia. Ingat. Ini saat bahagia kalian. " tegur Ghazzy.


" Aaahh,, maafkan aku Ki. " pinta Tian sambil


tertawa.


" Pokoknya gak usah pake emosi. " seru Zaskia kesal.


" Kok ganti kamu yang sewot. Senyum dong !" gurau Bia sambio mencubit pipi Zaskia.

__ADS_1


__ADS_2