Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 97


__ADS_3

Fawwaz merangkul leher Bia setelah mengaji di depan pusara Clara yang berada di taman belakang rumah Mark.


" Ada apa Adek ? " tanya Bia sambil mengusap punggung anaknya.


" Bunda,, kangen sama Mama Ara Bun. " rengeknya.


" Kan adek punya fotonya di ponsel Bunda. Inget gak, dulu Bunda bilang apa kalo kangen Ayah ? "


Faiz duduk dipangkuan Al yang tengah menatap Bia intens. Seolah tengah belajar bagaimana menghadapi anak-anaknya saat sedih seperti sekarang ini.


" Lihat foto Ayah. Lalu baca doa untuk Ayah. " jawab Fawwaz.


Bia tersenyum dan mengusap kepala Fawwaz.


" Itu adek masih ingat. " celetuk Bia.


Al tersenyum mendengar jawaban Fawwaz. Lalu melihat Fawwaz sedang mengangkat kedua tangannya lalu mengusapkannya ke wajahnya.


" Kok Papa gak denger doanya Adek ? " goda Al.


" Kata Ayah, doanya gak boleh keras-keras. Rahasia. Biar Allah dan Adek yang tahu. supaya cepat terkabul. Iya kan Bun. " seru Fawwaz minta dukungan pada Bia.


" Iya dong. " jawab Bia pasti.


" Adek,, sudah jangan duduk di pangkuan Bunda. Nanti adek bayinya kesakitan. " tegur Faiz.


Fawwaz langsung bangun dan duduk mengusap perut Bia.


" Maafin kakak ya Adek bayi. " ujar Fawwaz.


Al tertawa haru dan menarik lengan Fawwaz untuk mendekat ke arahnya.


" Sini, sama Paapa saja. " kata Al.


" Bia,, hamil Bu Lea ? " tanya Naya heran.


Azalea tersenyum sambil mengangguk.


" Mereka semua sedang hamil Bu Naya. Gita, istrinya Leon sedang hamil empat bulan. Kia sedang hamil tiga bulan. Dan Bia sedang hamil satu bulan. Dan yang sednag rewel-rewelnya memang Bia. Masih sering mual." jelas Azalea.


" Alhamdulillah. " seru Naya.


" Apa belum selesai ? " bisik Mark pelan pada Naya.


" Sudah Honey. " jawab Naya.


" Faiz, Fawwaz, mau bermain mobil dengan Opa ? " tanya Mark.


" Sama Kak Wimpi dan Kak Randy aja Opa Mark. Nanti Opa kecapekan, Opa harus istirahat. " jawab Faiz.


Mark terkekeh sejenak. Menutupi keharuannya. Clara benar, anak-anak mereka semenggemaskan ini. Pikirnya.


" Bunda,, sudah boleh main ? " tanya Fawwaz.


" Iya. Gak boleh nakal ya. "


" Siaapp Bunda. Ayo Mas,, " ajak Fawwaz semabri mendekat ke arah Wimpi dan Randy.


" Kalo gituu, ayo kita kembali ke ruang tamu. " ajak Naya.


Semuanya berdiri. Dan mengikuti Naya. Bia ikut berdiri. Menyempatkan kembali membaca Al Fatihah untuk Clara dan mengusap pusaranya.


* Kak Clara,, maafkan semua kesalahanku. Terima kasih untuk kesabaran Kak Clara. * batin Bia.


Dekapan Al membuat Bia tersadar. Lalu mengikuti Al untuk menuju ruang tamu Naya.


*****


" Maaf,, kalo boleh tahu. Bagaimana Faiz bisa berfikir mereka hasil perselingkuhan ? " tanya Mark penasaran,


Semuanya menghela nafas panjang. Kemudian Azalea dan Zaskia menceritakan tentnag adu mulut Leny dan Wimpi yang terdengar Faiz. Dan jawaban Leny saat ditegur Bia.


" Aahh,, kenapa anak itu berani-beraninya sampai ikut campur. " keluh Naya kesal.


" Tidak apa-apa, Tante Naya. Semuanya sudah berlalu." jawab Bia.


" Tidak apa-apa bagaimana Kak Bia ? Kak Bia jadi sestres itu sampai pingsan. " omel Zaskia.


" Pingsan ? " tanya Naya makin kesal.


" Jadi, maksud kalian pemicu stresnya,, karena Bia teringat dengan perkataan Leny tempo hari ? " tebak Mark sambil geleng-geleng saat melihat kesemua orang yang mengangguk.

__ADS_1


" Sebenarnya ada hubungan apa antara Leny dan kalian ? " tanya Tian tak mengerti.


" Leny, anak pengasuh Clara. sewaktu Clara pindah ke Kalimantan, Leny baru saja lulus SMA. Dan dia bersedia ikut bekerja di rumah Clara. " jelas Naya.


" Mungkin karena mereka tumbuh bersama di rumah yang ada di Surabaya. Jadi, satu sama lain merasa dekat. " sahut Mark.


" Tapi, aku akui Leny memang suka ikut campur orangnya. Maafkan dia. Aku akan menegurnya nanti. "


Kata Naya.


" Gak usah Tante. Semuanya sudah berlalu. Aku sennag karena Tante dan Om gak salah faham sepertti Leny. " jawab Bia.


" Om dan Tante kok gak terpengaruh dnegan omongan Leny ? " tanya Zaskia heran.


" Iya. Jujur saja. Melihat Leny ada disini tadi, saya benar-benar takut Bu Naya dan pak Mark salah faham." sahut Azalea menimpali.


" Clara sudah menjelaskan semuanya. Mungkin dia juga tahu, akan ada kesalah fahaman nantinya. " jawab Naya.


" Itu benar. Karena mereka memiliki hubungan yang compicated. Orang lain yang melihatnya pasti hanya akan ada negatif thingking. " seru Leon menambahkan.


" Kak Clara ? Menjelaskan bagaimana Tante ? " tanya Bia bingung.


" Sebentar, Honey. Aku akan mengambilnya. " jawab Mark sambil beranjak menuju lantai atas.


" Papa Mark mau kemana Ma ? " tanya Al.


" Ke kamar. Sebentar . " jawab Naya sambil tersenyum dan mempersilahkan untuk minum dan mencicipi kue buatan ibunya Leny.


Mark kembali ke ruang tamu diiringi pandangan bingung smeuanya.


" Buku itu,, " kalimat Bia menggantung.


Dia ingat buku itu pernah diminta Clara dulu. Dan Bia tidak sampai hati menolaknya. Naya tersenyum melihat respon Bia.


" Buku ini milikmu kan Bia ? " tanya Mark.


" Iya Om. Tapi aku sudah memeberikannya pada Kak Clara dulu. " jawab Bia.


Mark membuka cover buku itu lalu mengambil satu kertas didalamnya.


" Apa itu Pa ? " tnaya Al heran.


" Baca saja. Ittu tulisan Clara. " jawab Mark sembari menyerahkan tulisan Clara ke Al.


Bia menangis setelah membacanya. Begitupun dengan Al. Keduanya menunduk menyembunyikan perasaan masing-masing. Naya tersenyum dan duduk disamping Bia. Membiarkan Bia menangis di pelukannya. Mark pun hanya menepuk-nepuk bahu Al agar bisa tenang.


Azalea yang penasaran mengambil kertas itu dari tangan Al. Dan membacanya di samping Zaskia. Dan respon mereka pun sama seperti Bia dan Al. Keduanya smaa-sama bertangisan.


Kertas itu di ambil Tian dan membacanya. Dia hanya tersenyum getir. Hubungan yang rumit. Pikirnya. Tian memberikannya pada Leon dan Gita. Keduanya menunduk trenyuh membayangkan perasaan Clara selama ini.


" Maafkan keluarga saya Pak Mark. Bu Naya. " ucap Azalea saat sudah sedikit lebih tennag.


" Tidak ad yang perlu dimaafkan. Memang jalannya harus sepeeti ini. " jawab Naya.


" Maafkan saya Tante Naya. " pinta Bia sembari mencium tnagan Naya.


" Kami yang seharusnya berterima kasih Bia. Kamu sudah membuat Clara menjadi lebih baik. " jawab Naya smabil mencium kening Bia.


" Bia,, " panggil Mark.


Bia menoleh. Dan menatap Mark yang tengah emnatapnya juga.


" Iya Om. "


" Tidak bisakah kamu memanggil kami dengan Papa dan Mama ? Sama sepeti Clara ? Kamu juga sudah membacanya, kalo Clara pun mengharapkan hal yang sama. "


Bia terpaku sendiri. Bingung dengan apa yang akan dilakukannya.


" Setidaknya, bisa mengurangi kesedihan kami karena kehilangan Clara Bia. Biarkan kami merasa masih memiliki satu putri lagi. " kata Naya memastikan.


Azalea dan Zaskia tersneyum simpul.


" Saya jadi bingung harus bagaimana Om, Tante. Saya merasa gak pantas berada di tengah keluarga ini. Berada di tengah keluarga Mama Lea saja syaa sudah snagat bersyukur. "


" Papa, Bia. Papa,, kami mohon. " pinta Mark.


Bia melihat Azalea dan Al yang hanya mengangguk.


" Tunggu apa lagi Kak Bia. Panggil Tante Naya dan Om Mark. Papa dan Mama. " seru Zaskia senamng.


" Aku akan mencobanya. Terima kasoh, Pa. Ma. " jawab Bia.

__ADS_1


Mark menghapus air mata bahagianya. Dan mendekap Al sennang. Naya memeluk Bia bahagia.


" Teeima kasih, Bia. " ucap Naya.


" Jangan sakiti putri kami lagi Al. " seru Mark sambil menepuk pundak Al.


" Aku gak akan mengulangi kesalahan yang sama Pa. Cukup dulu, aku yang bodoh. " jawab Al sendu.


" Kalian akan menginap disini kan ?" tanya Naya sambil meelpaaskan pelukannya.


" Eehhhmm,,, "


Bia terdiam tidak enak hati. Bagaimanapun dia akan mengikuti keputusan Al.


" Seperti yang saya bilang tadi Bu Naya. Untuk sementara biarkan Bia terhindar dari pemicu stresnya. Biar dia lebih rileks. " jawab Gita yang mengerti perasaan Bia.


" Hanya karena Leny kan ? Aku bisa meyuruh dia dan Ibunya untuk pergi ke apartemen Clara sementara kalian disini. " jawab Mark.


" Tapi,, "


" Tidak ada tapi-tapian Bia. Lusa empat puluh hari Clara. Aku harap kalian semua ada disini. Menemani kami. Apalagi kamu, Bia. " sahut Naya.


" Apa kamu masih gak nyaman berada di tengah-tengah kami ? " tanya Mark heran.


" Bukan sepeti itu Pa. Tapi,, Mas,, ? "


" Kalo memang Leny gak ada disini. Kita bisa menginap disini, Bi. Aku harap kamu benar-benar menjaga kandunganmu untuk gak terlalu stres. "


" Iya. " jawab Bia senang.


" Apa benar ini masih satu bulan ? Sepertinya perut kamu sudah mulai membuncit. " goda Naya sambil mengusap perut Bia.


" Iya satu bulan Ma. "


" Sepertinya memang kembar lagi Bia. " goda Azalea.


" Mama,, omongan adalah doa, Ma. jangan dong. Satu aja. " gerutu Bia.


Al mencubit pipi Bia kesal.


" Memangnya kenapa kalo kembar lagi haahhh,, aku juga mengharapkannya kemabr kok. " protes Al.


" Iihh,,, Mas. Jangan satu aja. Satu lagi dari Kia. Belum lagi nanti ada satu lagi dari Tnate Gita. "


" Enak aja. Biar mereka aja yang satu. Kita dua. " goda Al.


" Iiiisshh,, " geram Bia kesal.


" Ini,, sepeertinya memang gak hanya satu Bia. Lihat saja perutmu sudah mulai membuncit. " gurau Naya.


" Mama Naya, udah ya. " tepis Bia.


" Kalo kembar lagi, apa kami juga boleh ikut mnegasuhnya Bu Lea ? " tnaya Naya.


" Tentu saja Bu Naya. Rumah kami selalu terbuka untuk keluarga Bu Naya. Meskipun kalo memang nanti hanya ada satu. "


" Aamiinn. " seru Bia.


Al menarik hidung Bia pelan.


" Dua Bi. Lihat aja nanti. "


" Ihh,, kayak dukun aja. "


" Firasatku menagtakan dua Bi. "


Bia tidak bisa mendebat Al kalo sudah mengatakan firasat. Karena memang diakuinya firasat Al tidak pernah salah . Bia hanya mencibir kesal. Semuanya jadi tertawa.


" Memnagnya Kak Al belum memeriksakan kamdungan Bia ? " tanya Tian.


" Belum sempat. " ujar Al sambil tertawa keki.


" Aaalll,, ! " tegur Azalea sambil geleng-geleng.


" Untuk saat ini pun mungkin belum terlalu kelihatan. Bisa dilihat dua bulan lagi kalo memang nantinya kembar. Pasti akan ada dua kantong janin nanti. Sama seperti dulu. " jelas Gita.


" Satu Tante. " tegas Bia.


" Dua , Bi. " tegas Al.


" Sudah. Satu atau dua. Semoga dedek-dedek bayi yang kalian kandung selalu sehat. " harap Naya kepada bumil disana.

__ADS_1


" Aaaammmiiinnn. " seru Zaskia, Gita dan Bia bersaamaan.


__ADS_2