
Al membuka ponselnya dan mecari pesan yang di maksudkan Faiz tadi.
' Apa kabar Al ? Aku lihat kamu semakin dekat dengan Clara. Apa kamu juga sudah menemukan jawabannya ?'
Al meletakkan ponselnya di meja dengan kasar. Siapa yang mengatakan pada Gahzzy kalo dia dekat dwngan Clara ? Padahal mereka semakin terasa jauh sejak Clara melakukan pengobatan di Singapura.
" Assalamualaikum Papa. " sapa Fawwaz saat masuk ke ruang kerja Al.
Al segera mendekat.
" Waalaikumsalam. Ada apa Adek ? "
" Disuruh Oma panggil Papa untuk sarapan. "
" Baiklah kita kesana. " sahut Al sembari menggendong Fawwaz dipundaknya.
" Papa,, aku juga mau naik. " rengek Faiz.
" Mas naik dari depan. Tarik tnagan Papa dan panjat sampai pundak ya. "
" Eehhhmm,, oke. Mas coba. " serunya.
Faiz menarik tangan Al dan memanjat dari lutuut, paha, perut dan akhirnya bisa meraih leher Al untuk duduk di pundak Al.
" Yeeeaaayyy !!!! " seru Faiz senang.
" Anak-anak,, Turun. Kita sarapan dulu. " seru Azalea.
" Oma. Kami mau telpon Bunda. Iya kan Pa. " jawab Faiz.
" Kita sarapan dulu. " kata Zaskia dengan suara tercekat.
Tentu saja membuat Al mengernyitkan alisnya heran.
" I hope both of you not hiding something from me again. Karena perasaanku gak enak. " tegas Al sembari merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya.
" Kalian pegangan yang erat ya. Papa ambil pomsel dulu. "
" Siaaappp !!! "
Azalea dan Zaskia saling menggenggam sama-sama saling menguatkan.
" Ada apa ? " tanya Clara yang baru datang ke ruang makan.
" Kami mau telpon Ayah dan Bunda, Ma. " jawab Fawwaz .
" Ahh benarkah. Mama juga kangen Bunda. "
" Ayo telpon Pa. "
" Belum diangkat Mas. " seru Al tidak sadar.
Sudah kelima kalinya tapi telponnya masih tidak diangkat oleh Bia. Tentu saja membuat Azalea dan Zaskia menjadi panik.
" Telpon Ki. " seru Azalea panik.
Zaskia mengeluarkan ponselnya. Dengan tangan gemetar menekan nomor Bia.
" Angkat Kak Bia !!! " seru Zaskia panik.
" Ada apa Ma ? " tanya Tian.
" Bia gak mengangkat telponnya. "
" Sudah coba telpon Wimpi atau Bik Amy ? " tanya Tian.
" Ahh ya benar. Wimpi. Dia pasti bersama Bia sekarang. " jawab Azalea.
" Sebenarnya ada apa ini ?! Kenapa kalian sampai sepanik ini hanya karena Bia tidak mengangkat telponnya ?? "
" Pa. Mas mau turun. "
" Adek juga. "
" Pa,, kamu membuat anak-anak takut. " seru Clara sembari membantu si kembar turun dari pundak Al.
" Maafkan Papa anak-anak. " pinta Al menyesal.
" Gak apa-apa Pa. Apa Ayah sakit lagi Oma ? " tanya Faiz sembari menggandeng tangan Azalea.
Azalea menatap Zaskia dan Al bergantian. Kemudian menunduk.
" Semoga saja tidak. Mas Faiz udah doain Ayah kan tadi. "
" Udah Oma. "
Al masih menatap Zaskia tajam, hingga Zaskia memutuskan untuk menghindari tatapan Al. Dia memegang lengan Tian yang juga tengah mencoba menelpon nomor Wimpi.
" Kak Biaaa,,, !! " Seru Zaskia kesal sampai melemparkan ponselnya dengan kesal diatas meja makan. Kemudian dia terduduk untuk menetralkan ketakutan dan paniknya.
Semua itu tidak terlepas dari tatapan Al. Faiz mengambil ponsel Zaskia. Lalu mencoba video call nomor Bia. Dideringan ketiga telponnya diangkat Bia.
__ADS_1
" Assalamualaikum , Bundaaaaaaa,,, !! " seru Faiz.
Spontan semuanya kaget dan mendekat ke arah Faiz. Melihat mata Bia yang bengkak karena kurang tidur dan kebanyakan menangis.
" Bunda,, bunda kenapa menangis ? " rengek Faiz.
Tentu saja membuat Al mendekat dan meraih ponsel Zaskia yang ada ditangan Faiz.
Tampak Bia masih memakai mukena dan matanya sembap. Dia hnaya menangis. Berkali-kali emngusap air matanya tapi nihil. Masih keluar semakin deras.
" Bi,, apa yang terjadi ? " tanya Al dengan suara twrcekat.
Ini pertama kalinya melihat Bia menangis sesenggukan sepeeti saat pertama kalinya Al melakukan kekerasan fisik padanya.
Bia masih tak mampu menjawab sepatah katapun. Dia mengarahkan ponselnya kearah Gahzzy yang tengah diperiksa oleh Leon.
" Om Leon !!! " seru Al kaget.
" Leon,, ? Kamu disana ? Bagaimana keadaan Gahzzy ?" seru Azalea sambil merebut ponsel Zaskia dari Al.
" Semakin parah. Tapi, Ghazzy tetap bersikeras gak mau kerumah sakit. Sepertinya dia menunggu anak-anaknya. Bisakah kalian pulang sekarang juga ?"
" Aku akan memesan tiket sekarnag juga. " sahut Azalea.
" Reiga. Siapkan pesawat pribadiku. Kita terbang ke Surabaya sekarnag juga. " tegas Al.
" Anak-anak. Kita pulang sekarnag juga. Bunda dan Ayah menunggu. Ayo kita packing. " ajak Al.
" Baik Pa. " jawab keduanya.
" Pa. Maafkan Mama, karena gak bisa ikut. Sepertinya aku masih belum kuat kalo harus terbang lagi Pa . "
" Kamu gak apa- apa dirumah sendirian ? "
" It's okay. Bersiaplah. Biar anak-anak smaa aku. Ayo, anak-anak Mama bantu berkemas. "
" Makasi Ma. "
Al segera beranjak pergi ke ruang kerjanya. Begitupun dnegan Azalea, Zaskia dan Tian.
" Ayaaaahhhh,,, Bundaa,,,,, !! " seru si kembar semabri menghambur memeluk Bia yang masih sesenggukan dan menggenggam tangan Gahzzy.
" Salim ke Ayah dulu Mas. Adek. " kata Bia.
Al terpaku ditempatnya berdiri. Sedih melihat Bia yang terlihat serapuh itu. Dan kembali merasa marah pada keluarganya. Bisa-bisanya menyembunyikan keadaan Gahzzy yang sudah separah ini.
"Mas,, Adek,, udah pulang. " sapa Ghazzy saat terbangun melihat kedua anaknya tengah memeluknya disisi kanan dan kirinya.
" Iya Yah. " jawab keduanya patuh. Kemudian menggandeng tangan Bia untuk kekamar mereka agar bisa ganti baju. Begitupun dengan Bia.
" Gimana kabarnya Al ? " tanay Gahzzy saat anak-anaknya sudah keluar kamar bersama Bia.
" Sebaik yang kamu pikirkan. " jawab Al getir.
" Alhamdulillah. "
" Gimana keadaanmu ? "
" Masih belum tenang karena memikirkan Bia. "
" Kenapa dnegan Bia ? " tanya Al tak mengerti.
" Ma,, Kia,, aku titip Bia dan anak-anak. Kalo nanti ada yang mau menikahinya. Tolong pastikan dia juga menyayangi anak-anak. "
" Kamu bicara apa Gahzzy !! " seru Tian kesal.
" Kalo Kak Ghazzy mengkhawatirkan soal itu. Aku ikhlas kalo Kak Tian mau menikahi Kak Bia. " kata Zaskia mulai memancing emosi Al.
" Apa maksudmu ?! " seru Al emosi.
" Seperti yang dibilang Kia. Kalo memang Ghazzy dan Kia mengijinkan, aku akan menikahi Bia. Biar Bia jadi istriku. "
Al menatap tajam ke arah Zaskia dan Tian bergantian. Zaskia bahkan sampai bergidik. Tidak menyangka Al akan semarah itu.
Tian kaget saat Al tiba-tiba mencengkram kerah baju Tian dan menariknya paksa hingga mendekat ke arah Al. Jarak mereka bahkan hanya satu senti saja.
" Kamu jangan memprovokasiku !! Kalian tahu aku
Mencintai Bia !! " geram Al dengan suara tertahan.
Ghazzy tersenyum lega.
" Ada apa ini ?! " tanya Bia heran karena melihat Al yang seolah sudah bersiap akan memukul Tian.
" Sa,, yang,, " panggil Gahzzy sambil mengulurkan tangannya.
" By,, Om Leon. " panggil Bia khawatir karena GhazY kembali mimisan.
" Percuma Bia. Kankernya sudah akut. Kita gak bisa berbuat apa-apa. "
__ADS_1
Bia yang sudah berganti baju gamis berwarna merah jambu dengan hijab sewarna kembali menangis sesenggukan. Dia memegang tangan Gahzzy.
" Bisa minta tolong sesuatu sayang ? "
" Apa itu By ? "
" Aku ingin melihatmu menikah dnegan Al. "
" By,, ,!!!! " seru Bia kesal karena Gahzzy kembali mengungkit tentnag Al.
" Aku mohon sayang. Ini permintaanku yang terakhir. Aku janji. "
Bia terdiam. Melihat Azalea dan Leon yang tampak mengangguk. Begitupun dengan Zaskia. Dia mengatupkan kedua telapak tanganya seolah tnegah memohon atas nama Gahzzy.
" Sayang,, aku mohon. "
Bia menggeleng pelan dan mencium kening Ghaazzy.
" Jangan paksa aku By. Aku mencintaimu By. "
" Aku yakin cepat atau lambat. Kamu akan bisa mencintai Al sayang. Dia sangat mencintaimu, lebih besar dari rasa cintamu padaku sayang. "
" By,,, hentikan. "
" Aku yakin kamu juga tahu sebesar apa cinta Al padamu sayang. "
" By,, hentikan By. "
" Menikahlah dengan Al. Aku akan lebih tenang sayang. "
" Al,, " panggil Ghazzy sambil mengulurkan tnaganya.
Al mendekat. Dan menyambut uluran tangan Ghazzy. Lalu duduk disamping Gahzzy. Dia mengaitkan tangan Al dengan tnagan Bia.
" Aku ingin melihat kalian menikah sekarnag juga. "
" By,,, !!!
" Gahzzy. "
" Kalo kamu gak mau. Tian bisa melakukannya. " anacam Ghazzy.
" Aku akan menikahi Bia, " sahutAl cepat.
" Mas !! " keluh Bia kesal.
" Aku akan memanggil pak penguhulu. " seru Tian lalu beranjak pergi.
Azalea mendekat ke arah Al. Dan memberikan satu cincin bermatakan zamrud pada Al.
" Jadikan ini mahar kalian. "
" Mama,,, " keluh Bia tak percaya.
" Terima kasih Ma. " ucap Al tulus.
Leon memberikan satu lagi bantal di belakang Ghazzy agar dia biaa duduk dwngan nyaman.
" Penghulunya sudah datang. " kata Tian.
Satu orang penghulu dan pak ustadz masuk ke kamar itu. Bia melihat semua ornag tengah bersiap-siap. Dia melihat Gahzzy yang tampak tersenyum lega.
" Kamu senang By ? " Tanya Bia memastikan.
Gahzzy mengangguk dan kembali tersenyum.
" Terima kasih sayang. Kamu mau melakukan permintaan terakhirku. "
Bia mengalihkan tatapannya saat Zaskia menepuk pundaknya dan membawanya ke kursi tempat pengantin wanita. Al sudah duduk dengan gelisah disana.
Al menatap Bia yang masih menunduk dan menangis sesenggukan. Tidak pernah menyangka harapannya selama ini menjadi terkabul. Akhirnya dia bisa menikahi Bia lagi.
" Sahhhhh !!! " seru semua saksi yang ada dikamar itu. Menjadi saksi hidup Al mengikat Bia dengan janji sucinya.
Monitor jantung yang dipasang Leon. Berbunyi dengan nyaring. Leon spontan berlari menuju ranjang Gahzzy. Dan memeriksa keadaan Gahzzy.
Leon menatap Bia yang bertanya lewat matanya. Leon menggeleng lemah.
" Gahzzy sudah meninggal Bia. "
Bia terhuyung ke belakang. Untung Al sigap menangkapnya.
" Bi, kamu gak apa- apa ? " tanya Al panik.
" Mas,,, Hubby,, hubby,, "
Hati Al masih terasa sakit Bia masih memanggil Gahzzy denagn sanagt mesra. Meskipun Gahzzy sudah meninggal.
" Sayang !!! " pekik Al tanpa sadar saat Bia pingsan dipelukannya.
Al membopong tubuh Bia menuju pembaringan. Jenazah Gahzzy dibawa ke lantai bawah untuk di mandikan, di kafani dan disholati.
__ADS_1
Di kamar hanya ada Al dan Bia. Mengusap wajah Bia yang semakin tirus. Meraba kantung matanya yang nampak menghitam.
" Aku harap kesedihanmu tidak berlarut-larut Bi. Aku sedih melihatmu serapuh ini. " kata Al lalu mencium kening Bia sedikit lama.