Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 89


__ADS_3

Bia mencubit pipi Zaskia dengan gemas agar tersadar dari lamunannya. Sampai Azalea dan Gita terkekeh.


" Aduuhhh,, sakit Kak ! " pekik Zaskia.


" Kami semua sedang memberi selamat lho, eehh kamu malah ngelamun. " protes Bia.


Zaskia hanya mencibir sembari mengusap pipinya.


" Kak Bia,, yakin ? "


" Kamu lihat aja sendiri. " jawab Bia sembari meletakkan tespack Zaskia di telapak tangannya.


Zaakia mendekat pada Azalea.


" Mama,, ini artinya apa ? " tanya Zaskia polos.


Azalea tertawa sambil menarik hidung Zaskia.


" Kalo ada dua garis berarti itu posotif sayang. Kalo satu garis negatif. " jelas Azalea.


Gita dan Bia tersenyum melihat Zaskia yang hanya ber_oh ria. Sama seperti Leon ketika bertemu dengan Bia dulu.


" Berarti,,, ini ,,, aku beneran hamil Ma ? Tapi kenapa aku gak ngerasain apa-apa ? Aku juga gak lagi ingin makan apapun. " kata Zaskia bingung.


" Tapi,, kamu makin resek, godain aku dan Mama. Iya kan Ma. " sahut Bia.


" Iya. Akhir-akhir ini memang kamu terlalu jahil Ki. "


Zaskia tertawa mendnegarnya.


" Tidurlah Ki. Aku akan memeriksamu. Tapi, tetap aku sarankan untuk memeriksakan lebih lanjut di rumah sakit terdekat. " kata Gita.


" Kan dirumah sudah ada dokter obgyn. " celetuk Zaskia sambil merebahkan tubuhnya diranjang Bia.


" Dokternya sih ada. Tapi perlengkapannya yang gak lengkap Ki. Kamu gak pengen USG untuk mengetahui perkembangan janinmu ? "


" Kak Bia. Kapan Kak Bia akan periksa. Aku ikut. "


" Kan ada Tian. " sahut Bia.


" Gak mau. Aku mau sama Kka Bia. " jawab Zaskia manja.


" Jangan deket-deket aku. Nanti anakmu mirip aku. " goda Bia yang diikuti tawa Azalea.


" Mau banget aku. Kalo punya anak sesholehah Kka Bia. " celetuk Zaskia senang.


" Mami Kia kan juga sholehah. " goda Bia.


" Pokoknya periksanya harus sama aku. Kapanpun Kak Bia periksa harus ajak aku. Awas aja sampai aku ditinggalin. " ancam Zaskia.


Gita kembali memeriksa perut Zaskia dengan stetoskopnya. Dia memnag gak bisa maksimal memeriksa Zaskia saat ini. Tapi, yang dia tahu. Saat ini kehamilan Zaskia sudah memasuki usia 15 minggu.


" Ki,, kehamilan kamu bahkan sudah memasuki usia 15 minggu. Kamu harus memeriksakan kondisimu secepatnya. " jelas Gita dengan raut wajah cemas.


Tentu saja membuat Azalea ikut panik.


" Memangnya kenapa , Gita ? " tanya Azalea panik.


" Tenang dulu Kka Lea. Gak usah panik. "


Zaskia bangun dari tidurnya. Tapi masih duduk, menyandarkan kepalanya dibahu Bia yang duduk disampingnya.


" Hanya untuk antisipasi Kak Lea. Meskipun penyakit Kia sudah sembuh, tapi riwayat Anemia aplastik bisa membuat kehamilan Kia terganggu. "


Zaskia mengusap perutnya. Ada sedikit kekhawatiran disana.


" Terganggu gimana, Tante ? " tanya Bia heran.


" Kia harus benar-benar ekstra menjaga kandungannya. Karena rentan mengalami pendarahan. Kia juga harus menjaga pola makannya agar nutrisi janinnya terjaga. "


" Kak Bia,,, " panggil Zaskia takut.


" Ki,, jangan panik dulu. Memang semua wanita yang hamil harus ektra menjaga diri. Mengatur pola makannya juga. Gak hanya kamu, Bia dan aku juga harus melakukannya. Hanya saja, untuk kasua kamu memang sedikit berbeda. Kamu benar-benar harus dibebaskan dari aktifitas berat. "


" Apa naik turun tangga juga berpengaruh, Tante ? Kan kamar Kia ada di lantai atas. " tanya Bia lagi.

__ADS_1


" Eehhhmm,, sebaiknya memang harus dihindari dulu. Sampai kamu memeriksakan kondisi kamu ke RS, Kia. " jawab Gita sambil mencubit pipi Zaskia yang terlihat sangat manja pada Bia.


" Dengerin Ki. " gurau Bia. Zaskia kembali hanya mencibir.


" Eeehhh,, kamu juga Bia. " celetuk Gita.


" Aku ?? Memangnya aku kenapa ? Ini kan kehamilanku yang kedua Tante. Aku baik-baik saja. "


" Kalo kamu baik-baik aja. Kamu gak mungkin sampai pingsan Bia. " protes Azalea.


" Kak Lea benar. Sepeetinya,, Bia memang sedang terlalu banyak pikiran. "


Bia terkekeh sejenak, mau tidak mau apa yang dikatakan Leny memang sedikit mengganggu pikirannya.


" Dengeerin itu Kak. " balas Zaskia.


Gita dan Azalea kembali tertawa.


" Pokoknya,, intinya kalian berdua harus ektra menjaga kandungan kalian. Dan mengatur pola makannya. Menghindari dari berfikir yang berlebihan yang bisa memicu stees. "


" Siaap Tante. " sahut Zaskia sambil melompat turun dari ranjang Bia.


" Kiaaaa !!!! " seru Azalea dan Bia kaget.


Gita juga tampak kaget, bukan hanya karena tindakan Zaskia juga karena pekikan Azalea dan Bia.


" Kenapa sih ?!! " seru Zaskia heran.


Al dan Leon tergesa-gesa masuk ke kamar itu. Takut terjadi sesuatu pada Zaskia.


" Ada apa ? Apa yang terjadi ? " tanya Leon panik.


" Gak ada apa-apa Om. " jawab Zaskia merasa tak bersalah. Lalu tangannya mengusap perutnya.


" Kenapa Ki ? " tanya Gita panik.


" Perutku mules Tante. Aku ke kamar mandi bentar. "


" Stop !! " hardik Gita.


" Tante,,, apaan sih. " keluh Zaskia risih. Sembari mundur beberapa langkah.


" Mas Leon,, Al,, cepat bawa Kia ke rumah sakit. Kia pendarahan. " teriak Gita panik.


Spontan semua melihat telaapk tangan Gita yang berwarna merah. Zaskia kembali terpaku dengan situasinya sekarnag. Dia shock.


Al dengan sigap menggendong Zaskia menuju mobil. Melihat Wimpi yang tengah menyiram tanaman.


" Wimpi,, kerumah sakit. Cepat !! " seru Al panik.


Wimpi membuka pintu belakang. Kemudian mengitari mobil untuk berada dikursi pengemudi.


" Aku akan menyusulmu dengan mobil Lea, Al. " seru Leon.


" Kak Al,,, Kak Bia,,, Kak Bia ,, " panggil Zaskia lemah.


" Iya Om. Bi,, kamu ikut mobilku. " seru Al.


Bia mengangguk sambil masuk ke mobil dan duduk disamping Wimpi, yang langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat. Bia sesekali menoleh ke arah Zaskia yang tengah menangis di pelukan Al.


Zaskia memeluk Al dengan erat bahkan sesekali meremas baju kemeja Al. Saat merasakan nyeri diperutnya kian terasa.


" Wimpi,, lebih cepat !!! " hardik Al khawatir.


" Ki,, " panggil Bia cemas.


" Bertahanlah Ki. Aku mohon. " pinta Al sedih.


" Sa,,, kit, Kak. " keluh Zaskia.


" Kamu,, adikku yang kuat. Aku tahu kamu juga pasti kuat saat ini. Bertahanlah Ki. " kata Al sambil memcium kening Zaskia dengan rasa sayang.


Bia hanya menangis melihatnya. Khawatir dan bingung harus melakukan apa. Tubuhnya benar-benar tegang saat ini.


" Lea,, telpon Tian. " kata Leon.

__ADS_1


" Aku gak bisa. Aku sedang memikirkan Kia, Leon. " jawab Azalea yang memang tengah gemetaran saat ini.


" Biar aku aja Kak Lea. Boleh pinjam ponselnya Kak. "


kata Gita menawarkan diri.


Azalea mengangguk dan memberikan ponselnya pada Gita yang tengah duduk di depan disamping Leon. Sedngkan dia duduk dibelakang.


" Kamu gak apa-apa sayang ? Kamu pasti kaget. " kata Leon sambil mengusap pipi Gita kahwatir.


" Aku sudha minum tadi Mas. Aku harap Bia tidak secemas Kak Lea saat ini. Aku takut ketidak stabilan emosinya sekarnag, membuatnya pingsan lagi. "


" Aduuuhhh,, aku makin khawatir Gita. Leon,, cepatlah !! " seru Azalea panik.


" Tenanglah Lea. Mereka membutuhkna kamu. Jangan sepanik ini. " hibur Leon.


Azlaea mengaitkan jemarinya lalu mengalihkan pandangannya keluar mobil.


" Halo,, Assalamualaikum. " spaa Gita saat terdengar suara diseberang sana.


" Waalaikumsalam. Maaf ,, ini siapa ? Ini ponsel Mama saya. " sapa Tian heran.


" Ini dengan Tian ? "


" Iya. Saya sendiri. Anda siapa ? "


" Tian,, ini aku Gita. Istri Om Leon. "


Ada helaan nafas lega diseberang sana.


" Syukurlah Tante Gita. Aku pikir terjadi sesuatu disana. "


" Tian,, apa kamu sedang sibuk ? "


" Tidak Tante. Aku dan Ibu sedang bersama anak-anak. "


" Ehhmm,, bisakah kamu ke RS Medika ? "


Tian tersentak kaget.


" Siapa yang sakit Tante ? "


" Kia, Tian. "


" Kia ?? Apa yang terjadi ??!! "


" Kia pendarahan. Dia tidak tahu kalo sedang hamil. "


" Apa ??!! Baik. Saya segera kesana Tnate !! " seru Tian panik. Sampai terlupa tidak mengucapkan salam sewaktu menutup telpon Gita.


" Ibu,,, ! Ibu,,, !! " panggil Tian semabri masuk ke rumahnya.


" Ada apa Tian ? Kenapa teriak-teriak ? "


" Ibu,, Kia pendarahan Bu. "


" Astaghfirullhu,, Kia hamil ? Kamu kenapa gak menjaganya Tian ?! "


" Ibu,, Kia sendiri juga gak tahu kalo sedang hamil Bu. Aku ke RS sekarnag ya Bu. "


" Lalu, anak-anak ? Mereka baru saja tidur. "


" Biarkan saja Bu. Nanti biar aku minta Kak Al umtuk memjemput mereka. "


" Baiklah. Nanti malam Ibu akan kesana menjenguk Kia. Kamu jangan panik. Kia membutuhkan kamu. Pergilah. "


" Doakan semoga Kia baik-baik aja Bu. "


" Pasti, Tian. Semoga Kia dan anaknya baik-baik saja."


" Aamiin. Tian pergi Bu. Asslaamualaikum. " kata Tian sambil memcium telapak tangan Ibunya.


" Waalaikumsalam. Hati-hati. "


Tian mengangguk takzim. Dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju RS Medika.

__ADS_1


__ADS_2