Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 57


__ADS_3

Zaskia melihat Al yang wajahnya tengah kusut saat pulang dari kantor mall expo. Dia mencium punggung tangan Azaela diikuti Tian.


" Kak Al kenapa Ma ? " tanya Zaskia saat melihat Al kembali masuk ke kamar si kembar.


" Dari tadi siang dia ingin ke kamar Bia. Tapi disana sedang ada Ghazzy. Bahkan mereka sampai ketiduran dengan saling bergenggaman tnagan. Kamu pasti tahu sendiri gimana dengan Kakakmu. "


" Cemburu ?! " seru Zaskia sembari tertawa.


" Lalu Clara ? " tanya Tian.


" Aku menyuruh Clara istirahat dirumah sekalian mempersiapkan semua kebutuhan yang akan dibawa Leon saat bertunangan lusa. "


" Aaahh,, aku gak nyangka Om Leon dengan dokter Gita Ma. Aku ikut snenag akhirnya Om Leon mau menikah. "


" Jadi Al akan menunda kepulangannya juga kan Ma ?" tanya Tian.


" Iya Tian. "


" Memangnya kenapa Kak Tian ? "


" Apa mereka bisa nyaman tinggal diatap yang sama kedepannya ? Ghazzy dan Bia. Kak Al dan Clara ? "


Azalea dan Zaskia berpandnagan. Yah,, mereka lupa faktanya.


" Kalian kan tahu sekarnag Al tidak ragu menunjukkan perasaannya pada orang-orang disekitarnya. Yang aku pikirkan bagaimana dnegan Ghazzy nantinya ? Apa dia gak emosi ? "


Azalea dan Zaskia terdiam dengan alibi yanh dikatakan oleh Tian. Mereka tidak sampai berfikir kesana.


" Kalian sedang apa ? " tanya Leon yang baru kekuar dari ruangannya.


" Hanya ngobrol Om Leon. " jawab Tian saat melihat kedua wanita disana masih terdiam.


" Baiklah. Aku akan ke kamar Bia. Nanti malam mereka sudah boleh pulang. " kata Leon.


" Benarkah ? Kami senang mendengarnya. Aku akan ke kamar anak-anak untuk membantu mereka packing. " jawab Zaskia senang.


" Kalau gitu biar Mama yang kasi tahu Bia dan Gahzzy. Mereka pasti senang akhirnya bisa pulang. " sahut Azalea.


" Aku akan mengambil obat mereka di apotik. " kata Leon sembari beranjak pergi.


" Di kamar anak-anak ada Kak Al, Kia sayang. " bisik Tian. Sontak Zaskia menoleh dan menatap Tian seolah mempertanyakan kebenarannya. Dia hanya mengangguk.


" Mama,, " panggil Zaskia saat Azalea hendak masuk ke kamar Bia.


" Ada apa Ki ? "


" Mama saja yang membantu packing anak-anak. Aku ke kamar Kak Bia saja. " kata Zaskia sembari ngeloyor masuk ke kamar Bia.


" Pasti karena disana ada Al kan Tian ? " tanya Azalea memastikan.


" Iya Ma. " jawab Tian sambil tertawa geli.


" Kalo gitu Mama kesana dulu. "


" Iya Ma. Apa perlu bantuanku Ma ? "


" Gak usah Tian. Disana sudah ada satu orang yang nganggur. " gurau Azalea sambil terkekeh.


" Benarkah kami sudah boleh pulang malam ini ? " tanya Bia senang saat Zaskia memberitahukan kabar itu.


" Aku bantu Kak Bia packing. " kata Zaskia sembari mengeluarkan dua stel baju Bia dari lemari.


" Anak-anak gimana Ki ? " tanya Ghazzy.


" Sudah ada Mama dan Kak Al, Kak. "


" Ya sudah kalo gitu aku ke kamarku. Aku akan membereskannya. " kata Ghazzy.


" Aku akan membantumu Gahzzy. " sahut Tian sembari menjajari langkah Gahzzy.


" Terima kasih Tian. " ujar Ghazzy sembari mendekap bahu Tian. Dan beranjak keluar.

__ADS_1


Bia menatap Zaskia yang membantunya membereskan barang-barangnya.


" Tumben. " ujarnya.


" Apanya yang tumben ? " tanya Zaskia sambil melihat Bia bingung.


" Biasanya kamu paling suka packing baju si kembar. "


" Udah keduluan Mama yang kesana. " jawab Zaskia sembari menunduk. Menghindari tatapan Bia.


" Selesai !! " seru Zaskia.


Bia menarik tangan Zaskia hingga terduduk disampingnya diatas ranjang.


" Kak Bia,, ! " protea Zaskia sambil melotot pertanda protes.


" Gak usah bohong. Udah dibilangin berkali-kali gak bakat bohong. " kara Bia sambil mencubit pipi Zaskia.


Zaskia tersenyum keki. Kemudian menyandarkan kepalanya dibahu Bia.


" Kak,, apa Kak Bia akan nyaman berada di rumah bersama Kak Al dan Kak Clara ? "


" Kenapa harus gak nyaman ? Kan dulu sewaktu kamu bertunangan sudah pernah. "


" Tapi kali ini kan berbeda Kak. "


" Berbeda gimana ? "


Zaskia menggenggam tangan Bia dan melihatnya.


" Kemarin saat Om Leon dan Mama membicarakan tentang dokter Bima yang ingin melihat cctv saat Kak Al merawat Kak Bia. Kak Al mendengarnya Kak. "


" CCTV ? untuk apa dokter Bima ingin melihatnya ? "


" Untuk membaca gesture Kak Al saat merawat Kak Bia. Mereka ingin memastikan apakah perasaan Kak Al selama ini memang tulus atau seperti yang diungkapkan dokter Bima beberapa hari yang lalu. "


Bia teringat saat Al juga mengatakan hal yang sama padanya. Apakah saat itu dia telah mendnegarnya.


" Dan Mas Al mendengar tentang analisa dokter Bima ? "


" Responnya ? "


" Kak Al marah pada Mama dan Om Leon. Dia bilang silahkan saja menjadwalkan hipnoterapi yang di bicarakan Om Leon dan dokter Bima. Karena selama ini gak ada yang perduli dengan keinginannya. "


" Mama dan Mas Al jadi semakin jauh sekarang Ki. "


" Iya Kak. "


" Lalu,, apa mereka jadi menjadwalkan hipnoterapinya ? "


Zaskia menggeleng.


" Om Leon bilang, akan membuat Mama dan Kak Al semakin terbentang jarak. Dan juga,, " kaliamat Zaskia menggantung tidak enak mengatakannya.


" Dan juga apa ? "


" Eeehhhmmm,, seolah makin menantang Kak Al untuk semakin menunjukkan perasaannya pada Kak Bia. "


" Haaahh ,, sampai segitunya ? " tanya Bia kaget.


" Apa Kak Bia gak sadar, beberapa hari ini Kak Al semakin terlihat posesif pada Kak Bia ? "


" Sangat. Dia juga sempat menanyakan hal yang sama."


" Hal yang sama ? "


" Apa aku juga menganggap perasaannya hanya karena rasa bersalahnya saja. Sejak saat itu, dia memang semakin berani menunjukkan perhatiannya padaku. Aku jadi gak enak sama Kak Clara. Tapi, kamu lebih mengenal kakakmu Ki. Dia akan semakin melakukan apa yang kita larang. "


Zaskia mengangguk pasti sambil terkekeh.


" Karena itu, aku tanya. Apa akan nyaman nantinya. "

__ADS_1


" Kita lihat saja nanti. Lagipula ada Mas Ghazzy. Aku harap kehadiran Mas Ghazzy dirumah bisa membuat jarak antara aku dan Mas Al. "


" Semoga saja Kak. "


Keduanya mengangguk.


 


" Gimana perasaanmu Ghzzy ? " tanya Tian sambil membantu melipat baju Ghazzy.


Ghazzy mengernyitkan alisnya bingung.


" Perasaanku ? Tentu saja aku sennag karena akhirnya bisa pulang ke rumah. " jawab Ghazzy dan tertawa.


Tian jadi ikut tertawa. Bingung bagaimana mengawali pembicaraan dnegan Ghazzy. Dia mengusap tengkuknya keki.


" Apa ada yang ingin kamu bicarakan padaku ? " tanya Ghazzy penuh selidik.


" Maksudku,, perasaanmu dengan kehadiran Al ditengah-tengah keluarga kalian. "


Ghazzy tersenyum sejenak. Kemudian duduk diranjangnya. Tian menunggu penjelasan Ghazzy.


" Kalo boleh jujur, ada Al disini. Mengingatkan kebodohanku dulu. Dengan tanpa berfikir panjang menyetujui kesepakatan yang ditawarkan Al. Padahal, didalam hatiku. Rasanya sesakit itu. "


Tian duduk di kursi didekat Ghazzy.


" Tapi bagaimanapun kehadiran Al juga membawwaku ke takdir lainnya. Aku dan Bia bisa mengikuti program bayi tabung. "


" Selalu ada hikmahnya. " jawab Tian.


" Ya. "


" Ehhmm,, aku yakin kamu pasti sudah mengetahui kalo Al juga mencintai Bia. Gimana perasaanmu sekarang ? Dan,, apa yang akan kamu lakukan. "


" Sakit. Sedih. Senang. Insecure. "


" Insecure ? " tanya Tian bingung. Kenapa ? Pikirnya.


" Lima belas tahun aku menunggu kehadiran buah hati kami. Dan,, Al ,, ?? Dia hanya melakukannya satuuu kali dengan Bia. Dan, dia hamil ? Aku gak mau munafik Tian. Sebagai laki-laki, kamu pasti mengerti. Aku iri,, aku cemburu. Ada ketakutan tersendiri, Bia akan luluh dan berpaling pada Al. Dia punya segalanya. "


" Tapi yang aku lihat Bia bukan wanita seperti itu Gahzzy. "


" Bukan materi yang aku maksudkan. Lebih pada kepuasan. Nafkah batin. Aku takut selama ini aku belum cukup memberikan kepuasan batin pada Bia. jadi, dia akan lebih memilih mencari kepuasaann yang lain. Apalagi aku sadar, aku gak seromantis Al. Aku gak terbiasa menunjukkan rasa cintaku didepan publik. "


" Aku yakin Bia bukan wanita sepeti itu Ghazzy. Dia wanita yang pandai menjaga diri. Tapi,, yah,, kamu lebih mengenalnya daripada aku. "


Keduanya terkekeh. Lalu hening. Sama-sama sibuk dngan pikiran masing-masing.


" Apalagi aku sekarang gak bisa melarangnya mencintai Bia. " keluh Ghazzy.


" Apa maksud kamu ? "


Ghazzy menceritakan obrolannya saat bersmaa Al tempo hari. Dan niat Al yang ingin melangitkan harapannya untuk bisa bersama Bia. Akhirnya membiarkan dirinya, Al, Bia dan juga Clara melangitkan harapan yang sama. Sampai nanti Allah menujukkan jawabannya.


" Gila !!! " seru Tian kesal sembari menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


Tian berkali-kali mendnegus kesal. Tidak percaya ada orang senaif Ghazzy.


" Lalu, gimana nanti kalian berada di satu atap. Kamar kalian bersebelahan lagi. " celetuk Tian tiba-tiba.


" Aku gak tahu. Tergantung gimana sikap Al nantinya. Mungkin aku bisa berbagi dengan perhatiannya pada anak-anak. Tapi aku gak yakin kalo aku bisa sabar melihat dia lebih perhatian pada Bia nantinya. "


" Satu-satunya cara,, ya kamu harus lebih berani membiasakan dirimu untuk menunjukkan perasaanmu pada Bia. Seperti yang telah ditunjukkan Al selama ini. Setidaknya kalian sudah halal. Dan kamu pasti gak mau Al jadi lebih punya kesempatan untuk mencuri perhatian Bia nantinya. "


Ghazzy terdiam sejenak.


" Akan aku ingat itu Tian. Terima kasih sudah mendengarkan aku. Sedikit bisa mengurangi kegalauanku. " guraunya.


" Syukurlah kalo memang seperti itu. Setiap kali melihat kalian, dan mengingat bagaimana hubungan kalian berempat. Aku sampai pusing. Om Leon benar, kalian mempunyai hubungan yang complicated. "


Ghazzy tertawa mendengarnya.

__ADS_1


" Alhamdulillah Tian. Aku melakukan satu kesalahan. Tapi Allah memberiku anugerah si kembar. Meskipun penuh drama. "


Tian geleng-geleng mendengar Ghazzy yang masih bisa mensyukuri takdir complicatednya.


__ADS_2