Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 28


__ADS_3

" Ayolah sayang. Al juga kakakmu. " hibur Azalea saat melihat Zaskia seperti enggan memasuki mall Expo.


" Setiap kali melihat Kak Al, aku selalu terbayang perselingkuhan Kak Al Ma. Hatiku sakit. "


" Jangan seperti ini. Kita nikahkan mereka agar mereka tak lagi berbuat dosa yang sama. "


" Aku gak yakin itu pertama dan terakhir kalinya. "


" Sudahlah sayang. Ekspresinya jangan dingin seperti ini. Kita sudah lama gak berkumpul. "


Zaskia menghela nafas panjang kemudian tersenyum manis pada Azalea. Agar dia tak lagi khawatir.


Azalea masuk kekantor Al tanpa mengetuk terlebih dulu. Berharap memang peristiwa yang lalu memang pertama dan terakhir kalinya Al bertindak bodoh.


Al berdiri saat melihat Azalea dan Zaskia masuk ke kantornya tanpa mengetuk terlebih dulu.


" Kenapa sekaget itu ? Berharap orang lain yangg datang ?" sindir Zaskia.


" Zaskia ,, " panggil Azalea kesal.


Zaskia mengerucutkan mulutnya pertanda kesal. Dan sadar kalau Mamanya pun juga tengah kesal kepadanya.


" Ada apa Ma ?" tanya Al sembari mempersilahkan keduanya duduk disofa.


" Kapan kamu akan menikahi Clara ? "


Al menunduk. Azalea menatap wajah Al yang terlihat tidak terurus. Cambang diwajahnya sudah bertumbuhan. Dan kantung matanya terlihat menghitam.


" Bisakah setelah kita mengetahui hasil tes DNA anak Bia ? "


" Al,, !! " hardik Azalea marah.


Azalea menggenggam tangan Zaskia yang sudah bersiap berbicara pada Al.


" Aku ingin memastikan kalau itu anakku atau bukan Ma. Aku,, "


" Al,, kamu gak bisa egois seperti itu. Hubungan ini gak hanya tentang kamu dan Bia. Ada Ghazzy, ada Clara yang juga harus kamu pertimbangkan perasaan mereka. "


Al meremas rambutnya dnegan kasar.


" Aku bingung Ma. Aku gak mau pisah sama Bia. "


" Lalu bagaimana dengan Clara ? Bagaimana dengan Ghazzy ? "


" Aku bisa memberikan apapun yang mereka mau. "


" Kak Al pikir ini semua hanya tentnag materi ?! " bentak Zaskia kesal.


" Adikmu benar Al."


" Sejak kapan sih Kak Al jadi bodoh. " umpat Zaskia.


" Mungkin sejak aku memcintai Bia. "


" Jangan membuatku muntah dengan kalimat itu Kak. Orang mencintai tidak akan menyakiti, orang yang mencintai tidak akan selingkuh ! "


" Kia,, aku sudah mengatakan berkali-kali. Aku khilaf."


" Khilaf ? Dengan sengaja pergi berduaan dengan Clara di Singapura ? Tanpa pamit pada Kak Bia apalagi Mama ? Apa selama ini Kak Al sudah bersikap seperti seorang laki-laki yang bersuami ? "


Kata-kata Zaskia kembali membuat Al tertunduk lebih dalam. Yah,, dia tidak memyangkal apa yang dikatakan Zaskia memang benar. Dia selama ini tidak pernah berpamitan pada Bia dan selalu memghabiskan waktu bersama Clara.


" Sudah,, sudah. Kamu tetap harus menikahi Clara. Bagaimanapun kamu sudah melecehkannya. Setelah kamu menikah, pergilah ke Kalkmamtan. Urus perusahaan Dewandaru pusat. Janan pernah mengganggu Bia lagi. "


" Ma,,, anak Bia mungkin saja itu anakku !! "

__ADS_1


" Lalu apa yang kamu harapkan ?!"


" Meskipun nanti, katakanlah itu anakmu. Aku yakin Bia tetap menginginkan Ghazzy yang menjadi Ayahnya."


" Tidak ! Dia harus melepaskan Bia. Bia harus menikah denganku ! " tegas Al.


" Jangan egois Al !! Lalu bagaimana dengan Clara dan Ghazzy ?!"


" Suruh saja keduanya menikah. " Jawab Al asal.


Plaaakkkk !!!


Zaskia melayangkan telapak kanannya ke pipi Al dnegan kesal.


" Kia !!! " geram Al.


" Bisa-bisanya Kak Al punya pikiran seperti itu. Dimana hati nurani Kak Al. Coba bayangkan yang diposisi Kak Ghazzy itu Kak Al. Apa yang akan Kak Al lakukan Hah ??? " bentaknya.


" Kamu dan Clara akan menikah satu minggu lagi. Dan kalian akan pergi ke Kalimantan tiga hari setelah kalian menikah. Itu keputusan Mama. "


" Tapi Ma,, Bia,, bagaimana dnegan Bia ? "


" Tidak usah memikirkan Bia. Dia sudah ada Ghazzy yang menemaninya dirumah. "


" Maksudku anakku ? "


" Al,, belum tentu juga itu anak kamu. "


" Aku yakin itu anakku. " protes Al tidak terima.


" Apapun hasilnya nanti,, anak itu anakmu atau anak Ghazzy. Dia tetap akan menjadi cucu Mama. "


" Aku hanya ingin berada disamping Bia. "


" Jangan egois Kak Al !! Ada Kak Ghazzy !!! " bentak Zaskia.


" Orang egois seperti Kak Al. Selalu bisa menemukan kebahagiaan itu dimanapun. Tidak dengan Kak Bia dan Kak Gahzzy. "


" Kia,,, !! "


" Ma. Ayo kita pulang. " ajak Zaskia marah.


" Segera urus berkas pernikahanmu dengan Clara. Mama pergi dulu. "


" Ma,, setidaknya biarkan aku bertemu dengan Bia. " panggil Al memohon untuk bisa bertemu dengan Bia.


" Gak boleh !! " tegas Zaskia.


" Maafkan Mama. Karena Bia sendiri yang tidak ingin bertemu denganmu. Kamu hanya akan membuat Bia bertambah stres nantinya. Kamu ingin terjadi sesuatu pada kehamilan Bia. "


" Tidak,, tidak,, aku janji aku tidak akan menemuinya. Tolong jaga kehamilan Bia. " jawabnya cemas.


" Mama pulang. " seru Azalea sembari mengikuti Zaskia yang sudah keluar dari ruangan Al terlebih dulu.


Azalea memejamkan matanya sejenak saat masuk di lift.


* Melihat kecemasan Al pada kehamilan Bia, apa memang benar anak itu anak Al ? * batinnya.


" Maaa,,, udah jangan terlalu memikirkan Kak Al. "


" Gimana aku gak mikir. Kalian berdua setiap kali bertemu sudah seperti Tom And Jerry saja. Debatttt terus. " gerutu Azalea.


Zaskia tertawa mendengarnya.


" Kok Tom And Jerry sih Ma. " guraunya seraya tertawa hingga membuat Azalea ikut tertawa.

__ADS_1


*****


" Bagaimana menurutmu dokter Gita ? " tanya Leon.


Dokter Gita menghela nafas perlahaan. Seolah menyayangkan perihal pernikahan kontrak itu.


" Kalo dilihat dari tanggal saat kita menanam embrionya. Empat hari itu memang masa subur Nyonya Bia, dokter Leon. "


" Jadi,, kemungkinan besarnya itu memang anak Al keponakan saya ? "


" Tidak bisa dikatakan begitu juga. Karena saat itu, kita memilih ****** terbaik dari Tuan Ghazzy."


Leon mengusap wajahnya kasar. Seolah bingung juga dengan hasilnya nanti.


" Satu-satunya cara untuk mengetahui hasilnya ya memang harus tes DNA. "


" Kita harus tunggu sampai usia kehamilannya tiga bulan kan ? "


" Iya dokter. "


Dokter Gita menghitung tanggal dan memberitahukan tanggal dimana Bia bisa melakukan tes DNA dua bulan lagi.


" Aku harap ini tidak membuat Nyonya Bia strres dan membahayakan kandungannya. "


" Aku sudah meresepkan vitamin untuknya. "


Leon menyebutkan vitamin yang diberikan pada Bia kemarin saat pingsan.


" Itu sudah vitamin yang terbaik dokter Leon. "


" Terima kasih dokter Gita. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku. Maaf sudah mengganggu waktunya dokter. "


" Sama-sama dokter Leon. Santai saja. Lagipula belum ada pasien yang datang. "


" Belum. Tapi pas datang, langsung membludak. "


" Masih belum semembludak pasien dokter Leon dong."


" Bisa aja kalo merendah. Mari dokter Gita. "


" Iya silahkan. "


Satu suster diruangan dokter Gita mendekat ke arahnya.


" Dokter Gita cocok lo sama dokter Leon. " goda suster itu.


" Huussshh,, suster jangan bergosip. Ayo kita kembali kerja. "


" Sekali-kali dokter. Ayo dokter. " jawab suster itu.


****


Al menelpon Clara dan mengabarkan kalo Mamanya meminta mereka satu minggu lagi menikah. Besok Azalea dan keluarganya akan datang kerumah Clara untuk membicarakan hal ini dnegan orang tua Clara.


Clara terdengar sangat senang mendwngarnya. Bahkan dia langsung menyerahkan telponnya ke Papanya. Tentu saja orang tua Clara ikut senang karena calon menantu mereka adalah pengushaa sukses.


Al memijat keningnya. Mengambil ponsel yang tidak sempat diberikan pada Bia, sebagai ganti ponselnya yang mati dulu.


Ponsel itu sudah berisi semua foto-foto Bia sewaktu dirumah mereka. Tentu saja kebanyakan diantaranya hanya saat dia tengah tersenyum atau tertawa.


Akibat melihat semua foto Bia di ponsel itu. Al jadi semakin merindukan Bia.


" Aku yakin anak itu anakku Bia. Aku berjanji akan bertanggung jawab penuh pada bayi itu nanti. " kata Al yakin.


Sekelebat bayangan Clara lewat di pikirannya.

__ADS_1


" Maafkan aku Clara. Kenapa kita menikah justru setelah perasaanku padamu nyaris hilang ? " gumamnya.


__ADS_2