
Ghazzy yang masih terlihat pucat karena sedari semalam perutnya mulas. Azalea bilang, mungkin karena Bia melahirkan jadi Ghazzy juga ikut merasakan sakitnya.
Ghazzy sangat bersyukur karena Bia bisa melahirkan kedua bayinya dengan normal dan tidak kurang satupun. Dia sedang menunggu di ruang VVIP bersama Bia dan keluarganya.
Zaskia kembali semangat untuk mengabadikan moment saat dua orang suster membawa kedua bayinya masuk ke ruangan VVIP dirumah sakit Leon.
" Adzani dulu Mas Ghazzy. " pinta Bia.
Ghazzy mengangguk. Kemudian membacakan adzan dan iqomah ditelinga bayinya. Diikuti bayi satunya. Bia menangis melihatnya. butuh penantian selama lima belas tahun akhirnya mereka bisa memiliki anak. Meskipun harus diiringi dengan satu drama pernikahan kontrak.
" Kalian sudah menyiapkan nama mereka ? " tanya Azalea sembari menggendong salah satu bayi yang masih tertidur.
" Alhamdulillah sudah Ma. " jawab Ghazzy.
" Benarkah Mas ? Aku sendiri sampai bingung memilih nama mereka. "
Ghazzy terkekeh sambil mengusap kepala Bia.
" Siapa nama mereka Ghazzy ? " tanya Leon yang menyempatkan datang ke kamar Bia sebelum kunjungan ke pasiennya.
" Yang di gendongan Mama. Faiz Ghazzy Alfarizhi. Karena dia lahir yang pertama. Dan ini, Fawwaz Ghazzy Alfarizhi. "
" Apa artinya Kak Ghazzy ? "
" Laki-laki tampan dan berani yang penuh dengan keberuntungan. "
" Aaammiinn,,, Aaammiiinn,, yaa robbal alamiinn. "
" Kamu bahkan menambahkan nama Al di belakang nama mereka Gahzzy ? " kata Azalea terharu.
" Karena Al memang Papa mereka Ma. "
" Terima kasih Ghazzy. " ucap Azalea.
" Kenapa gak ada yang mirip sama Kak Al ya Ma. " celetuk Zaskia.
" Kia,, kan aku yang hamil. Masa disuruh mirip Mas Al sih. Harusnya mirip aku aja dong. " omel Bia.
" Hahaha. Habisnya hidung dan bibirnya mirip Kak Ghazzy. "
Azalea meletakkaan bayinya di box. Begitupun dengan Ghazzy. Saat di box, keduanya membuka matanya.
" Ki,, lihatlah. " seru Ghazyy.
Zaskia dan Leon mendekat. Ghazzy memberikan tempatnya pada Zaskia.
" Ya Allah. " pekiknya.
" Ada apa ? " tanya Bia penasaran.
Ghazzy mendekat dan mendekap Bia.
" Keduaanya memiliki mata seperti mata Al sayang. "
" Mata Mas Al ? "
" Bola matanya berwarna biru seperti Al Bia. " jawab Leon.
" Masyaallahu. "
" Memang mata Al seperti Papanya. Sedang Kia memiliki warna bola mata sepertiku. " jelas Azalea.
" Ma. Ada telpon dari Kak Clara. Sebentar. "
" Kita keluaar Kia. Biar Bia bisa istirahat. " kata Leon.
" Tidak apa-apa Om. " sahut Biaa tidak enak hati.
" Kamu harus banyak istirahat Bia. Ghazzy, kami tinggal dulu. " ppamit Leon.
" Iya Om. Terima kasih. " jawab Ghazzy.
__ADS_1
****
" Halo Kak Clara. Ada apa ? " sapa Zaskia.
" Kii,, apa Bia baik-baik saja ? "
" Maksud Kak Clara ? "
" Itu, Ki. Dari semalam Al perutnya mules kataanya. Dari ssemalam dokter saampai bingung Al sakit apa. Dan mulesnya baru hilang setelah shubuh tadi Ki. Aku pikir ini ada hubungannya denngan Bia. "
" Hahhaah,,bahkan Kak Al juga ikut merasakan sakitnya ya ? "
" Maksud kamu Kia ? "
" Kak Ghazzy juga merasakannya tadi. Kak Bia sudah mellahirkan Kak Clara. Mungkin sakit perutnya karena Kak Bia mau laahiran. Sama sepetii yang diaalami Kak Ghazzy. Setelah shubuh hilang karena memang Kak Bia sudah melahirkaan. "
" Apa ? Syukkurlah Ki. Aku ikut senang mendengarnya."
" Apa Kak Clara akan kesini ? "
" Entahlah aku belum membicaraakannya dengaan Al."
" Baiklah. Kalo gitu akuu tutup. "
" Iya Ki. "
*****
" Al,, kamu sudah baikan ? " tanya Clara saat melihat Al bangun dan mengecek ponselnya.
" Iya Clara. Kamu darimana ? "
" Dari ruang dokter. "
" Apa kata dokter ? Aku baik-baik saja kan. Pasti hanya karena pola makanku saja kan. Kamu yang terlalu berlebihan. "
" Isssh,, Kalo gak lihat semalam kamu sudah sepucat dan selemas apa. Aku gak akan membawamu ke rumah sakit Al. " protes Clara kesal.
" Iya kamu boleh pulang. Tapi apa gak bisa istirahat dulu Al ? Kamu kan baru sembuh. Apa kamu mau mandi sekarang ? "
" Aku baik-baik saja Clara. " jawab Al sembari bangun dari tempat tidurnya.
" Oh iya Al. Tadi Kia telpon. Katanya Bia sudah melahiirkan. Apa kita akan menjenguknya ? "
Al mengalihkan pandangannya.
" Kita bicarakan ini lain kali. Aku masih banyak pekerjaaan Clara. "
" Baiklah. "
" Aku mandi dulu. " pamit Al.
Al menyandarkan tubuhnya dipintu kamar mandi. Dia memejamkan matanya. Menyentuh dadanya yang tengah berdebar kencang.
' Kamu pasti sudah sangat bahagia Bi ? Rumah tanggamu sudah lengkap dengan kehadiran si kembar. Tapi kenapa aku gak rela Bi ? Aku masih merasa separuh hatiku berada disisimu Bi. Apa karena mereka anak-anaakku ? Tapi, bagaimana kalo mereka memang anak-anak Ghazzy. Aku belum siap terluka Bi. '
Al menghela nafas panjang, lelah dengan pikirannya.
*****
" Apa Al tidak akan datang ? " tanya Azalea saat di hari ke tujuh kepulangan Bia dari rumah sakit tapi Al dan Clara tak juga datang berkunjung.
Zaskia menggeleng.
" Ini sudah hari ketujuh. Kita juga akan mengadakan aqiqoh untuk anak-anaknya. " keluh Azalea sedih.
" Katakanlah pada Al kalo mereka juga anak-anaknya. Paati dia akan datang. " gurau Leon.
Azalea memukul lengan Leon yang masih sempatnya bercanda.
" Kak Clara bilang. Kak Al sibuk, Ma. "
__ADS_1
" Al selalu saja egois. Kenapa sempet-sempetnya mengancam akan tes DNA ulang. " omel Azalea.
Zaskia memeluk Azalea sendu.
" Udah ah Ma. Jangan ngomel mulu. Mentang-mentang udah jadi Oma. " goda Zaskia hingga ditertawakan Leon.
" Kita keluar yuk. Kak Bia pasti membutuhkan bantuan kita. Biar saja Kak Al menyelesaikan pekerjaaannya. Dia seorang CEO Ma. Gak bisa sering-sering cuti dong. "
" Memang Kakakmu itu egois. "
" Pasti dia mengira si kembar benar-benar anak Ghazzy. Lihat, Ghaazy mengganti profil WA nya dengan foto anak-anak. " kata Leon.
" Kalo mereka terpejam. Tentu saja mereka seperti anak-anak Ghazzy. Tapi coba lihat kalo Matanya terbuka. " protes Azalea.
" Aku heran denganmu Lea. Kamu sendiri yang tidak menginginkan Al tahu tentnag anak-anaknya. Tapi sikaomu kali ini seoertinya mengatakan lain. " tegas Leon.
Azalea menghela nafas menyesal.
" Maafkan aku. Ketidak hadiran Al disini menbuatku merasa seperti seorang yang jahat. "
" Ini sudah terjadi Ma. Kita hanya perlu untuk melanjutkannya saja. " kata Zaskia mengingatkan.
" Iya Ki. "
" Aku harap Al lupa tentang tes DNA ulangnya. " harap Leon.
" Amin. " jawab Zaskia.
" Semoga saja Kak Al sudah bisa melupakan Kak Bia. " Ujar Zaskia.
" Sudah. Ayo kita keluar. Acaranya sudah mau mulai. Bia pasti sedang mencari kita semua. " kata Leon sembari memegang pundak Azalea dan sedikit mendorongnya untuk turun ke lantai bawah.
" Mama. Om Leon. Kia. Darimana saja ? Aku mencari kalian. " seru Bia senang.
" Maaf Bia. Kami sedang rapat keluarga. " Jawab Leon asal.
" Rapat keluarga ? Tentang apa ? Apa aku gak boleh tahu ? "
" Tentu saja rahasia. Kami ingin memberi hadiah pada si kembar. " kata Leon lagi.
" Tidak. Tidak. Tidak usah. " jawab Ghazzy yang muncul membawa stroler bayi dari teras.
" Kenapa tidak ? " tanya Leon heran.
" Kalian sekeluarga sudah sangat membantu kami. ini sudah cukup untuk kami Ma. Om. Kia. " jawab Ghazzy.
" Mas Ghazzy benar Ma. Kami benar-benar sangat beruntung bisa bertemu apalagi menjadi bagian dari keluarga Mama. " sahut Bia menambahkan.
" Karena kami semua sudah menyayangi Kak Bia. " seru Zaskia sambil mendekap tubuh Bia.
" Terima kasih Ki. Mas Al dan Kak Clara gak datang ?"
" Sepetti biasa. Lagi banyak pekerjaan. " jawab Azalea.
" Mungkin karena kemarin ditinggak ke Surabaya. Jadi berkasnya numpuk. " tebak Ghazy.
" Kamu benar Ghazzy. " celetuk Leon.
" Ya sudah. Kalian bersiaplah. Acaranya sudha mau mulai kan. Keburu anak-anak panti asuhannya datang. Biar si kembar bersama Mama. "
" Terima kasih, Ma. Kami ke kamar dulu. " jawab Ghazzy.
" Ghazzy. Ingat ya. Hanya bersiap-siap bukannya buat adik untuk Faiz dan Fawwaz." goda Leon sambil terkekeh.
" Isshhh,, Om Leon apaan sih. " kata Bia mengingatkan .
" Tenang Om. Biar Om bisa selalu dekat dengan dokter Gita. " goda Ghazzy hingga membuat wajah Leon memerah.
Zaskia tertawa.
" Rasain ! " ejek Zaskia.
__ADS_1
" Eeehhh,, kenapa bawa dokter Gita segaala. " protes Leon kesal.