Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 146


__ADS_3

" Katanya Bunda sudah gak kerja lagi ?! " protes Faiz saat melihat Bia melangkah menuju meja makan. Dengan memakai stelan kerja yang biasa dia pakai.


Zaskia langsung menoleh. Alisnya berkerut antara bingung dan kesal. Kekhawatiran kalo Bia akan diculik lagi benar-benar membuatnya tidak bisa fokus.


" Ada apa lagi ? Kenapa masih kerja ? Kak Al kenapa lagi sih. " omel Zaskia pada Al yang tertawa mendnegar omelan Zaskia dan Faiz.


" Tanya kakak ipar kesayanganmu itu. Aku sudah melarangnya kemarin. " sindir Al sambil mencium pipi kanan Bia lalu duduk disamping Faiz dan Fawwaz.


Bia memukul lengan Al kesal karena tiba-tiba menciumnya didepan keluarganya yang sedang sarapan ini. Terlebih ada Adiba yang terkekeh saat melihat pipi Bia yang tengah merona malu.


" Bunda gak lupa kan kalo kemarin baru saja jadi korban penculikan teman Papa Al yang jahat itu. " sindir Zaskia kesal.


" Mami Kia juga gak lupa kan kalo Papa Al sudah menegaskan, teman-temannya sudah di penjarakan. " balas Bia.


Zaskia cemberut kesal mendengar perkataan Bia. Al dan Tian hanya tertawa mendnegar debat dua orang wanita kesayangannya itu.


" Bunda ? " panggil Faiz menunggu penjelasan Bia.


Bia menoleh ke arah Faiz lalu tersenyum simpul.


" Eehhmm,, begini Mas. Mas Faiz kalo punya PR yang belum di kumpulkan ke pak guru. Kira-kira Mas Faiz bisa tenang gak ? Mas Faiz gak takut kalo Pak Gurrunya nanti marah pada Mas Faiz ? " kata Bia sembari duduk di samping Fawwaz dan menyuapinya.


Faiz terdiam seolah tengah berfikir.


" Takut sih Bun. Nanti dihukum Pak Gurunya Bun. " jawabnya sambil membuka mulutnya pertanda ingin disuapi Bia juga.


Bia tersenyum kemudian mengarahkan satu sendok ke mulut Faiz.


" Bunda cuma sebentar saja. Ada tugas yyang belum Bunda kumpulkan ke Pak Guru. Nanti keburu Pak Gurunya kesaal dan marah-marah pada Bunda. " kata Bia sambil melirik Al yang tengah terkekeh.


Adiba dan Tian ikut teertawa saat tahu yang dimaksud Bia adalah Al.


" Ya sudah. Selesaikan tugas Kak Bia dengan cepat. Aku yakin Pak Gurunya pasti killer itu. " kata Zaskia.


Al melempar Zaskia dengan krupuk saat menatapnya waktu mengatakan Pak Gurunya Killer. Dia tahu perkataan Zaskia tengah menyindirnya. Hingga Zaskia tertawa.


" Dan langsung pulang, gak usah mampir kemanapun. Ingat, nanti malam ada acara aqiqoh untuk anak-anak. " kata Zaskia mengingatkan.


" Iya, Mami Kia. " jawab Bia.


Zaskia hanya memcibir kesal.


" Nanti kami boleh mampir ke kantor Papa ? Kan udah lama kami gak main kesana Pa. " tanya Fawwaz.


Al tersenyum senang.


" Kenapa gak ? Tentu saja boleh dong. " jawab Al senang.


" Papa,, ada meeting lho hari ini. " sahut Bia mengingatkan.


" Papa kan masih punya sekretaris yang bisa mengatur waktunya. " sindir Al sembari mengerlingkan matanya pada Bia.


" Isshhh,,, " gumam Bia kesal.

__ADS_1


" Ihhh,, Papa genit Bun. Hahaha. " ejek Fawwaz.


" Gak boleh ditiru Mas Fawwaz. " celetuk Zaskia.


" Berangkat sama-sama saja sayang. " ajak Al.


" Iihhh,, sejak kapan Kak Al belagu pake panggil Kak Bia sayang. Gak pantas ah. " ledek Zaskia.


Karena sedetik yang lalu, dia jadi teringat Ghazzy yang dulu memnaggil Bia dengan sebutan Sayang. Zaskia tidak mau Al menjadi bayang-bayang Ghazzy. Meskipun diakuinya selama ini Al memang dirasanya selalu menjadi orang ketiga dihubungan Bia dan Ghazzy.


" Benarkah ? Ya udah Bunda saja. Lidahku juga sepertinya belum terbiasa. Hahaha. " gurau Al.


Bia tertawa diikuti Adiba dan Tian.


" Aku mau memberi ASI anak-anak dulu. Papa berangkat sama Mas Faiz dan Mas Fawwaz aja dulu. Aku bisa berangkat dengan Kak Wimpi. Nanti keburu anak-anak telat Papa. "


" Iya Pa. Hari ini aku sednag piket untuk bersihkan kelas dulu Pa. Jadi, harus datang lebih pagi. " jawab Fawwaz.


" Ehhhmm,, baiklah. Hati-hati Bunda. Jangan pergi kemanapun tanpa Wimpi. " kata Al mamperingatkan.


" Iya. " jawab Bia singkat.


" Bunda, Mas berangkat. Kalo Bunda sebentar di kantor Ppaa. Berarti nanti saat Mas pulang sekolah, Bunda sudah ada dirumah ? " tanya Faiz.


" Inshaaallah Mas. Memangnya kenapa ? " tanya Bia sembari merapikan baju seragam Faiz.


" Mau es krim buatan Bunda. Seperti waktu kaki Mas masih sakit dulu Bun. " jawab Faiz.


" Asyyiiikkk !!! " seru Faiz dan Fawwaz bersamaan dan memcium pipi kanam dan kiri Bia.


Al dan Zaskia menjadi tertawa.


" Nanti langsung pulang saja ya. Gak usah mampir ke kantor Papa. Bisa bantuin Bunda menjaga adik-adik." pinta Bia.


Faiz mengangguk saat melihat Fawwaz menatapnya ragu. Kecewa nampak terlihat jelas di wajah Fawwaz. Bia tersenyum melihatnya. Memang sudah lama mereka gak main ke kantor Al.


Al juga melihat kekecewaan itu diwajah kedua anaknya. Dia mengusap kepala Bia dengan lembut. Seolah ingin Bia meralat permintaannya.


" Eehhhmm,, lusa kan sekolah libur. Karena kakak kelas Mas Faiz dan Mas Fawwaz sedang ujian. Kita bisa main ke kantor Papa sambil membawakan makan siang untuk Papa. Gimana ? " usul Bia.


Senyum kembali berkembang di bibir anak-anaknya. Mereka sudah kembali ceria. Apalagii Al yang juga menginginkan hal yang sama. Bahkan setiap hari kalo perlu. Karena selama Bia bekerja dikantor. Al selalu makan siang dengan bekal yang dibawakan Bia. Sesekali sengaja menyuruh Bia menyuapinya saat pekerjaannya sedang menumpuk.


" Selama mereka libur ya Bun. Setiap hari membawakan makan siang ke kantor Papa. " seru Al senang.


Bia hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


" Iya Bun !! " jawab keduanya senang.


" Sekarang buruan berangkat. Keburu siang. " kata Bia sambil merapikan seragam Fawwaz.


" Salim ke Mami, Papi dan Oma Diba. Nanti di depan salim ke Oma Lea juga ya Mas. " kata Bia.


" Iya Bun. " jawab keduanya.

__ADS_1


" Semoga ilmunya bermanfaat sayang. " doa Adiba saat keduanya mencium punggung tangannya.


" Maaksih Oma. "


Bia berdiri untuk bersalamn dengan Al setelah Al mencium punggung tanagn Adiba. Dan Zaskia mencium punggung tangannya.


" Mas, aku gak antar ke depan ya. Nanti keburu telat, gak sempat menyusui anak-anak. " kata Bia.


" Baiklah. Aku berangkat. " pamit Al.


Setelah Biia mencium punggung tangannya Al menarik tangan Bia hingga tubuhnya merapat ke tubuh Al.


" Lalu waktu untuk menyusui Papa kapan ? " bisik Al pelan.


" Iiihh,, apaan sih. Mesum aja. Malu kan ada Bu Adiba." gerutuu Bia pelan takut terdengar Zaskia, Tian atau Adiba.


Al tertawa melihat rona wjaah Bia yang menjadi merah karena malu. Al kemudiian beranjak pergi.


" Pagi-pagi udah pamer kemesraan aja. " celettuk Zaskiaa.


" Iihhh,, kan terinspirasi dari kalian. " jawab Bia lalu memcubit pipi Zaskia dan berlalu pergi dengan tertawa karena mendeengar omelan Zaskia.


Bia menuju kamar anak-anaknya. Karena tak menjumpai Azalea di teras depan.


" Mereka masih tidur Ma ? " tanya Bia sembari masuk ke kamar anak-anaknya.


" Iya Bia. Kamu mau berangkat kerja ? "


Bia mengangguk.


" Iya. Aku harus menyelesaikan laporan keuangan bulan ini. Kemarin-kemarin kan Reiga selalu ikut Mas Al. Gak mungkin aku menyerahkan tugas ini padanya. Belum nanti ada meeting dengan klien perusahaan. Pasti Mas Al akan mengajak Reiga juga nanti. Kalo laporannya di tunda keburu ada yang terlewat nanti."


" Iya juga sih. Ya sudah, buruan berangkat. Pulangnya jangan sore-sore. "


" Aku usahain makan siang udah ada dirumah Ma. Faiz dan Fawwaz juga mau dibuatkan es krim. "


" Ahh iya. Sudah lama kita gak buat es krim ya. "


Keduanya tertawa lirih. Takut membangunkan anak-anaknya.


" Tadi niatnya mau mmeberikan ASI ke anak-anak dulu Ma. Tapi mereka masih tidur. "


" Pompa saja nanti di kantor. Mungkin mereka masih kenyang, kan tadi shubuh kamu sudah berikan ASImu."


" Iya sih Ma. Ya udah. Aku pamit ya Ma. Titip anak-anak. "


" Hati-hati. Jangan pergi kemanapun tanpa Wimpi. Mama gak mau kasus kemarin sampai terjadi lagi. "


Bia tertawa lirih.


" Mama sama Mas Al, memberikan nasehat yang sama."


Azalea jadi ikutan tertawa. Bia mencium punggung tangan Azalea takzim. Setelah itu menyempatkan berpamitan pada Bu Adiba, Tian dan Zaskia. Lalu beranjak pergi ke kantor bersama Wimpi.

__ADS_1


__ADS_2