
Mata Bia langsung mengembun saat dia membuka matanya, ada seraut wajah Ghazzy tengah mencium tangannya sendu.
" Mas,, "
" Kamu sudah sadar sayang ? "
Bia tak bisa mengucapkan apapun dia hanya terisak. Antara rindu dan juga bahagia. Akhirnya bisa bertemu dengan suaminya.
" Kenapa menangis sayang ? Apa ada yang sakit ? "
Bia hanya menggelang lemah.
" Aku panggil dokter Leon dulu ya. "
" Aku disini. " seru Leon saat Ghazzy hendak beranjak keluar.
" Dokter,, Bia sudah siuman. "
" Biar aku periksa dulu Ghazzy. "
" Silahkan dokter. " kata Ghazzy sembari menggeser posisinya berdiri untuk mempersilahkan Leon.
" Gimana perasaan kamu Bia ? Apa masih pusing karena obat biusnya ? "
Bia mengangguk pelan.
" Istirahatlaah lagi. Jangan paksa dirimu untuk cepat pulih. Semuanya perlu proses. "
" Terima kasih dokter Leon. " ucap Bia yang kemudian kembali terlelap.
" Bia hanya tertidur Ghazzy. Tak perlu khawatir. Efek anestsesi nya masih belum hilang total. " jawab Leon saat Ghazzy hendak bertanya.
" Terima kasih Dokter. "
" Keluarga kami yang harusnya sangat berterima kasih. Terutama aku. Bia wanita yang kuaat. Operasinya berjalan dengaan lancar. Karena kekuatannya pula, dia bisa menyelamatkan karir dokterku. " gurau Leon.
__ADS_1
Ghazzy ikut terkekeh pelan.
" Ayo kita ke masjid. Udah waktunya sholat Jumat. Aku akan menitipkan Bia pada suster jaga. "
" Mari dokter. " ajak Ghazzy hingga keduanya sama-sama beranjak keluar dengan mengajak Tian yang berada di kamar Zaskia terlebih dulu.
" Bu Adiba. Tolong jaga Kia sebentar. Aku ingin melihat Bia. " pamit Azalea.
" Tentu Bu Lea. Aku akan segera menghubungi Bu Lea kalau ada perkembangan pada Kia. "
" Terimaa kasih Bu Adiba. "
Azalea berlalu dan pergi ke ruangan disamping Zaskia. Mendekat ke arah Bia yang masih terlelap. Azalea mencium kening Bia dengan sayang.
" Terima kasih Bia sayang. Sudah memberikan kesempatan pada Kia untuk hidup lebih lama. Kesempatan pada Mama untuk menyayangi Kia lebih lamaa. Terima kasih sayang. " bisik Azalea pelan.
Kemudian dia duduk disamping ranjang Bia. Membawa telapak tangan Bia kedalam genggamannya. Hingga dia tertidur dengan mendekap tangan Bia.
****
Azalea mengerjapkan matanya kemudian bangun sembari melihat Bia yang sudah membuka matanya.
" Aahh,, Bia. Kamu sudah sadar. " pekik Azalea sembari memeluk Bia.
" Alhamdulillah Ma. Terima kasih. "
Azalea melepaskan pelukannya. Alisnya bertautan.
" Terima kasih ? Untuk apa ? "
" Sudah menyayangi Bia. "
" Aahh,, Bia. Gimana aku gak menyayangi kamu. Karena kamu yang memberikan Mama kesempatan untuk bersama dengan Kia lebih lama lagi. "
" Kia juga sudah sadar Ma ? " tanya Bia senang.
__ADS_1
" Belum Bia. Tapi, syukur Alhamdulillah. Tubuhnya sudah beradaptasi. Kita tinggal memantau kesehatan Kia setelah dia sadar nanti. "
" Alhamdulillah. " ucap Bia dan Ghazzy bersamaan.
" Oh iya. " seru Leon tiba-tiba.
Tentu saja membuat semua mata tengah menatapnya heran.
" Aku sudah meminta dokter Gita untuk membuat jadwal program imseminasi buatan untuk kalian. Apa kamu punya waktu besok Ghazzy ? Tim dokter program inseminasi akan mulai prosedurnya. Karena Bia masih dalam pemulihan. Aku mengusulkan untuk memeriksa kamu terlebih dulu. "
" Besok aku masih free dokter Leon. Terima kasih. "
" Syukurlah. Lebih cepat lebih baik. Aku juga akan bergabung dalam tim dokter itu. Bagaimanapun Bia masih menjadi pasienku. Dia masih dalam pengawasanku. Aku akan menemanimu besok. "
" Terima kasih, dokter Leon. " kata Ghazzy dan Bia bersamaan.
Tangan mereka saling bertautan untuk saling memberikan dukungan. Binar bahagia yang terpancar jelas dimata mereka membuat Leon yang merangkul pundak Azalea tersenyum senang begitupun dengan Azalea.
" Lea. Ayo kita keluar. Biarkan mereka berdua melepaskan rindu mereka. Nanti kita malah mengganggu. "
" Dokter Leon ini apaan sih. " gerutu Bia malu.
Ghazzy mengusap kepala Bia yang masih terbungkus hijab. Hingga senyum tersungging dibibir Bia.
" Mama ke kamar Kia ya sayang. Ghazzy , Mama keluar dulu. "
" Terima kasih Tante. "
" Mama,, panggil Mama juga Ghazzy. Anggap saja Mama adalah Mama Bia sekarang. " kata Azaalea mengingatkan.
Ghazzy menatap Bia sejenak. Saat Bia hanya mengangguk dan tertawa baru Ghazzy ikutan menganggukkan kepalanya.
" Terima kasih Mama. "
" Begitu dong. " gurau Azalea.
__ADS_1
Leon hanya terkekeh sambil menarik Azalea keluar kamar Bia.