Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 99


__ADS_3

Acara empat puluh hari Clara berlangsung dengan khidmat. Mark sengaja mendatangkan ustadz setempat untuk memimpin pengajian dirumahnya.


Mark memperkenalkan ustadz Yahya pada keluarga Azalea. Naya pun meminta doa pada Ustadz Yahya untuk kemudahan dan kelancaran kehamilan Bia, Zaskia dan Gita.


" Ehhmm,, begini ustadz Yahya. Saya,, " Mark menggantungkan kalimatnya hingga semua orang terdiam.


" Honey,, ada apa ? " tanya Naya heran.


" Saya,, saya ingin menjadi muallaf Ustadz. Tolong bantu dan ajari saya menjadi seornag Muslim. "


" Allahuakbar,,, " ujar Bia senang.


Kesemuanya ikut bertakbir seperti Bia. Naya hanya terpaku dengan air mata yang mengalir dengan deras.


" Allahuakbar, Mr. Mark. Tentu, tentu saja akan saya bantu. Silahkan. Para keluarga menjadi saksi. Dan ini murni keinginan Mr. Mark bukan karena paksaan kan." kata Ustadz Yahya.


" Ya Ustadz. Ini keinginan saya sendiri. " tegas Mark.


" Baiklah. Ikuti saya, kita bersyahadat Mr. Mark. "


Bia mendekap Naya yang masih sesenggukan tak percayaa melihat suaminya akhirnya menjadi muallaf. Doa yang selalu dia sebutkan sejak awal pernikahannya. Andai saja Clara ada disini, pasti dia juga akan sebahagia aku. Pikir Naya.


" Di masjid kami, setiap hari ada kajian Mr. Mark. Anda dan sekeluarga bisa mengikutinya kalo tidak sibuk. " kata Ustadz Yahya.


" Pasti,, pasti,, ustadz. Kami akan menyempatkan datang. " jawab Mark senang.


" Alhamdulillah Pa. Semoga istiqomah. Kak Clara pasti bahagia Pa. " kata Bia sembari mencium telapak tangan Mark takzim.


Pemandangan itu membuat ustadz Yahya mematap Bia intens. Sedemikian bangga, ada yang masih mau mencium telapak tangan orang tuanya dijaman serba maju sekarang ini.


" Dia,, "


" Dia adik Clara. Anak angkat saya. Itu suami dan keluarganya. " kenal Mark.


" Alhamdulillah. Salam kenal semuanya. " kata Ustadz Yahya sembari mengatupkan kedua tangannya.


" Sudah malam Mr. Mark. Saya permisi dulu. " pamit Ustadz Yahya sambil menyalami tangan Mark.


" Semoga kamu bisa seistiqomah tokoh yang menjadi namamu, Robiatul Adawiyah. " kata Ustadz Yahya saat melewati Bia dan tersenyum.


Bia terpaku mendengarnya. Dan menatap ustadz itu takjub.


" Kenapa Bi ? " tanya Al.


" Tidak ada satupun dari kita yang memyebutkan namaku. Tapi, kenapa Ustadz Yahya bisa tahu namaku ? " tanya Bia penasaran sambil melihat kesemua keluarganya yang baru tersadar.


" Iya benar. " jawab Zaskia.


" Mungkin karena kekaromahan beliau, Bia. " jawab Gita.


" Aahh iya. Pasti seperti itu. "


" Berapa lama kalian akan berada disini ? " tanya Naya.


" Ehhmm,, lusa kami akan kembali ke Indonesia. Ma. " jawab Al.


" Lusa ? Secepat itu ya. " keluh Naya sedih.


" Pekerjaaan Mas Al dan yang lainnya pasti udah numpuk Ma. " jawab Bia.


" Tapi, kamu belum jalan-jalan Bia. Kamu pasti juga belum sempat ke rumah Bu Lea. Ke perusahaan cabang Al. Dan juga melihat kampus Al dulu. "

__ADS_1


Bia tertawa pelan.


" Ma,, andai aja aku gak dalam keadaan hamil. Mungkin kami akan melakukannya waktu tiba menginjakkan kaki di Singapura. Gimana mau jalan-jalan, kalo naik turun tangga aja aku udah lemas Ma. " gurau Bia.


Azalea dan Zaskia ikut tertawa. Al mengusap kepala Bia.


" Bener kamu gak mau ikut besok Bia ? kita putar-putar aja dengan mobil. " hibur Azalea.


" Ide bagus. " seru Naya senang.


Bia melihat Al seolah meminta persetujuan.


" Ikut aja. Tapi, maaf aku gak bisa mengantarkan kalian. " pinta Al.


" Kak Al ini ,,, " sindir Zaskia kesal.


" Ada klien yang minta ketemuan Ki. " jawab Al.


Bia menghela nafas. Lupa kalo suaminya sekarang seorang CEO. Mau tidak mau harus bisa membagi waktu untuk perusahannya.


" Bi,, maafkan aku. "


" Yaahh, mau gimana lagi. Suamiku seorang CEO. Mau gak mau harus mau berbagi dengan perusahaan. " cleetuk Bia.


Semuanya tertawa mendengar celetukan Bia.


" Biar aku aja yang mengantarkan mereka. Al. " kata Mark.


" Kita juga ikut honey ? " sahut Naya senang.


" Tentu saja. " seru Mark.


 


Bia mempertajam penglihatannya saat melihat Al tengah berada di satu restoran bersama Reiga dan satu orang laki-laki dan perempuan. Bia tersenyum, karena Al tidak membohonginya. Mereka nampak tengah membahas sesuatu dengan masing-masing melihat laptop dan beberapa map.


" Pa,, gak capek ? Biar aku gantikan gendong Faiznya." kata Bia tidak enak hati.


Karena sepanjang perjalanan Mark menggendong Faiz yang kini sudah tertidur di gendongannya. Sedangkan Fawwaz berada di gendongan Leon.


" No, Bia. Aku sudah lama gak olah raga. Dan ini rasanya menyenangkan jalan-jalan bersama si kembar. " jawab Mark senang.


" Kamu yakin honey ? Gimana dnegan jantungmu ? " tanya Naya khawatir.


" Aku baik-baik saja Honey. Trust me !! "


" Aku bisa memeriksanya sesampainya dirumah nanti Bu Naya. " tegas Leon.


" Aahh iya,, kan ada dua dokter disini. " goda Bia.


" Enak aja. Kami sekarang menjadi Om dan Tante kamu. Bukannya dokter. " ejek Leon.


Semuanya jadi tertawa.


" Ki,, tumben kamu gak nempel ke Bia ? " tanya Azalea heran.


" Pengen sih. Tapi aku tahu Om Mark dan Tante Naya lebih ingin selalu dekat dengan Kak Bia. Kan bentar lagi kita mau pulang. "


" Thank you , Kia. " sahut Mark.


" Sama-sama Om. " jawab Zaskia.

__ADS_1


Tian mencium puncak kepala Zaskia senang. Karena Zaskia sellau bisa peka terhadap keinginan orang lain.


" Pa, biar Kak Wimpi dan Kak Randy aja yang membawa anak-anak ke kamarnya. " kata Bia saat mereka sampai didepan rumah.


Wimpi dan Randy dengan sigap mengambil alih si kembar dan membawanya ke kamar mereka.


" Pa,, ada paket. " kata Bia sembari mengambil satu bungkus paket yang ada di meja.


" Paket apa ? " tanya Mark semabri duduk diteras.


" Speertinya hanya amplop. Entah apa isinya. " jawab Bia.


" Bukalah Bia. " kata Naya sambil duduk di sebelah Mark yang tengah di periksa Leon.


Leon segera memeriksa kondisi Mark. Dia hanya tersenyum senang karena kondisi Mark memang sangat fit.


Bia terpaku ditempatnya berdiri. Melihat isi didalam amplop itu. Melihat Bia yang tidam bergeming membuat Zaskia penasaran. Dia mendekat ke arah Bia dan merebut amplop yang ada di tnagan Bia.


" Kak Al ini apa-apan sih ?!! " geram Zaskia marah.


" Ada apa Ki ? " tanya Azalea semabri berdiri dan mendekat ke Zaskia.


Zaskia menyerahkan amplop itu pada Azalea. Sontak Azalea menatap Bia untuk melihat keadaanya.


" Bia,, kamu gak apa-apa ? " tanya Azalea sambil mengusap kepala Bia.


Bia tersadar kemudian tersenyum dan mengangguk.


" Aku gak apa-apa, Ma. Aku ke kamar dulu ya. Mau istirahat. " pamit Bia tanpa melihat ke arah keluarganya lagi.


Pikirannya masih dihantui foto-foto Al bersama seornag wanita. Dan Bia ingat kalo wanita itu yang berada di restoran tadi. Tapi, disana ada Reiga dan juga satu pria lagi. Kenapa difoto itu hanya bisa terlihat Al dan wanita itu ? Pikir Bia tidak mengerti.


" Apa itu Lea ? " tanya Leon sembari memasukkan peralatab medisnya ke dalam tas.


Azalea melemparkan amplop berisi foto-foto Al bersama seorang wanita di atas meja.


" Astaghfirullahaladzim. " ujar Gita tidak menyangka.


" Aku gak percaya foto-foto ini. Aku tahu secinta apa Al pada Bia. Dia gak mungkin aneh-aneh. " kata Leon sambil kembali meletakkan foto-foto itu di meja.


" Bener juga sih. Siapa yang tega melakukan ini pada Kak Al. " gumam Zaskia.


" Telpon sjaa Kak Al Ma. Ki. Biar bisa menjelaskan apa yang terjadi sampai ada foto-foto itu. " usul Tian.


" Aku akan menelponnya. " kata Azalea sembari mengeluarkan ponselnya.


" Gimana dengan Bia ? Aku harap Bia gak salah faham dengan foto ini. " gumam Naya khawatir.


" Ayolah Honey. Kalopun Bia mau cemburu pada Al. Harusnya itu pada seornag wanita seperti anak kita, Clara. bukan pada wanita itu. Aku yakin pasti ada yang ingin membuat Bia dan Al salah faham." kata Mark mencoba menenangkan Naya.


" Iya, Om Mark benar. Bia bukan seseorang yang bisa marah tanpa sebab yang jelas. " sahut Tian.


" Gimana Lea ? Apa Al mau pulang ? " tanya Leon.


" Dia sudah dalam perjalanan pulang. Mungkin sebentar lagi sampai. Kita tunggu saja. " jawab Azalea.


" Ehhmm,, Abi, aku akan ke kamar Bia. Cuman mau memastikan Bia tidak sedang memikirkan hal ini. Kita gak mau dia stres lagi. " pamit Gita.


" Aahh iya benar. Kita sampai lupa. Iya. Tolong ya sayang. " jawab Leon.


" Permisi semuanya. Assalamualaikum. "

__ADS_1


" Waalaikumsalam. "


__ADS_2