
Al masuk ke rumahnya dengan mendekap Bia yang masih mencibir Al. Membuat Al terkekeh.
" Gimana hasil pemeriksaan dokternya tadi Non Bia ?" tanya Amy saat Al dan Bia membawa satu kantong belanjaan susu untuk ibu hamil.
" Seperti biasa Bik Amy. Firasatku juga benar kali ini. Dua jagoan lagi Bik. " jawab Al senang.
Dan Bia kembali mencibirnya. Yaahh,, setelah USG diketahui Bia kembali hamil kembar laki-laki. Bahkan Bia tidak menyangka kalo Al langsung sujud syukur sewaktu masih diruangan dokter itu. Seolah memang ini kehamilan pertama Bia.
" Benarkah Tuan ? Alhamdulillahhh,,, " seru Amy senang.
Begitupun dengan Wimpi dan Randy yang sedang berada di dapur. Mereka tersenyum ikut bersyukur dalam diam.
" Rasanya gak sabar melihat perut kamu membesar, Bi. Lalu aku mengusap perutmu saat gerakan anak-anakku aktif untuk menenangkan mereka. Teruus aku bantu memijat punggungmu saat terasa nyeri. Aahhh,, aku gak sabar, Bi. " seru Al sambil mengusap perut dan punggung Bia.
Ekspresi bahagia terlukis jelas di wajahnya. Apalagi mata Al begitu berbinar. Bia menjadi tertawa melihatnya. Keinginannya untuk bisa sesigap Ghazzy sewaktu Bia hamil terkabul.
" Bik Amy,, lagi masak apa ? " tanya Bia.
" Kamu mau makan apa Bi ? Apa lagi ngidam sesuatu ?" tanya Al antusias sambil memeluk Bia dari belakang.
" Mas,, jangan begini. Malu ah sama Bik Amy, Kak Randy dan Kak Wimpi. " gumam Bia.
" Kenapa harus malu,, memangnya salah aku memeluk istriku sendiri ? " tanya Al sembari memandang ke arah Amy, Wimpi dan Randy.
" Gak salah Tuan. Tapi, kasihan mereka yang masih jomblo." goda Amy pada Wimpi dan Randy.
Keduanya tertawa keki. Apalagi Al juga menertawakan mereka.
" Non Bia mau makan apa ? Biar bibik masakin. " jawab Amy senang.
" Eeehhmmm,, apa ya. Tapi aku ingin makan es krim bik. Seperti saat kita dulu membuatnya bersama-sama. Saat aku masih menjadi istri kontrak Mas Al. " kata Bia sambil mnegingat-ingat dan tertawa.
Al menarik hidung Bia yang sengaja mengungkit masa-masa yang lalu. Bia hanya tertawa. Begitupun Amy yang juga teringat sewaktu Bia masih menjadi istri kontrak Al.
" Sepertinya bahannya ada Non. Nanti bibik buatin Non. Non Bia istirahat aja dulu. "
" Bik Amy emang pengertian. Kami ke kamar dulu Bik." pamit Al sambil menggendong Bia.
" Mas,, aku bisa jalan. " protes Bia malu.
" Jangan Non Bia, nanti kecapean naik turun tangga." sahut Wimpi.
" Tuuhh,, denger. Semua orang juga mengkhawatirkan kamu Bi. " ujar Al ketus.
" Cckk,, Kka Wimpi ini,, kenapa malah mendukung Mas Al sih. " gerutu Bia.
" Yang penting gak capek dan gak stres Non. " sahut Randy.
Al tertawa geli saat bibir Bia mengerucut kesal karena semua orang tidak ada yang mendukungnya. Akhirnya Al membawa Bia ke kamarnya.
__ADS_1
Al merebahkan Bia di atas ranjangnya lalu beranjak bangun.
" Mas,, mau kemana ? " tanya Bia heran.
" Mau menelpon Reiga. Ada beberapa berkas yang belum aku tanda tangani. " katanya.
Bia mengernyitkan alisnya. Lalu berdecak kesal.
" Selalu saja seperti itu. Sudah sana ke ruang kerjamu. Kamar ini untuk istirahat. Bukan untuk bekerja. " omel Bia sambil menarik selimutnya agar menutupi tubuhnya sampai batas leher dan membelakangi Al.
Al terkekeh sejenak. Akhirnya hanya mengirim pesan pada Reiga untuk sementara menghandle pekerjaannya. Al ingin menemani Bia beberapa hari ini. Apalagi mengingat bulan-bulan kemarin dia telah melewatkan kebersamaannya dengan Bia.
Bia tersenyum menang saat merasakan ada satu tangan yang memeluknya dari belakang.
" Maafkan aku. " bisik Al sambil menciumi telinga Bia yang masih memakai jilbab.
" Mas,, hentikan. " geram Bia kesal karena tubuhnya langsung meremang.
" Masa tidurnya membelakangi suaminya sih. " gurau Al masih menciumi telinga Bia.
Akhirnya Bia menghadapkan tubuhnya ke tubuh Al yang tertawa menang. Bia memukul dada bidang Al kesal karena ditertawakan.
" Kamu udah bekerja seharian. Masa harus membawa kerjaanmu ke rumah juga ? Kamu jangan mendholimi tubuhmu Mas. Tubuhmu juga butuh istirahat. " kata Bia mengingatkan.
Al mengecup bibir Bia senang dengan perhatiannya.
" Lalu gimana dengan Ghazzy dulu hemmmm. Dia pasti juga masih sibuk dengan Mall Expo kan. " protes Al.
Al mendengus kesal. Karena menyadari ternyata dia belum sesigap Ghazzy. Bia mengecup bibir Al sekilas.
" Kenapa ? Cemburu lagi ? " godanya.
" Ternyata aku masih belum sesigap Ghazzy dulu. Bahkan aku mengacuhkan kamu kemarin-kemarin. " gumamnya kesal sendiri.
" Yang penting kan sekarang Papa sudah menyadari kesalahannya. "
" Maafkan aku Bi. " kata Al sambil mencium kening Bia.
" Oh iya. Mas gak telpon Mama ? "
" Besok aja. Sekalian menjemput anak-anak. " jawab Al. Sambil mengeratkan dekapannya.
" Masa jemput anak-anak besok ? Kamu janjinya lusa lho Mas. Anak-anak pasti kecewa nanti. " protes Bia.
" Aku kangen melihat foto-foto kamu dulu. Yang ada di kamar yang ada di ruang kerjaku. "
Bia mencibir. Hingga Al mencium bibirnya lagi.
" Maksudnya kita menginap disana ? " tanya Bia senang.
__ADS_1
" Iya. Bukannya lusa juga acara tujuh bulanan Kia ? "
" Ahh iya. Aku lupa. "
Al menempelkan hidung bangirnya dengan hidung Bia.
" Aku senang Bi. Rasanya aku ingin mengatakan pada semua orang. Istriku sedang hamil dua jagoan lagi. " bisik Al.
Bia mengusap wajah Al. Meraba alis matanya, hidung bangirnya, dan bibirnya.
" Kamu mau menggodaku Bi ? " desisnya.
" Apaan sih,, "
" Tapi kamu memang memancingku Bi. Lihat aja,, sudah ada yang terbangun. "
" Memang Mas Al aja yang mesum. " protesnya.
Al mengecupi bibir Bia di sela tawanya.
" Apa kali ini,, juga mempunyai mata dan hidung yang sama dengan ini ? " gurau Bia sambil meraba hidung Al lalu menariknya pelan.
" Tentu saja. Mereka anak-anakku. " tegas Al.
" Mereka juga anak-anakku. " protes Bia.
" Mereka akan sesabar Bunda mereka. Sepengertian kedua kakak kembar mereka. "
Bia tertawa pelan. Kemudian memeluk Al erat.
" Rasanya,,, ingin setiap hari tidur dengan memeluk kamu seperti ini Mas. Gak hanya malam, tapi sepanjang hari. Kapanpun kalo aku sedang mengantuk. " gurau Bia sambil terkekeh.
" Keinginan Bunda pasti terkabul. "
" Mana mungkin. Kan Mas Al kerja. " kata Bia sambil melepaskan pelukannya tapi masih dalam dekapan Al.
" Aku sudah bilang Reiga, untuk menghandle pekerjaanku tiga hari ini. "
" Eeehhhmmm,, tiga hari. Lumayanlah. " celetuk Bia.
Al tersenyum smirk.
" Tapi, kamu juga harus mengijinkanku menengok anakku kapanpun aku mau. " bisiknya sembari mencium telinga Bia.
" Cckkk,,, dasar CEO MESUM. " ejek Bia.
Ejekan Bia membuat Al tertawa. Lalu tangannya membantu Bia melepaskan jilbabnya. Tentu saja membuat Al lebih mudah mengakses leher Bia dan memberikan banyak tnada kepemilikan disana.
" Kalo aku mual gimana ? "
__ADS_1
" Aku tahu itu hanya alasanmu untuk menghindar Bi. " jawab Al sambil menarik hidung Bia yang terkekeh.