Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 142


__ADS_3

" Apa yang akan kamu lakukan pada Ayden ? " tanya Al saat keduanya masih duduk di taman mansion Alex.


" Ayden ? Tentu saja aku akan menjebloskannya ke penjara. " jawab Alex sinis.


Aura kemarahaan masih tersisa jelas di wajahnya.


" Hanya seperti itu ? " sindir Al.


Alex tersenyum smirk. Membuat Bia bergidik melihat wajah Alex yang biasanya di penuhi oleh tawa menjadi seidngin itu. Melihat wajah Al yang semarah tadi otu sudah menakutkan dan sekarang dia seperti melihat wajah Alex sudah berubah semenakutkan itu.


" Kamu pikir penjara itu di Indonesia ? " balas Alex sembari menyandarkan tubuhnya ke kursi.


Sadar disana sedang ada orang tua Clara dan juga Bia yang tampak ketakutan melihat ekspresinya yang sudah berubah.


" Apa maksudmu ? "


" Ayden itu seorang DPO di Turki."


Al tersentak mendnegarnya. Bagaimana bisa Ayden menjadi DPO ? Atas kejahatan apa ? Pikirnya bingung.


" Atas kejahtan apa ? " tanya Azalea bingung.


" Bisnis prostitusi online, Bu Lea. " jawab Mark.


" Prostitusi ? Ayden ? " sahut Al tidak percaya.


" Seperti yang kamu dengar. Bahkan istrinya sudah dijualnya ke langgannan bisnisnya. Dan tadi, karena kelalaianmu yang gak bisa menjaga istrimu. Bia juga hampir saja menjadi korbannya. " sindir Alex sambil menunjuk Al dengan jari telunjuknya.


Al mendekap Bia dan menggenggam tnagannya.


" Maafkan aku Bi. " bisiknya menyesal.


" Aku baik-baik aja Mas. Alhmdulillah Allah masih menjagaku. " bisiknya.


" Jadi,,, Aku gak perlu mengotori tanganku untuk memghukumnya. Aku sudah menghubungi kepolisian Turki. Kalo gak salah, dia akan terancam hukuman mati disana. " jelasnya.


Semuanya nampak menghela nafas panjang. Alex sedikit menjauh untuk menerima telpon.


" Kita kembali ke kantor sekarang Mas ? " tanay Bia.


" Kantor ? Tidak, Bia. Kamu ikut Mama pulang ke rumah. Mama sudah gak mengijinkanmu bekerja. Mama gak mau kamu celaka, apalagi sampai diculik. Tidak,, tidak,,, ngeri Mama membayangkannya. " omel Azalea panik.

__ADS_1


Mark dan Naya terkekeh sejenak. Membuat Azalea salah tingkah. Dia tersenyum keki.


" Tumben sekali kamu membiarkan Bia bekerja Al. Biasanya kamu selalu posesif pada Bia. " sindir Mark sambil mendekap Naya.


" Ckk,, Papa gak tahu aja kalo setiap hari aku jadi sasaran kemarahan Mas Al di kantor. " gurau Bia.


Al menarik hidung Bia yang kemudian tertawa saat Al melihatnya tidak terima.


" Itu karena aku cemburu melihat staf di kantor menggodanya Pa. Ma. Apalagi sewaktu meetting dengan Alex. " jwaba Al tidak terima.


" Staf di kantor ? Apa mereka tidak tahu kalo Bia istrimu ? " tanya Naya heran.


" Mungkin mereka lupa pada Bia. Dulu sewaktu mengundang mereka kan Bia masih hamil empat bulan. Alex bahakn bertemu Bia saat hamil delapan bulan. " jelas Al.


" Dan memang Bia selalu terlihat lebih cantik setelah melahirkan. Apaalahi saat melihat Bia berpakaaian kerja seperti ini, dia terlihat jauh lebih muda ketimbang usianya. Jadi, wajar saja kalo staf di kantor banyak yang tertarik padanya . " puji Azalea.


Al menepis tangan Bia yang sedari tadi digenggamnya. Karena tawanya tidak juga berhenti, seolah tengah meledek kecemburuannya. Apalagi Azalea sampai memuji penampilan Bia saat ini. Yang memang diakui Al terlihat lebih fresh dan lebih muda. Tentu saja makin membuat posesifnya semakin bertambah.


" Mama sudah menyuruhmu resign Bi. Aku juga sangat mendukungnya. Bahkan ini sudah lebih dari satu bulan yang sudah kamu janjikan. " seru Al ketus.


" Tapi Mas,, aku senang lho bisa bekerja lagi. " bujuk Bia sembari kembali menggamit lengan Al.


" Hemmmm,,, kalo gitu. Ijinkan aku bekerja besok, untuk berpamitan pada teman-teman di kantor. " kata Bia memelas.


" Bia,, bukannya besok aqiqah anak-anak ? " tanya Azalea mengingatkan.


" Iya Ma. Aku ingat kok, aku cuman mau memyelesaikan laporan terakhirku pada Mas Al. Setelah itu aku akan pulang. " jawab Bia.


" Aku pegang kata-katamu Bi. Kalo besok, kamu masih bandel. Siap-siap aja dengan hukuman yang akan aku berikan. " ancam Al.


" Cckkkk,,, kan hari terakhir kerja Mas. " celetuk Bia kesal.


" Aku gak perduli. "


" Wimpi, gimana dengan kantor Al ? Apa sudah hilang pengaruh teluh dari wanita itu ? " tanya Azalea penasaran.


" Alhamdulillah sudah Nyonya. " jawab Wimpi.


" Teluh ? Lagi ? " seru Naya tidak percaya sambil menatap Wimpi.


" Wanita itu,, dulunya yang membuatkan Leny teluh untuk Tuan Al, Nyonya Naya. Dia tidak terima karena teluhnya telah dihancurkan dulu, karena itu membuat ilmunya juga ikutan hancur. " jawab Wimpi.

__ADS_1


Naya menghela nafas panjang. Mark menggenggam kedua tangan Naya yang saling bertautan.


" Ini semua memang berawal dari Leny. Ahhh,, anak itu. Kenapa harus sampai berurusan dengan mistis segala. Kali ini teluh macam apa yang di kirimkan untuk Al ? Apa juga membuat Al marah-marah seperti dulu lagi ? " keluh Naya.


Wimpi memandang Bia , seolah hendak meminta ijinnya untuk menjawab pertanyaan Naya. Bia hanya mengangguk dan tersenyum.


" Tidak Nyonya. Dari makanan yang dibawa Tuan Ayden sewaktu mereka mengadakan reuni di kantor Tuan Al. Makanan itu sudah diberikan,, ehhmm,, semacam jampi-jampi agar Tuan Al takluk pada Sesil. Di tambah lagi, cincin pengasihan yang diberikan oleh Tuan Ayden. Makin membuat teluh itu tidak bisa dihancurkan dengan mudah. "


" Dan efeknya pada Al ? " tanya Mark penasaran.


" Dia menjadi seperti orang linglung dirumah Pak Mark. Seperti enggan bertemu dengan Bia dan anak-anaknya. Beberapa hari yang lalu, Al dan Faiz bahkan bertengkar dan adu mulut. Sampai-sampai Faiz mengajak Bia untuk pulang ke Surabaya saja. Tidak mau berada di satu rumah dengan Al. "


" Astaghfirullahaladzhim. " ucap Mark dan Naya bersamaan.


" Pekerjaan Al jadi kacau. Lebih banyak keluar kota untuk memcari Ayden. Juga karena kedatangan wanita itu ke kantor. " sahut Azalea.


" Wnaita itu ? Ke kantor ? Ada urusan apa ? " tanay Naya.


" Minta pertanggung jawaban Mas Al Ma. " jawab Bia.


Al memdekap Bia karena masih merasa bersalah karena kelalaiannya pada tipu daya Ayden dan Sesil.


" Pertanggung jawaban ? Apa yang telah dilakukan Al ? " sahut Mark.


" Mereka menjebak Mas Al. Membuat seolah-olah Mas Al telah memperkosa wanita itu. Syukurlah dari cctv di kantor Mas Al. Kita semua jadi bisa mengetahui kalo Ayden yang melakukannya. Bukan Mas Al. " jawab Bia.


" Lalu,, kenapa tadi dia terlihat kesakitan waktu berjabatan tangan denganmu Wimpi ? " tanya Mark.


" Saya menghancurkan sisa ilmu yang dia miliki Tuan Mark. Hanya menyisakan susuk pengasihan yang hanya bisa dilihat oleh Tuan Ayden. " jawab Wimpi.


" Susuk pengasihan ? " seru Naya.


" Kenapa hanya untuk Ayden ? " tanya Mark heran.


" Karena wanita itu sedang hamil. Dan kemungkinan terbesar Tuan Ayden Ayahnya. Dan susuk itu bisa membuat Tuan Ayden seolah terikat dengan wanita itu. Inshallah, tidak punya pikiran untuk meninggalkan wanita itu. " jelas Wimpi.


" Alhamdulillah. Akhirnya semuanya sudah selesai Bia. Maafkan Leny, kehadirannya pasti membuatmu jadi banyak pikiran. " pinta Naya.


" Gak ada yang harus dimaafkan Ma. Semuanya udah jadi jalan takdir yang harus dihadapi. Kita bukan siapa-siapa untuk menuntutnya. "


Alex mengusap bibirnya dengan jari telunjuknya. Saat mendengar semua penjelasan dari Wimpi dan ornag tua Clara. Jawaban Bia malah membuat Alex semakin ingin menikah dengan Bia.

__ADS_1


__ADS_2