
" Leon,, apa kaamu yakinn analissamu dan dokter Bima tidak salah ?! " tanya Azalea saat berada di ruanggan Leon.
" Aku tidak tahu Lea. Tapi yang jelas. Aku sudah meminta tolong pada dokter Bima. Kalo perlu lakukan hipnoterapi. Agar kita tahu bagaimna perasaan Al pada Bia sebenarnya. "
" Tapi, aku merasa Al benar-benar mencintai Bia Leon."
" Kita sama-sama tahu hal itu Lea. Tapi, apa kamu yakin ? Apa ini bukan hanya karena raasa bersalahnya pada Bia kaarena dia pernah melakukan kekerasan fisik padanya ? "
Al membuka paksa pintu ruaangan Leon. Dia sebenarnya ingin menanyakan perkembangan Fawwaz. Tapi sudah lebih dulu memdengar kedua orang yaang disaayanginya tengaah beerdebat tentaang hatinya.
" Al... " seru Leon sembari berdiri kaget. Begitupun dengaan Azalea.
" Jadi,, ini alaasan kalian semua menyangsikan perasaaanku pada Bia ? Kalian pikir ccintaku padaa Bia hanya karena rasa bersaalah ?! Jadwalkan saja hipnoterapi itu padaku. Aku akan melakukannya. Bukankaah selama ini kaalian juga sering mengambil keputusan sendiri teentang hiidupku ?!! " bentaknya marah kemudian berlalu pergi.
Meninggalkan Azalea yang menangis merasakan sesaknyaa dada karena dibenci oleh anak yang disayanginya.
Leon memeluk Azalea untuk menenangkann diirinya. Dia juga merasa bersalah pada Al. Padahal dia tahu bagaimana hari-harinya yang tersiksa untuk keluar dari masa traumanya.
* Tidak adil memang Al. Tapi, yakinlah ini untuk kebahagiaanmu. * batin Leon.
" Assalamualaikum. "
Bia menoleh ke arah pintu. Dan tersenyum senang saat melihat dokter Gita tengah berada dibalik pintu.
" Waalaikumsalam dokter Gita. Masuk dokter !! " seru Bia senang.
Gita masuk ke kamar Bia dan duduk di samping Bia setelah bersalaman dan memeluknya sejenak.
" Apa kabar Bu Bia ? " tanya Gita formal.
" Aahh dokter ini. Panggil Bia saja dokter. "
" Begitukah ? Eehhmm baiklaah. "
" Doktee kemana saja ? Setelah membantuku melahirkan, aku gak pernah bertemu dengan dokter lagi. "
" Aku belajar lagi Bia. Aku dapat beasiswa ke Jepang."
" Masyallahu. Dokter udah cantik, pinter, sholehah lagi."
" Kamu terlalu berlebihan Bia. Gimana keadan kamu sekarnag ? "
" Alhamdulillah baik dokter. Om Leon yang merawaat kami. "
" Tentu saja. Dia dokter pribadi keluarga Nyonya Azaleaa. "
" Apa dokter sudah bertemu dengan Om Leon ?"
" Sudah Bia. " jawab Gita sembari menunduk melihat cincin pemberian Leon.
Bia mengalihkan tatapannya pada arah pandangan Gita.
" Dokter sudah meniikah ? " tanya Bia penasaran.
" Ahh,, belum Bia. Kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu ? " tanya Gita heran.
" Karena dari tadi dokter memandang cincin itu. "
Gita tersnyum. Kemudian terkekeh melihat ekspresi Bia yang penasaran.
" Aku kesini untuk mengucapkan teriima kasih padamu Bia. "
" Terima kasih ? Aku ? Memangnya apa yang telah aku lakukan dokter ?"
" Mengenalkanku pada dokter Leon. Seniorku di kampus dan juga di rumah sakit ini. "
Bia nampak berfikir sejenak. Kemudian tangannya terulur pada tangaan dokter Gita yang memakai cincin pemberian Leon.
" Om Leon yang memberikan cincin ini ?! " tanya Bia terharu.
" Iya Bia. Dokter Leon melamarku,, "
" Aaahh selamat dokter. " seru Bia senang. Sampai tak sadar ingin memeluk Gita.
Gita mendekat dan memeluk Bia dengan sama-sama terharu.
" Terimankasih Bia. "
" Jadi,, kapan rencana pernikahannya ? " tanyaa Bia seembari melepaskaan pelukaan Gita.
" Dokter Leon aakan menemui ornag tuaku seetelah memasstikan kamu, suamimu dan anak-anak ssembuh Bia. "
__ADS_1
" ah,, maaafkan aku dokter. Rencana baik ini jadi tertunda. "
" Aku baaik-baik saja. " jawab Gita.
" Dokter Gita dan Om Leon memnag pasangan yang serasi. "
" Aaammmiinn. "
" Waktunya makan,, " seru suara yang tiba-tiba masuk ke kamar Bia.
Al meletakkan nampan berisi makan malam Bia dimeja. Kemudiaan mendekat ke arah Bia. Berdiri disamping Bia sembari melihatt Bia dan Gita bergantian.
" Mas Al kok masih disini ? " tanya Bia heran.
" Ini waktunya makan malam. "
" Iyaa, aku akan memakaanya nanti. Mas bisa makan malam duluan. "
" Kita makan sama-sama. Aku tunggu." jawab Al sembari duduk di atas ranjang di samping Bia.
Bia tersenyum keki pada Gita. Tidak enak hati.
" Oh iya Mas. Kenalin , ini dokteer Gita. dokter yang membaantuku di program bayi tabung dulu. "
" Terima kasih sudah membantu menjaga dan merawaat anak-anak saya selama masih daalam kandungaan. " jawab Al datar.
* Anak-anak saya ? Dokter Gita pasti berfikir aku sudah selingkuh. * batin Bia sedih.
Kemudian Al pindah duduk di sofa. Tanpa ekspreesi saama sekali. Gita hanya tersenyum melihatnya. Bia yang merasa tidaak enaak hati pada Gita.
" Dokter Gita,, dia,,, "
" Al. Aku tahu Bia. Aku sudah menebaknya. Baiklah, aku permiisi dulu. Sepertinya dia terganggu karena ada aku disini. "
" Maafkan dia dokter. "
" Tentu saja Bia. Dia calon keponakanku. "
" Ahh iya benar. Terimaa kasih kunjungaannya dokter."
" Semoga lekas sembuh Bia. Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
Reiga mengatakan pelakunya sudh tertangkap. Video dari cctv mobil menjadi bukti berat untuknya.
" Bia,, kenapa belum makan ? " tanya Azalea saat masuuk ke kamar Bia dan meliht makan malamnya masih utuh.
" Aku makan sekaraang Ma. Tolong ambilkan, Ma. " kata Bia sebelum keduluan Al nanti.
Azalea tersenyum. Kemudian mengambil nampan itu diatas meja. Tapi ketika berbalik. Al sudah merebut nampan itu.
" Biar aku saja. " seru Al tanpa melihat Azalea.
Al mencium kening Bia sejenak. Hingga membuat Bia terpaku begitupun Azalea.
" Al,, " desis Azalea tidak menyangka.
" Maafkan sikapku tadi. " bisiknya.
Azalea duduk disofa memperhatikan Al yang tengah membuka makan malam Bia. Dan Bia masih menunduk, tidak menyangka dengan tindakan Al tadi.
" Ayo buka mulutmuu. " kata Al sembari mengulurkan satu sendok nasi dan sedikit lauk ke arah mulut Bia.
" Biar aku makan sendiri Mas. Berikan padaku. " kata Bia sembari mengulurkan tangannya.
Al menaruh nampan kembali di meja. Dan menarik tngaan Bia dalam genggamannya. Azalea dan Bia kembali tersentaak dengan tingkah Al.
" Apa sih ini. " protes Bia sambil melepaskan tangan Al. Dia kembali terkekeh. Tentu saja membuat Biaa ssemakin seewot.
" Aku mau makan sendiri. " tegas Bia.
" Baiklah. Tapi senyum dulu dong. " goda Al.
" Mas,, " keluh Bia kesal.
Al kembali tertawa dan mengambil nampan makan malam Bia dan meletakkannya di pangkuan Bia.
" Bismillah dulu. Jangan emosi terus. " sindir Al saat Bia hendak menyendokkannya kemulut.
Bia menunduk sejenak. Tahu kesalahannya. Dan juga tidak menyangka Al akan menegurnya soal ini. Setelah itu Bia memakan makan malamnya.
" Aaku sudah minta maaf sikapku tadi. Aku hanya gak suka melihat mereka yang tahunya kamu istri Ghazyy."
__ADS_1
Katanya seembari kembali mencium kening Bia sedikit lebih lama dari tadi.
Tentu saja Bia menjadi teerceengang mendnegar Al mengatakan itu. Apalagii Al semakin berani mencium Bia meskipun ada Azalea disana.
Azalea semakin melihat Al sedih. Dia tahu Al sedang menunjukkan tentang perasaannya yang tulus bukan karena ada rasa bersalah tentang kekerasan fisik yang dilakukannya dulu.
" Mas, aku memang istrinya Mas Ghazzy. "
" Lanjutkan makan malammu. " jawab Al acuh.
Seperti biasanya, tidak memperdulikan protes Bia.
Azalea menunduk sedih. Ingin rasanya berbicara empat mata dengan anak laki-lakinya. Sperti dulu, saat Al masih terlalu takut untuk berada dirumah sendirian apalagi tidur sendiri. Dia meraasa Papanya sedang mengawaasinya di suatu tempat tersembunyi dikamarnya. Karena itu, dia tidak bisa tidur nyenyak selama ini. Hingga dia mengenal alkohol dan memastikan hanya alkohol yang bisa membuat tidurnya nyenyak.
" Kak Biaaa,, Kak Ghazzy sudah sadar !! " seru Zaskia sembaari masuk kamar Bia.
Tentu saja itu kabar yang menggembirakan untuk Bia. Sedikit mengurangi kecanggungan suasana disana.
" Bantu aku Kia. Aku mau menjenguk Mas Ghazzy. " seru Bia semangat.
Zaskia mendekat dengan langkah ragu setelah melihaat perubahan di wajah Al.
* Aku gak tahu kalo adaa Kak Al dikamar Kak Bia. Pasti Kak Al marah. * batin Zaskia.
Sebelum langkah Zaskia sampai dikursi roda Bia. Al sudah terlebih dulu mendorong kursi roda itu ke sudut ruangan. Tentu saja Zaskia dan Bia jadi kaget.
" Mas Al ! " seru Bia kesal.
" Habiskan makan malammu dulu. Aku yang akan mengantarmu kesana. "
" Aku sudah kenyang. "
" Kamu hanya makan tiga sendok Bi. Habiskan dulu. " Tegaas Al.
" Gaak ada salahnyaa kan seorang istri mau menemui suaminya. " sindir Bia sembari menunduk.
Bibirnya mengerucut pertanda sedaang kesal. Al hanya teersenyum getir.
* Ini akan menjadi terakhir kalinya aku bisa merawatmu dan berada disampingmu, Bi. Padahal aku masih merindukanmu. * batin Al sedih.
Al mendekat dan mencium bibir Bia. Dia memegang tengkuk Bia yang berusaha memberonntak. Air mata Al menetes dipipi Bia. Membuat Bia tidak lagi memberontak. Dia terpaku sendiri.
* Mas Al menangis ? Kenapa ? *
" Kak Al,, " panggil Zaskia.
Al mengambil nampan dipangkuan Bia dan menaruhnya disamping Bia tanpa melepaskan ciumannya. Meskipun tanpa respon dari Bia. Membuat Al semakin sedih.
* Apa kamu juga berfikir seperti yang Mama dan Om Leon pikirkan Bi ? Apa kamu juga merasa cintaku hanya karena rasa berslaahku saja ? * batin Al.
Al mengangkat tubuh Bia dan meletakkannya dkursi roda. Mencium kening Bia lagi. Lalu menghapus bekas salivanya dikening dan bibir Bia. Tersenyum pada Bia yang terlihat masih shock dengan tindakan Al.
" Kamu Bundanya anak-anakku. Jadi, kamu harus sehat. " jawab Al sembari hendak berdiri.
Tapi Bia mencegahnya. Entah keberanian dari mana. Tapi tangan Bia terulur untuk menghapus air mata Al.
" Jangan seperti ini Mas. Ini hanya akan menyakitimu. Ini salah. " ujar Bia getir.
Dia bisa merasakan sakit yang dirasakan Al saat ini. Tapi dia juga tidak tahu bagaimana solusi untuk mereka.
Al menunduk, kembali menangis. Membayangkan hari-harinya akan kembali sepi karena jauh dari Bia dan sekarang anak-anaknya.
" Jangan hukum Mama dan Kia seperti ini Mas. Mereka menyayangimu. Begitupun dnegan Kak Clara. Dia mencintaimu Mas. Sangat. "
" Dan aku juga mencintaimu Bi. Sangat. Kenapa tidak ada satupun yang mau mengerti aku. "
" Tapi,, kamu harus bisa melupakannya Mas. Ini salah."
" Berarti aku harus mati Bi. Baru aku bisa melupakanmu. " tegas Al sembari berdiri.
" Al,, !! "
" Kak Al,, !! "
" Mas,,, !!! "
Seru ketiga ornag yang ada disana kesal. Karena Al tiba-tiba membicarakan tentnag kematian.
" Aku akan mengantarkanmu ke Ghazzy. Tidak usah memperdulikan perasaanku. Bukannya selama ini juga gak ada yang perduli gimana dengan perasaanku. " sindir Al smebari mendorong kursi roda Bia menuju ke kamar Ghazzy.
Bia bisa menangkap wajah Azalea dan Zaskia yang tertunduk sedih mendnegaar ucapan Al sebelum dia keluar kamar. Bia hanya menunduk.
* Aku harus gimana ? *
__ADS_1