Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 135


__ADS_3

Bia melihat jam sudah menunjuk ke arah angka empat dan Al masih juga belum keluar dari ruang meeting. Dia sudah gelisah ingin menyambut kedatangan Naya dan Mark. Apalagi Zaskia sudah mengirim pesan mereka sudah sampai dirumah dengan Faiz dan Fawwaz.


" Mas,, aku pulang duluan aja ya ? " tanya Bia saat menelpon Al yang tidak kunjung selesai meeting.


" Gak boleh. Tunggu aku. Sebentar lagi selesai Bi. " jawab Al pelan dnegan sedikit menjauh dari rekan kerjanya.


" Sebentar lagi itu kapan Mas. Aku pulang dnegan Kak Wimpi aja ya. " rengeknya.


" Gak. Pokoknya tunggu aku di loby. Lima belas menit. Lima belas menit lagi aku akan sampai disana. "


" Ckkk,, lama sekali sih. " protes Bia kesal.


" pokoknya aku gak ridho kamu pulang dnegan siapapun. Harus pulang dneganku. " tegas Al.


" Isshhh,, apaan sih. Pakai gak ridho segala. Mas mau aku celaka karena gak dapat ridho dari suaminya. " omel Bia.


" Kalo gak gitu, kamu pasti bandel meninggalkanku pulang. " seru Al.


" Ya sudahlah. Aku tunggu diloby. Lima belas menit. "


" Iya,, Bi sayang. "


" Gak pantas ah panggilannya. " gurau Bia.


Al tertawa diseberang sana. Hingga Bia pun ikut terkekeh.


" Karena memang lebih terbiasa dnegan Bi saja. " sahutnya.


" Ehh,, malah ngobrol kan. Mas lanjuttin meetingnya deh. Aku dan Kak Wimpi tunggu di loby. "


" Kita kayak ABG yang lagi pacaran ya Bi. Hahahah. "


Bia tertawa mendnegar kalimat Al barusan. ABG ?


" Iya. Telpon sampai lupa waktu. "


" Ya udah aku lanjutin dulu meetingku. Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. " jawab Bia dnegan masih tersenyum.


Wimpi melihatnya hanya terkekeh.


" Apa kita langsung pulang Non Bia ? " tanya Wimpi membuyarkan lamunan Bia.


" Bos Kak Wimpi, maunya ditungguin di loby. Pake acara gak ridho segala kalo aku nekat pulang. Meski dengan Kak Wimpi. "


Wimpi tertawa pelan. Bersyukur karena akhirnya bisa melihat majikannya berbahagia.


" Lalu,, apa kita tetap akan menunggu Tuan Al di sini ?" tnaya Wimpi.


" Gak. Kita tunggu di loby aja Kak. "


" Oke. Silahkan Non Bia. "


****


Bia duduk di kursi tunggu yang ada di loby sedikit memilih tempat yang berada di pojok. Biar tidak menarik perhatian karyawan yang lain.


Wimpi duduk si samping Bia dengan memberikan sebotol air mineral pada Bia.

__ADS_1


" Terima kasih Kak. " jawab Bia sembari minum.


Bia melihat dua orang karyawan yang nampak seebagai pasangan. Lalu teringat Wimpi tidak pernah satu kalipun mengenalkannya pada calon suami Wimpi.


" Kak Wimpi,, boleh aku tnaya sesuatu ? " tanya Bia sedikit ragu karena tkaut dikira lancang sudah ikut campur.


" Tentu saja Non. Tanya apa Non ? " tanya Wimpi serius.


" Santai aja Kak Wimpi. Jangan terlalu serius. " gurau Bia.


Wimpi tersenyum keki.


" Maaf kalo aku lancang Kak. Aku cuman mau tanya, kapan Kak Wimpi akan menikah ? "


Wimpi tersenyum lalu minum air mineralnya.


" Tidak tahu Non. " jawab Wimpi santai.


" Kok gak tahu ? Memangnya Kak Wimpi gak punya pacar ? " tanya Bia serius.


" Siapa yang mau jadi pacar seorang bodyguard Non. "


" Lhoo,, memangnya kenapa ? "


Wimpi tertawa pelan.


" Dulu, sewaktu Non Kia operasi pencangkokan sumsum tulang belakang. Saya pernah cuti untuk menemui laki-laki yang akan dijodohkan Randy dnegan saya. "


" Di jodohkan Kak Randy ? Lalu,, lalu,, "


" Laki-laki itu membatalkan perjodohannya setelah tahu saya seornag bodyguard. "


" Iya, Non. Dan cukup membuat saya kapok Non. Mungkin belum saatnya saya bertemu dnegan jodoh saya. "


" Aku akan ikut bahagia kalo saat itu tiba Kak Wimpi. Meskipun, nanti aku pasti merasa kesepian tanpa ada Kak Wimpi. " jawab Bia.


" Ehhhmm,, kalo misalnya saat itu datang. Apa saya masih boleh bekerja sebagai bodyguard Non Bia ? "


" Kak Wimpi yakin ? Apa gak ijin dulu sama suaminya nanti ? "


" Dia pasti akan mengerti Non. "


" Isssh,, yakin sekali. Pasti sudah menemukan ornag itu kan ?! " goda Bia.


" Maaih belum Non Bia. Saya masih mau menikmati kesendirian syaa Non. " jawab Wimpi.


Bia tertawa dan manggut-mangut.


" Sebelum ribet kayak aku. " celetuk Bia.


Wimpi tertawa mendenagrnya.


" Maafkan aku Bi. Kita pulang sekarang. " kata Al sembari berjongkok dan langsung memcium pipi kanan Bia.


Bia terdiam sejenak. Lalu berdiri dan memukul lengan Al pelan.


" Kenapa seperti itu sih. Ini masih di kantor. " protes Bia.


" Tapi ini sudah jam pulang. Dan kamu udah jadi istriku. Bukan sekretarisku lagi. "

__ADS_1


" Tapi,, "


" Kamu ingin kita berdebat tentang profesional dan gak jadi pulang ? " potong Al sebelum Bia kembali protes.


Bia menghempaskan nafas panjangnya dengan kesal.


" Kita pulang. " jawab Bia singkat.


Al tertawa melihat Bia yang sewot. Al memberikan kunci mobilnya pada Wimpi. Dengan sigap Wimpi langsung beranjak menuju parkiran mobil Al.


" Atau kamu ingin aku mencium bibirmu saja. Biar gak ada lagi staf yang mencoba menarik perhatianmu. " bisik Al.


Mata Bia membulat seketika.


" Jangan aneh-aneh ya Mas. " geram Bia.


Al kembali tertawa melihat respon Bia yang masih terlihat malu memperlihatkan kemesraan mereka di publik.


" Melihatmu sewot aku jadi semakin terinspirasi Bi. " goda Al.


" Sudah ah. Kita pulang sekarang. Sebelum kamu makin membahayakan Mas. " kata Bia seraya beranjak.


Tapi Al menarik tangannya hingga Bia terjatuh di pelukan Al.


" Aku berlarian ke sini bukan untuk ditinggalin. " guraunya sambil mengusap pipi Bia.


" Mas, jangan seperti ini. " tegur Bia.


" Cckkk,, sampai kapan aku harus menjaga jarak dnegan istriku sendiri saat di kantor. Aku hanya ingin mempublikasikan kamu sebagai istriku didepan umum. Terlebih pada semua karyawanku. " gerutu Al sambil melepaskan pelukannya pada Bia dan menggandeng tangan Bia untuk berjalan beriringan bersamanya.


" Aku akan memelukmu lagi kalo kamu protes terus Bi. Aku gak perduli kalo kita masih ada di kantor. " ancam Al kesal saat Bia mencoba melepaskan genggaman tangan Al.


Bia akhirnya mengalah dan geleng-geleng.


Melihat Al yang masih terdiam sewaktu di mobil. Meskipun tangannya masih digenggam erat oelh Al. Membuat Bia tidak enak sendiri.


" Kak Wimpi,, kapan-kapan ajari aku nyetir mobil ya." kata Bia.


Wimpi hanya menatap Bia dnegan bingung melalui kaca spion.


" Gak boleh. " jawab Al dingin.


" Kan aku jadi gak perlu merepotkan Mas lagi. " elak Bia.


" Kamu ingin aku memecat Randy ? "


" Hahh,, apa hubungannya dnegan Kak Randy ? "


" Kalo kamu bisa nyetir mobil sendiri. Kita gak memerlukan Randy lagi kan. "


Bia melongo.


" Kok gitu sih Mas. "


" Terserah kamulah. Yang penting aku sudah memberikan jawabanya. Dan aku yakin , kamu pasti tahu apa konsekuensinya kalo apa yang kamu lakukan tanpa seijin suamimu. "


" Ckkk,, "


Bia berdecak kesal dan menarik tnagannya dari genggaman Al. Lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela. Wimpi didepan rasanya ingin tertawa melihat pasangan yang dikaguminya ini kalo tidak mengingat dia sedang konsentrasi nyetir sekarang ini. Sebentar bucin, sebentar kemudian adu mulut dan sebentar kemudian mesra lagi.

__ADS_1


__ADS_2