Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 23


__ADS_3

Zaskia sudah diperbolehkan pulang oleh Leon. Tubuhnya benar-benar pulih lebih cepat. Sama seperti Bia. Mereka pulang ke rumah Al setelah Al mengirimkan pesan pada Azalea kalo dia akan tinggal di apartemen miliknya sendiri. Dia berjanji tidak akan pulang sebelum Azalea dan Zaskia yang memintanya.


Ini sudah tiga hari setelah penanaman embrio dilakukan. Mereka harus menunggu setidaknya sembilan hari lagi untuk mengetahui hasilnya. Tentu saja Azalea dan Zaskia sangat over protektif pada Bia.


Bia sudah ditempatkan di kamar tamu. Karena ada Ghazzy yang menemaninya. Atas permintaan Bia, Ghazzy tidak diberitahu perihal Bia yang selama ini tidur dikamar pembantu juga pernah mengalami kekerasan fisik dari Al.


Terlebih saat Ghazzy harus sering bekerja lembur bersama Al karena perusahaan cabang tengah mengalami krisis. Bia khawatir akan mempengaruhi pekerjaan mereka.


" Terima kasih Bik Amy. Bik Okta. " ucap Bia saat Bik Amy dan Bik Okta, yang diminta Azalea membantu dirumah Al. Tengah memberikan cemilan dan jus alpukat padanya.


" Bik,, aku mau juga dong. " seru Zaskia sembari menyudahi renangnya.


" Sudah saya bawakan juga untuk Non Kia dan Nyonya Lea. " jawab Bik Amy lalu kembali ke dapur.


Azalea menyambutnya dengan memberikan handuk dan bathrob padanya.


" Makasih Ma. "


" Sama-sama sayang. "


Azalea, Zaskia dan Bia duduk bersama diteras belakang sambil meminum jus alpukat.


" Ma,, Kak,, aku masih penasaran. " kata Zaskia tiba-tiba.


" Penasaran soal apa ? " tanya Azalea.


" Soal Clara yang sudah menghasutku, Ma. "


" Tentnag Tian ? " tebak Bia.


Zaskia mengangguk.


" Kenapa Clara bisa tahu kalo aku menyukai Kak Tian ? Lalu apa maksudnya menghasutku seperti itu ?"


" Mungkin Al yang bercerita. "


" Kak Al ? Memangnya Kak Al tahu darimana kalo aku menyukai Kak Tian ? "


" Tentu saja dari gesture kamu sayang. " jawab Azalea sambil menarik hidung Zaskia.


" Apa sekentara itu Ma ? " jawab Zaskia malu.


Bia tertawa melihat rona merah kembali menghias pipi Zaskia.


" Setiap kali Tian datang bersama Bu Adiba saat homeschooling dulu. Kamu bahkan akan bercerita sepanjang hari pada kami sayang. Tentu saja Al bisa menebak perasaanmu itu. "


Zaskia menunduk malu.


" Kok Mama baru mengatakannya sekarang ? Kenapa dulu gak menegurku sih Ma. "


" Celotehmu,, hiburan untuk kami sayang. Kami senang mendnegar ceritamu. Apalagi waktu itu kondisimu makin melemah. Tentu saja, kami akan melakukan yang terbaik untuk membahagiakan kamu. "


Zaskia menggenggam tangan Azalea dan menatapnya sendu.


" Makasi Ma. "


" Yang jadi pertanyaannya sekarang,, apa untungnya Clara menghasut kamu ? Apa hanya ingin kamu terlalu larut dalam kesedihanmu ? " tebak Bia.


" Membuatku sedih ? Lalu untuk apa ? Apa untungnya ? "


" Sudahlah. Tidak usah dipikirkan. Biarlah jadi pelajaran untuk kita. Agar gak langsung percaya pada berita yang disampaikan orang pada kita. " kata Azalea menasehati.


" Iya Ma. " jawab Bia dan Zaskia bersamaan.


" Kak Ghazzy akan menetap disini Kak ? "

__ADS_1


" Sepeetinya tidak. Karena kemarin bilangnya, hari minggu besok dia harus kembali ke Kalimantan. Pekerjaannya banyak yang terbengkalai. Dan Devan sudah kewalahan mengerjakannya. "


" Lalu,, Kak Bia,, "


" Aku boleh ikut Mas Ghazzy Ma ? "


" Lalu program inseminasi kamu gimana ? "


" Apa gak berbahaya Kak ? Apa gak tunggu setelah dokter memutuskan hasil pemeriksaannya nanti ? "


Bia nampak berfikir sejenak.


" Apa yang dikatakan Kia benar, Bia. Kami sendiri yang akan menemanimu pulang ke Kalimantan setelah mengetahui hasil pemeriksaan dokter. Bukan begitu Kia ? "


" Tentu saja Ma. Lalu proses cerai Kak Bia gimana Ma ?"


" Al masih tetap gak mau menanda tangani berkas perceraian kalian Bia. Maafkan Mama, sepetinya perceraian kamu dan Al akan membutuhkan waktu lebih lama. Tapi, Mama akan tetap mengusahakannya."


" Terima kasih Ma. Aku percaya sama Mama. "


" Kak Ghazzy,, gak tahu kalo Kak Al pernah,, "


Kalimat Zaskia terpotong saat Bia menempelkan jari telunjuknya dibibirnya.


" Ssstttt,,, kita sudah berjanji untuk menutup rapat-rapat tentang ini Kia. "


" Maafkan aku Kak. "


" It's okey. "


" Ma,, Kak,, kita jalan-jalan ke mall yuk. "


" Mau jalan-jalan ke mall Expo ? Mau mengenang Tian ? Atau jangan-jangan,, memang lagi kangen sama Tian ? " goda Bia.


" Aaahh,, Kak Bia resek ah. " gerutu Zaskia sambil meneguk jus alpukatnya lagi untuk menutupi rasa malunya.


" Bi,,, Biaa,,, Biaa,, kamu dimana ?!! " teriak Al dan langsung mengecek ke kamar penbantu.


Kosong,,,


" Biaa,,, Biaaaa,,, !!! " seru Al lagi.


Al langsung menaiki tangga rumahnya. Langsung menuju ke kamar tamu.


" Biiiiaaaaa,,, !!! "


Bia keluar dari kamarnya yang bersebelahan dengan kamar utama milik Al. Dia tersentak saat melihat Al tengah berada didepannya dengan nafas yang ngos-ngosan. Seolah baru saja berlari maraton.


" Bia,, tolong aku Bia !! " serunya sambil merapatkan tubuh Bia ke dinding.


Bia seketika bergidik. Teringat saat memergoki Al tengah bercumbu dengan Clara dikantornya dulu.


" Me,,menolong bagaimana ? " tanya Bia takut.


* Al tidak terlihat sedang mabuk ? Lalu apa yang dilakukannya sekarnag ? Kenapa dia pulang ke rumah ini ? Bagaimana dnegan Mas Ghazzy nanti ? *


Pertanyaan demi pertanyaan yang ada di benak Bia berputar-putar dikepalanya. Hingga tidak sadar Al sudah semakin merapatkan tubuhnya pada Bia.


" Tolong aku Bia. Aku sudha tidak tahan lagi. " bisiknya ditelinga Bia. membuat Bia merinding seketika.


" Al,, apa yang kamu lakukan ?!! " pekik Azalea yang hendak keluar kamarnya menuju dapur.


Mendengar suara dari Mamanya Al tidak mau mengambil resiko. Dia menarik Bia ke kamanya dan mengunci pintu kamarnya. Menyimpannya disaku celananya. Kemudian memeluk Bia dengan erat. Bahkan sudah menciumi kening dan wajah Bia.


" A,, apa yang kamu lakukan ?!! Hentikan Mas ,,!!! " seru Bia sambil memberontak.

__ADS_1


" Aku mohon Bia. Tolong aku. "


" Aku gak ngerti maksud kamu Mas. Lepaskan aku. "


" Maafkan aku Bia. " kata Al sembari mendorong Bia menuju ke ranjangnya.


Matanya sudah berkabut. Bia semakin keras memberontak.


* Apa yang akan dilakukan Al ? Apa yang terjadi sebenarnay ? Apa Al akan meminta haknya ? Mas Ghazzyy,, Mas Ghazzy,, maaf,, maafkan aku Mas. *


Bia semakin merasa lelah dengan pemberontakan yang dia lakukan Al terlihat semakin berhasrat padanya. Dia bahkan sudah melepaskan bajunya. Sedang Bia sendiri juga sudah tidak memakai baju lagi. Bia teringat calon janinnnya. Kalo dia semakin berusaha memberontak dia takut akan semakin membahayakan calon bayinya. Hingga dia menyerah,,


" Aku jugaa suamimu Bia. Aku ingin meminta hakku. " bisik Al ditelinga Bia sembari melakukan penyatuan padanya.


Bia menggigit bibir bawahnya. Apa yang dibilang Al tidak salah. Dia juga suaminya. Meskipun hanya pernikahan kontrak tapi pernikahannya sudah sah secara agama dan pemeritah.


***


Azalea dan Zaskia sudah lelah mengetuk pintu kamar Al dan berteriak. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi pada Al. Tapi keduanya yakin. Al bukan tipe orang yang begitu saja mengingkari janjinya.


Keduanya melihat Ghazzy yang tengah menaiki tangga dengan langkah gontai.


" Ghazzy,, apa yang terjadi pada Al. Dia,,, "


Azalea menggantungkan kalimatnya saat melihat Ghazzy tersenyum getir.


" Ada pertemuan bisnis dengan beberapa kolega dihotel Mariot Ma. Satu pengusaha culas mencampurkan obat perangsang pada minuman Al. "


Azalea dan Zaskia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ghazzy kembali tersenyum melihat respon keduanya.


" Bagaimanapun Bia masih iistri sah Al Ma. Kia. Aku lebih memilih mengantarkan Al pulang kerumahnya daripada harus mencarikan Al pelampiasan lainnya. "


" Lalu kamu sendiri bagaimana Ghazzy. Itu terlalu menyakitkan untukmu Nak. " keluh Azalea sedih.


Zaskia sudah menangis sedari mendnegarkan penjealsan Ghazzy.


* Terbuat dari apa hati Kak Gahzzy dan Kak Bia ini. Mereka orang baik, aku gak mau mereka tersakiti lebih dalam lagi. Meski aku tahu ini juga tentnag kebahagiaan Kak Al. *


Azalea mendudukkan Ghazzy yang nampak gelisah sambil melihat kamar Al yang tertutup rapat.


" Maafkan Mama Ghazzy. " pinta Azalea sambil duduk berlutut didepan Ghazzy begitupun denga Zaskia.


" Ma,, apa yang Mama lakukan ?! " pekik Ghazzy sembari bersimpuh didepaan Azalea.


" Jangan seperti ini Ma. Kia. "


" Kami ,, minta maaf Kak Ghazzy. Karena kami,, rumah tangga Kak Ghazzy berantakan. " ujaar Zaskia diantaara isaknya.


" Rumah tanggaku gak berantaakan Kia. Sebentar lagi juga akan berakhir pernikahan kontrak ini. Anggap saja ini ujian untuk kami. "


Tangis Zaskia semakin menjadi.


* Aku harap Kak Al tidak egooiis lagi dan mau melepaskan Kak Bia. *


" Maafkan Mama Ghazzy. Maafkan Mama. "


" Ma,, sudah. Jangan seperti ini. Bia juga pasti sedih melihat Mama dan Kia sperti ini. Bantu doakan kami agar bisa menghadapi ujian ini.


" Tolong,, hanya itu yang bisa aku katakan saat ini. Tolong,, bantu doakkan aku dan Bia. Agar bisa ikhlas mengahadapi ujian ini. "


Ghazzy membantu Azalea , sedikit memaksa agar Azalea mau berdiri. Begitupun juga dengan Zaskia.


" Aku ke kamar dulu Ma. Aku mau sholat isya. " pamit Ghazzy sembari langsung beranjak masuk ke kamarnya tanpa menoleh kearah Azalea dan Zaskia lagi.


Zaskia memeluk Azalea dengan erat. Keduanya saling bertangisan. Meemikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.

__ADS_1


Ghazzy mengambil air wudhu dan melakukan sholat isya. Dia tergugu di sujud terakhirnya. Benar-benar mengharapkan ikhlas atas konsekuensi keputusan yang telah dia buat dulu. Berbagi,, andai kata saat ini mereka sedang berjauhan mungkin tidak akan sesakit ini hatinya.


Ghazzy menenangkan hatinya dengan berdzikir. Berharap dirinya dan Bia bisa kuat menghadapinya. Berharap pernikahan kontrak ini cepat berakhir. Berharap embrio yang ada dirahim Bia bisa berkembang menjadi calon bayi mereka.


__ADS_2