
Al memejamkan matanya dan bersandar di sandaran kursinya. Satu pesan dari Sesil, membuatnya malas melakukan apapun.
' Apa Pak Al sudah membicarakan ini dengan istri Pak Al ? Aku harap Pak Al bisa bertanggung jawab. '
Al menghela nafas panjang. Di ingatnya pertemuan yang membuatnya melakukan kekhilafan.
Waktu itu Ayden datang ke kantornya. Dan membawa satu doz pizza dan dua kopi latte kesukaan mereka berdua. Ayden bilang hanya ingin bernostalgia, mengingat apa yang sering mereka lakukan saat sedang kuliah dulu. Mereka sudah lama tidak bertemu. Mereka ingin menghabiskan waktu bersama. Bahkan Al sengaja menyuruh Reiga untuk mewakilinya meeting ke kantor cabang.
Lalu setelah kepergian Reiga, sekretaris pribadi Ayden datang dan Ayden mengenalkan Sesil pada Al. Perawakannnya yang putih seperti orang cina umumnya. Dia membawa tiga box makan siang untuk mereka.
Dan entahlah apa yang terjadi. Seingat Al tidak ada alkohol disana. Tapi kenapa sewaktu dia bangun dia malah berada di satu kamar hotel ? Malah tengah berbagi selimut dengan Sesil ? Dengan posisi Sesil menangis dan meminta pertanggung jawaban Al karena sudah memperkosanya. Bagaimana Al bisa mabuk, sedangkan tidak minum alkohol sama sekali. Al bahkan yakin tidak melakukan hal itu.
Sesil,, Apa yang terjadi sebenarnya ? Bagaimana kita bisa berada di hotel ? Seingatku, kita bertiga berada disini. Di kantorku. Sesil hanya bilang, aku terlalu kekenyangan hingga tertidur. Dan Ayden tidak tahu rumahku, jadi membawaku istiraht di kamar hotel tempatnya menginap.
Ayden,, yah,, hanya Ayden kunci kejadian waktu itu. Harusnya dia bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi. Karena aku merasa tidak pernah melakukan apapun pada Sesil. Pikir Al.
Al membuka matanya dan meraih ponselnya dan segera menelpon Reiga.
" Reiga,, cari tahu dimana Ayden berada sekarang. " kata Al di telpon.
" Baik Boss. " jawab Reiga.
Al menutup telponnya dan kembali menghela nafas panjang. Di tatapnya foto Bia dan anak-anaknya di meja kerjanya.
" Apa yang harus aku lakukan Bi ? Aku gak mungkin mengatakannya padamu disaat seperti ini ? Aku belum mengetahui faktanya. Nanti,, kalo semuanya sudah clear. Aku akan menceritakan semuanya Bi. Maafkan aku Bi. " gumam Al sedih.
Sikap Al yang makin dirasa Bia semakin datar-datar saja. Memang tidak secuek dan sedingin dulu. Tapi sikap datarnya saat ditanya Bia. Jawaban yang keluar dari mulutnya hanya iya, tidak, oh. Bahkan Bia belum sempat menceritakan tentang kaki Faiz yang terluka.
" Aku akan keluar kota tiga hari kedepan. Aku sudah menyiapkan semua kebutuhanku. Aku akan berangkat bersama Reiga langsung dari kantor. " kata Al saat Bia mengantarkannya ke mobil sembari mengotak atik ponselnya.
Bahkan Al tidak membalas uluran tangan Bia saat dia hendak mencium telapak tangannya. Al langsung masuk ke mobil dan berangkat dengan Reiga.
Air mata Bia kembali menetes melihatnya. Apa kamu sudah tidak mencintaiku Mas ? Kenapa berubah seperti ini ? Pikir Bia.
" Bunda,, " panggil Faiz dibelakangnya.
Bia segera menghapus air matanya. Dan menoleh. Faiz langsung memeluknya. Entah kenapa, Bia merasa Faiz lebih sentimen sekarang ini. Terkadang dia snagat manja pada Bia. Terkadang sangat emosional sewaktu Bia membahas tentang Al dengannya.
" Mas Faiz udah bisa jalan ? " tanya Bia.
" Masih pincang sih Bun. "
" Tapi udah gak nyeri kan ? "
" Iya Bun. "
" Ya sudah, ayo masuk. Di buat latihan jalan terus ya. Biar cepet sembuh dan sekolah lagi. "
" Bantuin ya Bun. "
" Isshh,, tadi kan bisa jalan sendiri. " gurau Bia.
" Kan sekarang ada Bunda. "
" Sendiri aja ah. Kalo sama Bunda, gak sembuh-sembuh dong. "
Faiz termenung sejenak. Lalu mengangguk.
" Iya deh. Nanti Bunda capek. " jawab Faiz.
Bia tersenyum haru mendnegarnya.
" Nanti Bunda buatin es krim ya Mas. "
" Bener ya Bun ?! " seru Faiz senang.
" Bia,, bisa ke ruang keluarga sebentar. Ada yang Mama mau bicarakan. Mas Faiz,, main dulu ya. " kata Azalea sembari beranjak lebih dulu.
" Mas Faiz, mau ikut Papi Tian jemput Oma Diba ? " tanya Tian yang hendak keluar.
" Mau ikut sih Papi Tian, tapi kakinya kan masih sakit. Gak apa-apa kalo masih pincang ? "
__ADS_1
" Kan bisa tunggu di mobil kalo gak mau jalan kaki. "
" Boleh Bun ? " tanya Faiz pada Bia.
" Gak boleh nakal ya. "
" Siaaappp. Ayo Papi. "
" Hati-hati di jalan Papi Tian. " seru Bia.
" Iya. Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
****
" Ada apa Ma ? " tanya Bia saat berada di ruang keluarga.
" Duduk dulu Kak Bia. " jawab Zaskia yang meletakkan Bilqis di kasur lantai bersama Arra, Farash dan Farish.
Bia duduk di sofa. Disamping Azalea. Ada Bik Amy yang tengah menidurkan Arra. Ada Wimpi yang baru datang dengan membawa enam gelas teh hangat dan diletakkan di meja.
" Jelaskan Bia. " kata Azalea.
Bia mengeernyitkan alisnya bingung.
" Menjelaskan apa Ma ? " tanyanya.
" Sikap Al. Mama merasa dia berubah Bia. "
Bia menghelas nafas, akhirnya Azalea pun merasakan perubahan sikap Al padanya.
" Ada apa Bia ? " tanya Azalea heran sambil mengulangi pertanyaannya karena Bia hanya diam saja.
" Kak Wimpi,, bisa menunjukkan pada mereka ? " kata Bia sembari melihat Wimpi.
" Aku ambil dulu Non. " jawab Wimpi seraya berlalu.
" Apa yang mau ditunjukkan ? "
Wimpi datang kembali dnegan membawa amplop coklat berisi foto-foto yang di kirimkan untuk Bia. Dia meletakkannya di atas meja. Azalea mengambilnya dengan cepat karena penasaran.
" Astaghfirullah,, Aaallll.. !!! " keluh Azalea kecewa.
Zaskia bahkan langsung mendekap Bia.
" Apa ini Kak Bia ? " tanya Zaskia kesal.
" Beberapa hari yang lalu, paket ini dikirim untukku. Aku bermaksud menanyakannya pada Mas Al. Tapi Mama dan kamu tahu sendiri gimana sikap Mas Al akhir-akhir ini. "
" Jadi ini yang membuat Al berubah. Mama sampai gak tahu harus ngomong apa Bia. "
" Tapi, aku yakin Kak Al pasti dijebak Ma. Gak mungkin Kka Al melakukan hal ini. Sejak menikah dengan Kak Bia, ibadah Kak Al jadi rajin. Gak mungkin bisa melakukan hal memalukan seperti ini. "
" Ehhmm,, maaf Nyonya, Non Kia, Non Bia. Saya mencoba mengecek cctv didepan pagar rumah beberapa hari yang lalu, saat paket ini dikirimkan. Ini rekaman cctv beberapa hari yang lalu. " kata Wimpi.
Wimpi menunjukkan video dari ponselnya. Video seorang wanita keluar dari taksi hanya untuk meletakkan amplop itu didepan pagar setelah menekan bel.
" Dia yang kirim foto-foto ini ? Apa Kak Wimpi gak bisa cari tahu siapa wanita itu ? " tanya Bia.
" Waktu Pak Dito melihatnya. Dia bilang, dia teman Leny yang dulu memintanya mengirimkan dua bungkus paket yang ternyata berisi teluh kerumah ini. " jawab Wimpi sedikit gelisah.
Azalea dan Bia saling berpandnagan.
" Teluh lagi ? " sahut Zaskia.
" Saya akui memang Tuan Al masih rawan terkena teluh. Tapi tidak dirumah ini Non Kia. Mungkin saat Tuan Al dikantornya. "
" Apa Kak Wimpi gak bisa melakukan sesuatu ? " sahut Bia.
" Masalahnya, masa iya saya ke kantor dengan alasan yang gak jelas Non Bia. Dan sepertinya memang hanya sekedar membuat Tuan Al linglung saat berada di rumah. Dan terus mengingatnya saat berada di kantor. " jelas Wimpi.
" Linglung ? " tanya Zaskia.
__ADS_1
" Tidak bisakah kamu membuat anakku tidak lagi berurusan dengan teluh Wimpi. " gerutu Azalea kesal.
" Masih aja ada orang yang berhubungan dengan ghaib di zmaan modern seperti ini. " keluh Zaskia.
" Apa Non Bia lupa dengan wanita ini ? " tanya Wimpi.
Bia melihat Wimpi kemudian melihat wanita yang ada di foto itu. Azalea dan Zaskia hanya melihat Bia ingin tahu jawabnnya.
" Aku gak tahu Kak Wimpi. " jawab Bia menyerah.
Wimpi menghela nafas.
" Kalo saya gak salah. Wanita itu, kasir yang dulu menolak black card Non Bia. " jelas Wimpi.
" Kasir yang mengatai Kak Bia sugar baby itu ??! " seru Zaskia tidak menyangka.
" Aahh iya Non Kia. " jawab Wimpi senang.
" Aku sudah memecatnya dulu saat menggantikan Kak Gahzzy yang lagi sakit. "
Bia menghela nafas menyayangkan sikap Zaskia.
" Bagaimana kamu tahu dia kasir itu Kia ? " tanya Azalea.
" Aku menanyakannya pada Kak Clara dulu. Mau apa wanita itu sekarang ? " omel Zaskia.
" Heeemmm,,, sepeetinya ada unsur balas dendam nih sama aku. Mungkin dia pikir aku yang menyurruh kamu waktu itu Ki. " jawab Bia.
" Mungkin juga sih. Tapi yang dia buat linglung Al Bia." sahut Azlaea.
" Mall itu milik Mas Al Ma. Mungkin dia berfikir kalo Mas Al yang memecatnya waktu itu. "
" Masuk akal sih. Lalu ini gimana ? " tanta Zaskia.
Bia dan Azalea terdiam.
" Ma,, ijinkan aku bekerja di Dewandaru. Jadikan aku sekretaris Mas Al. " jawab Bia.
" Kak Bia yakin ? "
" Kia benar Bia. Kamu yakin ? Al bisa saja marah. "
" Satu bulan. Hanya sampai Mas Al sadar Ma. Atau paling gak, sampai Kak Wimpi bisa menghilangkan efek teluh itu di kantor Mas Al. "
Azalea dan Zaskia saling berpandnagan. Bagaimanapun apa yang dikatakan Bia ada benarnya. Wimpi tidak mungkin berada disana kalo tidak ada Bia.
" Lalu anak-anak bagaimana Kak ? " tanya Zaskia.
" Aku minta tolong Ki. Mama juga. Aku mohon pengertiannya untuk menjaga anak-anak selama aku gak ada. "
" Aahh,, Bia. Entahlah. Aku lebih takut menghadapi kemarahan Al. " jawab Azalea gundah.
" Sekarang giliranku mempertahankan Mas Al Ma. Kalo dulu, Mas Al yang berusaha menunjukkan perasaannya padaku. Mungkin, sekarang aku yang harus menunjukkan bagaimana perasaanku. Aku harus mempertahankan rumah tnaggaku Ma. Aku butuh dukungan Mama dan kamu Ki. "
" Tapi,, bisa aja wanita itu berbuat nekat pada Kak Bia. " protes Zaskia.
" Ada Kak Wimpi Ki. Kak Wimpi ikut bersamaku nanti. Aku bisa berada didalam ruangan Mas Al. Dan Kak Wimpi berada diluar dengan Reiga bukan Ma ? "
Azalea hanya mengangguk saja. Terserah mau diapakan kantornya toh mereka ini ownernya.
" Aku harap kamu selalu menjaga Bia Wimpi. " tegas Azalea.
" Apa itu berarti Mama mengijinkannya ? " tanya Bia senang.
" Hanya sampai satu bulan Bia. "
Bia mengangguk pasti.
" Aku akan menyuruh ornag utnuk menyiapkan kantornya untukmu. "
" Mumpung Kak Al sedang keluar kota. " sahut Zaskia menambahkan.
" Aku akan mulai bekerja besok. Iya kan Kak Wimpi. "
__ADS_1
" Lebih cepat lebih baik Non Bia. Takutnya semakin membuat Tuan Al lupa pada keluarganya. "
" Hati-hati. Pokoknya Mama gak mau kamu kenapa-kenpaa Bia. " kata Azlaea sembari memeluk Bia.