Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 126


__ADS_3

Al menyuruh Reiga untuk mempercepat laju mobilnya agar bisa mengejar mobil Azalea yang dikemudikan Randy.


Sebenarnya bisa saja Al pulang bersamanya, tapi Sesil menelponnya dan meminta waktu untuk bertemu. Hingga Azalea dan Bia pulang lebih dulu.


" Alhamdulillah,, " ucap Bia saat turun dari mobil.


" Kamu gak apa-apa Bia ? " tanya Azalea khawatir.


Bagaimanapun Bia masih menyusui tiga anak kembar, jadi Azalea ingin memastikan Bia tidak tertekan dengan kejadian di kantor tadi.


" Aku baik-baik saja Ma. " jawab Bia.


" Katakan padaku kalo Alex mengganggumu lagi. " geram Azalea.


Bia tertawa mendnegarnya.


" Aku akan mengingatnya Ma. " gurau Bia.


" Kamu masih terlalu cantik kalo dibiarkan bekerja Bia. Aku yakin para staf tadi juga ada yang tertarik padamu. Aku bisa melihat mata mereka tidak lepas darimu sewaktu meeting tadi. " omel Azalea.


" Tapi aku tadi gak melakukan apapun yang memancing mereka. Mama tahu sendiri kalo aku hanya diam dan mencatat beberapa laporan dari para staf yang menurutku ada sedikit masalah. " elak Bia.


" Justru karena kamu diam saja. Malah menunjukkan kamu seorang yang elegan Bia. "


" Benarkah ? Heeemm,, aku harus banyak belajar dari Mama biar jadi wanita yang terlihat berkelas. " gurau Bia.


" Kamu sengaja mau menyindir Mama yang masih aktif di sosialita. " cibir Azalea sambil mencubit lengan Bia yang menertawakannya.


" Assalamualaikum. " sapa Bia dan Azalea saat masuk rumah.


" Kita harus bicara ! " seru Al yang tiba-tiba berada disamping Bia dan mencengkram lengannya.


" Astaghfirullah. Kamu mengagetkan saja Mas. " kata Bia sembari mengusap dadanya yang kaget.


" Ke ruang kerjaku sekarang ! " hardik Al tanpa perduli kekagetan Bia.


Kemarahan tampak jelas dimatanya.


" Al,, apa-apaan kamu ini. Kenapa membentak-bentak Bia seperti itu. " tegur Azalea menengahi smabil berusaha melepaskan cengkraman Al pada lengan Bia.


" Ini salah Mama !! Aku sudah bilang aku gak mau Bia bekerja. Aku masih sanggup membiayai kehidupan istri dan anak-anakku Ma. " bentak Al kesal.


" Mas,, pelankan suaramu. " sahut Bia kesal sembari masih berusaha melepaskan tangan Al yang semakin erat cengkramannya.


" Diam !!! " bentak Al.


Bia terlonjak kaget. Sejak mereka menikah lagi. Ini pertama kalinya Al semarah ini sampai membentak Bia. Bahkan Zaskia dan Bik Amy yang sedang berada di taman belakang mendengarnya.


Zaskia ingin mendekat dan membantu Bia. Tapi Tian mencegahnya.


" Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka. Ki. " kata Tian.

__ADS_1


Zaskia mengurungkan niatnya untuk mendekat. Dan hanya mendengarkan dari balik pintu dapur.


" Kita bicara nanti Mas. Anak-anak menangis Mas. " protes Bia.


" Aku sudah melarangmu bekerja. Dan sekarang kamu jadi mengabaikan anak-anak. Apa kurang semua yang sudah aku berikan ke kamu , hahh ?!!! "


Bia tersentak, akhirnya dia berhenti berontak. Membiarkan Al makin mengeratkan cengkramannya. Hatinya sudah merasakan sakit sepanjang hari ini. Melihat sendiri bagaimana Al membiarkan wanita itu menempel padanya, meskipun Bia sadar ada campur tangan gaib lagi. Dan sekarang, mendengar bentakan Al. Sedikit mengingatkannya pada KDRT yang dilakukan Al dulu.


" Apa yang kurang dariku Bi ?! Apa kamu bangga karena bisa menarik perhatian Alex, CEO Pratama Company ?! Lalu staf di kantor ?? Aku sudah bilang, aku gak mau kamu bicara dnegan laki-laki lain. Dan sekarang kamu malah ikut bekerja ?!! Apa maksud kamu ?!! "


" Aku gak akan melakukan semua ini kalo kamu gak berubah Mas. " jawab Bia pelan.


" Berubah ? Berubah bagaimana ? Kamu yang sudah berubah. Kamu mau menarik perhatian laki-laki lain dnegan pakaian dan make up kamu ini hah ?! Kamu gak mikirn perasaanku sama sekali Bi. "


" Lalu,, bagaimana dengan kamu ? Kamu membiarkan wanita itu bermanja-manja denganmu. Menggandeng lengan kamu. Didepan mataku Mas. Bahkan saat aku dan Mama masih berada di dlaam kamar pribadimu.


Dan tentnag Pak Alex ,, aku gak tahu kalo dia akan datang ke Perusahaan. Di sikapku yang mana yang kamu bilang sedang menarik perhatian Pak Alex ? Kamu, Mama bahkan Kak Wimpi ada disana. Kami gak berduaan." protes Bia.


Al terdiam. Sudut hatinya merasa nyeri. Ingin dia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi dia masih belum tahu kejadian sebenarnya. Dia masih mencari tahu di mana Ayden berada sekarang. Al tidak tahu kalo Sesil tanpa sepengetahuannya telah mengirimkan paket berisi foto-fotonya pada Bia.


" Dia,, dia sekretaris Ayden. " jawab Al dengan suara melunak.


" Apa harus dia datang ke sana tanpa Ayden ? Membawakan makan siang untukmu tanpa bersama bosnya ? Setiap hari lho Mas, bahkan jadwal kerja kaku berantakan sejak dia datang. Aku juga seorang sekretaris Mas. Aku bahkan gak punya keberanian untuk datang ke kantor staf lain. Apalagi ke CEO perushaan lain. " seru Bia makin kesal.


Apalagi mendengar suara tangisan dari Arra dari dapur. Dia kembali berusaha melepaskan cengkraman Al. Matanya sudah mengembun, air matanya hendak keluar sedari tadi tapi ditahannya. Kalo sedikit lebih lama pasti dia sudah mennagis di depan Al.


" Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu harus berhenti bekerja !! "


" Aku gak mau. " jawab Bia.


" Papa,, lepasin Bunda. " seru Faiz sambil menendang kaki Al.


Al spontan memegang kakinya yang telah ditendang Faiz. Lengan Bia terlepas dari tangannya.


" Faiz,,, apa yang kamu lakukan ?! " seru Al marah.


" Jangan sakiti Bunda !! " seru Faiz tak terima dan langsung memeluk Bia.


" Bunda gak apa-apa ? Kenapa Papa marah-marah pada Bunda ? " tanya Faiz.


" Eehh,, Mas Faiz. Bunda gak apa-apa, hanya sedikit ada perbedaan pendapaat sama Papa. "


" Tapi gak harus membentak dan menyakiti Bunda. Dulu Ayah gak pernah membentak Bunda. " protes Faiz sembari menatap tajam ke arah Al.


Al terpaku, menyadari kemarahaan dan kecemburuannya telah kembali membuatnya menyakiti Bia. Dan anaknya,, bahkan sudah bisa membandingkannya dengan Ghazzy.


Al pergi dari ruang tamu menuju ruang kerjanya. Menutup pintu dengan keras. Seolah melampiaskan kemarahannya. Terutama marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa jujur pada Bia untuk menjelaskan apa yang terjadi.


" Mas Faiz,, gak boleh gitu sama Papa. Lihat, Papa jadi makin marah. Mas Faiz minta maaf ya. "


" Gak mau. Gak boleh ada yang menyakiti Bunda. Mas bukan anak kecil lagi. Mas bisa menjaga dan melindungi Bunda. "

__ADS_1


Bia terkekeh sambil berjongkok, mengusap kepala Faiz dan mencium tangannya.


" Bunda percaya Mas. Tapi, kan gak sopaan bicara seperti itu pada Papa. Mau minta maaf sama Ppaa kan. Nanti Bunda temenin. "


" Pokoknya Mas gak mau. Mas gak salah. Mas gak suka Papa bentak-bentak Bunda. Papa yang harus minta maaf sama Bunda. " seru Faiz marah dan melepaskan tangan Bia berlari menuju kamarnya.


" Mas Faiz,,, Mas Faiz,,, " panggil Bia.


Panggilan Bia tidak membuat Faiz berhenti apalagi menoleh. Dia masih marah pada Al yang membentak Bia. Teringat dengan foto Al bersama wanita itu makin membuat Faiz marah pada Al.


Bia menghela nafas, baru kali ini Faiz membandingkan Al dengan Ghazzy. Bia sadar anak-anaknya pasti menyadari perubahan Al. Karena Al tidak lagi menyempatkan untuk bermain dengan mereka.


" Faiz benar Kak Bia. Kak Al keterlaluan. Meskipun sedang marah, tapi gak usah membentak-bentak gitu dong. " gerutu Zaskia sambil mendekat.


" Minumlah Bia. " kata Tian sembari mengulurkan satu botol air mineral dingin.


" Terima kasih Tian. " jawab Bia semabri menerima botol itu.


Azalea mendudukkan Bia di sofa ruang tamu agar bisa sedikit tenang dan meminum airnya.


" Apa ada yang terjadi di kantor ? " tanya Tian.


" Kamu lihat aja sendiri. Rekaman cctvnya. " geram Azalea.


Azalea memberikan ponselnya pada Zaskia dan Tian. Video rekaman cctv itu memperlihatkan keganjenan Sesil saat berada disana. Bahkan tanpa merasa malu pada Azalea dan Bia.


Zaskia memukul sandaran sofa dengan keras. Rasanya ingin memukul Al saat ini juga.


" Apa Wimpi masih belum bisa menyembuhkan Kak Al ?" tanya Tian sedikit merasa marah pada Al.


Tian memberikan ponsel Azalea kembali. Lalu mendekap Zaskia yang masih menggerutu tentnag sikap Al.


" Melihat si Alfarizhi dengan wanita ganjen itu,, rasanya malah ingin membuat Kak Bia semakin terlihat cantik biar semua staf dan kliennya menyukai Kak Bia. Biar si Alfarizhi itu sadar, disampingnya sudah ada wanita yang juga bisa menarik perhatian laki-laki lain. " omelnya.


" Enak aja. Jangan dong Ki. Ini aja udah salah. Bagaimanapun aku juga salah karena memang gak ijin dulu sama Mas Al kalo mau kerja lagi. "


" Sudah gak usah memikirkan Alfarizhi. " sahut Zaskia kesal.


Bia tertawa.


" Gimana gak mikirin Alfarizhi, dia suamiku. Kakak kesayangan kamu. "


Zaskia mendnegus kesal lalu pergi dari sana sambil menarik tangan Tian.


" Kamu baik-baik saja Bia ? Apa Al menyakitimu ? " tanya Azalea sambil memegang lengan Bia.


" Kali ini bukan KDRT fisik Ma. Tapi psikisku. " gurau Bia.


Azalea memukul lengan Bia pelan. Karena masih sempat-sempatnya bercanda. Azalea juga sudah merasa bersalah.


" Aku memikirkan Faiz Ma. Aku harap dia tidak marah lagi pada Mas Al. Mama tahu sendiri, anak-anak sama keras kepalanya dengan Mas Al. Mereka gak akan mau bertemu Mas Al kalo Mas Al belum minta maaf pada mereka kan. "

__ADS_1


" Ahh iya. Kamu benar Bia. Aku akan mencoba bicara dengan Faiz nanti. "


" Terima kasih Ma. " ujar Bia.


__ADS_2