Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 125


__ADS_3

Bia melipat mukenanya dengan sesekali menatap Azalea heran. Setelah make up senatural mungkin, Bia mendekat pada Azalea yang masih mengintip dari balik pintu kamar pribadi Al. Mereka memang menggunakan kamar itu untuk sholat, karena kalao kemushola lebih jauh.


" Siapa Ma ? " tanya Bia sembari ikut mnegintip.


" Al sudah pulang, tapi kenapa dia malah bersama wanita itu ? Speertinya mereka akan makan siang disini. " jawab Azalea.


Bia mengusap dadanya yang tengah berdegup kencang, terasa nyeri melihat Al membiarkan wanita itu bergelayut manja di lengannya bahkan terkadang menyandarkan kepalanya di pundak Al.


* Kamu pasti bisa Bia. Kamu harus bisa menyingkirkan wanita itu dari sisi Al. * batin Bia sedih.


" Singkirkan tnaganmu Sesil. Aku gak mau ada yang salah faham dnegan kita saat ini. " geram Al.


" Ayolah Al,, kita bahkan sudah melakukan lebih dari ini. Kamu gak lupa kan kalo kamu sudah berjanji untuk bertanggung jawab padaku. Kamu harus menikahiku Al. Bagaimana kalo ,, aku hamil. "


Al menghempaskan tangan Sesil.


" Aku masih tetap gak yakin telah melakukannya padamu. Aku akan memutuskannya saat sudah bertemu dengan Bosmu. Ayden. Pergilah dari kantorku. " usir Al kesal.


" Aku akan pergi tapi kamu harus menemaniku makan siang terlebih dulu. " tegas Sesil sembari membuka kotak makan yang sudah disediakannya.


Al sudah hendak membuka mulutnya saat Sesil menyuapkan satu sendok nasi dan lauk ke arahnya. Azalea keluar dari kamar pribadi Al. Dan langsung menatap tajam ke arah Al.


Sesil tahu betul kalo itu Ibu dari Al, dia segera ikut berdiri dan menggandeng lengan Al yang telah berdiri karena kaget.


" Kamu sudah pulang ke rumah ? " tanya Azalea sembari menatap tajam ke arah lengan Al.


Tapi entahlah,, Al bahkan seolah tidak peka dengan arah mata Azalea. Dia tidak berusaha melepaskan diri dari tangan Sesil.


" Aku baru datang Ma. Belum sempat pulang kerumah." jawab Al.


" Kenapa Mama ada disini ? " tnaya Al bingung.


" Kalo aku gak turun tangan, mungkin Pratama Company sudah memutuskan kerja smaa mereka. Bagaimana bisa kamu seceroboh itu mengcancel pertemuan dengan Pratama Company ?! " omel Azalea dengan tangannya bersedekap.


" Maafkan aku Ma. " jawab Al.


" Al, kamu gak mengenalkan aku pada calon mertuaku ? " bisik Sesil senang.


" Diamlah. " geram Al.


Bia menghela nafas panjang, seolah tengah menenangkan gejolak cemburunya. Dia ikut keluar dari kamar pribadi Al dnegan menenteng satu rantang makanan yang sudah disiapkannya tadi.


" Bi,, " panggil Al kaget.


Bia menghela nafas karena Al tidak juga menepis tangan Sesil yang berada di lengannya. Kembali membuatnya sakit.


" Kamu gak mengenalkanku pada temanmu Al. Eehhmm,, kalo gitu,, aku akan memperkenalkan sekretaris baru kamu. Bia juga akan menjadi asisten pribadiku. Bia akan mengawasi kinerjamu di kantormu. Kamu sudah membuat perusahaan mengalami pailit. Bia akan berada disini, sampai kamu menyelesaikan meeting kamu dengan seluruh klien kita." jelas Azalea.


" Mama,,, ! Aku gak setuju. Bi, aku sudah melarangmu untuk bekerja kan. " seru Al marah.


" Mama masih ownernya. Keputusan Mama sudah tidak bisa diganggu gugat. Aku harap kalian bisa bekerja sama dan bersikap profesional. " Hardik Azalea.


Bia bahkan sedikit kaget dnegan bentakan itu. Begitupun dengan wanita itu. Apalagi Al yang hanya menatap Bia tajam tanpa bisa bertindak apapun.


" Aku harap kita bisa bekerja sama Pak Al. " kata Bia sembari mengulurkan tangannya.


Al hendak membalas uluran tangan Bia tapi segera ditepis wanita itu. Dan sialnya, Al lagi-lagi hanya bisa diam. Bia menarik kembali uluran tangannya.


* Kamu tega Mas,, hatiku sakit Mas Al. * batin Bia.


Tokk,, Tokk,,


" Masuk. " jawab Azalea.


" Permisi Bu Lea. Ada Pak Alex dan Pak Ary dari Pratama Company. Mereka ingin bertemu dnegan Bu Lea. " kata Wimpi.


" Suruh mereka masuk Wimpi. " sahut Azalea.


" Baik Bu Lea. " jawab Wimpi.


Sejenak terdiam menatap ke arah wanita itu. Dan wanita itu langsung menunduk. Tanpa melepaskan tangannya dari Al, seolah ingin menegaskan dia pemilik Al sekarnag ini.


" Silahkan masuk Pak Alex,, Pak Ary,, " kata Wimpi sembari membuka pintu kantor.

__ADS_1


Bia meletakkan bekalnya di meja sofa. Kemudian mengambil alih tugas Wimpi mempersilahkan masuk tamu-tamunya.


" Wooooowwww,, Al. Sungguh surprise melihatmu disini. Apa aku sudah melewatkan dramanya ? " sindir Alex sambil menatap Azalea dan Bia bergantian.


* Apa lagi ini ? Kenapa si casanova ini datang ke kantor ? * pikir Azalea.


" Apa ada yang bisa saya bantu Pak Alex ? " tanya Bia.


" Apa aku tidak boleh duduk Bia ? " sahut Alex.


" Aahh,, maafkan saya. Silahkan duduk. " jawab Bia keki sambil mempersilahkan Alex dan Ary masuk.


Semuanya tertangkap jelas di mata Al. Tatapannya semakin tajam pada Bia. Hatinya sudah cemburu melihatnya. Tapi, entahlah,, semacam ada kekuataan yang membuatnya hanya berdiri mematung melihat apapun yang dilakukan Bia.


" Kebetulan sekali, aku membawakanmu makan siang Bia. Tentu saja juga untuk mertuamu. " gurau Alex saat dia duduk didepan Al yang masih digandeng wanita itu.


" Kenapa harus repot-repot Pak Alex, saya sudah membawa bekal dari rumah. " jawab Bia tidak enak hati.


" Jangan terlalu formal padaku ,, ayolah temani aku makan siang. Tidak perlu sungkan. " sahut Alex tanpa merasa malu pada Azalea.


" Alex,, aku harap kamu masih ingat siapa Bia. " geram Azalea sambil duduk didepan Alex dan Ary.


Sedangkan Ary hanya menghela nafas panjang, tidak enak hati pada adik kelasnya.


" Ya. Aku sangat mengingatnya Bu Lea. Tapi,,, sepertinya anak Bu Lea yang hampir melupakannya. " sindir Alex lagi sambil mengusap bibirnya.


Bia menghela nafas menetralkan degup jantungnya. Ini pertama kalinya melihat Al tidak seposesif dulu, padahal Alex dnegan jelasnya menunjukkan kalo dia tertarik pada Bia. Wajah Azalea bahkan sudah memerah menahan kemarahannya.


" Ini sudah masuk waktu istirahat kan. Silahkan semuanya duduk dan makan siang. Kak Wimpi,, masuk aja. Ikut makan siang bersama kami disini. Panggil Reiga juga. " kata Bia menengahi.


" Reiga sedang keluar Non,, Bu Bia. " jawab Wimpi.


" Kalo gitu,, Kak Wimpi masuk aja. Makan siang bersama kami. " kata Bia sembari menggandeng lengan Wimpi untuk masuk dan duduk di sofa.


" Bersabarlah sedikit lagi ,Non Bia. " bisik Wimpi pelan.


" Aku tahu Kak Wimpi akan melakukan yang terbaik untukku dan juga keluargaku. Aku percaya pada Kak Wimpi. " kata Bia pelan. Hanya terdengar oleh Wimpi.


" Tentu saja. Aku mendapatkan apa yang ingin aku ketahui. Lebih dari sekedar makan siang. " gumamnya yang terdenagr jelas oleh Bia dan Ary.


Bia membagikan kotak makan Alex pada Ary dan Azalea. Juga untuk yang membawa kotak itu.


" Aku makan bekal kamu saja Bi. " jawab Azalea saat Bia memberikan kotak makan siang pada Azalea.


Akhirnya kotak makan siang itu diberikan pada Wimpi yang duduk berhadapan dengan wanita itu. Bia sedikit tersenyum saat melihat wanita itu terlihat salah tingkah saat Wimpi duduk didepannya. Bahkan tangannya sudah tidak menggandeng lengan Al lagi.


Bia duduk disamping Al yang tengah menatapnya. Sepertti seorang yang tengah kebingungan. Antara hati dan tubuhnya tidak sinkron. Hatinya ingin memeluk Bia, tapi tubuhnya hanya bisa mematung.


" Mas Al, aku sudah membawakan bekal dari rumah. Mas Al mau makan siang dengan bekal ini apa mau makan itu aja ? " tanya Bia sembari menunjuk ke arah kotak makan dari Sesil.


" Mas ,, ?? " gurau Alex smabil terkekeh.


" Alex,, jaga sikapmu. " tegur Azalea kesal.


" Aku pikir kalian ini bisa profesional. " ujarnya ketus.


" Ini waktunya istirahat Pak Alex. Tentu saja saya menjadi istri Mas Al. Bukan sekretaris Pak Al. " jawab Bia tegas.


Alex tersenyum keki, tidak menyangka Bia akan menjawabnya speerti itu. Dia sudah tidak mood karena melihat kemesraan Bia dan Al, apalagi melihat Al yang tengah tersenyum menang. Dia pikir akan melihat pertengkaran dari pasangan didepannya ini.


* Aku tahu Bia memang istimewa. Lihat saja kalo kamu sampai melepaskan Bia demi wanita itu Al. Aku akan memastikan Bia akan menjadi milikku. * batin Alex.


" Aku makan bekalmu saja Bi. " jawab Al.


Bia tersnyum menang.


" Mas belum cuci tangan kan. "


Al hanya menggeleng. Dia tersneyum saat melihat Bia mengulurkan satu sendok berisi nasi dan lauk didepan mulutnya. Al segera membuka mulutnya smabil tersneyum.


Sesil mendengus kesal melihatnya.


* Sial,, kenapa cewek sugar baby ini malah ada disini sih. Leny benar, dia memang jago merebut perhatian orang. Aku gak boleh kalah dari sugar baby itu . * batinnya.

__ADS_1


****


Sudah lewat waktu makan siang, Wimpi membantu Bia membereskan bekas kotak makan siang di meja. Dan dnegan sengaja membuang kotak makan siang pemberian dari Sesil. Hatinya dongkol melihat perlakuan Wimpi.


' Sialan, makan siang itu sudah aku bacakan jampi agar Al lebih lengket padaku daripada sugar baby itu. Perempuan sialan ini malah membuangnya begitu saja.' geruutu Sesil dalam hati.


" Al aku pulang dulu ya. Besok aku akan datang lagi. " pamit Sesil.


Al hanya terdiam. Bia berdiri.


" Maaf Bu Sesil. Kalo memang tidak dalam kerja sama apapun dnegan Pak Al. Saya harap Bu Sesil membuat appointment dulu. Karena beberapa hari ini Pak Al akan sibuk. " jawab Bia.


" Al tidak akan melarangku. "


" Tapi aku yang melarangnya. Ini perushaaan. Bukan rumahmu. " hardik Azalea.


Sesil bertambah kesal, apaalagi Al hanya diam.


" Kalo memang kamu mau kesini, datanglah bersama Ayden. Kamu hanya sekretarisnya, Ayden yang ahrus datang sebagai CEO. " tegur Azalea memperingatkan.


Alex yang sedari tadi mendnegarkan ikut berdiri. Begitupun dengan Ary.


" Ayden Alkatiri ? " tanya Alex memastikan.


Azalea dan Al ikut berdiri.


" Kamu mengenalnya Alex ? " tanya Azalea senang.


" Kalo kita sedang membicarakan Ayden lulusan Singapura. Universitas yang sama dengan Al, aku rasa aku mengenalnya. "


" Iya. Ayden yang itu. " sahut Azalea.


Alex tertawa sambil menatap Sesil dari atas sampai bawah. Kemudian menggelengkan kepalanya.


" Aku memang mengenal Ayden Alkatiri. Tapi,, apa benar dia sekretaris Ayden ? Aku bahkan tidak mengenalnya. Berhati-hatilah Bu Lea. "


" Apa maksudmu Alex ? " tanya Azalea bingung.


Alex hanya mengangkat bahunya pertanda menggantungkan kalimatnya sambil menatap Sesil.


Sesil kembali salah tingkah. Ahh,, sialan. Siapa laki-laki ini ? Kenapa hari ini aku sial sekali. Pikirnya.


" Permisi. " sahutnya lalu pergi.


" Heeemm,, menarik. Aku rasa kita akan bertemu lagi Bia. Hahah. " kata Alex smabil mengerlingkan matanya.


Al mencengkram kemeja Alex dengan kasar. Tentu saja membuat Ary dan Wimpi mendekat dan memegang masing-masing tuannya.


" Jaga sikapmu Alex !! " bentak Al marah.


Alex tertawa melihat ekspresi Al. Lalu membalas Al dengan mencengkram kerah kemejanya.


" Berkacalah dulu Al. Tetaplah lanjutkan affairmu. Dan aku pastikan sudah siap merebut Bia darimu !! " geramnya.


Alex melepaskan cengkramannya saat melihat Al yang terdiam. Affair ? Pikir Al.


" Kita akan bertemu lagi Bia. Aku janji. " tegas Alex sembari keluar kantor Al. Dengan deraian tawa yang seolah tengah mengejek Al.


Al segera memdekat ke arah Bia dan hendak memeluknya. Ketakutannya pada apa yang diucapkan Alex membuatnya ingin memeluk Bia.


" Bi,, aku bisa jelaskan semuanya. " seru Al.


Bia menepis tangan Al dan mundur beberapa langkah.


" Bersiaplah Pak Al. Sepuluh menit lagi kita ada meeting dengan para staf perushaan. " tegas Bia sembari duduk di kursinya.


Al berniat mengikutinya tapi Azalea mencegahnya.


" Ingat,, ini perusahaan. Selesaikan masalah kalian dirumah. Kalian harus profesional. " kata Azalea tegas.


Al mendengus kesal dan mengendurkan dasinya. Akhirnya dia mendudukkn tubuhnya ke kursinya dengan marah. Apalagi Bia sama sekali tidak melihatnya. Dia hanya membaca dan melihat ke arah laptopnya. Azalea hnaya menggeleng.


* Ini kesalahanmu Al. Pasti Bia sakit hati melihatmu membiarkan wanita itu menggandeng lenganmu. * batin Azalea.

__ADS_1


__ADS_2