
Bia mengerjapkan matanya. Sudah jam tiga pagi. Dia melihat disampingnya. Tangan kanannya tengah digenggam Ghazzy yang tertidur dengan berbantalkan tangan Bia.
" Mas,, Mas,, Mas Ghazzy,,, bangun Mas. "
Ghazzy mengerjapkan matanya. Kemudian menatap Bia yang telah terbangun.
" Kamu sudah sadar sayang ? Aku ketiduran. "
" Mas Ghazzy kok tidur dibawah. "
" Aku menunggumu sadar. Tapi aku malah ketiduran. "
" Mas,, gimana dengan kedepannya nanti ? "
" Inshaallah akan baik-baik saja. Setidaknya kita tidak perlu lagi berjauhan. Apalagi pergi ke Kalimantan. "
Bia menunduk. Ghazzy bangkit dan duduk disamping Bia. Menariknya dalam pelukannya.
" Maafkan aku. Aku pikir pernikahanmu dan Al kemarin itu sah sayang. Aku tidak tahu kalo poliandry haram baik agama maupun hukum. Maafkan aku karena sudah membuatmu melakukan zina sayang. "
" Bisaakah tidak membahasnya lagi Mas ? Aku sudah sangat merasa bersalah sama Mas. Kini aku baru tahu kalo pernikahan kemarin haram. "
" Kita sholat Taubat sayang ? Apa kamu kuat ? " usul Ghazzy.
" Iya Mas. Aku kuat. "
Ghazzy membantu Bia melepaskan jilbab dan gamisnya. Menggantinya dengan baju rumahan. Lalu membantunya untuk berwudhu. Setelah itu keduanya menunaikan sholat sunnah taubat dan juga sholat malam lain. Sembari menunggu masuk waaktu shubuh.
*****
Leon berenang satu putaran lagi dirumah Al. Setelah sholat shubuh tadi dia langsung ingin berennag untuk mendinginkan pikirannya yang kacau.
* Bagaimana kalao Al benar ? Bagaimana kalau ternyata inseminasi kemarin gagal dan itu adalah anak Al ? Aaahh,,, menunggu dua bulan lagi. Akan terasa sangat menyiksa. Bagaimana reaksi tim dokter nanti ? * batin Leon kalut.
" Leon. Berhentilah. Nanti kamu sakit. " kata Azalea mengingatkan.
Dia sedari tadi memang ingin berbicara dengan Leon tapi Leon tak juga menghentikan renangnya.
" Sebentar lagi Lea. " serunya.
" Sudah berapa putaran Om Leon Ma ? " tanya Zaskia sembari membawa satu botol air mineral dan meletakkannya di meja. Kemudian duduk di smaping Azalea.
" Om mu sudah berenang sedari shubuh tadi Ki. "
" What ?! Om Leon emang keren. "
" Dia bisa sakit Kia. "
" Mama,, Om Leon itu dokter. Tentu saja Om Leon lebih tahu apa yang harus dia lakukan. "
" Dokter juga manusia Kia. Mama gak suka Leon memforsir diri seperti itu. "
" Pagi Ma. " sapa Bia dan Ghazzy bersamaan.
" Pagi sayang. Kamu udah baikan ? " tanya Azalea.
" Kak Bia,, duduk disini Kak. " kata Zaskia sembari berdiri dan memberikan tempat duduknya untuk Bia.
" Dokter Leon. Ayo kita balapaan. " seru Ghazzy.
" Ooohhh,, tentu saja. Ayookk !! "
__ADS_1
Ghazzy melepaskan kaosnya dan memberikannya pada Bia yang tersenyum. Zaskia sendiri memasukkan kakinya ke dalam kolam.
" Sepertinya asyik Kia. " kata Bia sembari ikut melakukan seperti Zaskia.
" Ini kan Kak Bia yang ajarin. " gurau Zaskia.
Bia hanya tertawa.
" Kak Bia,, jangan sakit lagi. Aku sedih melihat Kak Bia sakit. " kata Zaskia sembari menggeser duduknya dan menyandarkan kepalanya ke bahu Bia.
" Aku juga gak mau sakit Ki. "
" Maafkan keluarga kami Bia. " kata Azalea sembari mengusap kepala Bia dan duduk diantara Zaskia dan Bia.
" Mama,, tidak usah dibahas lagi ya. Ini sudah jalan takdirNya. Kita cukup untuk menjalaninya saja. "
" Kia,, tolong ambilkan air untuk Om. " seru Leon sembari menepi kearah Zaskia.
Zaskia berdiri dan mengambil dua botol air mineral dan kembali duduk. Satu botol diberikan pada Leon yang berenang di depan Azalea. Dan satu lagi diberikan pada Ghazzy yang berada di depan Bia.
" Terima kasih Ki. "
" Sama-sama Kak. "
" Lalu,, apa yang akan kamu lakukan Lea ? " tanya Leon. Dan meletakkan botol yang berisi setengahnya disamping Zaskia.
" Tentu saja menikahkan Al dengan Clara. Dan menyuruhnya segera pergi ke Kalimantan. Mengurus perusahaan Dewandaru. " jawab Azalea.
" Lalu,, bagaimana dengan kalian ? " kali ini tatapan mata Leon beralih pada Bia dan Ghazzy.
" Untuk saat ini, kami akan membantu Mama untuk mempersiapkan pernikahan Al. Bolehkan Ma ? " tanya Ghazzy.
" Tentu sjaa Ma. Devan juga sudah kembali ke Kalimantan. "
" Soal Devan. Aku ingin menariknya lagi ke mall Expo dan untuk perusahaan properti biar Mama dan Zaskia yang akan menghandlenya dulu. "
" Tentang itu,, aku terserah Mama saja. "
" Bia,, ?? "
" Aku ? Maksud dokter Leon ? "
" Tentang permintaan Al ? "
Bia tersenyum getir dan mengalihkan tatapannya ke Ghazzy yang dengan sigap tersenyum untuk mennguatkan Bia.
" Bukannya dokter Leon bilang, tes DNA hanya bisa dilakukan saat usia kehamilan Bia tiga bulan ? " tanya Ghazzy memastikan.
" Iya. "
" Sebelum tiga bulan, aku harap kita tidak membahasnya dulu. Aku takut Bia kepikiran dan membahayakan janinnya. "
" Kamu benar. Biarkan Bia rileks dulu. Ibu hamil tidak boleh terlalu stres. " jawab Azalea sambil mendekap Bia membuatnya terharu.
" Tentu saja. Aku akan mendiskusikan masalah ini dnegan dokter Gita dan tim dokter lainnya. Aku akan mengabarkan perkembangannya pada kalian nanti. "
" Terima kasih dokter Leon. " jawab Bia senang.
" Oh iya,, kalian ini. Bisakah memanggilku Om saja dirumah ini ? "
" Sepeti yang Kia bilang Om. Tunggu Om punya Tante dulu. " goda Zaskia.
__ADS_1
Leon memercikan air kolam ke arah wajah Zaskia dnegan kesal.
" Kamu ini,,bisa-bisanya meledek Om seperti itu. Kalau gitu, carikan satu laki-laki untuk Mamamu dulu. Baru Om bawakan satu bahkan dua Tamte untukmu. "
" Aku ?! Kenapa memangnya denganku ? " sahut Azalea heran.
" Enak aja !! Mama itu punyaku. Aku gak mau punya Papa lain lagi. Papaku udah meninggal. Om Leon udah aku anggap Papaku sendiri. Aku gak butuh Papa lain." jawab Zaskia sembari memeluk Azalea posesif.
" Tuuuuhhh kan,, udha dapat jawabannya. Aku gak mau kamu nanti cemburu melihat Om lebih dekat dengan Tante itu. " goda Leon sembari mencipraatkan air kolam kearah Zaskia lagi.
" Oooooommmm,,, !!! " teriak Zaskia kesal.
Bia dan Ghazzy hanya tertawa mendengarnya. Begitupun dengan Azaalea.
" Leon. Sudah hentikan. Kamu juga sudahi renangmu. Ini sudah jam enam. Kita sarapan. " kaata Azalea sembari bangkit dari duduknya. Membantu Zaskia dan Bia untuk berdiri.
" Ghazzy,,, satu putaran lagi ? " tantang Leon.
" Oke. Siapa takut !! "
Azalea hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Leon memang keras kepala.
" Aku bantu Bik Amy siapin sarapan dulu Ma. "
" Eeeiiitttss,,, kamu itu lagi hamil Bia. Aku gak mau kamu kecapean. Lebih baik kamu ke kamar dan siapkan baju ganti untuk Ghazzy. Bik Amy sudah ada Bik Okta yang membantu. "
" Ma,, aku ke mall ya. "
" Tidak Kia. Setelah sarapan, temani Mama menemui Kakakmu. "
" Aku sendirian dirumah ? " tanay Bia ragu. Sedikit ada takut Al akan nekat datang.
" Kamu jangan takut Bia. Ada Ghazzy dirumah, dia belum bisa ke mall Expo. Dia tetap harus memnatau perusahaan di Kalimantan. Bahkan ada Randy dan Wimpi yang menjaga rumah ini. Aku sudah menyuruh mereka antisipasi pada Al dan Clara. " jelas Azalea.
" Terima kasih Ma. Maafkan aku, harus membuat kekacauan dirumah ini. " pinta Bia menyesal.
" Bukan Kak Bia. Tapi ,, anak sulung Mama yang memang egois. " gerutu Zaskia.
" Anak sulung itu juga Kakakmu Kia ! " tegas Bia.
Zaskia tertawa sambil mengangkat bahunya.
" Mungkin. "
Bia menarik hidung Zaskia gemas. Kemudian tertawa saat Zaskia mengusap-usapnya hingga merah.
" Kak Bia Ihhh.. "
" Kamu juga kan. Gak boleh seperti itu pada Kakakmu. Bagaimanapun juga dia kakak kandungmu. "
Zaskia mengulurkan lidahnya sambil beranjak menuju kamarnya dilantai atas.
" Aku kan sudah bilang jijik sama mereka. " ujarnya sejenak lalu kembali melanjutkan langkahnya ke kamar.
" Al dan Kia itu sama-sama keras kepala Bia. Mereka akan tetap seperti itu sebelum mereka benar-benar menyadari kesalahan mereka sendiri. "
" Aku yakin itu membuat Mama sedih. "
" Pasti sayang. Tapi, setidaknya ada kamu disini membuat Mama tennag. Sudha. Pergilah kekamarmu. "
Bia mnegangguk dan berjalan dengan pelan menuju kamarnya. Menyiapkan baju ganti untuk Ghazzy.
__ADS_1