Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 33


__ADS_3

Kehamilan Bia sudah memasuki usia delapan bulan. Tapi Bia hanya beberapa kali merasakan ngidam. Apalagi saat trimester kedua lebih banyak Ghazzy yang merasakan mual. Kehamilan simpatik kata dokter Gita. Karena itu Ghazzy sampai membawa jilbab Bia, agar mualnya berkurang setiap kali mencium aroma tubuh Bia. Untuk membawa Bia ke kantor jelas tidak mungkin.


Herannya, ditrimester ketiga ini. Malah Azalea yang merasa lemas. Dan ingin makan pedas saja bawaanya.


" Eeehhhmmm,,Bu Adiba. Ini masakan terlezat yang pernah aku makan Bu. " puji Azalea saat Adiba dan Tian datang kerumah mereka membawa masakan padang.


" Sepertinya kali ini giliran Bu Lea yang kebagian imbas si kembar. " gurau Adiba yang di jawab anggukan oleh Zaskia.


Ghazzy, Bia dan Leon hanya terkekeh mendngarnya.


" Mereka terlalu menyayangi Bia Bu Adiba. " celetuk Leon.


" Untuk si kembar. Aku rela Bu Adiba. " jawab Azalea.


" Eeehhmm,, maksud kedatangan saya dan Tian kerumah ini. Selain untuk berbagi masakan saya, juga ingin melamar Kia Bu. "


Zaskia yang tengah menyuapkan satu sendok makanan ke mulutnya menjadi terpaku. Menatap Tian yang hanya tersenyum melihatnya.


" Kak Tian yakin ? " gumam Zaskia


Bia menarik hidung Zaskia gemas.


" Dihabiskan dulu dong makaannya. " godanya.


Zaskia terkekeh sejenak kemudian kembali mengunyah makanannya.


" Kak Tian yakin ? Aku gak bisa masak lho Kak. "


" Kan aku bisa masak. "


Zaskia mencibir. Membuat Tian tertawa.


" Kapan pertunangan mereka akan dilaksanakan ? " tanya Leon.


" Eehhhmm,, gimana kalo satu minggu lagi Bu Adiba,, Tian ?"


usul Azalea.


" Secepat itu Ma ? "


" Lebih cepat lebih baik Bu Lea. " sahut Tian cepat.


" Sepertinya ada yang tidak sabar ingin cepat menikah." goda Bia sambil menyenggol lengan Zaskia.


" Isshh,, Kak . "


" Kamu tidak melihat bagaimana Kia selalu di tatap laki-laki lain Bia. "


" Kapan ? " protes Zaskia.


" Setiap kali kamu datang ke mall. " jawab Tian ketus.


Zaskia tertawa,


" Kan mereka yang lihat. Aku gak ngapa-ngapain. "


" Baiklah. Kami akan menunggu kedatangan kalian satu minggu lagi. "


*****


Bia hendak minum saat melihat Zaskia berada di balkon sepeerti sedang memikirkan sesuatu.


" Ini sudah malam Ki. Kenapa masih belum tidur ? "


Zaskia menoleh kaget.


" Kak Bia ini sudah kayak hantu deh. Tiba-tiba muncul gitu aja. Bikin kaget aja. "


Bia terkekeh. Kemudian mengusap pipi kanan Zaskia yang sudah terasa dingin.


" Sednag mikirin apa sih. Ini udah dingin banget lho. "


" Eeehhmmm,, Kak. "


Bia tersenyum saat meelihat Zaskia tak juga bersuara.


" Pastikan Mas Al berada disini saat kamu nanti bertunangan Kia. " kata Bia.


Zaskia langsung tersenyum senang.


" Aku pikir Kak Bia tidak akan memperbolehkan Kak Al pulang kesini. "


" Kia. Ini rumahnya. Harusnya dia dan Clara yang lebih berhak berada disini daripada aku dan Mas Gahzzy. "


Zaskia memeluk Bia senang.


" Aku sayang Kak Bia. Terima kasih pengertiannya Kak."

__ADS_1


" Sudah malam. Tidurlah. "


Zaskiaa memgangguk senang.


*****


Azalea melihat Bia yang tengah berjalan-jalan di taman belakaang setelah shubuh. Sembari menemani Ghazzy yang sedang berenang.


" Kalian yakin, tidak keberatan dengan keberadaan Al nanti ? Aku bisa memintanya tinggal di apartemen. "


" Mama. Yang lebih berhak berada dirumah ini itu Mas Al, Ma. Yang harusnya pergi justru kami. Iya kan Maas Ghazzy ? "


" Benaar sayang. " jawab Ghazzy.


" Aku takut kamu gak nyaman Bia. "


" Aku baik-baik saja, Ma. Aku yakin Mama dan Kia pasti sangat merindukan Mas Al. " jawab Bia.


Azalea mengusap perut Bia yang semakin membesar. Ada gerakan dari si kembar. Seolaah tengah menyapa Omanya.


* Kalian akan bertemu dengan Papa kalian. Apa kalian senang ? * batin Azalea.


" Kapan Al akan datang Ma ? " tanya Ghazzy.


" Pertunangan Kia hari Minggu. Jadi dia akan datang hari Jumat. Menyempatkan datang kerumah oraang tua Clara untuk memberikan undangn kepada mereka." jaawab Azaleea.


" Apa tidak sekalian memaantau mall Expo ?"


" Kalo urusna itu. Kamu tanyaan sendiri padanya."


*****


Amy daan Okta sudah menyiapkan makan malam dengan makanan kesukaan Al. Zaskia dan Azalea sudah pergi menjemput Al dan Clara dibandara dengan diantarkan oleh Ghazzy. Karena Leon tiba-tiba menddapat telpon daari rumah sakit karena adaa pasien darurat.


" Non Bia, sudah istirahat saja. Biar kami saja Non. " ujar Amy sewot karena Bia masih juga kesana kemari menataa meja.


" Aawwww,,, " pekiknya.


Wimpi langsung mendekat.


" Non Bia baik-baik saja ??" taanyanya khawatir sembari mendudukkan Bia di kursi.


" Si kembar tiba-tiba nendang keraas banget. Sampai kaget Kak. "


" Sepertinya tahu kalo Bundanya sedang bandel dan menyusahkan kita Amy. " gurau Okta.


" Iya kamu benar. Syukurlah, si kembar memang pengertian. " puji Amy.


* Apa kalian sedaang menunggu Ayah kalian yang lainnya ? *


Dan seketika si kembar sudah mulai tennag. Bia jadi mengusap perutnya dengan tersenyum.


Suara deru mobil diluar membuat kesemuanya tersenyum. Wimpi membantu Bia yang ingin berdiri menyambut kedatangan semua majikannya.


" Assalamualaikum. "


" Waalaaikumsalam. "


Bia mencium punggung telapak tangan Azalea dan Ghazzy. Dan berganti Zaskia yang mencium telapak tangan Bia.


Pemandangan itu membuat Al dan Clara sibuk dengan pikirannya masing-masing.


" Apa kabar Kak Clara ? " sapa Bia sambil mengulurkan tangannya.


Clara tersenyum , menyambut uluran tangan Bia.


" Baik Bia. Kamu sendiri ? " taanya Clara canggung.


Apalagi Al bersikap acuh pada Bia. Dan tidak melihat ke arah Bia sama sekali.


" Aku ke kamarku dulu. " pamitnya tanpa mendengar jawaban keluarganya.


Clara menyesalkan sikap Al padaa Bia. Meskipun dia tahu itu hanya untuk menutupii kecewanya.


" Maafkan Al Bia. " pinta Clara.


" Ehh,, tidak apa-apa Kak. Duduk Kak. " jawab Bia sambil tersenyum keki.


" Kita semuua tahu kenapa Al seoerti itu. " jawab Ghazzy seraaya mengusap kepala Biia.


Zaskiaa menganguk sedih.


" Clara. Kamu mau istiraht atau ngobrol disini dulu ?" tanya Azalea.


" Disini dulu sjaa Ma. Aku kangen Mam dan Kia. "


" Duduklah. " kata Azalea mempersilahkan.

__ADS_1


Zaskia melihat Bia yang nmapak gelisah sembaari mengusap perutnya.


" Kenapa Kak Bia ? "


" Gak tahu Ki. Sehariaan ini si kembar aktif sekali. Punggungku sudah nyeri. "


" Istirahatlah. Mungkin kamu kecapean sayang. " jawab Ghazzyy cemas.


" Iya Bia. Isttirahatlah. Biar nanti Ghazzy yang mengantarkan makan malam di kamar."


Bia mengangguk tak enak hati. Tapi dia sudah tidak kuat merasakan nyeri di punggungnya. Ingin rasanya langsung merebahkan tubuhny di atas ranjang.


"Maafkan aku Kak Clara. "


" Tidak apa-apa Bia. Besok kita masih bisa ngobrol. "


Ghazzy mendekap bahu Bia dan membantunya naik ke lantai atas dengan langkah pelan. Sebelum masuk ke kamarnya Bia menatap pintu kamar Al yang tertutup rapat.


" Aawww,,,"


" Kenapa sayang ?"


" Si kembar aktif lagi Mas. "


" Yasudah. Biar aku olesin minyak ke punggungmu. "


Bia mengngguk senang. Kemudian masuk ke kamarnya. Setelah pintu itu tertutup Al keluar dari balkon.


" Kembar ? " gumamnya.


Al masuk kedalam kamarnya dengan perasaan asing. Hatinya masih yakin kalo anak itu adalah anaknya. Apalagi sekarang diketahuinya Bia sedang hamil kembar.


Al merendamkan tubuhnya dibathtub. Memejamkan matanya. Ingin sekali mengusir bayang-bayang Bia.


* Harusnya aku yang berada disampingmu sekarang Bia. Kenapa aku masih yakin kalo itu anakku ? *


***


" Bagaimana kabar Al selama ini Clara ? " tanya Azalea.


" Kalo Mama menanyakan kabar Al setelah mendengar hasil tes DNA Bia. Yang bisa aku katakan hanya,, hancur Maa. Aku tidak pernah melihat Al sehancur itu sebelumnya. "


Zaskia mendekap Azalea yang terlihat menangis.


" Al memforsir dirinya dengan kerja dan kerja. Bahkan tiap hari lembur. Pulang ke rumah hanya benar-benar saat weekend. Itupun lebih banyak dibuatnya untuk tidur. "


" Apa kita salah Ma ? Apa keputusan kami salah Kak ?"


" Tidak Ki. Aku juga tidak mau rumah tanggaku hancur. "


" Kamu tidak apa-apa Clara ? "


" Aku baik-baik saja. Aku pikir mungkin dengan Al sibuk dengan pekerjaannya dia bisa melupakan hasil tes DNA itu juga,, bisa melupakan Bia. Tapi aku salah Ma. Ki. "


" Maksud kamu ? "


" Al sakit Ma. Dan semua dokter tidak tahu apa penyakit Al. Jadi dokter menyimpulkan Al tengah stres. Baru saja kemarin Al keluar dari rumah sakit. Jadi, aku memintanya langsung berangkat. Mungkin bisa mengurangi stresnya setelah bertemu dnegan keluarganya. "


" Stres ? Mmangnya apa yang terjadi ? " tanyaa Zaskia.


" Al setiap pagi selalu mual, bahkan dia gak suka dengan semua parfum yang biasanya dia pake. Dan anehnya, mualnya akan hilang kalo dia mencium aroma vanila. "


" Kamu hamil Clara ? " tanya Azalea.


" Nggak Ma. Dokter juga sempat menanyakan hal yang sama kemarin. Bahkan dokter sampai memaksaku melakukan usg agar lebih akurat. Dan, aku memang gak hamil. " jawab Clara.


Zaskia dan Azalea saling bertatapan. Kemudian tersenyum getir.


" Kehamilan simpatik. " jawab Zaskia.


" Apa itu Ki ? "


" Istri yang hamil, tapi yang morning sickness suaminya Kak. "


Clara menatap Zaskia dan Azalea bergantian.


" Maksud kamu,,, Al,, "


" Iya Clara. Di trimester pertama kemarin. Apa yang dialami Al juga seprti yang dialami Ghazzy. Bahkan Mama juga kena imbasnya si kembar. Mama jadi kayak orang ngidam. Pengennya makan yang pedas-pedas. "


Penjelasan Azalea membuat Clara menangis.


" Kenapa Kak ? "


" Kalo sudah seperti ini, aku malah yang sekarang sangsi Ma. Ki. Bagaimana kedepannya nanti ? "


" Sabarlah Clara. "

__ADS_1


" Tapi,, Kak Al gak pernah mabuk lagi kan ? "


Clara menggeleng pelan. Ragu entah harus menjawab apa. Karena Al memang pernah snagat mabuk setelah membaca email Leon. Dan tidak membiarkan siapapun masuk ke ruang kerjanya.


__ADS_2