Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 107


__ADS_3

Zaskia dan Bia saling berpandangan saat melihat Azalea dibantu Randy mengambil semua parfum Al di ruang kerjanya. Dan menggantinya dengan aroma vanila seperti parfum Bia.


" Kalo kamu memang mau, ambil saja Ran. Tapi jangan menggunakannya saat dirumah. Nanti bisa membuat Bia mual. " kata Azalea pada Randy.


" Tidak,, tidak,, Nyonya. " jawab Randy cepat.


" Tolong kamu buang ya. "


" Baik Nyonya. Permisi. " pamit Randy.


Azalea bergabung dengan Zaskia dan Bia yang sednag duduk di ruang tamu.


" Mau dibawa kemana semua parfum Mas Al, Ma ? " tanya Bia heran.


" Dibuang. " jawab Azalea singkat.


" Dibuang ? Memangnya Kak Al tahu tentnag ini ? " protes Zaskia.


" Tentu saja. Dia juga sudah kangen akut dengan Bia. Kakakmu sudah gak tahan lama-lama berjauhan dengan Bia. " gerutu Azalea.


Zaskia tertawa geli membayangakannya. Bia pun juga ikut terkekeh. Bukan karena sikap Al tapi karena omelan Azalea.


" Pasti Kak Al mengadu ke Mama. " tebak Zaskia.


" Iyalah. Capek telinga Mama mendengar celoteh Kakakmu itu. Dikiranya Bia masih salah faham tentnag sekretarisnya dulu. Karena itu, Bia selalu menghindarinya. "


" Aku bukannya menghindar Ma. Serius. "tegas Bia.


" Aku tahu Bia. "


" Mau gimana lagi, si bucin udah kembali di saat yang gak tepat. Disaat anaknya udah marah pada Papanya." goda Zaskia masih terkekeh.


Akhirnya membuat Azalea dan Bia ikut tertawa.


" Mama bilang buang saja parfummu itu. Biar Bia gak mual lagi. Mama cuma sekedar ngomong aja waktu itu. Eeehh,, beneran dilakukan. Dia nyuruh Randy membuang semua parfumnya yang ada di ruang kerjanya. "


Zaskia tertawa sampai memegang perutnya yang kram karena terlalu banyak tertawa.


" Adduuhh,, iya. Iya. Maafin Mama sayang. Udah kebanyakan tertawa. " ujar Zaskia sambil menenangkan anaknya yang aktif.


" Rasain. " ucap Bia.


Zaskia mencibir sekilas kemudian kembali terkekeh.


" Tapi mualnya memang sama parfumnya kan Kak Bia. Bukan sama ornagnya. " celetuk Zaskia.


" Sepetinya begitu. Karena tadi Mas Al, kayaknya udah gak pake parfum. Dan aku memang baik-baik saja. " jawab Bia mengingat-ingat.


" Siap-siap aja dikurung seharian sama si bucin akut itu. " goda Zaskia.


Bia mencubit pipi Zaskia yang sudah tembem.


" Kerjain aja. Pura-pura aja masih mual Kak. " gurau Zaskia usil.


" Kiaa,, kamu mau kakakmu uring-uringan ke Mama lagi . " geram Azalea.


Zaskia dan Bia kembali tertawa.


" Bunda,, besok boleh menginap dirumah Tante Kia dan Om Tian ? " tanya Faiz.


" Memangnya ada apa sayang ? " tanya Bia heran.


" Oma Diba bilang punya buku dongeng baru. Mas dan Adek mau dengerin ceritanya. " jawab Fawwaz.


" Oke. Kita menginap dirumah Tante. " sahut Zaskia senang.


" Tante,, kan Bunda belum menjawab. " omel Faiz.


" Iya, Mas. Adek. Boleh. Besok pagi pamit ke Papa ya."


" Sudah Bun. Tadi malam. Kan Papa tidur dikamar Mas Faiz Bun. " jawab Fawwaz.


" Oh iya. Bagus dong. Udah siapin bajunya juga pastinya."


" Udah. Dibantuin Om Tian. " jawab Faiz.


" Udah bilang makasi belum. "


" Udah dong Bun. " jawab Faiz.


" Bunda. Dedek bayinya gak nakal lagi kan. Bunda gak sakit- sakit lagi kan. " kata Fawwaz sambil mengusap perut Bia.


" Alhamdulillah. Dedek bayi mau dengerin permintaan Mas Faiz dan Mas Fawwaz. Jadi gak nakal lagi. "


" Alhamdulillh. " seru keduanya.


" Adek. Ayo main sama Om Randy lagi. "


" Ayok. "


" Kalian belum memeriksakan kandunganmu kan. Jadi, masih belum tahu kembar lagi atau gak. " kata Azalea.


" Mama,, satu aja. " sahut Bia cepat.


Azalea tertawa mendnegarnya.


" Kalo ada si bucin akut pasti langsung bilang dua deh. " celetuk Zaskia.


" Bucin akut itu,, kakakmu ! " gurau Bia kesal.


 


Al masuk ke kamar Bia di tengah malam saat tiba-tiba terbangun karena bermimpi Bia menggendong dua bayi laki-laki.


Al mengusap rambut Bia. Mencium keningnya, hidungnya, matanya lalu bibirnya. Kemudian tangannya terulur mengusap perut Bia. Al menciumnya.


" Jangan menghukum Papa lagi sayang,, Papa minta maaf. Papa minta maaf. " gumam Al sedih.


Bia tersenyum mendengar gumaman Al. Sudut matanya meneteskan air mata. Tapi segera menghapusnya takut Al menyadari kalo Bia terbangun karena usapan di kepalanya.


 


" Bia,, kamu mau kemana ? " tanya Azalea saat Bia sudah siap dengan gamis berwarna tosca sewarna dengan jilbabnya.

__ADS_1


" Mau anterin makan siang buat Mas Al Ma. " jawab Bia smabil menoel pipi gembul Zaskia yang sudah menertawakannya.


" Lalu mual kamu ? " tanya Azalea cemas.


" Ini mau dicoba. Apa masih mual atau sudah lebih baik. " gurau Bia.


" Dan, itu berarti,, mereka akan honeymoon Mmaa. " goda Zaskia.


" Honeymoon apanya. Perut udah buncit gini. " omel Bia.


" Kan si bucin akut,, udah lama gak nengok anaknya. " goda Zaskia lagi.


Bia menarik hidung Zaskia kesal. Karena tidak enak pada Azalea yang langsung tertawa saat sadar apa yang di maksud Zaskia.


" Kalo gitu,, biar Mama ikut menginap dirumah kamu aja Ki. Sekalian bicarain tentnag acara tujuh bulanan kamu ke Bu Adiba. " kata Azalea.


Zaskia mengacungkan kedua jempolnya oertanda oke diikuti tawanya.


" Mama, gak usah dengerin omongannya Kia Ma. " elak Bia.


" Kia benar Bia. Si bucin akut itu anak Mama. Mama bisa mengerti perasaannya yang sudah kangen akut padamu. " goda Azalea.


" Kita berangkat sekarang Ma ? " tanya Zaskia.


" Anak-anak,, ayo kita berangkat. " seru Azalea.


Faiz dan Fawwaz turun dari lantai atas masing-masing membawa kopernya.


" Kata Papa, tiga hari lagi akan menyusul kami ke rumah Tante Kia, Bunda. Bener kan Bun ? " kata Faiz memastikan.


" Iya. Nanti Bunda ingetin Papa. "


" Yeeeayyyy,,, "


" Bunda jangan sakit lagi lho Bun. Dedek,, jnagan nakal ya. " kata Fawwaz lalu memcium tangan Bia.


" Bunda,, nanti Mas telponin Oma dokter kalo sakit. " ujarnya sambil mencium tangan Bia.


Bia berjongkok. Lalu mencium pipi kedua anaknya bergantian.


" Kan ada Papa. Biar Papa yang telpon Oma dokter nanti. "


" Siaappp,, "


" Assalamualaikum Bunda. "


" Waalaikumslaam. Gak boleh nakal ya. "


Keduanya mengacungkan jempolnya. Pertanda Oke. Mengikuti apa yang dilakukan Zaskia tadi.


" Mama berangkat Bia. Hati-hati. " kata Azalea. Bia mengangguk mengeeti.


" Salam buat si bucin akut ya Kak. Jangan kebanyakan rondenya nanti. Inget, Bundanya lagi hamil. " goda Zaskia sambil tertawa.


" Kia,, ihh. " seru Bia gemas.


 


" Non Bia yakin, gak mual lagi ? " tanya Wimpi saat mereka sudah sampai didepan kantor Al.


Reiga sudah berdiri menyambut Bia. Reiga bahkan hendak membukakan pintu kantor Al untuk Bia. Tapi Bia menggelengkan kepalanya.


" Mas Al gak lagi sibuk kan ? " tanya Bia.


" Ada meeting dengan klien satu jam lagi Non. " jawab Reiga menunduk. Masih merasa tidak enak dengan kejadian tempo hari.


" Setelah makan siang ? " tanya Bia memastikan.


Reiga mengangguk lagi.


" Eehhmm,, baiklah. Mungkin aku cuman butuh waktu setengah jam aja kok. Nanti aku kirim pesan pada Kak Wimpi kalo sudah selesai. Aku masuk dulu. " kata Bia.


Wimpi mengangguk memgerti diikuti Reiga. Keduanya nampak saling melemaparkan tatapan tajam sepeninggal Bia.


Al langsung berdiri saking kagetnya dan terpaku saat tahu yang masuk ke ruangannya adalah Bia.


" Apa aku mengganggu Mas ? Ini,, sudah masuk waktu istirahat makan siang kan ? " tanya Bia ragu saat Al hanya menatapnya.


" Aah iya. Duduklah Bi. " jawab Al sambil mempersilahkan Bia duduk di sofa.


Bia tertawa geli. Lalu masuk dengan membawa satu rantang dan termos mini.


* Kenapa jadi seformal ini ya. Canggung sekali. * batin Bia.


" Aku membawakan Mas makan siang. Ada kopi juga. Mau makan sekarnag,, atau masih sibuk ? " tawar Bia.


Al tersenyum simpul. Sudah lama tidak merasakan kebersamaan mereka. Ingin rasanya memeluk Bia sekarnag ini. Rasa rindunya sudah mencapai puncak rasanya.


" Aku akan makan sekarang. " jawab Al cepat.


" Cuci tangan dulu Mas. Aku siapkan makanannya. "


Al mengangguk senang sembari beranjak menuju kamar mandi.


Bia mengambilkan makan untuk Al dan tersenyum saat melihat Al yang nampak mengusap air matanya di sela makan siangnya.


" Pelan-pelan Mas. " ujar Bia.


Al mengangguk tanpa mendongak. Takut ketahuan Bia kalo sednag menangis terharu. Bia membereskan bekas alat makan Al. Setelah Al selesai makan.


" Aku selesaikan kerjaanku sebentar. Aku akam mengantarkanmu pulang. " kata Al smabil sedikit berlarian menuju meja kerjanya.


" Aku kesini sama Kka Wimpi Mas. Aku bisa pulang dengan Kak Wimpi. "


" Gak. Aku yang antar pulang. Suruh saja Wimpi pulang. " jawab Al tanpa melihat Bia.


" Tapi,, kata Reiga setengah jam lagi, kamu ada meeting dengan klien perusahaan. " kata Bia sembari berjalan mendekat ke arah Al.


" Aku ownernya Bi. Terserah aku. Tunggu saja sebentar. " tegas Al lalu kembali mengerjakan seauatu di laptopnya.


Bibir Bia mengerucut kesal.


" Sombong sekali sih. " ejeknya.

__ADS_1


Al hanya tertawa menanggapi ejekan Bia. Sambil menatap laptopnya. Bia tersenyum smirk saat teringat Al yang dulu menggodanya saat pertama kalinya mereka ada dirumah Al. Bia ingin membalasnya. Dilihat jam di dinding.


* Masih ada waktu lima menit lagi. Semoga kamu gak mual lagi sayang. * batinnya.


Bia mendekat dan berdiri dibelakang kursi Al. Dengan sengaja mendekatkan wajahnya dekat dengan telinga kiri Al. Bia merasa lega karena Al sedang tidak memakai parfum apapun.


Nafas Bia sudah dirasakan Al di tengkuknya. Al menoleh kesamping kirinya.


" Lagi sibuk gitu kok. " ujar Bia sambil pura-pura menatap laptop Al dengan posisi sedikit menunduk.


Tapi tangannya berada di tengkuk Al yang masih menatapnya intens. Bia hendak tertawa saat melihat mata Al tertuju pada bibirnya.


" Bi,,, kamu,, anak kita,,, " kata Al dengan suara tercekat.


Bia membalas tatapan Al. Tangannya sengaja meraba leher belakang Al. Kemudian memegang pipi Al.


" Kenapa memangnya dengan anak kita ? " tanya Bia sambil meraba hidung Al.


" Apa masih ,, mual ? " tanya Al ragu. Nafasnya sudah ngos-ngosan menahaan hasratnya.


" Ehhhmmm,, kelihatannya bagaimana ? " tanya Bia smabil berdiri.


" Aku akan pulang dengan Kak Wimpi aja Mas. " pamit Bia sembari mengulurkan tangannya untuk salim.


Al menarik tangan Bia hingga dia terduduk dipangkuan Al. Dan Al langsung mencium bibir Bia. Meluapkan rasa rindunya selmaa ini.


" Ehhmm,,, sudah. Aku mau pulang. " kata Bia semabri menjauhkan wajahnya aagar ciumannya terlepas.


Bia tertawa saat merasakan ada yang mengganjal dibawahnya.


" Sepertinya ada yang bangun Mas. " kata Bia sambil berdiri.


Tapi Al kmebali menariknya hingga terduduk kembali.


" Kamu harus bertnaggung jawab Bi. "


" Bertanggung jawab gimana. Aku gak ngapa-ngaapain. " gurau Bia.


" Kamu yang memancingku. " protes Al sambil menciumi wajah Bia. Dan merapatkan tubuh Bia.


Bia mendorong wajah Al agar menjauh.


" Sudah waktunya meeting. Aku pulang dulu. " kata Bia sambil memcubit pipi Al.


Al menekan interkom telpon yang ada di meja kerjanya.


" Reiga. Batalkan jadwalku hari ini. Antarkan Wimpi pulang."


" Baik Bos. "


Mata Bia melotot karenanya.


" Tidak,, tidak,, kamu gak boleh membatalkannya Mas." sahut Bia cepat.


" Sudah aku bilang. Aku ownernya. Terserah aku. " kata Al smbari meniup telinga Bia.


" Cckkkk,,, gak. Aku mau pulang aja. Sebelum muntah lagi. "


" Itu hanya alasan kamu aja kan. " kata Al sambil menarik hidung Bia.


" Ya sudha kalo gak percaya. " kata Bia sambil memaksa berdiri.


Tapi Al langsung menggendongnya. Bia menjadi bingung sendiri. Bukan sepeti ini yang dia maksud. Tadi dia hanya berniat menggoda Al saja. Sama seperti yang Al lakukan dulu.


" Gak. Mas. Jangan aneh-aneh. "


" Siapa yang aneh-aneh. Aku kangen kamu Bi. "


" Ini kantor Mas. "


" Memangnya kenapa ? "


" Di rumah. Aku janji nanti dirumah. Sekarnag turunkan aku. "


" Benar ? Janji ? "


" Iya. Kamu meeting dulu. "


" Gak. Aku mau seharian bersamamu. Aku aakn mengantarkanmu pulang. "


" Turunkan aku dulu Mas. " pinta Bia sembari menutup mulutnya dengan telapak tnagannya.


" Mual lagi ? " tnaay Al panik.


Bia tersenyum smirk di balik telapak tnagannya. Lalu dia hanya mengangguk. Akhirnya mau gak mau Al menurunkan Bia. Kemudian mengusap perut Bia. Lalu memciuminya.


" Sayang,,, jangan nakal. Nanti Bunda sakit. " gumam Al lirih.


" Aku pulang aja ya Mas. Kamu lanjutkan sjaa pekerjaaanmu. " kata Bia memelas.


Al kembali berdiri tegap. Lalu mengangguk mengiyakan.


" Baiklah. Istirahatlah. Setelah meetingnya selesai, aku akan segera pulang. "


Bia mengangguk lalu mencium punggung tangan Al takzim.


" Hati-hati. " ujar Al sambil mencium kening Bia lama. Lalu mengecup bibir Bia.


" Aku harap Kka Wimpi belum pulang. "


" Aku antarkan ke depan. "


Al dan Bia saling berpandangan bingung saat melihat Reiga dan Wimpi saling melemparkna tatapan tajam dengan kedua tangan masing-maaing bersedekap.


" Ada apa ini ?! " tegur Al dingin.


Keduanya memasang tampang ramah lalu tersneyum keki.


" Tidak ada apa-apa Tuan. " jawab keduanya hampir bersamaan.


" Mau pulang sekarnag Non Bia ? " tnaya Wimpi mengalihkan pertanyaan.


" Iya Kak. Mas aku pulang dulu ya. Yang semangat Papa. " gurau Bia.

__ADS_1


" Terima kasih . "


__ADS_2