Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 55


__ADS_3

Ghazzy menggantikan duduk di tempat Naya berada. Kemudian menggenggam kedua tangan Bia. Lalu satu tnagan terangkat mengusap pipi Bia.


" Aku kangen kamu sayang. "


" Iya By. Aku juga. Kapan kita pulang By. "


" Mungkin besok atau lusa. "


" Apa gak bisa besok saja By. "


" Kita belum tahu kondisi Fawwaz sayang. "


" Aah iya. Aku belum menjenguk Fawwaz By. "


" Ayo kita kesana. "


Bia mengangguk sambil tersenyum manis. Ghazzy mendorong kursi roda Bia menuju kamar Fawwaz.


" Gimana dengan keadaan Hubby sendiri. Udah baikan ? Kepalanya bagaimana ? "


" Kepalanya pusing sayang. "


" Kok gak istirahat By ? " tanya Bia sambil mendongak agar Ghazzy menghentikan kursi rodanya.


" Pusing, karena udah kangen cium kamu,, udah kangen peluk kamu dikamar sayang. Bikin adik untuk Faiz dan Fawwaz. " bisik Ghazzy lalu mengecup bibir Bia dan mencium keningnya.


" Iiihh,, hubby mesum. " bisik Bia sambil terkekeh.


" Dasarr kalian ini. Masih sakit, bisa-bisanya curi-curi kesempatan. " omel Leon saat Ghazzy hendak mendorong kursi roda Bia masuk ke kamar Fawwaz.


Keduanya tertawa. Leon memukul lengan Ghazzy sambil ikut masuk ke kamar Fawwaz.


Bia mengusap kepala Fawwaz yang juga masih memakai perban.


" Alhamdulillah Fawwaz sudah baikan. Kondisinya sudah stabil. " kata Leon setelah memeriksa Fawwaz.


" Kapan kita diperbolehkan pulang Om ? " tanya Bia.


" Dari tadi sudah pengen pulang Om. " ujar Ghazzy.


" Kakimu saja belum bisa jalan. Sudah minta pulang. "


" Kalo mau tunggu kakiku sembuh. Satu bulan lagi baru pulang Om. " geruutu Bia.


Leon tertawa.


" Itung-itung, menemaniku di rumah sakit Bia. "


" Jadi,, acaranya mau ditunda satu bulan lagi ? "


Leon dan Gahzzy saling berpandnagan tak mengerti.


" Kasihan dokter Gita dong nanti. "


Leon menunduk malu. Tentu saja Bia menjadi tertawa.


" Apa mau dittunda satu bulan lagi ? " goda Bia.


" Jangan dong Bi. Bisa-bisa dia kabur. "


" Siapa maksudnya sayang ? "


" Dokter Gita By. Om Leon melamar dokter Gita. "


" Benarkah ? Wahhh,, aku senang mendengarnya Om. Congratulation Om. "


" Belum By. Pertunangannya ditunda sampai kakiku sembuh katanya By. " goda Bia lagi.


" Tidak,, tidak,, kalo perlu kalian pulang hari ini juga. Aku tidak mau dia kabur lagi. "


Gahzzy dan Bia langsung tertawa lagi.


" Bundaaa,, Ayaah,, "


Bia berdiri dan duduk diranjang Fawwaz.


" Gimana kabar adek Fawwaz. Dimana yng sakit ? " tanya Bia sambil memeluk Fawwaz.


" Pusing Bundaa,, "

__ADS_1


" Kamu terlalu banyak tidur, Dek. " jawab Ghazzy.


" Mas Faiz dimana Bunda ? "


" Mas Faiz udah pulang sama Tnate Kia dan Oma. "


" Kok adek ditinggalin. Mau pulang kerumah Oma. "


" Tunggu dulu. Biar di obati Opa Leon dulu sayang. Katanya tadi pusing ? " bujuk Bia.


" Iya. " jawab Fawwaz singkat.


" Fawwaz tiduran dulu. Biar Opa periksa dulu. "


" Bunda jangan kemnaa-mana. "


" Bunda duduk disini. " kata Bia sambil menggeser tubuhnya ke kursi.


" Opa,, kenapa aku dan Ayah pake ini ? " tanya Fawwaz sambil menunjuk ke perban dikepalanya.


" Nanti Opa lepas perbannya. Kalian sama-sama terluka dikepala. "


" Kalo sudah dilepas berarti aku sudha sembuh ? "


" Iya dong. Sekarnag duduk dulu. "


Fawwaz bangun dari tidurnya dan duduk dengan tegap.


" Apa masih pusing ? "


" Sudah gak Opa. " jawab Fawwaz sambil tersenyum.


" Ya sudah. Opa lepas dulu perbannya. "


Leon melepaskan perban dikepala Fawwaz. Dan hnaya menempelkan plester dilukanya.


" Ayah kok belum dibuka. "


" Habis ini setelah dek Fawwaz. " jawab Ghazzy.


Fawwaz minta duduk di pangkuan Bia. Dia seolah memberi tempat untuk Ghazzy agar di obati Leon.


" Belum Fawwaz. Tunggu sampai nanti malam. Kalo hari ini Fawwaz bener-bener gak pusing lagi. Besok pagi boleh pulang. "


" Bener ya Opa. "


" Iya dong. Kaki Bunda juga belum sembuh. "


" Kaki Bunda sakit ? " tanya Fawwaz sambil mendongak dan tangannya sudah mengusap pipi Bia.


" Sebentar lagi sembuh. "


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam."


" Adekk Fawwaaazzz,, ! " panggil Faiz seraya berlari mendekat ke arah Bia.


" Mas Faizz,, hati-hati. nanti jatuh. " tegur Azalea.


" Kak Bia. Baju Kak Bia aku taruh dikamar Kak Bia. Baju untuk Kak Ghazzy juga diletakkan Kak Tian dikamar Kak Ghazzy tadi. Aku gak tahu kalo kalian ada disini. " jelas Zaskia.


" Makasi ya Tante Kia. Maaf merepotkan Tante, Oma dan Om Tian juga. " kata Bia smebari memeprmainkan telapak tangan Fawwaz.


" Mas Faizzz. Kok aku ditinggal pulang sih. "


" Aku mau ambil baju buat dek Fawwaz, Ayah dan Bunda. " jawab Faiz sambil merentangkan tnagannya untuk digendong Ghazzy.


" Lengannya udah gak apa-apa By ? " tanay Bia khawtir.


" Ini dicoba. Inshaallah baik-baik saja. Iya kan Mas Faiz. Tadi sholat shubuh gak. "


" Sholat, Yah. Sama Tante Kia, Oma dan Om Tian. "


" Udah doain Bunda, Ayah dan dek Fawwaz biar cepat sembuh ? "


" Iya doong. " tegas Faiz.


" Fawwaz. Gimana keadaannya ? Oma kangen sayang. " tanya Azalea sembari menunduk. Tanganyya mengusap kepala Fawwaz.

__ADS_1


Fawwaz mencium pipi kanan Azalea.


" Makasi udah kangen adek Oma. Adek udah sembuh. Kata Opa, besok pagi boleh pulang. "


" Benarkah. Oma seneng dengernya. "


" Apa keadaanya memang sudah fit betul ? " tanay Al yang tiba-tiba masuk ke kamar Fawwaz bersama Clara.


Semuanya menoleh. Tersenyum pada Clara.


" Bunda, itu siapa ? " bisik Fawwaz.


" Adek. Itu Papa. Papa Al. " seru Faiz. Kemudian meminta turun dari gendongan Ghazzy.


Faiz mencium punggung tangan Al dan Clara. Lalu menarik tangan Al untuk mendekat ke arah Fawwaz yang masih duduk dipangkuan Bia.


" Adek. Ini Papa Al. " kenal Faiz lagi.


Fawwaz menatap Al lama. Kemudian menatap Faiz.


" Bunda,, kenapa mata Mas Faiz sama dengan mata Papa ? "


" Kan mata Adek juga sama. "


" Benarkah ? "


Faiz mengangguk.


" Adek. Salim dulu sayang. " tegur Bia.


Fawwaz mengulurkan tangannya dan disambut oleh Al.


" Mau Papa gendong sayang ? " tanya Al.


Fawwaz menatap Bia.


" Boleh Bunda ? "


Bia hanya mengangguk sambil teesenyum. Al lngsung menggendongnya. Mendekap Fawwaz dalam pelukannya sama seperti Faiz dulu.


" Mama Ara,, salim. " sapa Fawwaz sambil mengulurkan tangannya.


Clara mendekat dan meletakkan bawaannya diatas ranjang Fawwaz.


" Papa dan Mama Ara darimana ? " Tanay Faiz.


" Habis beli bubur ayaam. Mas Faiz mau ? " tanya Clara sembari menunduk.


" Bunda,, mau Mas suapin ? "


" Eehhh,, Mas Faiz pinter memang. " puji Ghazzy.


" Aku makan sama Bunda aja Mama Ara. Mau suapin Bunda. "


" Bunda bisa makan sendiri sayang. Mas yang disuapin Bunda mau ? "


" Mau,, mau,, " jawab Faiz senang.


" Adek juga suapin Bun. "


" Siaaapp. "


Clara memberikan bubur ayam ke Azalea, Zaskia, Tian, Leon, Ghazzy dan Bia. Dia juga membuka bubur ayam untuk Faiz.


" Duduk dulu Papa. Biar sarapan dulu. " kata Bia sembari kembali duduk di kursi rodanya.


" Baca doa dulu. " kata Ghazzy mengingatkan.


Ghazzy duduk di kursi disamping ranjang Fawwaz. Al menurunkan Fawwaz diatas ranjang. Juga menaikkan Faiz di atas ranjangnya. Menatap Bia yang dengan telaten menyuapi anak-anaknya.


Bia menoleh saat melihat satu sendok bubur terulur didepan mulutnya.


" Biar Bunda juga cepet sembuh. Jadi , harus makan juga. " kata Ghazzy.


" Betul Bunda. " celetuk Faiz.


Bia terkekeh kemudian menerima suapan dari Ghazzy. Terkadang juga dia yang menyuapi Ghazzy. Saat Faiz dan Fawwaz terlihat masih mengunyan makanannya didalam mulut.


Mata Clara menangkap kilatan cemburu di mata Al yang tengah menatap keempat orang itu dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Azalea dan Zaski menunduk sedih. Berpura-pura tidak perduli dengan kecemburuan Al saat ini. Sedang Leon hanya menghela nafas sembari geleng-geleng. Hanya Tian yang terlihat tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Gahzzy dan Bia.


__ADS_2