
" Assalamualaikum , Bia. " sapa Gita yang masuk saat Zaskia dan Azalea membuka pintu kamar Di ruang kerja Al.
" Dokter Gita,, apa kabar ?! " sapa Bia saat melihat semua keluarganya tengah masuk ke kamarnya.
Al masih tidak mengijinkan Bia keluar dari kamar. Makan siang pun Al yang mengambilkannya saat Bia masih tertidur.
" Issshh,, kamu dan Al itu sama saja Bia. " omel Leon sembari berdiri diujung ranjangnya.
" Kenapa ? " tanya Bia heran.
" Gita ada di sini sebagai Tante kamu. Bukannya dokter kamu. " omel Leon sambil mendekap Gita.
Gita terkekeh sambil memukul dada bidang Leon.
" Upppsss,, aku lupa kalo dokter Gita sudah menjadi Nyonya Leon. " gurau Bia.
" Bagaimana keadaan kamu Bia ? " tanya Gita.
" Alhamdulillah aku baik Tante. Kenapa semuanya disini ? Ayo kita keruang tamu. " ajak Bia. Sembari hendak bangkit dari tidurnya.
" Gak. Kamu gak boleh keluar kamar. Kamu harus tetap disini. " seru Al yang muncul sembari membawa satu gelas jus alpukat permintaan Bia.
" Isshh,, aku udah baik-baim aja Mas. " tegas Bia.
" Turuti saja suami kamu, Bia. Biar dapat berkah. " celettuk Gita.
" Iya sih. Tapi aku bosan Tante. "
" Aku periksa dulu Bia. Apa semuanya bisa keluar ? "
" Kenapa harus keluar ? " protes Al.
" Kamu mau semua ornag melihat aurat Bia Al ? " tanya Gita sambil terkekeh.
" Tidak,, tidak,, Om Leon silahkan keluar. " usir Al.
" Enak aja. Kamu juga harus keluar. Gita sekalian mau memeriksa Kia. " kata Leon sembari menarik bahu Al.
" Ckkk,,, aku kan mau menemani istriku. "
" Oke. Aku juga mau menemani istriku. " sahut Leon.
" Kalian berdua keluarlah. Mau sampai kapan berdebat terus. " gerutu Azalea.
" Iya,, iya. " seru keduanya sambil beranjak pergi.
Leon membawa Al menuju ruang tamu. Bertepatan dengan Leny yang baru saja pulang dari membeli keperluan dapur bersama Wimpi. Sedari siang Al memang ingin segera bicara dengan Leny. Tapi, Bia selalu menahaannya. Saat Bia tertidur, malah Leny yang keluar bersama Wimpi untuk membeli kebutuhan dapur.
" Leny,, duduk. Aku mau bicara. " kata Al dingin.
" Gak usah pake emosi. " tegur Leon sambil menepuk bahu Al.
Leny duduk di sofa dengan menunduk. Takut dengan tatapan Al. Wimpi mengambil alih kantong belanja Leny dan membawanya ke dapur.
" Sudah tahu kesalahanmu ?! " geram Al.
Leny makin menunduk merasa bersalah. Bukan karena apa yang dikatakannya tapi karena pertengkarannya dengan Bia dan lebih karena kemarahan Al. Sejak Clara membawanya ke Kalimantan untuk bekerja dirumahnya. Dia tidak pernah melihat Al semarah speerti tadi siang.
" Maaf, Tuan. "
" Sudah sadar kalo kamu salah. "
" Saya,, sudah membuat Tuan marah. "
" Hanya itu kesalahanmu ? "
" Iya Tuan. Tapi saya juga gak tahu kenapa Tuuan bisa semarah itu pada saya. "
Tangan Al terkepal, Leon bahkan melongo mendengar pengakuan pembantu Clara yang tidak merasa bersalah sama sekali.
" Kamu masih gak tahu apa kesalahanmu ? "
Leny hanya menggeleng.
" Apa aku harus menunjukkan rekaman cctvnya padamu ?! " kata Al mencoba bersabar.
__ADS_1
Leny mendongak mencoba melihat semarah apa Tuannya saat ini.
" Apa karena perdebatan saya dengan Non Bia ? "
" Perdebatan ? Kamu bilang itu perdebatan ? Pedebatan tentnag masalah apa sampai kamu membuat istriku pingsan ?! "
" Istri ? Istri Tuan Al,, non Clara baru saja meninggal. Belum juga empat puluh hari Non Clara meninggal Tuan. Dan Tuan sudah menikah lagi ? Apa Tuan benar-benar telah berselingkuh dengan Non Bia selama ini ? Jadi, kesedihan Non Clara selama ini memang karena pelakor itu ? Jadi,, si kembar benar-benar anak hasil perselingkuhan kalian ?!! "
Al menggebrak meja ruang tamu. Dan sontak berdiri. Kalo saja Leon tidak sedang mendekapnya saar ini, mungkin dia sudah menampar Leny sedari tadi.
" Jaga mulutmu !! Kamu gak tahu apapun !!! " bentak Al marah.
Leny ikut berdiri .
" Sejak dua tahun yang lalu, yang saya lihat dirumah ini hanya kesedihan Non Clara. Bahkan pembicaraan kalian selalu menyebut nama Bia dan Bia. Dan sekarang, Tuan bahkan sudah berani membawa selingkuha Tuan kerumah ini. Ke rumah Non Clara. Apa Tuan tidak pernah memikirkan perasaan Tuan Mark dan Nyonya Naya kalo melihat perselingkuhan Tuan Al saat ini. Dan lagi-lagi,, perempuan pelakor itu hamil ?? Ckk,, dia memang hebat. Tahu gimana caranya untuk memperkuat posisinya dirumah ini. "
Leon semakin kewalahan menahan tubuh Al yang nampak makin bergetar menahan emosinya. Dia melihat Wimpi di kejauhan.
" Wimpi,, !! " panggilnya.
Wimpi segera mendekat.
" Ada apa Tuan Leon ? "
" Cepat kamu bawa dia pergi dari sini. Aku takut Al semakin kalap !! " seru Leon.
" Tidak usaha menyentuh saya !! Tuan Mark sudah menyuruh saya ke Singapura untuk membantu empat puluh hari Non Clara. "
" Syukurlah. Istriku tidak harus bertemu dneganmu lagi. " sindir Al kesal.
" Kita lihat saja, gimana reaksi Tuan Mark dan Nyonya Naya saat mengetahui kelakuan Tuan Al. "
" Yaahhh,, ceritakan pada mereka. Jangan lupa juga katakan kalo istriku sedang hamil sekarnag !! " seru Al marah.
Leny menghentakkan kakinya kesal dan berlalu dari hadapan Al dan keluarganya. Dengan sengaja menabrak Wimpi yang berada tidak jauh dari dapur.
" Duduklah Al. " kata Leon sembari melepaskan dekapannya pada tubuh Al.
Al duduk dan menghela nafas panjang. Kepalanya terasa nyeri. Ingat dengan permintaan Bia dulu untuk tidak emosi berlebihan agar tidak sakit kepala lagi.
" Kamu sudah lebih baik Al. Kamu sudah gak seemosional dulu. Aku lega melihatnay. "
" Padahal aku sudah janji pada Bia untuk gak emosi lagi. " keluh Al sembari memijit keningnya.
" Siapapun yang berada diposisi kamu sekarang, pasti akan emosi Al. Aku bisa mengerti. Karena kami semua tahu, apa yang dia tuduhkan tidak benar. Meskipun hubungan kalian memang seruumit itu bagi orang lain."
" Wimpi,, bisakah kamu ke bandara. Tolong jemput Bik Amy dna Bik Okta. " kata Al.
" Randy bilang sudah dalam perjalanan ke rumah ini Tuan. "
" Aahh iya. Aku lupa kalo sudah ada Randy yang menemani mereka. Terima kasih. "
" Sama-sama Tuan. Permisi. " pamit Wimpi lalu beranjak ke dapur.
" Tentang ornag tua Clara,, apa yang akan kamu katakan pada mereka ? "
" Mereka sudah tahu kalo aku dan Bia sudah menikah."
" Oh iya ? Syukurlah. "
" PR ku cuma satu, Om. "
Leon mengernyitkan alisnya bingung.
" Apa itu ? "
" Menjelaskan hubunganku dengan anak-anaak. Selama ini mereka gak pernah bertemu anak-anak. Bia juga sedikit ada ketakutan kalo mereka akan salah faham setelah melihat mata anak-anak yang sepertiku. " jelas Al.
" Heeemmm,, ketakutan Bia memang masuk akal. Orang lain pasti akan berfikir seperti Leny. Mereka hasil perselingkuhan kalian. "
" Iya. Itu juga yang menjadi pikiran Bia. Dimanapun mereka berada. Baik Bia ataupun Clara, pasti hanya akan menjadi konsumsi publik. Salah satu dari mereka, mau gak mau pasti akan dicap sebagai pelakor. "
Leon mengangguk-angguk mengiyakan.
" Lalu,, perusahaanmu ? Klien-klien kamu ? " tanya Leon cemas.
__ADS_1
" Dulu, saat aku pernah menjadi profil di slaah satu majalah bisnis. Aku mengatakan kalo aku mempunyai dua istri yang salah satunya sedang mengandung anakku. Dan sengaja aku tidak mempublikasikannya. "
" Benarkah ? Kapan majalah itu terbiit. "
" Dua tahun yang lalu. " jawab Al sambil tertawa.
Tapi tawa Al menjadi semacam garam yang dengan sengaja ditaburkan pada luka dihati Leon. Yah,, sejak dia memalsukan hasil tes DNA dulu. Hatinya terluka. Dia merasa telah mengkhianati pekerjaannya.
" Dua tahun yang lalu,,, aku harap mereka masih mengingatnya. " gumam Leon.
" Semoga saja Om. "
" Aku dan Gita akan membantumu bicara dengan ornag tua Clara. Kami yang akan menjelaskan tentang si kembar yang mempunyai dua ayah biologis. "
" Terima kasih,, terima kasih Om. " ucap Al tulus.
" Jadi selama ini kamu gak tahu cara pakai tespack Ki ? " tanya Bia saat Zaskia memaksa ikut masuk ke kamar mandi.
" Aku gak tahu Kak. " jawabnya sambil terkekeh.
" Aku yakin Tian pasti tahu caranya Kia. "
" Tapi, aku takut Kak Tian kecewa kalo hasilnya masih negatif. "
" Lalu, kenapq sekarang mau ikutan tes ? "
" Aku jadi ingin hamil juga. Lihat Tante Gita dan Kak Bia yang hamil. " jawabnya.
" Ya sudha. Ini,, kamu tampung air seninya di gelas ini."
" Kan kotor Kak. Jijik dong. "
" Ya gak semua Kia,, secukupnya aja. "
Zaskia mengangguk-angguk mengeti.
" Kak Bia jangan keluar dulu. Tunggu aku selesai tes urin juga. Kita keluar smaa-sama. " tegas Zaskia.
" Iya. "
" Beneran lo ya,, janji. Jangan tinggalkn aku. "
" Iya,, Kia. Zaskia sayang. " celetuk Bia gemas.
" Hehehe,, gak boleh gemas sama aku. Nanti debaynya mirip aku. "
" Enak aja. Bisa-bisa perang lagi Mas Al dan Tian nanti. "
" Bener,, bener. Kak Bia ,, ini lalu gimana ? " tanya Zaskia saat selesai buang air kecil.
Bia mencelupkan tespack baru dan menunggu hasilnya.
" Harus tunggu seharian Kak ? "
" Gak dong. Satu menit juga udah keluar hasilnya. "
" Benarkah ? Kak Bia aja yang lihat. Aku gak mau. "
Bia terkekeh saat Zaskia tiba-tiba ngeloyor pergi dan menyerahkan hasil tespacknya pada Bia.
" Ki,, gimana hasilnya ? " tanay Azalea saat melihat Zaskia keluar dari kamar mandi.
" Gak tahu. Kak Bia yang pegang. "
" Kok gitu sih. Kamu itu, aneh-aneh deh. " ejek Azalea kesal.
" Aku takut kecewa Ma. " gurau Zaskia sambil terkekeh saat melihat Bia keluar dari kamar mandi sambil tersenyum.
" Gimana hasil tespack Kia, Bia ? " tanya Azalea penasaran.
" Positif Ma. " jawab Bia senang.
" Alhamdulillahhhh,,, !!! " seru Azalea senang sambil memeluk Zaskia.
__ADS_1
Zaskia hanya terpaku ditempatnya berdiri. Bahkan tidak merespon pelukan dari Azalea.