Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 131


__ADS_3

" Foto itu gak seperti yang Mama bayangkan Ma. Aku bisa jelaskan apa yang terjadi. Aku pastikan aku gak sedang mabuk Ma. Dan Aku,,, " jelas Al smebari mendekat pada Azalea.


" Kak Al,, sudah,, kami mengerti Kak. Dan kami percaya pada Kak Al. " sahut Zaskia cepat.


Tatapan Al beralih pada Zaskia kemudian menghela nafas lega. Zaskia mendekap Bia yang sedang gelisah dan sangat ingin menemui Faiz sekarang ini.


" Kita bicara di ruang keluarga. " kata Azalea sambil menggamit lengan Bia agar ikut dengannya ke ruang keluarga.


****


Al duduk dengan dipenuhi rasa bersalah. Bingung bagaimana harus menjelaskannya pada Azalea dan Zaskia. Karena dia sendiri masih belum bisa menemukan Ayden.


" Wanita itu teman Leny. Wanita itu juga yang dulu sudah menyuruh Pak Dito mengirimkan teluh untuk mengambil janin Bia sewaktu hamil dulu. " kata Azalea menjelaskan.


" Wanita itu dulunya juga kasir mall Expo, Kak. Kasir yang sempat adu mulut dengan Kak Clara karena mengatai Kak Bia sebagai sugar baby hanya karena Kak Bia membayar belanjanya dengan black card yang Kak Al beri. Aku sudah memecatnya saat aku menggantikan Kak Ghazzy di mall Expo dulu. Aku gak tahu apa motifnya kali ini. " sahut Zaskia menambahkan.


Tangan Al terkepal. Kemarahannya sudah memuncak rasanya. Membuat kepalanya pusing.


" Apa rencanamu sekarang ? " tanya Azalea saat melihat Al hanya terdiam.


" Aku masih belum menemukan Ayden Ma. Dia saksi kejadian itu. Aku mau dia menceritakan pada kalian semua kalo tidak terjadi apapun waktu itu. " jawab Al.


Zaskia berdecak kesal.


" Cckkk,, Kak Al ini,, kenapa jadi sebodoh ini sih. Kenapa gak cek cctv saja ? "


" Aku sudah mengeceknya Ki. Dan rekaman hari itu juga sudah dihapus. Aku gak tahu siapa yang sudah menghapusnya Ki. " protes Al.


Azalea memberikan ponselnya dengan memutar video rekaman cctv yang berhasil di daptkan Wimpi. Al menerimanya dan melihatnya dengan serius. Hingga sampai disaat Ayden telah melakukan hubungan dengan Sesil di kamar pribadinya. Dan Al bisa bernafas lega karena akhirnya ounya bukti, dia tidak meelakukan apapun pada Sesil tapi Ayden.


" Sahabatmu sudah menusukmu dari belakang Kak Al." ujar Zaskia saat melihat tangan Al yang terkepal.


" Aaaarrrrgghhhh,,, !!!! " geramnya marah.


" Kak Wimpi,, kenapa Faiz memiliki foto itu ? " tanya Bia panik.


Tidak memperdulikan Al yang sedang marah saat ini. Pikirannya terfokus pada Faiz.


" Foto itu terjatuh saat Non Bia melemparkannya di meja. Saya juga gak sadar kalo ada satu yang jatuh. " jawab Wimpi tidak enak.


Bia menunduk. Jemarinya saling bertautan. Kegelisahan nampak jelas dari gesture tubuhnya.


* Pasti karena foto itu, Faiz menjadi snagat antipati pada Mas Al. Dan selalu menghindari Mas Al. * batinnya.


" Wimpi,, bagaimana dengan Al ? Apa sudah baik-baik saja ? " tanya Azalea.


Al menatap Azalea dan Wimpi bergantian dnegan bingung.


" Aku ? Kenapa denganku ? Aku baik-baik saja. " jawab Al bingung.


" Asal Kak Al tahu, wanita itu sudah memberikan jampi-jampi di setiap makan siang yang dibawakannya. Berawal di pizza yang Kak Al makan sewaktu bersama Ayden. " jawab Zaskia ketus.


Al menjadi tercengang, teluh lagi,,, ???


" Alhamdulillah sudah kembali sepenuhnya Nyonya. " jawab Wimpi.


" Alhamdulillah. " ucap Azalea dan Bia bersamaan.


" Jadi,, selama ini,, perubahan yang dimaksud Bia,, karena teluh itu lagi ? "


" Memangnya kamu pikir kenapa aku sampai mempekerjakan Bia di kantormu kalo bukan untuk menjauhkanmu dari wanita itu. " sahut Azalea.


" Apa hubungannya Ma ? " tnaya Al heran.


" Karena wanita itu hanya bisa memberikan jampi-jampi saat berada dikantor Kak Al. " jawab Zaskia kesal.


Al menatap Wimpi seolah meminta penjelasan.


" Efeknya memang hanya membuat Tuan Al seperti orang linglung saat berada dirumah. Dan teringat dengan wanita itu. Lalu saat di kantor, Tuan Al akan menuruti apapun kemauan wanita itu. Termasuk menghapus rekaman cctv di hari itu. "


Al semakin terpaku dengan apa yang didengarnya.


" Jadi aku yang menghapusnya ? "


" Iya Tuan. "


" Lalu bagaiamna aku bisa berada di hotel saat aku bangun ? "


" Hotel ? " sahut Azalea dan Zaskia bersamaan.


" Iya Ma. Aku terbangun dan berada di hotel bersama wanita itu. Kalo foto itu diambil di kantorku, lalu bagaimana aku bisa berada di hotel ? "


" Wimpi,, kamu belum mengeceknya ? " tanay Azalea.

__ADS_1


" Tidak berani lebih jauh mengakses cctv perusahaan Nyonya. " jawab Wimpi jujur.


" Lakukan saja. Aku akan memberikanmu wewenang penuh. Aku sangat berharap kamu bisa menemukan bukti apapun Wimpi. " kata Al penuh harap.


" Kemana asistenmu Reiga itu. Kenapa gak bisa diandalkan di situasi seperti ini. " geram Azalea.


" Reiga juga terkena efeknya Nyonya. " jawab Wimpi.


" Maksudnya ? "


" Dia juga kena sirep. "


" Apa itu ? " tnaya Zaskia bingung.


" Semacam hipnotis kalo sekarang Non Kia. Dia akan menuruti semua permintaan wanita itu meski hanya lewat telpon. " jelas Wimpi.


" Hebat sekali wanita itu. " celetuk Zaskia kesal.


" Karena dia mempunyai sepasang cincin pengasihan Non Kia. "


" Cincin pengasihan ? apa itu ? " tanya Azalea.


" Cincin yang bisa membuat pemegangnya sellau memikirkan pemiliknya. "


" Maksud kamu,, wanita itu pemiliknya ? " tebak Azlaea.


" Iya Nyonya. Dan sempat memberikannya pada Tuan Al. Itu sebabnya Tuan Al snagat mudah menuruti kemauan wanita itu. " jawab Wimpi.


Semuanya menghela nafas lega.


" Cincin yang kamu minta itu Bi ? " tanya Al sembari memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Bia mengangguk pelan.


" Apa kamu sudah membuangnya Kak Wimpi ? " tanya Bia.


" Hancurkan saja Kak Wimpi. " sahut Zaskia.


" Tidak bisa di hancurkan begitu sjaa Non Kia. Harus disatukan dulu dengan pasangannya baru bisa dihancurkan. "


" Berarti Kak Wimpi belum membuangnya ? " tanya Bia.


" Sudah saya simpan ditempat yang aman Non Bia. Inshallah tidak akan mengganggu lagi. " jawab Wimpi.


" Syukurlah. " ujar Azalea.


" Aku ikut Bi. Aku mau minta maaf pada Faiz. " sahut Al.


" Jangan dulu Mas. Takutnya Faiz semakin marah padamu. Besok saja. " elak Bia.


" Bia benar Al. Besok saja. Biarkan Bia yang menenangkan Faiz. " hibur Azalea.


Al kembali duduk dan menunduk. Bia segera menuju ke kamar Faiz. Bukannya tidak tahu kalau Al sakit karena sedari tadi memijat pelipisnya tapi Bia benar-benar mengkhawatirkan Faiz.


****


" Kok pintunya dikunci Mas ? " tanya Bia pelan saat Faiz membuka pintu kamarnya dan segera menguncinya lagi.


Faiz langsung mendekap tubuh Bia dan kembali sesenggukan.


" Mas benci Papa, Bun. Papa jahat bentak-bentak Bunda. " keluhnya.


Bia tersneyum getir. Matanya sudah mengembun. Dia menarik tubuh Faiz yang masih mendekapnya ke arah sofa yang ada di sebelah kiri pintu kamarnya. Lalu mendudukkan Faiz disana.


" Mas gak boleh bilang begitu. " kata Bia sambil menghapus air mata Faiz.


" Papa udah gak sayang kita lagi Bun. "


" Siapa bilang ? "


" Papa udah gak mau lagi bermain sama Mas dan Adik Fawwaz Bun. Apa yang dikatakan Bik Leny benar Bun. Kalo ada adik-adik, pasti kami dilupain. "


Bia makin trenyuh mendnegarnya. Tidak menyangka Faiz masih mengingat dengan jelas apa yang diucapkan Leny waktuu itu.


" Sssttt,, kok suudzon sama Papa sih. Nanti jadi anak durhaka. " gurau Bia.


" Tapi bener kan Bun. " protes Faiz.


" Mas,, kalian juga anak-anak Papa. Perlu waktuu yang sangat lama, Papa akhirnya bisa bersama dengan kalian. Jadi, gak mungkin kalo Papa gak menyayagi kalian. Meskipun ada adik-adik. "


" Lalu kenapa Papa gak pernah menyapa kami Bun. Gak pernah bermain dnegan kami lagi. Suka bentak-bentak Bunda. Mas gak suka melihat Papa bentak-bentak Bunda. Mas gak suka lihat Bunda menangis. Mas sayang sama Bunda. " kata Faiz smabil mengusap air mata Bia.


" Papa sedang ada masalah di kantor Mas. Jadi harus bisa ngerti. "

__ADS_1


" Sama wanita yang ada di foto itu ? Mas lihat Bunda menangis saat melihat foto itu. "


" ihhh,, kemarin nguping pembicaraan Bunda smaa Tnate Wimpi ya. " gurau Bia.


Faiz menunduk merasa bersalah.


" Mas,, semua orang pasti bertengkar. Smaa kayak Bunda dan Papa. "


" Karena wanita itu kan Bun. " sahut Faiz kesal.


" Papa itu milik Bunda, kalo ada yang mau ambil milik kita. Pasti kita jadi sedih kan ? "


Fai mengangguk.


" Sama kayak Mas Faiz, kalo mainan Mas Faiz direbut Mas Fawwaz, marah gak ? "


" Marah Bun. "


" Kalo gak bisa marah sama Mas Fawwaz, karena Mas Faiz juga sayang sama Mas Fawwaz. Mas Faiz kira-kira bisanya apa ? Nangis gak ? "


" Nangis Bun. " jawab Faiz sembari mengangguk.


" Smaa kayak Bunda. Marah karena apa yang Bunda miliki mau di rebut ornag lain. Tapi, bingung, marahnya mau sama siapa ? Mau marah sama wanita itu,, Bunda gak kenal. Mau marah sama Papa, Bunda gak tahu itu memang foto Papa atau gak. Sama kayak Mas Faiz, akhirnya Bunda hanya bisa menangis kan. "


" Kalo foto itu bukan Papa lalu siapa Bun. Kan udab jelas-jelas itu foto Papa. "


" Dunia orang dewasa itu ribet Mas. Sepertinya yang disini belum cukup besar untuk memahami situasinya sekarnag. " gurau Bia sambil mengusap kepala Faiz.


" Mas, udah besar Bun. Udah bisa melindungi Bunda. "


Bia terkekeh.


" Maksud Bunda, Papa bisa aja dijebak Mas. "


" Dijebak bagaimana Bun ? "


" Minuman Papa bisa aja dicampur obat tidur. "


" Memangnya ada orang-ornag seperti itu Bun ? "


" Ada. Karena itu Mas Faiz harus berhati-hati kalo mau berteman. "


" Iya Bun. Kenapa ada yang mau jebak Papa Bun. "


" Mungkin, karena iri Papa udah jadi pengusaha sukses. "


" Beneran karena itu Bun ? Bukan karena Papa yang slaah ? "


Bia tersenyum.


" Kalao kita,, anak-anak Papa dan Bunda sendiri gak bisa mempercayai Papa. Bagaimana dengan ornag alin nanti ? Apa bisa percaya pada Papa sedangkan keluarganya sendiri gak ada yang mau percaya ? "


Faiz terdiam dan berfikir.


" Mas sedih gak waktu Ayah Ghazzy meninggal ? " tanya Bia.


" Sedih Bun. "


" Kalo Bunda gak percaya Mas Faiz waktu itu sedih. Mas kira-kira makin sedih gak ? "


Faiz mengangguk pasti.


" Dulu Ayah meninggal Mas sedih kan. Lalu Allah udah kasih kesempatan pada Mas Faiz untuk tetap memiliki Papa sebagai gantinya. Mas Faiz senang kan ? "


Faiz kembali mengangguk.


" Masa sekarang mau sedih lagi karena gak mau percaya smaa Papa, marah-marah smaa Papa, gak mau memaafkan Papa. Apalagi sampai membenci Papa. Nanti Allah ambil Papa dari Mas Faiz gimana ? "


Bia seketika ikut merinding dnegan kalimatnya sendiri. Berdoa dalam hati semoga Allah memberikan umur panjang pada suaminya.


Kali ini Faiz menggeleng cepat. Lalu memeluk Bia.


" Jangan Bun. Mas gak mau kehilangan Papa. Mas mau memaafkan Papa Bun. Maafin Mas Faiz Bun. " seru Faiz sembari kembali terisak di pelukan Bia.


" Besok habis shoalt shubuh, mau minta maaf sama Papa ? " tanya Bia.


" Mau Bun. " jawab Faiz.


" Sekarang mana PR nya. Bunda bantuin. "


" Diatas ranjang Bun. " jawab Faiz sembari berdiri.


Bia mengikuti langkah Faiz ke ranjangnya. Dan membantunya mengerjakan PR.

__ADS_1


Al menyandarkan tubuhnya di pintu kamar Fawwaz. Air matanya seolah tidak mau berhenti sejak mendnegar pertanyaan Faiz tentnag wnaita itu. Penjelasan Bia pada Faiz benar-benar membuatnya trenyuh. Makin memupuk rasa cinta Al pada Bia.


Tidak susah untuk bisa masuk kekamar Faiz. Meskipun dikunci, karena kamar Faiz dan Fawwaz terhubung. Hanya dipisahkan oleh tirai. Kehadirannya disana tidak disadari oleh Faiz dan Bia. jadi Al bisa mendnegar semua perckaapan Bia dan Faiz.


__ADS_2