
Tamu-tamu undangan sudah banyak yang berdatangan. Tidak sedikit dari mereka juga membawa kado untuk anak-anak Al. Kebanyakan mereka relasi bisnis Al.
Seluruh wanita keluarga Al nampak anggun dengan abaya putih seragam yang sengaja di pilihkan Azalea. Sedang para pria memakai baju koko sewarna dengan Abaya para wanita.
" Masyallahu. Non Bia snagat cantik. " puji Bik Amy saat melihat Al menggandeng Bia turun dari kamarnya.
" Iya. Snagat terlihat elegan Amy. "
" Cerah sekali. Keluarga ini jauh lebih baik setelah kedatangan Non Bia. Bukan begitu Okta ? " kata Bik Amy sembari mendekap Okta.
" Iya. Bahkan mereka tidak berusaha menjadikan aku seorang muslimah juga. Tidak pernah satu kalipun keluarga ini mendiskriminasikan aku yang seorang katolik. " jawab Bik Okta.
" Aku bersyukur bisa berada di tengah-tengah keluarga ini Bik Amy, Bik Okta. " kata Wimpi membenarkan ucapan dua wanita baya disampingnya.
" Wimpi, kamu terlihat cantik dengan abyaa itu. " puji Bik Amy.
" Benarkah ? Aku gak pede Bik Amy. Baju ini terlihat snagat mewah untukku. "
" Tapi kamu memang pantas memakai baju itu. " jawab Bik Okta.
" Terima kasih Bik Amy,, Bik Okta. " ucap Wimpi tulus.
" Waahhh,, Kak Wimpi cantik sekali. " puji Bia saat masuk ke dapur hendak menemui Bik Amy untuk menggendong Arra.
" Terima masih Non Bia. Non Bia juga terlihat sangat cerah memakai abaya itu. Sangat cocok dnegan baju Tuan Al. " puji Wimpi.
" Mereka memang pasangan serasi Wimpi. " celetuk Randy yang ikutan ngobrol.
" Aaammmiinn. " sahut Al sembari melingkarkan tangannya ke pinggang Bia.
" Terima kasih semuanya. Ayo kita semua keluar. Acara tasyakurannya mau dimulai. " ajak Bia.
" Sebentar Non. Aku mau mengambil cemilannya. " tolak Bik Okta.
" Apa Bik Okta gak nyaman berada disana ? Ehhhmm,, bukan maksud kami mengharuskan Bik Okta berada disana nanti. Tapi, kami juga gak enak kalo membiarkan Bik Okta semdirian. Gimana senyamannya Bik Okta aja nanti. " kata Bia tidak enak hati.
" Terima kasih toleransinya Non Bia. Tapi, saya benar-benar nyaman berada di tengah-tengah keluarga ini. Tidak apa-apa, syaa akan membantu di snaa bersama Amy Non Bia. " jawab Bik Okta.
Bia menggenggam tnagan Bik Okta penuh terima kasih.
" Oh tidak,, tidak,, kalian tidak perlu melakuakan apapun. Simak saja acara tasyakurannya. Aku sudah menyewa catering dan pegawainya untuk mengurusi smeua konsumsinya. Tugas kalian hanya satu, mendoakan yang terbaik untuk anak-anakku dan juga keluargaku. " tegas Al.
Semuanya tersenyum penuh keharuan. Lalu ikut keluar bersama Bia dan Al menuju taman depan dimana acara tasaykurannya tengah berlangsung.
Para tamu takjub dengan dekorasi mewah dirumah Al. Apalagi melihat semua keluarganya tampak harmonis dengan baju seragaam. Mark dan Naya pun juga kebagian baju seragam itu, tentu saja membuat mereka terharu.
Satu per satu acara sudah dilewati. Bingkisan pun sudah dibagikan. Hanya ada beberapa yang masih terlihat santai untuk menunggu giliran bersalaman dengan tuan rumahnya.
" Maafkan kelancangan saya Tuan Al. " pinta Rico malu.
Bukannya Al tidak tahu kemana arah mata Rico sedari datang sampai acara selesai. Matanya terus saja menatap Bia dnegan intens. Seolah menyesali perasaannya yang telah menyukai istri Bosnya sendiri. Apalagi kemarin-kemarin sempat melakukan PDKT pada Bia.
__ADS_1
" Harusnya aku mencongkel matamu Rico. Berani-beraninya menatap istriku. " geram Al marah.
Bia menoleh mendengar geraman suara Al. Dia mengusap lengan Al agar bersabar.
" Terima kasih atas kedatangnnya Pak Rico. " ucap Bia tulus.
Rico mendongak lalu menunduk lagi saat matanya berpapasan dnegan mata Al yang tengah menatapnya tajam.
" Maafkan aku Bia,, kemarin,, sempat,, " kalimat Rico menggantung.
" Sempat apa ? Kenapa gak dilanjutkan ? " tnatang Al kesal.
" Mas,, sabar ihhh. " ujar Bia.
" Sempat menyukai Bia, Tuan Al. "
" Bia ? Dia ini istri bosmu. Apa gak ada embel-embel apapun yang bisa kamu sematkan didepan nama istriku ?! " seru Al marah.
" Eehh,, maksud saya Bu Bia. " ralat Rico kikuk.
Bia tertawa melihat ekresi Rico dan juga respon Al.
" Maafkan aku Pak Rico. Bukan maksudku memyembunyikan statusku sebagai istri Mas Al. Tapi, aku pikir semua karyawan masih mengingatku saat tasyakuran empat bulannan dulu. Baru tadinpagi, aku tahu kalo Pak Rico dulu, tidak hadir. Karena itu tidak menyadari siapa aku. Sekali lagi Maafkan aku Pak Rico." jelas Bia.
" Tidak apa-apa Bu Bia. Permisi Bu. " pamit Rico seraya beranjak pergi.
" Siapa sih Kak ? Kenapa Kak Al terlihat sewot pada dia ? " tnaya Zaskia beruntun.
" Masih semuda itu sudah menjabat manager pemasaran ? Hebat bangeet. " puji Zaskia.
Al semakin tersulut emosi saat mendengar Zaskia malah memuji Rico didepannya.
" Iya. Dia memang hebat. Karena berani-beraninya PDKT pada istri bosnya sendiri. Beraninya mengakui sempat menyukai istri bosnya. Cckkkk,,, hahhhh,,, !!! " dengus Al marah.
Zaskia menjadi tercengang melihat respon Al. Apalagi Bia sampai terkekeh meski tangannya tengah mendekap Al untuk menenangkan emosinya.
" Kak Al cemburu pada karyawan Kak Al ? Isshh,, kak Al insecure ? " sindir Zaskia semabri tertawa.
" Kia,, Ihhh,,, " tegur Bia.
" Pantesan aja yang muda berani nyerobot Kak Al. Udah tua, pemarah lagi. " ejek Zaskia sambil berlari menuju Tian dan Azalea yang baru selesai minum.
" Ada apa Ki ? " tanya Azalea heran.
" Itu Ma. Kak Al lagi marah-marah. " jawab Zaskia dengan masih tertawa.
" Marah kenapa ? " tnaya Tian bingung.
" Ada staf di kantor yang berani mengakui kalo sempat menyukai Kak Bia didepan Kak Al. "
" Hahh,, ?? Yang benar Ki ? Berani sekali dia. Eehhhmmm,, staf kantor ? Mama juga pernah memergoki salah satu staf sedang memandangi Bia dari kejauhan. Kalo gak salah dia manager pemasaran. "
__ADS_1
Zaksia tertawa semakin keras. Hingga Tian membungkam mulutnya dengan telapak tangannya agar suara tawanya tidak menarik perhatian.
" Maaf,, maaf,, keceplosan Kak Tian. " pinta Zaskia malu.
" Kamu itu tertawa gak lihat sikon deh Ki. Untung aja saudara-saurara Tian gak melihat kamu tertawa seperti itu. Malu-maluin aja. " gerutu Azalea.
" Maaf Ma. Beneran keceplosan tadi. " gurau Zaskia.
" Memangnya kenapa ? " tanya Tian heran.
" Staf yang diceritain Mmaa tadi, staf yang sama yang sudah mengakui sempat menyukai Kak Bia didepan Kak Al tadi Ma. Gimana aku gak ketawa memdnegarnya. "
" Aaahh,, aku harap Al tidak mengambil keputusan sepihak pada staf itu. Aku rasa akan sangat disayangkan melepaskan staf serajin dia. " kata Azalea.
" Aku harap begitu. Ahh lihat. Kayaknya Kak Al sanagt marah. Sampai-sampai menepis tangan Kak Bia. " tunjuk Zaskia.
" Isshh,, dasar Kak Al terlalu posesif memang . " ejek Tian.
" Aku harap Bia bisa meredam emosi Al saat ini. "
" Tentu saja. Kak Bia obat Kak Al. " gurau Zaskia masih cekikikan lucu.
---------------------------------------------------
Bia mengikuti langkah Al yang masuk ke ruang kerjanya dengan marah. Senyum tidak juga hilang dari wajah Bia karena melihat tingkah kekanakan Al sekarnag ini.
Al duduk di depan jendela di kamar pribadinya. Melihat kerumunan tamu-tamunya yang sudah mulai berkurang.
Bia memeluk Al dari belakang. Mengusap dada bidang suaminya agar emosinya berkurang.
" Masih marah ? hemm ? " tanyanya pelan.
Al berbalik menghadap ke Bia. Kemudian duduk didepan jendela besar itu. Tangannya melingkar di pinggang Bia. Merengkuhnya semakin erat hingg tubuh Bia semakin merapat ke tubuh Al.
" Aku cemburu Bi. Aku gak suka ada laki-laki lain yang melihatmu. Aku takut kamu tertarik pada salah satu dari mereka. " keluh Al sedih.
Bia tertawa lirih.
" Cckk,, setiap kali aku mengatakan aku cemburu. Kamu pasti menertawakanku Bi. " gerutu Al kesal.
" Gimana aku gak tertawa. Kecemburuan kamu gak masuk akal Mas. Kia benar Mas. Kamu insecure ? "
" Isshh,,, " Al mendengus kesal. Menenggelamkan wajahnya di perut Bia. Mencari kenyamanannya.
Bia mengusap rambut Al perlahan. Hingga Al mendongak.
" Gimana aku bisa tertarik pada laki-laki lain. Kalo didepanku sudah ada laki-laki sempurna sepetimu Mas. Kamu Imamku Mas. Aku selalu berdoa semoga kamu bisa menjadi Imam dunia akhiratku Mas. Aku mencintaimu Mas. " kata Bia smebari mencium bibir Al lembut.
Al berdiri dengan masih berciuman dengan Bia. Tangannya mempererat pelukannya pada Bia.
" Aku mencintaimu Bi. Jangan tinggalkan aku. Aku harap kamu tetap bisa bersabar dengan sikapku. Aku gak mau kehilangan kamu lagi. " ucap Al.
__ADS_1
Bia memeluk Al dengan erat. Rasanya saat ini dia tengah berada di awan. Sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini.