Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 34


__ADS_3

" Sayang,, ada apa ? " tanya Ghazzy saat melihat Bia yang terlihat melamun setelah selesai sholat shubuh.


" Gak tahu Mas. bingung jelasinnya. "


" Maksudnya gimana ? Apa lagi ngidam ? "


" Gak tahu Mas. Beneran. Aku kaya pengen sesuatu. Tqpi, aku sendiri bingung apa itu. "


" Kamu itu ada-ada saja. Apa mau jalan-jalan ? "


" Kemana ? "


" Ya,, putar komplek sini saja. Jangan jauh-jauh. Nanti kamu capek. "


" Iya Boleh deh Mas. Mumpung masih pagi. "


" Ya sudah ganti baju dulu. "


Bia mengangguk kemudian melipat mukenanya. Lalu menggandeng lengan Ghazzy.


****


Pertunangan Zaskia dan Tian sudah selesai satu jam yang lalu. Dengan satu keputusan diambil dari kedua belah pihak keluarga. Pernikahan akan dilangsungkan satu tahun lagi. Karena Tian ingin menyelesaikan sekolah chefnya.


Dan Al langsung masuk ke kamarnya tanpa permisi. Bahkan Clara tidak bisa membujuknya untuk mau keluar dari kamarnya.


" Sepertinya Mas Al gak nyaman aada kami di rumah ini Ma. " keluh Bia sedih.


Entahlah ada peraasaan kesal yang berusaha dia sembunyikan. karena setiap kali berpapasan dengaan Al. Pasti Al akan menghindar sebelum Bia sempat menyapanya.


" Bukan. Pasti bukan karena kamu Bia. Al hanya lagi banyak pikiran. Kata Clara, dia meninggalkan banyak PR pada Reiga. " jawab Azalea berbohong sembari mengedipkan matanya pada Clara agar bisa diajak kerja sama.


" Mama benar Bia. Dan asal kamu tahu ya. Al bahkan sering lembur Bia. Dia pulang hanya saat weekend. "


" Kamu jangan terlalu banyak berfikir Bia. Akan berakibat buruk pada si kembar nantinya. " kata Leon mengingatkan.


" Iya Om Leon. " jawab Bia sembari mengusap perutnya lagi.


" Kenapa sayang ? " tanya Ghazzy.


" Si kembar aktif lagi Mas. Aku sampai kewalahan ini. Punggungku nyeri. "


" Apa tidak apa-apa Leon ? " tnaya Azalea khawatir.


" Itu masih hal yang wajar. Apa kamu ingin konsultasi dengan dokter Gita ? " tawar Leon.


" Tidak,, tidak perlu Om Leon. Ini kan weekend, biar dokter Gitanya istirahat. " jawab Bia asal.


" issshhh,,,, "


" Sepertinya memang Om Leon yang terlihat merindukan dokter Gita, Kak Bia. " goda Zaskia.


" Apa ? Tidak. " jawab Leon cepat.


Semuanya tertawa melihat wajah merah Leon.


" Aduuuhh,,, "


" Istirahatlah Bia. " titah Leon.


" Maafkan aku. Padahal aku ingin ikutan ngobrol. " keluh Bia sedih.


" Ayo sayang. " ajak Ghazzy.


Sampai didepan kamarnya, mereka melihat Amy yang baru saja keluar dari kamar Al dengan membawa beberapa potong baju kotor Al.


" Ambil baju kotor Bik ? " tanya Bia.


" Iya Non. Apa dikamar Non juga ada ? " tanya Amy.


" Biar aku ambilkan dulu Bik Amy. " jawab Ghazzy sambil masuk ke kamarnya.


Bia melihat ke baju kotor Al dan Clara. Ada kemeja yang tadi dipake Al saat Zaskia bertunangan disana.


" Bik,, aku boleh pinjam sebentar ? "


" Buat apa Non ? "


" Sebentar saja Bik. " jawab Bia sambil membawa kemeja Al masuk ke kamar.


Amy hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung dengan permimtaan Bia.


" Lho,,ada apa sayang ? Baju siapa ? "


" Baju Mas Al, Mas . " jawab Bia sembari menghirup aroma parfum dari kemeja Al.


Ghazzy melihat Bia bingung. Apa si kembar sedang ingin berada di samping Papanya ? Mungkin mereka merasakan kehaadiran Papanya. Pikir Ghazzy.


" Sudah puas ? " tanya Ghazzy saat Bia menyerahkan baju itu kepada Ghazzy.

__ADS_1


" Sudah Mas. " jawab Bia tapi tatapannya masih tidak bisa berpindah dari baju itu.


" Kalo belum puas. Bawa saja dulu. Besok biar Mas belikan kemeja yahg baru untuk menggantinya. "


" Benarkah ? Eeehhmm,, aku gak tahu ini kenapa Mas. Bawaannya pengen hirup aroma parfum itu." jawab Bia tidak enak hati.


" Mungkin si kembar ingin dekat dengan Papanya sayang. "


Bia menunduk membenarkan perkataan Ghazzy. Tapi dia takut Ghazzy akan tersinggung.


" Ya sudah. Kamu bawa kemeja itu sayang. Besok aku belikan yang baru untuk Al. " kata Ghazzy sambil mengusap kepala Bia.


" Maaf Mas . "


" Maaf untuk apa ? Itu wajar sayang. Mereka merasakan kehadiran Papanya. " jawab Gahzzy.


" Mas pasti tersinggung ya Mas. "


" Sayang,,, aku gak apa-apa. Aku sudah merasakan gimana puasnya aku waktu menghirup aroma dari hijab kamu dulu sayang. Tentu saja aku mengerti gimana perasaan itu. "


Bia mengangguk lemah. Karena apa yang dikatakan Ghazzy memang benar.


" Aku tinggal ke dapur sebentar sayang. Mau memberikan baju kotor ini pada Bik Amy. Tidak apa-apa kan sayang ? "


" Iya Mas. Terima kasih Mas. "


" Sama-sama. "


Ghazzy beranjak keluar dari kamarnya. Dan Bia langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang sembari mendekap kemeja Al. Hingga tertidur dengan nyaman, karena si kembar sudah tenang.


" Ghazzy,, dimana Bia ? Apa sudah tidur ? " tanya Azalea saat melihat Ghazzy kembali duduk diruang tamu.


" Iya Ma. "


" Kak Ghazzy,, apa ada yang mau disampaikan ? " tebak Zaskia.


" Eeehhmm itu,, Clara. "


" Aku ? Ada apa ? " tanya Clara bingung karena ini untuk pertama kalinya mereka bicara.


" Kemeja yang dipake Al tadi,, apa bisa untuk Bia saja ?"


Semuanya menjadi melongo.


" Aku ,, besok aku akan membelikannya yang baru. " ralat Ghazzy tak enak hati.


" Memangnya kenapa Ghazzy ? " tanya Leon heran.


Azalea dan Zaskia tersenyum. Tapi penjelasan Ghazzy membuat sedikit kekhawatiran dalam hati Leon. Mengingat penyakit turunan yang diderita Zaskia dulu. Apa nanti si kembar juga akan mengalami hal yang sama ?


" Kapan kalian akan kembali ke Kalimantan Clara ? "


" Al minta besok sore kita berangkat. " jawab Clara.


" Eeehmm,, bolehkan aku minta tolong ? "tanya Ghazzy ragu.


" Apa itu ? "


" Aku tahu ini pasti akan menyakiti kamu nantinya. Tapi bisakah meminta Al untuk mengusap perut Bia, atau,, setidaknya bicara dengan Bia ? Aku takut Bia ngidam taapi merasa tidak enak mengatakannya. "


" Pasti. " celetuk Zaskia.


" Akan aku usahakan. Tapi aku gak tahu akan berhasil atau tidak. "


" Mama dan Kia akan membantu kamu naanti. " seru Aazzalea.


" Terima kasih Clara. Mama."


" Kembalilah ke kamarmu. Nanti Bia mencarimu." kata Azaalea.


Ghazzy hanya mengangguk lalu berpamitaan untuk ke kamarnya.


" Kak Al pasti bicaraa dengan Kak Bia. Hanya,, berikan kesempataan mereka berdua untuk bicara. " kata Zaskia.


" Bagaimana caranya Ki ? Kamu tahu sendiri Al selalu saja menghindar. " jawab Claara.


Azaalea dan Leon saling berpandangan. Kemudian tersenyum.


" Aku akan mengajak Al berenang besok. Al selalu lupa waktu kalo sudaah berenang. " usul Leon.


" Sama sepertimu. " ejek Azalea.


Leon tertaawa mendengarnya.


" Setidaknya aku tidak sekeras kepala anakmu Lea."


****


" Al,, kamu kenapa sih ? "

__ADS_1


" Apanya yang kenapa ? Aku gak ngerti maksud kamu ?"


" Kamu gak bisa terus-terusan mendiamkan keluargamu. Apalagi sikapmu pada Bia. "


Al terdiam. Sibuk mengotak atik ponselnya.


" Memangnya aku kenapa ? " jawabnya tanpa melihat Clara.


Clara mengambil ponsel Al dan melemparkannya ke ataas raanjang.


" Apa maumu ?!" seru Al kesal.


" Selesaikan urusanmu dengan Bia, Al. "


Al terssenyum smirk.


" Kamu lupa ? Kamu yaang memintaku untuk berjanji tidak menemui Bia. "


" Tapi tidak menghindarinya seperti ini. "


" Aku tidak menghindar. Aku dan dia juga sudah selesai kan. Mau apa lagi ? "


" Kamu,, kalian belum selesai !! kamu masih mencintai Biia Al. Itu terlihat jelas dimatamu. " seru Clara.


Al kembali terdiam, tidak menyangkan Clara akan bisa menebaknya.


" Bahkan kamu tidak lagi menyentuku karena takut akan menyebut namanya lagi kaan ?"


Al menelan salivanya getir.


" Aku tahu kamu masih kecewa karena anak itu bukan anakmu. "


" Hentikan Clara ! Jangan membahasnya. "


" Kamu harus terima kenyataan Al. "


" Aku hanya mengikuti naluriku. Berhentilaah Clara. Aku tidak mau membahasnya lagi. Kalo Bia membuatmu tidak nyaman, kita akan pulang siang ini juga. "


" Bukan Bia yang membuatku gak nyaman Al. Taapi, sikapmu. Kamu menyakiti Bia. Dia pikir karena kehaadirannya dirumah ini membuatmu gak nyaman. Kamu tahu itu bisa mengganggu kehamilannya. "


" Bagaimana bisa mengganggu kehamilannya ? " taanya Al cemas.


Clara tersenyum getir. Hanya membahas tentang kehamilan Bia saja kamu bisa seceemas ini Al.


" Bia bisa stres Al. Itu gak baik untuk kandungannya."


" Aku akan memesan tiket pesawat. Kita pulang siang ini juga. " kata Al sembari mengambil ponselnya yang ada diatas ranjang. Kemudian beranjak pergi.


Clara hanya terdiam. Kok jadi begini ? Apa aku salah ngomong ya ? Pikirnya.


****


" Al,, sudah lama kita gak balapan. Ayo renang. " kata Leon saat melihat Al berjalan menuju tangga.


" Oke. Siapa takut ? Kali ini,, apa taruhannya. "


" Ciiihhh,, sudah merasa jago ? "


" Tentu saja. "


" Oke. Apa yang kamu mau ? "


" Om yakin mau mengabulkannya ? "


" Kalo kamu menang. "


" Aku ingin tes DNA ulang seetelah Bia melahirkan. "


Leon tersentak. Dia hanya bisa terdiam.


" Kenapa ? Kamu gak percaya dengan hasil tes DNA kemarin ? "


" Om,, aku gak bodoh. Hasil tes DNA yang Om kirim lewat email, bisa saja dipalsukan. "


" Al,, kamu meragukanku ? "


" Tidak. "


" Lalu kenapa kamu minta tes DNA ulang ? "


" Kalo begitu,, mana surat tes DNA yang aslinya. "


Leon kembali terpaku ditempatnya.


" Aku,, memberikannya pada Lea. " jawab Leon berbohong. Karena tahu Al tidak mungkin memintanya pada Azalea.


" Oke. Nanti aku akan memintanya pada Mama. Ayo kita mulai. Jangan lupa janji Om. Mulai saja menjadwalkan prosedurnya. " kata Al sembari menuju ke kolam renang.


Leon menghela nafas lega.

__ADS_1


* Yah.. Aku lupa siapa kamu Al. Kamu pasti meragukan surat itu. Karena di surat itu tidak terdapat tanda tangan dokter penanggung jawab Tes DNA. * batinnya.


Leon tersenyum. Disudut hatinya, Leon memang merasa bersalah pada Al. Tidak seharusnya mereka mengusir Al, meskipun tahu untuk kebaikannya sendiri dan juga kebaikan Bia. Tapi bagaimana pun , dia juga ayah biologis si kenbar.


__ADS_2