Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 128


__ADS_3

Al dan Bia duduk bersandar di ranjang mereka. Entah berapa lama mereka saling memeluk dan bertangisan hingga tertidur. Saat duduk pun Al tidak mau melepaskan tangannya dari genggaman Bia.


" Apa Mas, masih gak mau menceritakan apa yang terjadi ? Aku istrimu lho Mas. Apa Mas gak sepercaya itu sama aku ? " tanya Bia pelan.


Ada sedikit takut Al tiba-tiba bersikap dingin lagi padanya.


" Aku takut kamu gak percaya dengan apa yang aku katakan Bi. Aku takut kamu hanya berfikir aku mnegada-ada. Aku gak sebaik Ghazzy Bi. Masa laluku dan selama menikah dneganmu. Aku masih menyakitimu. Apa yang dikatakan Faiz benar. Aku gak sebaik Gahzzy. Aku takut kamu akan meninggalkanku. " kata Al tanpa melihat Bia. Hanya menciumi tangannya.


Bia memegang wajah Al dan memaksanya melihat kearahnya.


" Aku mau kejujuran Mas. Dan aku tahu kamu gak mungkin membohongiku. Aku mau kita terbuka satu sama lain Mas. Aku gak mau ada kesalah fahaman lagi. Perubahan kamu sampai membuatku berfikir, kamu gak mencintaiku lagi Mas. Apa yang akan terjadi padaku nanti kalo kamu gak mencintaiku dan anak-anak ? Aku sempet punya pikiran untuk pulang saja ke Surabaya dengan anak-anak. Karena disini, aku bukan tempat Mas untuk pulang lagi. "


Spontan Al langsung memeluk Bia posesif. Dan menggeleng dengan cepat. Tubuhnya menengang, wajahnya sudah memucat. Mengingat saat Bia melahirkan dulu saja sudah membuatnya selemah itu. Apalagi sampai Bia tiba-tiba meninggalkannya nanti. Apa yang akan terjadi padanya ?


" Jangan tinggalkan aku Bi. Aku tahu aku salah. Maafkan aku. " bisik Al lirih.


Bia mendorong tubuh Al agar melepaskan pelukannya.


" Katakan padaku Mas. Ada apa ? Apa yang terjadi ? Masalah apa yang belum selesai antara kamu dan wanita itu ? Ceritakan semua, aku gak mau ada yang kamu tutup-tutupi Mas. "


" Berjanjilah dulu Bi. Jangan tinggalkan aku. " kata Al sambil mengusap wajah Bia.


" Aku janji Mas. " tegas Bia.


Al tersenyum lalu mulai menceritakan tentang kedatangan Ayden. Reuni kecil yang mereka isi dengan satu box pizza dan segelas kopi latte. Sampai apa yang terjadi pada Sesil. Dia terbangun dengan Sesil sednag menangis meminta pertanggung jawabannya.


" Aku yakin tidak ada alkohol Bi. Aku berani bersumpah. Tapi aku gak tahu kenapa bisa ada di hotel bersama Sesil. Dia bahkan meminta pertnaggung jawabanku karena aku sudah memperkosanya. Aku sedang mencari keberadaan Ayden. Hanya dia yang bisa menjelaskan apa yang terjadi waktu itu. "


Alis Bia berkerut, di hotel ? Tapi dari rekaman cctv kantor Mas Al, kejadian itu terjadi disini. bagaimana Mas Al bisa ada dihotel ? Batin Bia.


" Kenapa Mas Al gak ngecek cctv kantor kamu Mas ? "


" Sudah aku cari Bi. Tapi rekaman cctv hari itu gak ada. Sudah terhapus. Aku gak tahu siapa yang berani menghapusnya. " jawab Al.


Bia teringat perkataan Wimpi, kalo ada yang berusaha untuk menghapusnya tapi gaagal.


Melihat Bia yang terdiam, Al menggenggam kedua tangan Bia dengan erat.


" Aku mohon Bi, percayalah padaku. Ayden,, setelah aku menemukan Ayden, aku akan memintanya mengatakan hal yang sebenarnya. "


* Kamu terlalu baik Mas, kamu gak akan menyangka kalo sahabat kamu sendiri sudah berniat menikammu dari belakang. * batin Bia.


" Bi,, apa kamu gak percaya padaku ? Aku mencintaimu, Bi. Aku gak mungkin melakukan kebodohan itu. "


Bia tersenyum dan mengecup bibir Al. Hingga membuat Al terpaku sejenak.


" Aku percaya Mas. Aku tahu kamu gak akan melakukan hal bodoh itu. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang ? "

__ADS_1


Al tersenyum senang.


" Kuncinya ada di Ayden Bi. Aku harus menemukan Ayden secepatnya. Aku sudah menyuruh orang untuk melacak keberadaannya. "


Bia menghela nafas panjang. Lalu menunduk.


" Dan itu berarti,, kamu masih akan terus menemui wanita itu ? "


" Dia bilang, dia punya bukti kalo aku sudah memperkosanya. Dia mengancam akan memberikan bukti itu padamu dan Mama. Aku takut kamu salah faham. Aku menemuinya hanya untuk mencegahnya tidak melakukan itu. "


* Dan dia sudah melakukannya Mas. *


" Kamu sudah menjelaskannya kan. Aku dan Mama pasti mengerti Mas. Tapi, aku gak tahu, apa aku masih sanggup melihatmu bersama wanita itu. " kata Bia.


Al mengecup kening Bia yang menunduk menghindari tatapannya.


" Percayalah Bi. Aku akan segera menyelesaikannya. "


" Aku percaya, tapi maafkan aku kalo aku gak sekuat itu melihat kebersamaan kalian. " keluh Bia senbari beranjak bangun untuk cuci muka.


Al mengejar Bia dan memeluknm dari belakang.


" Aku akan berusaha mengacuhkannya dan tidak memperbolehkan dia datang. Aku gak bisa melihatmu mendiamkan aku Bi. "


Bia tersenyum menang.


" Janji ? " tanya Bia sambil menoleh ke belakang.


" Sudah lama kita gak melakukannya Bi. " bisik Al sambil menciumi telinga Bia.


" Hentikan Mas. Sebentar lagi kamu ada meeting. "


" Sebentar saja Bi. Aku bosan meeting terus. "


" Siapa suruh kamu mengacaukan jadwal kerjamu. Mengcancel semua appointment dari klien perusahaan. Mama bahkan sampai tuurn tangan untuk menyelesaikan kekacauan ini. " omel Bia.


" Sebentar saja Bi . " rayu Al.


" Nanti,, kalo semua masalah ini sudah selesai Mas. Kalo perlu kita honeymoon sekalian. " kata Bia sambil melepaskan pelukan Al.


" Aku gak yakin kamu akan mengingatnya. " gerutu Al.


Bia jadi tidak enak hati. Ini pertmaa kalinya dia menolak permintaan Al saat dia meminta haknya. Tapi waktunya sudah mepet dengan pertemuan bersama Pratama Company.


" Kamu bilang aku mood booster kamu. Untuk sementara. Begini aja dulu. " gurau Bia.


Bia mendekat dan mencium Al. Niatnya hanya sekedar memberikan semangat pada Al. Tapi, Al rupanya sudah sangat berhasrat. Dia kembali memdorong Bia ke rnajangnya.

__ADS_1


" Maaass,, nanti. " keluh Bia saat Al memberikan jeda untuk menghirup nafas.


Tapi tnagannya tidak mau berhenti menyentuh titik sensitif tubuh Bia.


" Aku sudah punya sekretaris pribadi yang bisa aku andalkan. Pasti dia tahu bagaimana caranya mengatasi kekacauan ini. " goda Al sembari kembali menciumi Bia yang mengercutkan bibirnya kesal.


*****


" Mau kemana kamu ? " tanya Wimpi saat melihat Reiga beranjak pergi dari kantornya.


" Sesil ada dibawah. Dia ingin bertemu dengan Tuan Al. Aku akan menjemputnya. " jawab Reiga.


" Sudah sepeeti yang punya perusahaan saja pake dijemput segala. "


" Dia itu,, selirnya yang punya perusahaan. " celetuk Reiga sambil ngeloyor pergi.


Wimpi menggebrak meja kerjanya marah. Sudah tiga jam Bia dan Al tidak keluar dari kantornya smaa sekali. Bahkan pintunya terkunci dari dalam, Wimpi tahu pasti sudah ada sedikit kemajuan Al pada Bia. Dan dia tidak rela kalo wanita penyihir itu merusak momen majikannya saat ini. Kalimat Reiga malah seolah memberikan bensin di kobaran api dihati Wimpi. Membuatnya larut dalam kemarahan.


Wanita itu datang bersama Reiga. Dan menghentakkan kakinya kesal karena pintu kantor Al terkunci. Dia tidak bisa masuk seperti biasanya.


" Kenapa harus dikunci sih ?! " geramnya kesal.


" Kalo pasangan suami istri ada di satu ruangan. Dan dikunci dari dalam. Siapapun pasti akan tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam. " jawab Wimpi memancing emosi wnaita itu.


Dan memang benar, wajah putihnya sudah terlihat merah menahan marah. Dan Reiha hanya terdiam melihatnya. Wimpi tahu saat ini Reiga sedang dalam pengaruh sirep milik wanita itu.


Wanita itu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Al berkali-kali. Tapi tidak diangkat. Dia tahu saat ini apa yang dikatakan sekretaris Al pasti benar.


Wimpi tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dia mencengkram lengan Sesil. Membuat Sesil kaget dan semakin marah.


" Ikut aku. Kita harus bicara !! " hardiknya.


" Siapa kamu berani membentakku. Kalo Al tahu, aku akan pastikan kamu dipecat ! " bentaknya.


Wimpi sedikit menambahkan tenaga dalam di cengkraman lengan Sesil. Dan dia langsung menatap Wimpi terhenyak. Tidak menyangka pengawal istri Al ternyata juga mempunyai ilmu kebatinan yang sama dengannya.


" Aku yakin kamu sudah paham, aku bisa membuat ilmumu hangus saat ini juga. " gertak Wimpi dengan penuh penekanan.


Sesil menggeleng cepat. Karena dia sadar ilmu yang dikuasai pengawal istri Al jauh di atasnya. Dan gertakan itu gak main-main. Sekarang dia tahu kenapa teluh yang dibuatkan untuk Leny dulu bisa menghanguskan sebagian ilmunya. Ternyata istri Al mempunyai pengawal berilmu.


" Bagus. Kalo kamu sudah tahu. Jangan mengganggu Tuan Al . Apalagi Non Bia, kalo kamu gak mau aku mengambil paksa susuk yang kamu pasang diwajahmu. Aku pastikan semua orang akan jijik melihatmu. "


" Jangan. Aku akan pergi sekarang juga. " kata Sesil sembari pergi.


Wimpi melihat Reiga yang masih terdiam ditempatnya. Dia menginjak kaki Reiga dengan kesal agar tersadar dari sirep yang dirapalkan Sesil.


" Aaaawwww,,, Wimpi apa yang kamu lakukan !! " seru Reiga kesal sembari memegang kakinya. Dan duduk di kursinya.

__ADS_1


" Kerja !! Melamun saja terus . " geramnya dan kembali ke meja kerjanya.


Berfikir dengan keras, aap yang membuat ilmunya tidak bisa menembus Al kalo ilmu yang dimiliki Sesil tidak sebesar yang dia bayangkan selama ini. Teluh apa yang digunakan Sesil saat ini.


__ADS_2